Kuletakkan pistol di pinggir wastafel, lalu kugulung lengan kaus yang panjang. Belum sempat kubasuh wajah, kurasakan punggung dingin. Udara berdesir dekat telinga. Aku mengutuki cermin yang dipasang di kamar mandi. Memantulkan seraut wajah kacau yang lelah. Kupandangi kumis yang mulai tumbuh liar. Seharusnya aku ke Kuta untuk berlibur, bukan untuk hal-hal menjemukan. Tiba-tiba seraut wajah wanita terpantul di cermin. Aku terkejut. Dengan spontan meraih kembali pistol, dan mengacungkan dengan liar ke sekelilingku. Kuatur napas. Aku tidak percaya bahwa aku merasa takut. Siapa wanita itu? Apa yang ia mau?
Kudengar bunyi berdecit. Kupandangi sekeliling. Kutemukan ada sesuatu tertulis di cermin kamar mandi, seolah-olah ada yang menuliskannya di atas selapis embun yang menggenang di sana. M A R I A
Dikumpulkan dari event menulis #HororKotaNusantara, cerita-cerita menakutkan dan berakhir tragis bakal kamu temui di buku ini. Menjadi bukti bahwa makhluk-makhluk di luar sana teramat berbahaya, tidak akan ragu untuk menghabisimu kapan saja....
Salah satu antologi horor terbaik yang pernah saya baca. Terdiri dari 22 cerpen horor terbaik se-Nusantara yang diambil dari event #hororkotanusantara, diangkat dari mitos-mitos melegenda Nusantara.
Tidak rugi baca buku ini. Buku horor selalu mampu saya lahap dengan cepat, lebih cepat daripada novel-novel mana pun XD
Saya rekomendasikan buku ini buat siapa saja yang suka membaca!
Salam :D
Ini pertama kalinya saya nulis review di Goodreads lhooo! (nggak ada yg nanya kaleee) :D
"Ground Zero" hanyalah salah satu dari 22 cerpen yang tergabung dalam kumpulan cerpen pemenang lomba #HororKotaNusantara yang diadakan oleh Pak Edi Akhiles, CEO Diva Press, pada akhir tahun 2013 lalu. Tajuk lombanya saja berembel-embel “Nusantara”, maka tak heran kita akan menjumpai berbagai kisah horor dari berbagai kota di seluruh pelosok Nusantara. Uniknya, banyak kisah hantu yang belum pernah saya dengar sebelumnya, sehingga bisa disimpulkan bahwa para penulis kisah horor ini memiliki daya kreatif cukup tinggi. Berbagai cerita hantu tersebar mulai dari kota-kota di Pulau Sumatera (Bandar Lampung, Bukit Tinggi, Bengkulu, Palembang, Pematang Siantar), Kepulauan Riau, Pulau Jawa (Yogyakarta, Bojonegoro, Boyolali, Depok, Surabaya, Bandung, Cadas Pangeran, Kediri, Lamongan, Mojokerto, Wonosobo). Tak sampai di situ, kita juga diajak bertualang hingga ke Pulau Bali (Sanur, Kuta), Pulau Kalimantan (Samarinda), dan Pulau Sulawesi (Palu, Makassar). Jadi, salah besar kalau ada yang beranggapan bahwa cerita hantu Nusantara itu hanya berkisar antara Terowongan Casablanca dan Hantu Jeruk Purut.