Jump to ratings and reviews
Rate this book

Surat Untuk Jenaka #2

Kembali ke Batavia

Rate this book
Setelah berhasil menavigasi perjalanan waktu pertama, hidup Jenaka kembali normal dan ia berhasil meraih cita-citanya untuk menjadi seorang pengacara. Saat Jenaka mulai memutuskan untuk beranjak meninggalkan masa lalu setelah membaca surat-surat dari Cantika, sosok dari masa lalunya kembali muncul, Pram.

Pram berhasil menyusul Jenaka melalui mesin waktu baru yang dibuat oleh Jati di Belanda, ia tiba di Belanda disambut oleh keluarga besarnya di masa depan. Segala kebutuhan Pram pun dipenuhi, salah satunya pengobatan akibat sakit yang Pram derita selama tujuh tahun terakhir.

Saat Jenaka dan Pram menikmati waktu bersama, datang surat lain dari masa lalu yang meminta bantuan Jenaka dan Pram untuk kembali ke masa lalu. Dibakar oleh nostalgia juga ingin kabur dari kesehariannya yang membosankan, Jenaka menginginkan sebuah perjalanan baru ke masa lalu. Bahkan ia berharap kali ini dirinya bisa membawa Cantika dan Jati untuk mengunjungi masa depan.

Bagaimana perjalanan Jenaka dan Pram kali ini? Berhasilkah mereka membawa Cantika dan Jati mengunjungi masa depan?

Paperback

First published January 13, 2025

32 people are currently reading
247 people want to read

About the author

Gigrey

6 books167 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
95 (63%)
4 stars
44 (29%)
3 stars
9 (6%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
Profile Image for Matchanillaaa.
89 reviews1 follower
February 21, 2025
Aku menikmati romansa Pram dan Jenaka yang lebih intens di buku ini. Walaupun aku lebih suka masa PDKT mereka yang enemies to lovers saat di buku 1. Ibaratnya masa PDKT itu masanya butterfly era, jadi hubungan mereka terasa lebih lucu dan gemesin saat itu. Sedangkan di buku ini, hubungan Pram dan Jenaka sendiri terasa mengalir aja karena hubungan mereka yang memasuki fase serius.

Kali ini, kisah Pram dan Jenaka bukan berpusat pada permasalahan nenek buyut Jenaka, karena Cantika dan Jati kurang di-notice. Pram dan Jenaka kali ini fokus memecahkan masalah seseorang yang berkaitan dengan surat misterius.
Profile Image for Ayu Istiyani.
94 reviews6 followers
October 23, 2025
Ja, Lieve.
Ahh, Pram is back. Jenaka yang tak jenaka dan Pramoedya Bagoes Biroe kembali. Rasanya ikutan happy hahaha.

Setelah melewati beberapa tahun, Pram akhirnya kembali bertemu dengan Jenaka di masa depan. Dibantu oleh keponakannya, Hidjo jr., Pram diperkenalkan dengan segala sesuatu di masa depan. Pram mulai beradaptasi hingga akhirnya bertemu dengan Jenaka.

Hingga saat dimana Hidjo ingin melihat lemari di rumah Jenaka, Jenaka menemukan surat misterius dari masa lalu yang meminta Jenaka untuk menyelesaikan sesuatu. Bersama dengan Pram, Hidjo, juga Jetis, iya Jetis, mereka kembali melintasi mesin waktu dan tiba di tahun 1930 tepatnya di kediaman Pram di Kota S. Dari situlah peyelesaian kasus dimulai.
Kasus yang diceritakan di buku kedua ini lebih padat dan kompleks, penyelesaiannya juga lebih menantang. Agak tercengang dengan kasusnya, yang mungkin ini sedikit banyak terjadi pada masa itu meskipun tidak sama persis. Di part ketika Jenaka terdampar di rumah bordil, benar-benar ikut merasa deg-degan. Miris juga ngeri dengan perlakuan di sana. Dan saat dimana Jenaka bersama yang lain akhirnya bisa menyelesaikan kasus ini, itu keren sih. Terbayang bagaimana diskriminasinya pribumi saat itu, tentu bukan hal yang mudah bagi Jenaka.

Di buku ini, romansa antara Jenaka dan Pram tidak terlalu banyak seperti di buku pertama. Lebih mencuri perhatian interaksi antara Jenaka dan Jetis. Jetis terlihat sebagai kakak yang begitu sayang kepada adik perempuannya. Dan Franz yang gambarnya ada di cover, saya pikir akan mendapat porsi banyak di novel, ternyata tidak. Iya, dia tetap berusaha mendekati Jenaka, namun hanya berakhir menjadi pengagum Jenaka hingga akhir hayatnya.

Selesai baca novel ini, ada perasaan campur aduk. Entahlah. Sedih, senang, rindu, kehilangan. Love this story. 😍 Lanjut buku ketiganya!
Profile Image for Dyah Mile.
33 reviews1 follower
June 5, 2025
Buku kedua dari Surat Untuk Jenaka.

Kasus yang diceritakan lebih kompleks dan penyelesaiannya juga lebih menantang. Kalau di buku pertama Cantika dan Jati banyak terlibat, di buku ini mereka hanya muncul di saat-saat penyelesaian kasus akan berakhir. Ada orang-orang baru yang muncul seperti Jetis (baru yang tak baru), Hidjo Jr, Franz Koning (yang ada di cover), dan Mutia yang cukup ambil peran pendukung yang sangat mendukung.

Ada kisah romance antara Pram dan Jenaka yang (menurutku) terlalu romance karena udah jadi kisahnya. Saya penyuka buku romance tapi kalau seperti Pram-Jenaka di buku kedua, not really. Beda kalau emang kisahnya baru dibangun, jadi ada gregetannya kek di buku pertama.

Kalau di buku pertama pada akhir bab menitihkan saya air mata karena Cantika, di buku kedua ini Jati lah si pelakunya.
Pasangan ini, yaaa. ada aja bikin harunya.

overall, lebih suka kasus di buku kedua ini, tapi buku pertama tetap pemenangnya 😍
5 reviews
June 11, 2025
entah knp karakternya sedikit melenceng dari suj, masa tambah tua bukannya tambah dewasa tapi malah kek bocah, juga banyak kosa kaya yg menurutku perlu diperbaiki, agar lebih nyambung dan masuk akal aja
Profile Image for ileftmybookshere.
218 reviews83 followers
April 3, 2025
Kembali lagi sama Jenaka Yang Tidak Jenaka dan Pramoedya Bagoes Biroe! 😍🫵🏻

Kembali ke Batavia ini lanjutan dari Surat untuk Jenaka yang ceritain tentang Pram yang berhasil datang menemui Jenaka ke masa depan dan siapa sangka tiba-tiba ada surat misterius yang datang dari masa lalu yang isinya permintaan tolong jadi Pram sama Jenaka harus kembali ke masa lalu untuk menyelesaikan masalab tersebut.

Buatku di buku kedua ini 𝗽𝗹𝗼𝘁nya lebih okay dibanding yang pertama terus juga masalah yang dihadapi Pram dan Jenaka lebih menantang dan kompleks, plot twistnya juga dapet dan emang keren eksekusinya terus juga kehadiran tokoh-tokoh baru bikin ceritanya jadi seru soalnya ada yang jadi saingannya Pram, ges wkwkwk🤣 Buatku di buku kedua ini, romance antara Jenaka sama Pram cukup cheesy jadi ada beberapa part yang jatuhnya agak cringe dikit cuma secara keseluruhan ya romancenya tetep berhasil buat senyum-senyum sendiri. Menurutku, di buku ini gak terlalu difokusin ke romance-nya jadi lebih menceritakan soal konflik utamanya dan aku doyan-doyan aja karena emang seru konfliknya karena ada bumbu misterinya juga!✨️ Aku suka feel deg-degan pas Jenaka berusaha mecahin kasus itu, ngeri juga jadi si Jenaka 😭

As always, 𝗮𝗹𝘂𝗿nya rapi dan tertata terus pergantian scenesnya juga rapi banget jadi asyik aja pas bacanya dan fast paced juga alias sabi dibaca in one sitting apalagi pas liburan begini dan kalian pada stay at home macam diriku🙂‍↕️🙌🏻 𝗡𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya kak Gigi juga selalu lugas dan asyik aja gaya bahasanya, minim typo juga nih ges, keliatan banget perbaikannya dari SUJ ke KKB. Aku juga suka sama narasinya yang imbang buat showing dan tellingnya jadi pas baca tuh bisa kerasa tension dan atmosfer dari ceritanya, keren dah! 😍

Tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya juga menarik, aku suka sih spotlight perkembangan karakternya gak cuma ke hubungan Jenaka dan Pram aja tapi ada disorot juga hubungan Jenaka dan Jetis (kakak Jenaka), jujur aku suka sama hubungan mereka yang rada kayak anjing dan kucing alias berantem mulu tapi nyatanya kasih sayang seorang kakak ke adiknya itu tetep nyata walau mulut mereka suka beradu kata🙂‍↕️ Aku ya abis baca ini jadi pengen punya kakak laki kayak Jetis, walau tengil suka gangguin tapi sekalinya nunjukin kasih sayang bikin melting!😍🫵🏻 Di sisi lain, hubungan Pram sama Jenaka makin berkembang dan soon di Surat dari Pram kayaknya bakalan melangkah ke tahap yang lebih serius (?) We'll see ya wkwkwk

And lastly, aku ambil suatu 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 bahwa dalam hidup itu pasti banyak hal-hal tak terduga entah itu menyenangkan atau tidak tapi percayalah semua yang terjadi pasti membawa kebaikan buat kita🤗

Overall, it's a great hisfic book dan aku highly recommended this book buat yang udah baca SUJ atau yang suka historical fiction lokal nih!✨️
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
April 4, 2025
... Entah kenapa, 'Kembali Ke Batavia' ini agak meleset dari ekspektasiku.

Aku ngikutin karya-karyanya Gigrey sejak Mada. Dari situ aku suka gaya penulisannya yang lugas dan mampu membawakan cerita dan emosi para tokoh dengan baik tanpa perlu bertele-tele. Tapi, di KKB ini rasanya beda. Rasanya kayak bukan tulisan Gigrey. Narasinya terasa datar dan emosi tokoh juga hampir nggak terasa karena hampir semuanya diceritakan pakai tell.

Untuk ukuran 452 halaman pun ceritanya serasa kurang padat, seolah-olah ini baru rancangan cerita per bab alih-alih bentuk akhir manuskrip yang utuh. Semuanya diceritakan secara terburu-buru, hampir nggak ada buildup yang membangun ketegangan menuju bagian klimaks cerita. Bagian yang seharusnya jadi bab paling gong di buku ini pun jadinya underwhelming, karena serba keburu dan lagi-lagi, cuma pakai tell.

Aku kurang paham, entah ini karena template dari penerbitnya atau mungkin dari hasil kerja editornya, aku merasa KKB ini alurnya jadi plek ketiplek dengan buku-buku lain yang diterbitkan oleh penerbit yang sama. Cerita singkat, alur cepat, dan serba tell. Padahal premis ceritanya sangat potensial untuk dikembangkan.

Satu lagi yang bikin aku sebal: karakter potensial yang disia-siakan.

Aku berharap, buku-buku Gigrey yang selanjutnya ditangani oleh orang yang tahu caranya meng-handle naskah-naskah tersebut dengan lebih baik. Sayang kalau jadi wasted potential.
Profile Image for Morgana Aethelwyn .
4 reviews
July 23, 2025
Sebuah cerita yang memperlihatkan bagaimana cara pengadilan bekerja, dan bagaimana rasanya menjadi orang yang diculik dan harus bekerja di rumah bordil.

Cerita bermula dengan kedatangan Pram dengan laki-laki berkacamata yang ternyata dia adalah keponakannya yang bernama Hidjo JR seorang ilmuwan seperti Ayutnya Jenaka atau Jati Aryadiningrat.

Ketika Jenaka dan Pram menghabiskan waktu dengan memperkenalkan masa depan padanya, sebuah surat terlampirkan di lemasi mesin waktu yang niatnya akan Jenaka kirimkan kepada Hidjo untuk diteliti karena Hidjo ingin mempelajari mesin waktu itu.

Surat itu dikirimkan oleh seseorang dengan nama samaran maawar putih bertuliskan Kami memboetoehkan bantoeuan Nona dan Toean. Tolong selamatkan para perempuan kami. Hanya Nona dan Toean yang bisa melakoekannja. Kami akan mengirimkan semoea petoendjoek ke kediaman Toean Djaksa." Tertanda Pedjoeang Kemanoesiaan. Mawar Poetih.

Panik, Penasaran, juga Mendebarkan

Ketika dirinya telah bertemu dengan Pram di masa sekarang dirinya berada tiba-tiba saja surat dari tahun 1930 hadir dan meminta bantuannya untuk menyelamatkan para perempuan yang hilang membuat Jenaka bimbang karena harus kembali ke masa tersebut. Namun, pikiran bahwa Cantika dan Jati menunggu mereka membuatnya menginginkannya pergi kembali dan membantu kasus itu.

Kali ini, Jenaka tidak sendirian untuk bersembunyi di lemari mesin waktu itu, melainkan bersama Pram, Hidjo, dan... Jetis. Iya, Jetis ikut juga karena ketika mereka akan berpindah, tiba-tiba saja Jetis menarik tangan Jenaka yang membuatnya tertarik masuk ke dalam lemari.

Hari pertama setelah mereka berpindah, tentunya setelah Jetis diberikan penjelasan oleh Hidjo juga Pram mengenai fenomena yang telah terjadi. Jenaka dan Pram berkunjung kepada Iskandar dan mulai menginvestigasi tentang kasus hilangnya perempuan, namun Iskandar sudah tidak seperti dulu lagi, dirinya kini hanya detektif swasta yang tidak ingin terlibat lebih jauh.

Di perjalanan pulang Jenaka mengingkan perutnya untuk diisi oleh makanan dan pergi bersama Pram menuju restoran yang mengakibatkan Pram cemburu oleh adanya pria Belanda yang bernama Franz, dirinya terang-terangan menyebutkan bahwa senyuman Jenaka membuatnya terpesona dalam bahasa Belanda di kertas yang terselip dalam sapu tangan Jenaka yang tertinggal setelah mengelap mulutnya ketika di restoran tadi.

Nyatanya, Franz juga bagian dari potongan puzzle hilangnya perempuan saat ini, karena lahan miliknya yang di sewakan untuk dijadikan sebuah perkebunan teh dengan memperkerjakan perempuan dari dinas sosial merupakan tempat kejadian perempuan-perempuan itu hilang, hal itu membuat Jenaka menyelidikinya hingga membuat dirinya menjadi korban juga!

Petualangan Jenaka tidak hanya berakhir diculik, melainkan di pekerjakan juga oleh wanita Belanda di rumah bordil!

Jenaka bertemu dengan Mutia, seorang perempuan yang menyebutkan dirinya dijual atas kemauannya untuk bisa membayarkan pengobatan adiknya, Marie Koning kakak dari Franz Koning yang di hari ketika Jenaka mengetahui bahwa Marie saudara dari Franz, Franz sudah tidak mempedulikan bagaimana akhir dari Marie karena kecantikannya yang terlalu memikat banyak orang bahkan setelah Marie menikah pun masih banyak laki-laki yang menginkan dirinya.

Hari-hari Jenaka di rumah bordil itu bisa dibilang menjadi sebuah cobaan untuk dirinya, di minggu pertamanya ia sudah diberikan hukuman oleh meiden Amalia karena ketahuan memakan sayuran di bekas makanannya yang memang Amalia tidak menginginkan sayuran itu, namun Jenaka mendapat perintah agar meiden Amalia untuk memakannya.

Perjalanan Jenaka kali ini tidak hanya sebatas menyelesaikan kasus perempuan yang hilang, namun juga harus menjadi salah satu korbannya!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Henzi.
217 reviews21 followers
January 12, 2026
Saya kira buku yang kedua akan berlatarkan waktu saat ini—berbeda dari buku pertama—jika dilihat dari judulnya, rupanya tidak. Belakangan saya baru nyadar Surat untuk Jenaka bertahunkan 2019, yang berarti setting waktu Kembali ke Batavia seharusnya di atas tahun tersebut. Pun, sebutan Batavia sudah tak valid lagi di masa sekarang.

Pram datang dari masa depan berkat mesin waktu yang berhasil dikembangkan Jati—kakek buyut Jenaka—dan tim. Sesampainya di “Jakarta”, ia mengagumi betapa majunya peradaban dari kota asalnya, Batavia. Orang yang pertama dicarinya begitu sampai adalah Jenaka, ya iyalah … siapa lagi kan.

Satu rumah heboh ketika mengetahui Jenaka punya teman pria yang tampaknya begitu (sangat) dekat; khususnya Jetis, kakak laki-lakinya. Tak kuasa menahan penasaran, latar belakang Pram dicari sampai ke akar-akarnya, protektif betul sang Abang! Tentu saja tidak bakalan dapat, wong Pram asalnya dari zaman yang berbeda.

Pantat Pram belum juga panas, ia dan Jenaka sudah mendapatkan misi baru. Sebuah surat ditemukan di lemari buyut Jenaka yang berisikan permintaan untuk menyelamatkan para perempuan yang tertangkap di masa lalu. Tidak ada kejelasan siapa pengirimnya, hanya tertulis Mawar Putih.

Memang pada dasarnya gabut, Jenaka menyetujui untuk menolong sang pengirim surat yang tidak diketahui siapa, dengan menggunakan mesin waktu yang ditunggangi Pram ke Jakarta. Dikarenakan ada kendala pada mesin, probabilitas keberhasilannya hanya 40%; kemungkinan menjadi lebih kecil peluangnya jika ada lebih banyak orang yang menggunakannya. Bagian ini membuat saya skeptis sebab logikanya tidak tepat. Kalo pun ada formulanya, persenannya tidak langsung dibagi sesuai jumlah orang.

Di buku yang pertama, Jenaka harus menyelamatkan Cantika dari perjodohan & tuduhan pembunuhan terhadap calon suaminya, Raden Panji Aryadiningrat. Bukan tanpa alasan, keterlibatan Jenaka memang diperlukan supaya tidak ada perubahan sejarah. Kakek buyut Jenaka haruslah Jati, bukan orang lain, yang dapat berdampak pada kehadirannya di dunia. Ground-nya jelas, goal-nya kuat, esensinya dapat.

Sementara itu (agak subjektif), plot KkB tidaklah sekuat itu pengaruhnya terhadap cerita. Bayangin, tiba-tiba dikirimin sebuah surat yang tidak diketahui asal-usulnya, mau seberapa urgen pun selama tidak ada “ancaman”, sebolehnya diabaikan saja. Apalagi taruhannya adalah nyawa, belum-belum mereka sudah harus menghadapi risiko mesin waktu yang berkemungkinan tidak berfungsi optimal.

Di luar dari ceritanya, ada perkembangan dalam penyuntingan buku ini. Saya mencatat sejumlah typo saat membaca Surat untuk Jenaka, tapi yang satu ini relatif aman; memang kesalahan ketik masih ada walau minor, tidak sampai membludak seperti yang sebelumnya.

Tapi sayangnya, narasi Kembali ke Batavia tidak menggigit. Selain plot yang saya jelaskan di atas, gaya penceritaannya sangat “tell” alih-alih “show”. Banyak sisipan-sisipan yang kurang perlu, misalnya ketika Jetis terpukau oleh perempuan asing di saat lagi genting-gentingnya mencari petunjuk terkait Jenaka.

Anyway, saya terbayang sebuah adegan buku Six Crimson Cranes, di mana Shiori terpaksa jadi budak yang melayani orang-orang ketika dikutuk & terpisah dari kakak-kakaknya. Melihat Jenaka diperlakukan demikian jadi kepikiran. Alurnya sama sekali nggak mirip, tapi ada sedikit percikan yang mengesankan ada kesamaan vibes.

Kesimpulannya, buku ini akan sangat cocok dibaca oleh orang yang ingin memulai genre roman-fantasy yang ada selipan history-nya.

Habis ini mau gas buku ketiga, penasaran sama penutupnya.
Profile Image for Booktrovert_id.
85 reviews
July 27, 2025
Bertahun-tahun setelah perjalanan waktu pertamanya, Jenaka berhasil jadi pengacara dan mencoba move on dari masa lalu. Tapi kemunculan Pram yang menyusulnya ke masa depan lewat mesin waktu buatan Jati membuat segalanya berubah. Dan saat keduanya mulai kembali dekat, sebuah surat dari masa lalu datang, meminta mereka kembali. Jenaka tak bisa menolak. Ada rindu, ada hasrat petualangan yang belum padam. Mungkinkah kali ini mereka bisa membawa Cantika dan Jati melihat masa depan? Dan apa yang menyambut kembali mereka di masa lalu?

────୨ৎ────

Satu kata buat novel ini: SERUUUUUUUUU BANGETTTTTTT!

Novel ini dibuka dengan momen Jenaka yang kembali bertemu Pram. Sumpah, bikin nangis woilahhh! 😭 Aku bukan Jenaka, bukan juga Pram, tapi aku adalah salah satu pembaca yang jadi saksi perjuangan mereka (eaaakkk!). Jadi pas mereka akhirnya dipertemukan lagi, rasanya bener-bener mengharukan.

Banyak banget momen uwu-nya! Percaya nggak percaya, aku baca ini sambil guling-guling sendiri. Masih aja dibikin salting dan baper sama Pram. Sungguh bahaya pesona pria matang dari masa lalu itu! He’s just too good to be true.

Tapi tenang, isinya bukan cuma manis-manis doang. Ketegangannya juga dapet! Petualangan Jenaka kali ini bener-bener seru banget. Rasanya kayak diajak langsung ikut menjelajahi waktu dan rasa.

✎ Untuk penokohan:

Jenaka masih keras kepala seperti sebelumnya. Menurutku, sifat dasarnya memang nggak banyak berubah. Dia punya rasa keadilan yang tinggi dan percaya kalau logika bisa menyelamatkan dunia. Tapi menariknya, ketika hidup mulai menamparnya keras, dia goyah. Dari yang biasanya lantang, jadi diam. Tapi justru dari diam itulah, kekuatannya mulai dirangkai ulang. Pelan, tapi pasti.

Nah, kalau Pram… kayaknya nggak perlu dibahas panjang lebar kali, ya?😌 He’s still as sweet as we remember. Pram ini tipe cowok fiksi yang literally nggak mungkin ada di dunia nyata wkwk! Manis, sabar, bucin, dan selalu tahu harus gimana.

Yang aku suka banget juga adalah interaksi antara Jenaka dan Jetis. Pokoknya wholesome banget sibling relationship mereka. Dan interaksi Jetis dan Pram juga lucu banget! Jetis tuh selalu kalah kalau udah berdebat, dan nggak bisa ngapa-ngapain kalau udah berhadapan sama Pram😂

✎ Cuma ya, aku sempat berekspektasi lebih sama karakter Franz karena dia muncul di Skiblat. Kukira perannya bakal gede, ternyata cuma sekelip doang. Jetis masih lebih banyak tampil sih. Tapi yaudahlah ya, tetap asyik kok!

✎ Setelah selesai baca novel ini, perasaanku campur aduk. Ada sedih, ada senang, ada rindu, dan ada rasa kehilangan juga. Pokoknya habis baca ini aku cuma bisa bengong.

Well, luv this story so much!💖
Profile Image for Syiizan.
6 reviews
December 16, 2025
Buku kembali ke batavia adalah buku ke 2 dari seri surat untuk jenaka. Jenaka dan pram kembali bertemu di pemakaman ayut. Pram berhasil menemui jenaka disaat jenaka hampir ikhlas dan memilih tidak lagi menunggu pram untuk datang, pram kembali sehingga penantian jenaka yang begitu panjang tidak terasa sia”. Begitu pula dengan pram yang merasa menang karna akhirnya berhasil menemui kekasih tercinta.

Pram yang awalnya ingin memulai hidup baru di zaman jenaka, terpaksa tertunda karna surat dari mawar putih yang meminta pertolongan jenaka dan pram. Jenaka yang memang sudah merindukan cantika, tanpa berfikir panjang mengajak pram untuk kembali. Jenaka dan pram kembali ke zaman hindia-belanda, dengan tambahan hidjo jr dan jetis. Hidjo yang memang tau perihal mesin waktu tidak terlalu terkejut, berbeda dengan jetis yang tidak tau apa”.

Di buku kembali ke batavia ini, kisah percintaan antara jenaka dan pram tidak terlalu menonjol. Di buku ini lebih ditonjolkan tentang kondisi jenaka yang dibawa ke rumah bordil milik seorang belanda. Jenaka yang selalu terlihat berani dan liar di buku pertama, berbanding terbalik dengan jenaka di buku kedua. Jenaka dengan kondisi diculik merasa takut untuk pertama kalinya sehingga ia lupa kenapa dirinya berada disitu. Dan menurut aku penggambaran jenaka yang ketakutan itu realistis, karna setiap manusia pasti merasa takut mau seberani apapun mereka.

Selain itu, dibuku ini juga digambarkan bagaimana kehidupan para wanita yang dijadikan maiden para meneer. Terutama wanita pribumi. Walaupun sama” menjadi maiden, penempatan para maiden belanda dan pribumu tetap berbeda.

Marie koning menjadi sangat penting sebagai kembalinya keberanian seorang jenaka. Setelah melihat marie koning, jenaka kembali sadar misi yang membuatnya berakhir di rumah bordil itu.

Setelah penasaran sepanjang melihat nama mawar putih yang tidak ada petunjuk tentang identitas mereka sama sekali, ternyata itu cantika dan nyonya kartika!

Aku paling menyukai momen dimana jati akhirnya sadar jika jenaka dan jetis adalah keturunannya di masa depan. Dan bagaimana jati menunjukkan kasih sayangnya sebagai kakek buyut karna ia tau di masa depan hanya istrinya yang dapat melihat kedua cicitnya itu. Jati berhasil membuat aku menangis terharu atas perlakuannya kepada kedua cicitnya.

Banyak hal yang aku rasakan setelah membaca buku ini, entah itu sedih, senang, terharu, marah,kesal pokoknya semuanya bercampur aduk!💗



Profile Image for nana lovegood.
37 reviews
October 28, 2025
《★~ ᑲ᥆᥆k rᥱ᥎іᥱᥕ ~★ 》


Judul: 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲 𝗕𝗮𝘁𝗮𝘃𝗶𝗮
Penerbit: Akad
Penulis: Gigrey
Halaman: 452 hal
𝐑𝐚𝐭𝐞: 4.8/5 ⭐

⏔⏔⏔ ꒰ ᧔ෆ᧓ ꒱ ⏔⏔⏔

⋆✴︎⚖️🗝˚Huft, aku baru aja selesai baca 𝘒𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘷𝘪𝘢, seri kedua dari 𝘚𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘑𝘦𝘯𝘢𝘬𝘢. Buku pertamanya saking bagusnya bikin aku kangen sama semua tokohnya, jadi tanpa pikir panjang aku langsung lanjut baca buku keduanya. I really love men written by Gigrey, honestly.

⋆✴︎⚖️🗝˚Di buku kedua ini, ceritanya dimulai tujuh tahun setelah Jenaka kembali dari masa lalu. Dengan kenangan indah sekaligus luka karena harus meninggalkan orang-orang yang ia sayangi, Jenaka berusaha menjalani hidup sambil membawa beban masa lalu di pundaknya. Ia mati-matian untuk move on, menata kembali hidupnya, dan mewujudkan impian yang dulu cuma bisa ia ceritakan pada teman-teman masa lalunya. Tapi siapa sangka, setelah tujuh tahun berlalu, seseorang dari masa lalu justru muncul di hadapannya. Pramudya berhasil menyusulnya ke masa depan.

⋆✴︎⚖️🗝˚Awalnya aku agak bosan karena hubungan Pram dan Jenaka terasa terlalu manis. Bukan berarti aku nggak suka, tapi rasanya agak sedikit berlebihan. Meski begitu, mengingat mereka sudah tujuh tahun menahan rindu, aku paham bahwa mungkin itu bentuk wajar dari cinta yang akhirnya bisa bertemu kembali. Cerita mulai seru saat Jenaka tiba-tiba mendapat surat panggilan dari masa lalu yang meminta bantuannya. Dari situ perjalanan waktu mereka terulang lagi, dengan konflik yang jauh lebih kompleks.

⋆✴︎⚖️🗝˚Aku suka banget dengan perjalanan Jenaka sebagai pengacara pintar yang berani menyelidiki kasus besar, bahkan sampai rela melakukan banyak pengorbanan demi mencari kebenaran. Aku kagum pada caranya berdiri tegak sebagai perempuan pribumi pertama yang menjadi pengacara di tahun 1930. Latar Batavia digambarkan dengan sangat detail, membuatku merasa seolah sedang ikut berjalan di antara jalanan kota itu, bertemu orang-orang Belanda, dan ikut merasakan perjuangan Jenaka.

⋆✴︎⚖️🗝˚Ikatan antar karakternya juga sudah matang, terutama karakter Jetis yang banyak muncul di buku ini. Meski beberapa dialog masih terasa agak kaku kalau dibayangkan dalam percakapan nyata, hal itu tidak mengurangi kenikmatan membaca. Dan di bagian akhir, aku benar-benar terharu. Bagian Jati sukses bikin aku nangis dikiiit. Dan, ada juga beberapa karakter baru yang membuatku makin penasaran untuk membaca buku ketiganya.
Profile Image for Alvin.
5 reviews
February 27, 2025
Kalau lo udah baca "Surat untuk Jenaka", pasti lo udah familiar sama Jenaka dan Pram—duo yang bukan cuma penuh chemistry, tapi juga selalu kebawa ke situasi yang absurd dan menegangkan. Nah, di "Kembali ke Batavia", kisah mereka naik level dengan plot perjalanan waktu yang lebih seru, lebih emosional, dan lebih bikin deg-degan.

💌 Dari Masa Kini ke Batavia 1930
Ceritanya masih berkutat di dunia perjalanan waktu, di mana Jenaka, si pengacara muda, tiba-tiba harus balik lagi ke masa lalu bareng Pram. Kali ini, mereka nggak cuma sekadar terjebak, tapi punya misi penyelamatan yang lebih besar. Mereka harus menyelamatkan perempuan-perempuan yang ada dalam bahaya di Batavia tahun 1930-an—sebuah latar sejarah yang bikin cerita ini makin hidup dan autentik.

🚀 Karakter yang Makin Matang
Di novel ini, Jenaka bukan lagi sekadar cewek yang harus menghadapi kenyataan tentang cinta dan perjalanan waktu. Dia jadi lebih tangguh, cerdas, dan emosional, tapi tetap punya sisi humanis yang bikin kita relate. Pram juga berkembang—cowok misterius dari masa lalu ini mulai membuka diri dan memperlihatkan lebih banyak sisi emosionalnya. Dan tentu aja, Jati, si jenius teknologi, masih hadir dengan peran yang nggak kalah penting.

🔥 Romansa, Sejarah, dan Misteri dalam Satu Paket
Salah satu kekuatan novel ini adalah perpaduan antara sejarah, romansa, dan misteri. Lo nggak cuma disuguhi kisah cinta yang bikin hati anget, tapi juga detail sejarah yang bikin lo serasa ikut ngerasain hidup di Batavia tahun 1930-an. Plus, ada beberapa plot twist yang bisa bikin lo melongo atau bahkan greget sendiri!

🎭 Emosi yang Naik Turun
Gigrey sukses ngebangun emosi di novel ini. Ada bagian yang bikin lo ketawa, ada yang bikin lo nangis, ada juga yang bikin lo “Hah?! Kok gini?!”—pokoknya rollercoaster banget. Ending-nya pun bisa bikin lo kepikiran lama.

🌟 Kesimpulan
"Kembali ke Batavia" adalah bacaan yang wajib buat lo yang suka romansa sejarah dengan twist perjalanan waktu. Alurnya rapi, karakternya berkembang dengan baik, dan ceritanya nggak gampang ditebak. Cocok banget buat yang suka novel dengan unsur sejarah tapi nggak terlalu berat, plus ada unsur petualangan dan cinta yang nggak lebay.

Rating: ⭐⭐⭐⭐⭐ (5/5) – Baca kalau lo siap buat baper dan overthinking!
Profile Image for theresia cleopatra.
167 reviews2 followers
April 14, 2025
AAAAAAAAAAAAAAA (berteriak dengan nyaring) 🫠😱😳 Buku kedua Surat Untuk Jenaka ini sangat menyenangkan dan seru!!! 😭 perjalanan mereka kali ini rasanya bikin deg-degan parahh. pas baca buku ini, rasanya aku tuh lagi barengan sama mereka >< terus romance antara Pram dan Jenaka nih cutieee banget!!!! bikin senyum-senyum, teriak, guling-guling 🫠😭🙂‍↔️❤️ bener kata Jati, Pram adalah SEORANG PENYEMBAH JENAKA. bener-bener bucin sebucin itu, gaissss 😭🫵🏼 (dear God, I want someone like Pram, please 🧎‍♀️I’ll be a good woman). Aku sangat menikmati porsi romance dan permasalahan (yang cukup besar ditangani oleh Jenaka) yang pas banget menurutku. Dari beberapa plot-twist / ‘misteri’ (menurutku loh ya), aku paling kaget sama apa yang tertulis di bab-bab terakhir 😭😔 I want to hug all of them (including Franz dan Marie 🥺). Btw; karakter favoritku bertambah satu, yaitu Jetis 😆🫶🏼

sebenarnya ada kekurangan dari buku ini: beberapa typo 😩 tapi aku paham sih, karena ini cetakan pertama. aku harap di cetakan berikut-berikutnya udah minim/gada typo sama sekali 👍🏼
Profile Image for lORA.
3 reviews
February 11, 2025
Belum baca sih (masih PO) tapi aku percaya 100% sama karyanya kak Gi kalo ini bakalan bagus 🥹❤ Can't wait for the gang to be reunited again‼️Nanti aku edit kalo sudah selesai baca 🫡

Edit: SERU BANGETTT 😭 Kak Gi gak bohong saat bilang buku ini lebih berat daripada buku pertama. Memang Jenaka adalah wanita yang sangat kuat karena wihhh gak main-main perjalanan hidupnya 😭

Di buku yang kedua ini, Jetis dan tokoh baru bernama Hidjo jr (keturunan Hidjo, kakaknya Pram) ikut pertualangannya Jenaka dan Pram saat mereka mendapatkan surat baru di lemari peninggalan Ayut. Jujur kasian sama Pram yang baru datang ke masa depan tapi harus ke masa lalu lagi haha

Menurut aku, buku ini lebih berat daripada yang pertama. Dimana yang di buku pertama Jenaka dikelilingi oleh orang yang dia sayangin sambil memperjuangkan Cantika, di buku kedua ini dia malah diculik dan harus melewati masa-masa gelap sendirian. Di buku ini menunjukkan penderitaan wanita dan perbudakan di masa itu. Contohnya adalah Marie, kakaknya Franz yang menjadi salah satu korban penculikan. Nasibnya Marie kasian banget astaga ☹️

Jujurrr romancenya kurang banyak dibanding buku yang pertama karena memang Jenaka sama Pram dipisahkan untuk beberapa bagian dari ceritanya. Tapi aku gak keberatan karena aku malah suka buku ini yang mencerminkan perjuangannya para wanita. Tapi untuk orang yang penasaran seberapa jauh Pram akan lakukan untuk Jenaka, pasti kalian tidak akan kecewa 🤭

Jetis sebagai sosok kakaknya Jenaka sebenarnya sangat sayang kepada adeknya. Dia ikut mengotori tangannya, layaknya sama seperti Pram, untuk Jenaka. Walaupun dia memang agak nyebelin kadang-kadang, tapi dia sebenarnya sayang banget sama Jenaka 🥹❤ apa yang dia rasakan saat ketemu Cantika dan Jati itu realistic karena imagine aja kalo kalian ketemu nenek dan kakek buyut kalian yang di masa itu masih lebih mudah dari pada kamu 😭

Di buku pertama, aku biasa aja sama Jati karena ya memang dia adalah orang yang tertutup. Tapi di buku kedua ini, dia lebih terbuka dan ternyata peduli banget sama Jenaka dan Jetis karena dia tahu bahwa mereka adalah cicitnya 😭 sedih banget saat baca dia nangis ketika Jenaka sama Jetis harus pulang, karena dirinya tahu bahwa dia tidak bisa melihat mereka lagi di masa depan saat mereka lahir. Hidupnya gak sepanjang Cantika ☹️ moments kayak gini yang bikin aku terharu isnsksk 💔

Nah karakter yang paling saya suka bahas adalah Franz. Memang dia orangnya yaaa gitu-gitu aja, tapi dia mempunyai karisma yang bikin aku ikut menjadi fansnya haha 😭 kalo Pram gak ada, pasti idola utamaku adalah Franz. Kasian sih sebenar sama dia karena dia cinta bertepuk sebelah tangan. Saat dia datang ke stasiun untuk melihat Jenaka pergi selamanya... Oendnndjsn 😔 apalagi setelah ditinggal sama kakaknya. Gpp Franz ada aku kok 🥲


Ceritanya sudah bagus banget menurut aku, tapi aku sedih karena Jenaka dan Cantika gak terlalu mendapatkan banyak waktu bersama karena situasi. Begitu cepatnya mereka harus terpisah 😔 aku kira kalo Jenaka bakal ketemu anaknya Cantika agar dia jadinya "eh itu ternyata nenekku" hahha 😭 dan mungkin aku aja yang terlalu masuk ke dalam cerita tapi aku rasa ceritanya terlalu cepat? Karena di buku pertama terasa lebih lama dan detail, sedangkan di buku yang kedua ini lebih cepat dan langsung to the point aja karena banyak yang terjadi. Tapi aku gak keberatan karena yang penting moral yang kita dapatkan di cerita ini.

Ditunggu novelet tentang Pram dan Jenaka di wattpad ya kak Gi!! Semangat dan sehat selalu kak🥹❤❤ makasih atas kreativitas kakak untuk membuat cerita-cerita kakak 🫶
Profile Image for Nanabiel.
8 reviews
June 28, 2025
really really gooddddd!!!! i love this book sm, Kak ily oke? penulisannya sangat indah. TERLEBIH ADA TAMBAHAN GAMBAR OMG I LOVE IT!!! aku paling suka buku yang nge add beberapa scene dalam bentuk gambar! and the drawing, it's really cute >_____> ♡, Karya ini dikelas dengan seindah mungkin. Benar benar tidak bisa ditebak, dan KENAPA DIAKHIR MEMBUAAAT KU SANGAT PENASARAN T________T, ((JENAKA, WHT ARE U DOING???)). Ok, sorry- BUT IT'S REALLY MAKE ME MATI PENASARAN GGGRRAAAH! intinya, novel ini bagus bangett, membuat permasalahan baru yang tidak menganggu permasalahan awal benar benar wow banget. Aku suka banget cerita dengan latar jaman dulu kayak gini, apalagi membahas tentang hak perempuan. Oh how i love that sm! bisa bisa, aku akan me rekomendasikan buku ini ke seluruh teman perempuan ku hehehe. Intinya, i am so in love with this book <33! i highly recommend this book for those of you who need a life refreshment! Thank uuw :DD
Profile Image for Alexaaa.
79 reviews
February 5, 2025
Thank you Kak Gi! sangat di luar prediksi BMKG. Aku kira konfliknya bakal se-ringan SUJ, trnyata dalem dan meaningful ya. Buat pembaca mikir, latarnya berasa baca buku Pak Pram yg Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer tp bedanya ini di jaman Belanda. Ngeriii.

Romancenya okelah, mskipun apa ya.. ga trlalu dag dig dug serrr, mungkin krn dah sama2 nerima perasaan masing2 jadi lebih ekspresif ngungkapin cintanya. Di buku ini romance mmg jadi bumbu, keliatan Kak Gi mau lebih nekenin insight sejarahnya dan berhasil dapet bgt dibanding SUJ.

Really deserve to be one of the best Indonesian young adult historical romance fiction books.
Beneran bakal saya tungguin ni buku ketiganya. Mau liat penyembah Jenaka men-treat dewinya. Best combo Istri Pencari Nafkah dan Suami Rumah Tangga, pesonanya dar der dor!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Suci Noorjannah Novianti.
175 reviews3 followers
July 12, 2025
Wow, this book is definitely deserves 5 stars from me!

Aku bener-bener impressed sama keseluruhan isi buku ini kalau dibandingkan dengan Surat Untuk Jenaka. Di buku ini karakternya terasa lebih kuat, alurnya lebih mantap, konfliknya cukup menegangkan buat aku, dan isu yang diangkat dari sejarah juga cukup bikin hati meringis. Dari baca halaman pertama aku beneran ga lepas buku ini karena penasaran banget hahah.

Mulai dari Jetis yang pada akhirnya ikut terlibat, kisah romansa Jenaka & Pram yang makin manis, juga ketegangan yang dirasakan Jenaka untuk setengah scene di buku ini, semuanya gokil abis! Aku bahkan sampai nangis waktu baca interaksi antara Jetis & Jenaka pada adegan [redacted].

Setelah menulis ulasan singkat membaca ini, aku langsung mulai membaca Surat dari Pram. Penasaran, apakah Kak Gigrey akan menulis lanjutan lagi setelah ini ya?
Profile Image for Echa Windiasih.
29 reviews
February 24, 2025
Aku senang dengan adanya peningkatan positif dari karakter Jenaka dan Cantika (mereka berdua semakin mirip kembar). Sebuah peningkatan yang bagus tanpa harus mengubah karakter dan sifat asli mereka. Untuk Pram sendiri menurutku ya gitu-gitu aja doi mah—penyembah Jenaka. Bedanya disini doi bucinnya udah gak ketolong aja wkwkwk.

Gigrey juga ngasih lebih banyak bumbu-bumbu romansa dibuku SUJ2 ini. Tapi tetap gak lebay dan sesuai porsi.

Buat twistnya sendiri menurutku dari awal udah ketebak. Jadi, aku lebih suka twist di SUJ1 (Apalagi dihalaman terakhir). Di SUJ2 sendiri aku gak terlalu “HAHHH???” seperti waktu baca SUJ1.

So far, aku suka dan enjoy baca buku ini. Gak sabar nunggu kelanjutan kisahnya Jenaka & Pram 👀
Profile Image for Joy (Cheery♡Reads).
991 reviews119 followers
April 20, 2025
Cerita Pram dan Jenaka diteruskan dalam naskah ke-2 ini.

Walaupun ada rasa plotnya agak rushing, tetapi saya masih sangat menikmati setiap bab dan detik dunia Pram dan Jenaka.

This is a thought provoking story where I felt that Jenaka matured mentally and emotionally after her harrowing experience. It really focused on Jenaka’s growth and her feelings for Pram, and I really love this aspect in this second book.

I also like the plot twist regarding the revelation of Mawar Putih. Saya memang tak sangka langsung yang Mawar Putih sebenarnya….

Kembali Ke Batavia is a gem and saya memang tak regret beli.
Profile Image for bitsofblissfull .
10 reviews
September 2, 2025
I WOULD GIVE all the books yang universe SUJ ini 5 stars karena jujur suka banget! 😭 di buku kedua ini lebih gong lagi menurut aku masalahnya, tentang penculikan perempuan. didn’t expect bakal se-gong ini wkwkwk. selama jenaka ikut diculik itu DUH SEDIHHHH!!!!!!!!!!! T_________T berat banget deh kayanya selama chapter-chapter itu…

waktu pertama kali ketemu franz itu aku baper? WKWKWKW, waktu franz say goodbye juga sedih. this is the proof how kak gigrey always successfully membuat pembacanya terikat dengan tokoh-tokohnya. i crieDDD waktu jenaka pisah sama nenek dan kakek buyutnya untuk kedua kalinya. T_____T
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fayey.
7 reviews
October 19, 2025
NAH, INI DIA.
Beli ini waktu lagi di pertengahan baca SUJ karena gamau ada jedanya setelah baca harus nunggu buat paket buku in dateng. Keesokan pagi nya udah sampe di security sekolah (aku asrama jadi ngirimnya ke sekolah) langsung ku unbox terus baca, tapi karena teman kali ini berat. Jadi baru lanjut baca malem ini sampe TUNTAS.
REVIEW NYA? WALAU BERAT ISINYA TAPI LEGA BANGET BERASA MASUK KEDUNIA MEREKA GITU LOH NGERTI GA SIH, UDAH DI TITIK PENGEN SERIES INI JADI FILM SUMPAH. Eh maap capslock saking excitednya
Inti dari segala inti adalah
I love you, Mas pram😻😻
(pls siapapun bikin ini jadi film.)
Profile Image for Elya.
45 reviews1 follower
November 2, 2025
Buku ini menceritakan tentang kehidupan Jenaka setelah berhasil kembali ke masa depan. Ia berusaha melanjutkan hidup, dan mengubur rasa rindu pada Pram yang mungkin tak akan pernah bisa ditemui lagi. Tetapi, takdir kembali mempertemukannya dengan Pram setelah tujuh tahun perpisahan. Mereka pun mencoba menata perasaan yang masih tertinggal, serta menikmati momen pertemuan tersebut.

Namun saat hubungan keduanya mulai menemukan arah, sebuah surat misterius datang meminta mereka kembali. Awalnya Jenaka ragu, tapi disisi lain ia juga rindu pada masa lalu. Lantas, keduanya pun pergi melintasi waktu tanpa tahu apa yang akan mereka hadapi.

Aku nggak nyangka bakal langsung segini emosinya sejak membaca halaman awal buku ini. Ceritanya dibuka dengan pertemuan antara Pram dan Jenaka setelah berpisah selama tujuh tahun. Kebayang nggak sih, udah bertahun-tahun berpisah dan nggak tau apakah masih bisa bertemu lagi. Jadi pas akhirnya mereka saling tatap muka, aku beneran ikut terharu. Gimana nggak, ibaratnya aku jadi saksi pertemuan sampai perpisahan mereka, lalu ternyata semesta ngasih kesempatan kedua buat mereka bertemu lagi.

Walau begitu, aku juga paham kalau akan ada terselip perasaan asing yang mereka rasakan. Karena gimana ya, perasaanya mungkin masih sama, tapi sensasinya pasti udah berbeda. Apalagi Pram yang datang dari masa lalu, harus beradaptasi dengan dunia yang udah berubah jauh dari yang dia kenal. Tapi demi Jenaka, dia berusaha keras untuk mengenal masa depan.

Sementara Jenaka sendiri juga nggak diem aja. Sebagai perempuan yang terkenal mandiri dan ambisius, yang hidupnya cuma berputar di pekerjaan, bahkan jarang deket sama laki-laki. Kehadiran Pram tentu bikin keluarganya bertanya-tanya. Nah, dibagian inilah kita diperlihatkan effort keduanya. Jenaka yang selalu melindungi Pram dari pertanyaan sulit dan ngenalin soal dunianya. Sedangkan Pram selalu punya cara buat meluluhkan hati keluarga Jenaka. Tapi momen ini nggak berlangsung lama karena ketika sebuah surat misterius datang meminta mereka kembali ke masa lalu, cerita sesungguhnya baru dimulai.

Dari segi alur, buku ini pakai alur maju yang disusun dengan rapi dan jelas, jadi nggak bikin bingung. Meskipun ceritanya terdiri dari dua masa, transisinya tuh halus banget. Nggak ada bagian yang terasa lompat-lompat, semuanya mengalir dengan ritme yang pas. Akan tetapi di bagian saat Pram berusaha mengenal masa kini, pace ceritanya agak sedikit lebih lambat.

Yang bikin buku ini makin asik diselami, deskripsi settingnya terasa hidup banget. Atmosfer Batavia tahun 1930-an nya benar-benar terasa nyata. Aku jadi merasa ikut mereka berpetualang di masa itu juga. Penggambaran setiap detailnya tuh pas dan nggak berlebihan, tapi malah bikin nuansanya lebih kuat. Hal ini didukung dengan narasinya yang ringan, ngalir, dan bahasanya juga simpel, jadi lebih gampang dicerna.

Salah satu hal yang paling aku suka dari buku ini adalah penokohannya. Untuk karakter, Jenaka tuh masih sama kayak di SUJ, keras kepala ditambah selalu ngikutin logika daripada kata hati. Jarang banget tokoh perempuan punya karakter kayak gini, tapi justru hal inilah yang bikin dia menarik. Akan tetapi, di sini kita diperlihatkan sisi lain Jenaka. Semua yang dia alami bikin dia goyah, bahkan hampir nyerah. Tapi yang aku suka harapannya nggak pernah padam. Dan setelah melewati semua itu, dia tumbuh jadi sosok baru yang lebih tangguh untuk melawan ketidakadilan.

Kalau ngomongin soal karakter Pramoedya, duh di mana ya nyari cowok kayak begini?! Pram tipe cowok yang terlalu sempurna, eh tapi manusia kan gak ada yang sempurna haha. Maksudnya terlalu sempurna buat ada di dunia nyata! Dia tuh pengertian, sabar, lembut tapi juga tegas, dan selalu punya cara tersendiri buat nunjukin rasa sayangnya. Pokoknya tiap Pram muncul aku tuh langsung kesemsem banget, tapi sayangnya hatinya bukan untukku, dan semua perlakuan itu khusus untuk Mbak Jenaka seorang😌

Lalu tokoh yang nyuri perhatianku adalah Jetis, kakak Jenaka. Kalau di SUJ karakternya kurang tereskplor alias cuma jadi tokoh sampingan, di sini dia lumayan punya andil besar dalam ceritanya. Hubungan kakak-adik antara mereka tuh realistis banget, saling sayang tapi nggak jarang juga saling berdebat. Meskipun begitu, Jetis akan selalu jadi orang pertama yang khawatir kalau adiknya kenapa-kenapa.

Menariknya, buku ini nggak cuma menghadirkan momen manis antara Pram dan Jenaka aja, tapi juga momen lucu antara Pram dengan Jetis dan ayah mereka. Gimana keduanya selalu naruh rasa curiga ke Pram yang bukannya bikin tegang, malah jadinya lucu banget. Terus bagian yang paling kocak tuh pas Jetis bersikap sok tegas, tapi ujungnya tetap kalah kalau udah debat sama Pram😆 Akan tetapi, bagian paling menarik justru waktu mereka balik ke masa lalu. Momen-momen menegangkan yang mereka alami suskes bikin aku deg-degan, takut endingnya gak sesuai harapan😭

Oh iya, di buku ini romansa antara Jenaka dan Pram bukan jadi fokus utama cerita. Di sini isu mengenai perempuan di masa kolonial lebih mendominasi. Tentang bagaimana perempuan pribumi yang selalu di pandang sebelah mata, nggak bebas bersuara dan menentukan pilihan, serta nggak di dengar. Rasanya ketika baca bagian ini tuh nyesek banget, karena gimana ya, bahkan sampai sekarang kayaknya masih ada yang diperlakukan begini🥲

Overall, buku ini jadi salah satu bacaan yang berkesan buatku, dan kalau kalian suka cerita romance dengan nuansa sejarah, ditambah karakter perempuan yang punya pendirian kuat, aku saranin buat baca Kembali ke Batavia✨️
1 review
December 17, 2025
First of all, kenapa Franz mejeng di cover tapi ga sepenting itu di dalam cerita?

awalnya aku kira dia bakal jadi sebuah plot twist epik atau at least colab sama Jenaka dan Pram krna ada kaitannya sama dia. but, at the end cuma sekedar tambahan bumbu buat hubungan Jenaka dan Pram.

Di buku kedua ini pas sampe ending rasanya ngga antusias di buku pertama. Jujur, lebih menarik buku pertama.

Sangat disayangkan dengan hadirnya Jetis tapi perannya juga ngga WOW banget gtu meskipun hubungan adik-kakak ini seru juga.

Terakhir, ntah kenapa semuanya kayak dipersingkat biar cepet selesai...
Profile Image for val.
24 reviews
May 22, 2025
Bagus banget, alur ceritanya bagus banget

Saya sangat sangat menikmati konflik dan penyelesaiannya. Suka banget humor / lelucon antara jetis sama jenaka, dan jati sama jetis yang sayangnya scene antara jetis sama kakek uyutnya itu cuma secuil
Tidak melulu percintaan antara pram dan jenaka yang paling banyak di bahas tapi emang di konfliknya paling saya suka apalagi saat akhir cerita bagus banget.
11 reviews
January 1, 2026
AKU CINTA BGT SM NOVEL INIII!!!
jadi surat jenaka 2 ini pram itu nyusul jenaka ke masa depan, trus tiba² mereka disuruh ke masa lalu karena banyak perempuan yang diculik dan menghilang. banyak plot twist yang ga terduga jujur. banyak yg aku pelaajari juga dari novel ini. ini kalo ada lanjutan lagi sampe cucu cicitnya jenaka pun aku rela menghabiskan uangku untuk membeli novelnya.
Profile Image for Albesrr.
60 reviews
October 16, 2025
Balik lagi petualangan Jenaka ke masa lalu tapi kali ini lebih rame ada jetis dan hidjo. Jadi, lebih rame. Paling suka part dimana Jenaka sampe di pulau yang isinya perempuan-perempuan yang di culik dan pas Jenaka maju di persidangan. Girll boss
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Freenella Patricia.
8 reviews
September 15, 2025
I love that book sm, jujur lebih suka buku keduanya karna konfliknya lebih seru dan kerasa bgt, suka bgt pas bagian rumah bordil mevrouw Lien kebakaran, gilak.
Displaying 1 - 30 of 33 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.