Sinergi Kepentingan Masyarakat Adat dalam Otonomi Khusus
Proses pembangunan nasional di wilayah NKRI yang kita cintai ini, ternyata menyisakan berbagai persoalan. Begitu juga yang terjadi di wilayah Papua, gagasan pembangunan yang dijalankan tidak semulus sebagaimana yang dirancangkan, setidaknya muncul konflik atas beralihnya fungsi tanah adat, dari fungsi sosial ke fungsi ekonomi.
Membangun Papua sejatinya dimulai dari pengakuan yang utuh atas adat Papua termasuk di dalamnya tanah adat dalam seluruh dimensi pembangunan yang akan dijalankan (Stephanus Malak, 2006)