"Krandji/Bekasi Djatoeh" ialah kisah yang ditulis dari pengalaman2 pengliatan dan berita2 yang pasti selama pengarang berderak difront Jakarta Timor, menceritakan tentang beberapa pemuda yang meninggalkan Jakarta untuk turut berjuang mempertahankan daerah republik. Diantara pemuda2 itu Farid adalah anak Taman-Dewasa, periang patuh, Soerip, anak Mulo, pesolek, sombong dan Mustami, Mahasiswa sekolah tinggi Islam, seorang pelawak dan tak mempunyai ketabahan hati.
Novel Krandji-Bekasi Djatuh ini diilhami oleh pengalaman Pram terlibat dalam perang kemerdekaan. Ia bertugas sebagai perwira perhubungan di Divisi Siliwangi.
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, the New Order regime of Suharto, he faced extrajudicial punishment. During the many years in which he suffered imprisonment and house arrest, he became a cause célèbre for advocates of freedom of expression and human rights.
Bibliography: * Kranji-Bekasi Jatuh (1947) * Perburuan (The Fugitive) (1950) * Keluarga Gerilya (1950) * Bukan Pasarmalam (1951) * Cerita dari Blora (1952) * Gulat di Jakarta (1953) * Korupsi (Corruption) (1954) * Midah - Si Manis Bergigi Emas (1954) * Cerita Calon Arang (The King, the Witch, and the Priest) (1957) * Hoakiau di Indonesia (1960) * Panggil Aku Kartini Saja I & II (1962) * The Buru Quartet o Bumi Manusia (This Earth of Mankind) (1980) o Anak Semua Bangsa (Child of All Nations) (1980) o Jejak Langkah (Footsteps) (1985) o Rumah Kaca (House of Glass) (1988) * Gadis Pantai (The Girl from the Coast) (1982) * Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (A Mute's Soliloquy) (1995) * Arus Balik (1995) * Arok Dedes (1999) * Mangir (1999) * Larasati (2000)