“Apakah benar mayat yang ditemukan itu adalah Permaisuri Maharani?”
Maharani Myeongseong 2: Jurnal Istana Geoncheong merupakan kelanjutan kisah mengenai Permaisuri Maharani menyambung buku pertamanya. Di bagian awal cerita buku pembaca akan diingatkan kembali mengenai penemuan mayat yang diduga merupakan Permaisuri Maharani namun semakin dikulik ternyata kesaksian beberapa orang justru semakin tipis mereka meragukan apa yang sebelumnya sudah diyakini.
Beberapa bukti yang ada mampu melemahkan pernyataan bahwa tengkorak yang ditemukan itu adalah Permaisuri Maharani. Lalu, sebenarnya kemana Permaisuri Maharani? Benarkah tak ada siapapun yang mengenali wajahnya? Kemudian pembaca akan dibawa masuk ke dalam konflik yang terjadi di Joseon melanjutkan kekacuan di buku pertamanya. Permaisuri Maharani mulai merombak beberapa peradaban Joseon yang dianggap kurang sesuai dan membuka diri pada negara luar untuk kemajuan negaranya.
Musuh yang dihadapi tidak hanya dari luar melainkan dari dalam istana. Orang-orang yang berhasil tersisihkan dari istana menyusun balas dendam diperkeruh dengan keinginan Jepang yang mengincar Maharani karena dianggap sebagai ancaman. Kecerdikan dan kecerdasan setiap keputusan Maharani mampu menyelamatkan negara dan dirinya sendiri dari orang-orang jahat.
“Meskipun membuatku terlihat buruk, aku menginginkan apa yang menjadi milikku. Meskipun membuatku terlihat lancang dan kacau, aku menginginkan hal yang membutuhkan sentuhan tanganku.” Permaisuri Maharani.