Mewakili ambisi yang membara dan obsesi menguak perjalanan dunia paralel. Jefan Halim Adiwijaya. seorang mahasiswa Fisika terjebak dalam pusaran penelitian yang berpotensi pada kehancuran alam semesta.
Sebuah alat bernama Graviton Flux Generator. sukses membawa nama Jefan melambung tinggi di antara para fisikawan. Namun, di balik gemerlap kejayaan penemuan tersebut. terhampar rentetan peristiwa yang membentang dari penembakan tak terduga hingga pengkhianatan. Menggiring Jefan ke perjalanan mendebarkan dalam menguak misteri-misteri yang menyentuh batas kecerdasan manusia.
Apakah dunia paralel benar-benar bisa terjamah dan ditemukan keberadaannya?
Resensi buku novel THE HIDDEN REALITY Judul: THE HIDDEN REALITY CHAPTER 1 Pengarang: Jefan Alim Adiwijaya Penerbit:Akad Media Cakrawala Diterbitkan: Februari 2024 Jumlah halaman:308 Harga buku: Rp 99.000 Panjang dan lebar buku:19x13cm
Seorang Bernama jefan dia sangat terobsesi dengan teori kuantum dan dunia pararel. Dia percaya terkait adanya sebuah materi yang bisa menjangkau multiverse. Walau usaha jefan di tolak terus menerus. Tapi sejak dia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan almarhum ayah nya. Jefan jadi semakin bersemangat untuk meneliti dunia pararel itu.
Menggunakan banyak cara yang dilakukan untuk mendekati professor heru, fisikawan yang meneliti tentang multiverse. Walau usaha jefan sering tertolak tapi jefan pantang menyerah. Dan lantas apa alasan jefan bisa diterima dalam tim professor heru? Dan gimana tentang ambisi nya jefan apakah tercapai? Dan apa mereka siap menanggung resikonya?
Yang saya tau di Indonesia jarang sekali ada buku novel yang menceritakan tentang multiverse sci-fi seperti ini, saat saya mendengar ada buku seperti ini saya langsung tertarik. Cara ceritanya berjalan juga bagus, dan juga ada teori teori yang menarik, dan juga dalam cerita nya ada teknologi- teknologi menarik seperti gravition flui generator dll.
Yang menurut saya kurang gaya Bahasa nya yang kurang jelas. Mungkin juga penulis ingin memperindah diksi nya, namun karena itu menurut saya terkadang membuat tidak mengerti di saat apa itu terjadi seperti penggambaran waktu dan cuaca seperti pagi, siang, sore, malam menjadi sinar matahari dan hawa dingin. Dan juga masih ada ending yang belum dilanjuti
Walau bacanya banyak gaya Bahasa yang kurang langsung ke point nya tapi buku ini cocok untuk pembaca yang suka hal tentang sci-fi multiverse yang ringan
Jefan terobsesi dengan teori fisika kuantum, materi negatif, dan dunia paralel. Dia percaya ada metode ilmiah yang dapat digunakan untuk menjangkau multiverse! Sejak bertemu dengan sosok yang mirip dengan almarhum ayahnya, Jefan jadi berambisi untuk meneliti tentang dunia paralel itu!! 👨🏻💻🌍
Berbagi cara dilakukan Jefan untuk mendekati Profesor Heru, fisikawan yang meneliti tentang multiverse. Meskipun berkali-kali ditolak, tetapi Jefan pantang menyerah! Lantas apa yang membuat Jefan akhirnya dapat bergabung dengan tim penelitian Profesor Heru? Apakah mereka benar² sanggup membuat alat transportasi menuju dunia paralel?? Tantangan dan bahaya apa saja yang mereka hadapi? Sanggupkah mereka menanggung resikonya? 😮⏳💥
🪄👨🏻💻🪄 baca resensi buku lainnya di IG ku @tika_nia
Setahuku nggak banyak novel Indonesia yang menceritakan tentang multiverse. Jadi begitu novel ini terbit, aku langsung pengen baca! Penjelasan tentang dunia paralelnya oke juga, dikaitkan dengan teori-teori fisika jadi makin menarik! ✨ Hal lain yang aku suka adalah teknologinya, misal Iris Lock Glasses dan Graviton Flux Generator 🛰️🛸
Sedikit yang kurang ku suka adalah gaya bahasanya yang kurang to the point. Mungkin penulisnya memang ingin memperindah diksinya, namun bagiku jadi terasa agak bertele-tele. Misalnya pada penggambaran setting waktu pagi, siang, atau malam yang harus menjelaskan sinar matahari, hawa dingin, dll. Aku juga masih penasaran dengan nasib Bu Pratiwi yang tidak ada kelanjutannya.
Meskipun aku merasa alurnya agak melambat di bagian tengah dan terburu-buru di akhir, tapi secara keseluruhan aku lumayan suka ceritanya! Recommended buat pembaca yang penasaran/baru mulai baca sci-fi yang ringan 😃🪄
Sci-Fi pertamaku dari penulis Indonesia, temanya menarik, tentang materi negatif dan dunia paralel, writing style-nya bagus, jadi bacanya enjoy gak berasa udah baca puluhan halaman, walaupun masih banyak kurang di penulisan karakter (Karakter Jefan ini di awal sedikit menyebalkan ya, masa mau diskusi sama Profesor gak nyiapin diri dulu, trus mahasiswa fisika masa gak bisa jelasin tentang teori relativitas hedeeeh) dan plot (cukup banyak plot hole ya di novel ini, misalnya Jefan yang gak memperlihatkan kepintaran yang gimana banget tiba2 ditunjuk Prof. Heru buat ikut penelitian rahasia, Adinda yang nyamar jadi Jefan ketahuan karena warna bola mata? plis..harusnya dari suara-nya aja udah langsung ketahuan kalau Adinda itu bukan Jefan, Adinda cewek sedangkan Jefan cowok) Tapi di balik itu semua kalau penulis makin sering menulis pasti bakalan bisa improve.
Overall okelah, buat penulis, tetaplah terus menulis karena belum banyak penulis Indonesia yang explore buat nulis Sci-Fi dan tulisanmu ini cukup menjanjikan! Semangat!!
Bukunya bagus banget! Bener-bener mengangkat kisah tentang perjalanan waktu. Aku paling suka sama karakter Jefan, dia bener-bener pengen mencari tahu apa yang dilihat itu beneran nyata atau hanya ilusi nya Jefan.
Jefan memiliki ambisi dan obsesi pada dunia pararel. Obsesinya semakin memuncak ketika ia bertemu dengan Profesor Heru, seorang pakar fisika yang juga memiliki minat pada dunia pararel.
Penelitian mulai dilakukan oleh mereka. Sampai sebuah alat bernama Graviton Flux Generator, sukses membawa nama Jefan melambung tinggi di antara para fisikawan.
Namun, jalan dibalik itu semua tidaklah mulus. Jefan beberapa kali berhadapan dengan teror hingga pengkhianatan.
Orang-orang hanya mau melihat apa yang ingin mereka lihat dan mau mendengar apa yang ingin mereka dengar, tanpa peduli bagaimana kedengarannya.
Awal cerita, Jefan mulai terobsesi dengan dunia pararel ketika bertemu seseorang tak terduga. Bahkan sampai memberanikan diri bertemu Profesor Heru yang seorang pakar fisika di kampusnya padahal status Jefan masih mahasiswa baru. Ketika ditantang, Jefan malah mengundurkan diri.
Sifat itulah yang membuat Jefan beberapa kali memilih jalan yang salah. Menutupi diri dari teman, menyalahkan orang lain atas kesalahannya, dan tidak bertindak tegas.
Isinya juga bukan hanya soal fisika dan kimia, di sini juga ada unsur lain. Bagi yang mencari science fiction yang tidak ada romance mungkin bisa jadi salah satu pilihan.
Juga ada beberapa poin yang belum terjawab. Apa mungkin bakalan terjawab di chapter 2?