Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dwipantara

Rate this book
Melupakanmu, menjelma kata kerja yang tidak berkesudahan. Di sini, di sebuah pulau yang jauh di seberang sana, aku berdiri. Ditemani kehidupan di bawah lereng ancala, kebuang memori singkat waktu itu. Ada banyak mimpi yang harus kukejar, sebanyak keberanian yang juga harus kubangun. Aku menyadari, akan banyak perjalanan yang harus kulalui tanpa bayanganmu.

Kutuliskan kata-kata ini pada lembar-lembarmu yang terbuka. Mungkin bagimu, semua cerita itu hanya bagian kecil dari panjangnya perjalanan, satu bagian kecil dari banyaknya pertemuan. Salahku yang begitu senang berteman masa lalu. Salahmu yang muncul dengan semua keunikan itu.

Keputuskan untuk melangkah, menjauhimu, sebisaku. Semua memori itu terbenam bersama kemegahan Sang Legenda yang tengah tertidur. Biar kenangan itu hanya berwujud mimpi-mimpi yang tak terganti, bahkan oleh kata-katamu yang tertulis dalam lembar-lembar ini.

Dusun Tambora, 2010
Rinjani S. Maharani

408 pages, Paperback

Published November 1, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Vilda Sintadela

4 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (85%)
4 stars
1 (14%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for im.yaannn_.
19 reviews5 followers
April 24, 2025
Secara struktur, novel ini kompleks. Alur serta risetnya patut di acungi jempol. Apalagi ada plot twist di ending yang bikin pembaca tercengang. Kok bisa?? Aku aja sampe bengong pas tau alurnya ke sana. 😅

Yang bikin aku kagum tuh, pas scene gunung Merapi meletus. Sumpah rasanya mixed feeling banget. Saltingnya dapet, deg-degannya dapet, keselnya juga dapet. Berasa nonton drakor aku tuh pas baca ini. Dah lah kalian baca sendiri aja, aku gak bisa deskripsiin lebih jauh lagi. 🤭
Profile Image for Dewi Hambali.
75 reviews12 followers
May 12, 2025
"Kenangan, adalah dawai-dawai yang tak pernah bosan kupetik." (P. 176)

Masih melanjutkan kisah Rakata dan Rinjani. Setelah di buku sebelumnya diakhiri dengan senyum-senyum, di buku ini rasanya yang tersisa hanya harapan kosong. 🍃

Perasaan campur aduk gak karuan. Bertanya-tanya, Rakata di manaaaa? Tokoh Rinjani pun dibuat sangat manusiawi, bertekad bulat melupakan Rakata, namun satu kata saja darinya ia dengar, segala usaha untuk melupakan runtuh seketika. 🌋

Tema besarnya yaitu tentang keberagaman. Dwipantara sendiri berarti pulau di tanah seberang, nusantara yang terdiri dari banyak pulau sejatinya adalah tetangga yang harus saling membantu meski banyak perbedaan.

Penokohan semakin kuat, setiap tokoh seakan bertumbuh dengan baik, semakin dewasa. Banyak juga tokoh baru yang dari mereka banyak hikmah yg bisa diteladani.

Setting utama terbagi menjadi 2 menurutku, daerah Tambora di Sumbawa dan Merapi di Jawa Tengah. Di buku ini, aku bertemu dengan konflik yang lebih menantang di tengah perjalanan Rinjani bersama kakaknya ke Desa Oi Bura, Tambora dan proses Rinjani meliput terjadinya erupsi Gunung Merapi. Bagaimana chaos dan tegangnya keadaan erupsi saat itu benar-benar tergambar rinci! Kalau penulisnya bilang ia adalah saksi hidup, aku akan percaya sih, saking detailnyaaa.

Aku merasa buku ini lebih padat, memiliki banyak plot namun tetap terjalin dengan apik hingga akhir. Alur yang digunakan masih campuran dengan latar 2010. Menariknya, lebih banyak fakta seputar vulkanologi yang diangkat. Seperti membaca jurnal ilmiah tapi dalam versi fiksi, jadi tetap menyenangkan aja sih bacanya. Kok bisa? 😄

Isu lingkungan hidup juga dibahas di sini, bagaimana sudah ramainya tindak pembalakan liar di hutan Tambora. Aku sampai cek artikel terkait, dan ternyata benar, termasuk masalah serius di sana yang semoga segera bisa ditangani.

Kalau urusan romance sih aku udah gak bisa berkutik. Terlalu sempurna! Dan plot twist di akhir itu bener-bener gongnya sih. Bisa-bisanyaaaa. 🫠
Rakata-Rinjani akan jadi pasangan yang namanya abadi. Romeo-Juliet, Layla-Qais, Dilan-Milea, misi dulu. 🙏

Buku yang membahayakan sih, karena bikin susah move-on! Berharap ada filmnya. 🥹

🌋
Dwipantara • @vilda.sintadela • 2024 • @penerbitdiandra • 405 hlm
⭐️ 5/5
Displaying 1 - 2 of 2 reviews