Aku Tania, perempuan biasa... tapi mereka bilang aku ini Alien. Aku perempuan yang suka tertawa tapi mereka bilang aku Monster. Aku perempuan bahagia, namun memang seringnya kebahagianku membuat mereka semua menderita. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, sesulit itukah mewujudkan keinginanku ini?
Nama saya Ananta Prahadi, panggil saja Anta. Hobi bersih-bersih rumah, makan Lontong Kari, dan sangat menjunjung tinggi pelestarian makhluk langka. Jangan heran, kalau saya suka berada disisi makhluk langka. Makhluk langka yang saya jaga sekarang merupakan species terakhir perempuan unik yang ada di dunia ini?
Ini buku kedua teh Risa yang aku baca, setelah Tenung. Suka sama jalan ceritanya. Novel ini pov nya Tania, menurut aku judulnya kurang tepat aja Ananta Prihadi. Tapi mungkin itu yang membuat unik.
Saya pembaca setia dari buku-buku yang diluncurkan oleh Mba Risa Saraswati ini. Siapa yang gak kenal dengan perempuan satu ini? Setelah sukses meluncurkan Danur, Maddah dan Sunyaruri, Mba Risa meluncurkan buku keempatnya dengan genre beda disini, genre yang bertemakan romantis.
Maaf beribu maaf, dari keempat buku yang sudah diluncurkan, buku ini hampir seluruh isinya membuat saya kecewa. Mungkin karena buku "Teenlit" yang membuat saya yang sudah berumur segini *kayak yang udah tua aja* jadi merasa salah baca buku.
Dimulai dengan seorang gadis bernama Tania yang notabennya anak yang luar biasa bikin orang kesel, kebalikan dari marisue bangetlah, kalo marisue luar biasa bagus banget, kalo ini luar biasa kesel. Kenal sama seorang laki-laki bernama Anata Prahadi yang bisa mengimbangi sifatnya yang buruk, dan disisi lain ada cowok bernama Pierre yang wah banget kenal dengan Tania dan naksir sama Tania.
Ya, kalo bisa dibilang cinta segitiga ya gak juga, tapi dari awalpun udah bisa ditebak banget ini jadinya gimana. Banyak deskripsi yang saya skip karena pengen buru-buru selesai. Daan, karena dari reviewnya banyak yang bilang sedih, saya coba cari bagian sedihnya, dan saya nanya, "Bagian mana?"
So far, buku ini terlalu klise, tentang problematika cinta jaman sekarang, dramatisasi keluarga, persahabatan dan sebagainya. Yah, buat Mba Risa, maaf beribu maaf kalo komenan saya menyakitkan hati, tapi jujur lho mba, balik lagi mba ke genre yang dulu, so far saya lebih suka dengan cerita-cerita mba di buku-buku sebelumnya.
Saya suka judul buku ini. Saya suka nama Ananta. Ananta Prahadi.
Saya suka tema cerita yang diusung Risa kali ini. Perempuan antisosial yang kemudian memiliki seorang pria super ekstrovert yang jadi sahabatnya. Ditambah dengan kehadiran Pierre, yang sebenarnya seandainya Pierre bukan warga negara asing alias produk dalam negeri, mungkin akan lebih terasa masuk akal.
Yang saya kurang suka adalah...cara Risa membawa ceritanya yang terkesan di-rush dan nggak smooth sama sekali. Terlalu terburu buru. Padahal di bab satu, di bagian awal ketika scene Tania di kelas ketika SMA, saya udah berhasil masuk dan ngeblend. Tapi makin ke sini, makin terburu buru.
Saya ngga tau apakah ini memang gaya bercerita Risa yang seperti ini, atau gimana. Terlebih banyak kata kata yang hurufnya berulang, misal
"Iyaaa" atau
"pergiiii sekaranggg jugaaa"
Dan penggunaan tanda seru yang lebih dari satu kali dalam satu kalimat
"Iyaa!!!!!!!"
Duh. Mengganggu sekali. Saya tahu itu untuk mengekspresikan ekspresi marah Tania atau ekspresi teriak Tania. Tapi rasanya satu tanda saja cukup ya hehehe.
Ini novel kedua risa saraswati yang saya baca. Mengisahkan tentang tania, gadis dengan emosi yang meledak-ledak, dan ananta prahadi cowok biasa kategori culun yang sabarnya luar biasa. Prasangka awal buku ini horor ternyata bukan, malah gak ada unsur mistis sama sekali.
Tania dan ananta bersahabat dekat. Kegemaran yang dimiliki tania membuat ananta yang penyabar menjadikannya seorang manager. Kemudian muncul piere, pengagum karya tania. Akhir cerita ananta menjauh, piere mendekat, tania galau. Tapi ini good ending.
Terkecoh. Saya mengira ini novel misteri sama seperti novel Risa lainnya. Tapi ternyata saya salah. Dan saya sukaa banget novelnya. Ga bisa berhenti baca sampe halaman terakhir. Dari bagian awal, saya menyukai persahabatan mereka yang unik. Tapi entah kenapa saya merasa deg-degan setiap membalik halamannya. Rasa-rasanya ada hal buruk yang akan terjadi. Dan dipertengahan saya dibuat penasaran. Dan emosi ceritanya berhasil dipertahankan dengan baik. Saya tertawa dan menangis saat membaca buku ini.
Bagi yang belum baca, this book highlr recommended
Bagus banget... satu-satunya buku risa saraswati yang saya baca. Ya karena yang lain bertema horor dan saya kurang suka yang horor horor sih.. tapi saya langsung suka karena cara kak risa bercerita juga enak. Buat yang kurang suka novel sedih, mungkin kurang cocok baca ini. Muka saya sampe kusut kebanyakan nangis. Tapi saya suka banget banget bangeeettt.
Risa mencoba sesuatu yang baru. Novel drama dengan alur cerita yang sangat menarik. Membayangkan novel ini suatu saat bisa diangkat menjadi film layar lebar dengan setting Bandung, Rumania, Paris dan Swiss sepertinya akan bisa menjadi film yang bagus.
ceritanya ringan namun menyentuh, pembawaan karakternya sangat bagus hingga aku merasa ada di dalam ceritanya. kisah cinta yang romantis namun tragis tersirat di dalamnya.
Bercerita tentang seorang perempuan yang memiliki kepribadian bagaikan alien. Karena sikap idealisme dan keras kepalanya, cenderung membuat orang-orang disekitarnya menjauh, bahkan keluarganya sendiri. Perempuan bernama Tania ini tidak mempunyai teman selain Ananta Prahadi. Saat itu sejak kepindahan sekolahnya dari Subang ke Bandung, Ananta Prahadi yang biasa dipanggil anta, nekat berteman dengan Tania meskipun Tania selalu acuh tak acuh padanya. Untuk lebih lengkapnya sila baca bukunya ya HEHE ^^
Ini buku kedua Teh Risa yang saya baca setelah DANUR. Saya kasih bintang empat untuk novel ini karena sudah bikin saya nangis sesenggukan karena terharu. Ada minusnya yang menurut saya nggak logis di Novel ini.. Yang jadi pertanyaan saya, sesingkat itukah Pierre menyukai seorang Tania? hihi.
Anyway, saya suka cara Teh Risa menuturkan kata demi kata disetiap deskripsi novel ini, apalagi banyak percakapan unik yang menggunakan Bahasa Sunda (khas teteh Risa). Membaca setiap halamannya saya seperti tenggelam menjadi salah satu orang yang menyaksikan persahabatan Tania dan Ananta. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Novel ini
"Untuk menjadikan seseorang teman, tak harus melihat dari sisi baiknya saja, tapi lihatlah sisi buruknya sehingga kita sebagai teman tak hanya menutupi keburukannya, tetapi juga sebagai penyangga supaya orang yang kita anggap teman bisa menjadi lebih baik" - Annisa Husnu Syifa (Sebuah kutipan yang diinspirasi dari Novel Ananta)
Ditunggu novel-novel selanjutnya karya Teh Risa! ^^
Pertama kali baca kaget dengan karakter Tania yang jarang ditemui di novel novel, bahkan cenderung membuat dahi mengernyit berkali-kali, tetapi berkat alur yang bagus, mudah dimengerti dan susah ditebak, bahkan saya dibuat bertanya-tanya akhir ceritanya seperti apa, saya tetap melanjutkan membacanya. setelah menyelesaikan membaca buku ini, baru tertangkap, ooo maksud pengarangnya begini to. Saya selalu suka novel yang menggunakan bahasa-bahasa formal, saya kamu, aku kamu, daripada lo gue, dan saya selalu suka dengan gaya bahasa mbak risa ini. Pasti selalu ada makna di setiap buku-buku mbak risa.
Kata mbak risa banyak yang meminta ini difilmkan, kalau difilmkan, pemain film nya harus melewati casting yang ketat, biar film nya bagus, sayang kalau bukunya sudah sebagus itu, tapi begitu difilmkan jadi tidak karuan.
Buku ini adalah buku yang mengangkat kisah berbade dari kebanyakan tulisan Risa. Tapii aku suka sekali dengan cerita ini... setelah membaca buku ini pun aku sempat membaca ulang karena saking mengalirnya cara Risa menulis kisah ini. Aku juga sempat dibuat hanyut dalam kesedihan ketika aku mengetahui kalau... Ahh sudahlah aku harus mengikhlaskann segalanyaaa