Jump to ratings and reviews
Rate this book

Maharani Myeongseong 2 : Jurnal Istana Geonceonggung

Rate this book
Ancaman untuk sang Maharani tidak hanya datang dari istana. Dia tidak bisa hidup tenang karena harus memikirkan masalah negara di tengah gempuran negara-negara kuat, termasuk Dinasti Qing dan Jepang yang berniat untuk menduduki Joseon yang lemah. Selain itu juga ada negara-negara adidaya Barat yang ingin mendulang keuntungan dari letak Joseon yang dinilai strategis.

Joseon pada masa itu begitu suram dan penuh gejolak. Vokal menyuarakan ambisinya untuk memajukan Joseon, Maharani Myeongseong menjadi incaran tokoh dalam negeri dan negara asing. Berbagai kudeta dan konspirasi pembunuhan terhadap dirinya dilakukan bertubi-tubi. Lantas, bagaimana caranya menyelamatkan diri? Apakah benar yang dilakukan Maharani memang untuk Joseon, ataukah hanya untuk kepentingan keluarga dan dirinya sendiri?

140 pages, Paperback

Published December 1, 2024

1 person is currently reading
16 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (12%)
4 stars
6 (75%)
3 stars
1 (12%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Hirai.
197 reviews7 followers
March 10, 2025
“Apakah benar mayat yang ditemukan itu adalah Permaisuri Maharani?”
Maharani Myeongseong 2: Jurnal Istana Geoncheong merupakan kelanjutan kisah mengenai Permaisuri Maharani menyambung buku pertamanya. Di bagian awal cerita buku pembaca akan diingatkan kembali mengenai penemuan mayat yang diduga merupakan Permaisuri Maharani namun semakin dikulik ternyata kesaksian beberapa orang justru semakin tipis mereka meragukan apa yang sebelumnya sudah diyakini.
Beberapa bukti yang ada mampu melemahkan pernyataan bahwa tengkorak yang ditemukan itu adalah Permaisuri Maharani. Lalu, sebenarnya kemana Permaisuri Maharani? Benarkah tak ada siapapun yang mengenali wajahnya? Kemudian pembaca akan dibawa masuk ke dalam konflik yang terjadi di Joseon melanjutkan kekacuan di buku pertamanya. Permaisuri Maharani mulai merombak beberapa peradaban Joseon yang dianggap kurang sesuai dan membuka diri pada negara luar untuk kemajuan negaranya.
Musuh yang dihadapi tidak hanya dari luar melainkan dari dalam istana. Orang-orang yang berhasil tersisihkan dari istana menyusun balas dendam diperkeruh dengan keinginan Jepang yang mengincar Maharani karena dianggap sebagai ancaman. Kecerdikan dan kecerdasan setiap keputusan Maharani mampu menyelamatkan negara dan dirinya sendiri dari orang-orang jahat.
“Meskipun membuatku terlihat buruk, aku menginginkan apa yang menjadi milikku. Meskipun membuatku terlihat lancang dan kacau, aku menginginkan hal yang membutuhkan sentuhan tanganku.” Permaisuri Maharani.
Profile Image for h.
374 reviews148 followers
March 15, 2025
SERUUUU!!!

"kadang kita harus menjatuhkan orang lain agar bisa membuat seseorang menjadi pahlawan di dalam sejarah."


Aku bisa relate dengan kalimat di atas saat baca sejarah kelam antar negara saat perang dunia berlangsung. Jurnal Maharani ini juga tidak kalah penting untuk dibaca, it increases something in my mind, bercerita dengan latar Joseon saat perang dunia. Gimana mereka juga either mau membiarkan dijajah oleh negara lain (Dinasti Qing dan Jepang) atau mau reformasi dengan cara mereka sendiri tapi lawannya adalah raja pendahulu yang masih gila kuasa.

Catatan habis menamatkan buku ini: kalau saat perang dunia itu bukan hanya ada konflik antar nagara. Tapi konflik internal dalam negara itu sendiri juga tidak kalah parah. Everyone was struggling that time.
Profile Image for Tiii.
151 reviews1 follower
March 18, 2025
Saya suka sama buku kedua nya ini, walau sangat singkat sekali.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.