The son of a barrister, Jonathan Philip Chadwick Sumption attended Eton then Magdalen College, Oxford, where he graduated with first-class honours in history in 1970. After being called to the bar at Inner Temple in 1975, he became a Queen's Council in 1986 and a Bencher in 1991. He is joint head of Brick Court Chambers and was appointed to the UK Supreme Court in 2011. He has written numerous books on history and is a governor of the Royal Academy of Music.
Ketika demokrasi menghadapi tekanan dari berbagai arah—mulai dari populisme hingga otoritarianisme terselubung—seperti saat ini, The Challenges of Democracy berupaya menawarkan refleksi tajam tentang mengapa supremasi hukum dan institusi demokratis begitu krusial untuk dijaga.
Melalui serangkaian esai yang mendalam, Jonathan Sumption, seorang mantan hakim Mahkamah Agung Inggris, mengeksplorasi bagaimana peristiwa global seperti Brexit, pandemi, dan gejolak politik di Amerika Serikat dan Hong Kong telah menantang prinsip-prinsip dasar sistem demokrasi. Lord Sumption mengulas dengan cermat ancaman tirani mayoritas, misalnya suara terbanyak yang bisa melumpuhkan perlindungan bagi minoritas dan melemahkan hukum itu sendiri.
Dalam analisisnya, ia memperingatkan bahaya mengandalkan figur otoriter yang menjanjikan stabilitas, namun kerap melanggar batas-batas konstitusional. Argumennya dibangun di atas pengalaman hukum dan pemahaman historis yang kuat, menjadikan buku ini bacaan penting untuk memahami krisis demokrasi kontemporer. Penulis juga menyoroti bagaimana lembaga peradilan dan kebebasan sipil harus terus dipertahankan sebagai penyeimbang kekuasaan. Dengan gaya penulisan yang lugas dan penuh wawasan, ia mengajak pembaca merenungkan ulang nilai-nilai dasar yang menopang kehidupan demokratis. Ini bukan sekadar pengingat, tetapi juga seruan untuk bertindak demi masa depan tatanan hukum dan kebebasan sipil yang lebih kuat. https://blog.periplus.com/2025/04/21/...