Tahun-tahun 1945-1948 bukan hanya menandai puncak dari masa revolusi Indonesia, tetapi juga menjadi masa awal pembentukan hubungan antara kaum buruh dengan negara Indonesia modern yang baru merdeka.
Menimba dari banyak ragam sumber sejarah, Jafar Suryomenggolo merekonstruksi dorongan awal kaum buruh dalam membentuk dan memberi orientasi bagi serikat-serikat mereka selama periode genting tersebut. Buku ini menantang asumsi-asumsi yang ada selama ini yang melihat gerakan buruh sekadar sebagai perpanjangan tangan politik negara pascakolonial.
Sangat menarik untuk membaca mengenai relasi negara-buruh saat Indonesia baru merdeka. Secara idealis, kita mengharapkan negara dapat berjuang untuk hak buruh, tapi seperti diawal formasi negara, buruh tetap menjadi objek yang diatur melainkan objek perjuangan.