Novel ini bercerita tentang hari-hari setelah kepergian Bapak Dodo. Dimana Kartika akhirnya tinggal dengan Pak Hendro dan Ibu Linda. Hanya saja Kartika masih belum diberitahu kemana Bapaknya pergi dan apa alasannya. Karena semua orang yang sayang Kartika belum mampu mengungkapkan kebenarannya.
Hanya saja ternyata hal yang dilakukan oleh Pak Hendro untuk menyembunyikan kematian Bapak Dodo, justru menjadi kendala baginya saat ingin melakukan adopsi terhadap Kartika untuk menjadi anaknya. Belum lagi ada berbagai pihak yang masih dendam dan tidak mau tahu bahwa Bapak Dodo tidak bersalah, dan tidak rela kehidupan Kartika bahagia.
Aku merasa sangat sedih setiap teringat mengenai apa yang harus dilalui Bapak Dodo untuk sampai ketitik tidak mendapat keadilan seperti itu. Apalagi saat keberadaan Bapak Dodo terus disembunyikan, dimana disisi lain orang-orang masih sangat terpukul dengan kepergiannya yang sangat tragis itu. Bagiku tragis ya, dihukum mati atas hal yang kemungkinan “salah” secara hukum.
Dan ketika akhirnya Kartika mengungkapkan cita-citanya untuk membuktikan bahwa Bapaknya tidak bersalah, itu bikin aku merasa sedih lagi, karena kalau ia berhasil membuktikan, dia pasti lega sekaligus sangat miris dengan perlakuan yang diterima Bapak Dodo.
Tapi dari segala hal yang sedih dari novel ini, aku bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari orang-orang di sekitar Kartika. Semuanya. Mulai dari napi di sel no.7, orang-orang Hendro, dan teman sekolah Kartika. Semuanya adalah hal-hal indah dibalik kepahitan hidup yang harus dialami hal-hal indah. Apalagi napi di sel no 7 mereka bikin aku berkali-kali tertawa dengan celetukan asbun mereka hehe.
Waktu tahu novel ini bakal ada filmnya atau kalau ternyata versi novel dan film itu satu projekan, aku sempat skeptis sih. Apakah versi novelnya bisa disajikan sebagai sebuah novel tanpa terasa seperti film yang asal dimasukkan ke dalam b uku?
Dan ternyata emang waktu baca novelnya, smeua bisa tervisualisasikan secara jelas. Setiap bagian ceritanya nggak terlalu lama diceritakan, tapi porsinya cepat. Meskipun penceritaannya cepat, tapi buat aku pribadi nggak terasa sama sekali terburu-buru atau “terlalu banyak”.
Novel ini benar-benar fokus mulai dari konflik sampai ending, masalahnya dimana. Dan meskipun terasa satu kejadian ke kejadian lain diceritakan dengan cepat tapi sejujurnya buat aku pribadi semua diceritakan dengan runtut dan rapih dan karena semua bagian merujuk ke satu tujuan jadi enak banget bacanya.
5/5 dari aku sih untuk novel ini. Aku sangat mengapresiasi bagaimana cinta itu diwujudkan dalam banyak bentuk tokoh dalam novel ini. Ini menjadi novel yang bakal aku rekomendasikan untuk siapapun yang ingin membaca kisah-kisah keluarga, slice of life.
miracle in cell number seven yang season pertama itu udah berhasil bikin Aku nangis
dan ada nggak kalian yang juga dibikin nangis sama filmnya miracle in cell number seven
dan sekarang akan tayang season keduanya di mana akan tayang di bioskop tanggal 25/12/2025
di mana untuk kali ini akan menceritakan bagaimana kisah Kartika dua tahun setelah ayahnya meninggal
jujur aja Aku penasaran sih sama kelanjutan kisah ini apalagi di trailer ini tuh digambarkan bahwa kematian ayahnya Kartika itu ternyata nggak langsung dikasih tahu ke anaknya dan bahkan ditutup tutup sama para napi yang ada di sel nomor 7
apakah ini bakal bikin Aku nangis lagi guys dan
oh ya ada satu info menarik untuk kamu yang nggak sabar nih untuk nonton filmnya kamu tuh bisa loh baca bukunya dulu
aku juga udah ikut Po nya dan sedang menunggu bukunya untuk dikirim
Aku curiga deh bakal dibikin nangis part dua sama film ini
jadi kalian kalau mau baca dulu untuk bukunya nih sebelum nonton filmnya boleh banget ya langsung aja cek di kiri bawah karena udah Aku tautin kalau kamu juga mau ikut Po nya