“Sudahlah, nggak akan bisa mengubah apa pun juga, kok.”
“Emang gue siapa? Nggak bakal didengerinlah!”
Dan sejuta kalimat pesimis lainnya adalah kalimat yang paling sering gue dengar dalam keseharian gue. Komplain jalan terus, menggerutu jadi hobi, jiwa pesimis membudaya, tindakan tetap nol.
Dulu gue pun berpikir seperti itu. Nggak cuma sekali, dua kali, seratus kali, bahkan hampir dalam semua hal yang gue lakukan. Saat melihat hal buruk, gue memilih untuk diam. Gue cuma bisa mengeluh, menyesali situasi yang ada, dan membicarakan orang.
Dan yang tercapai? Keadaan yang begitu-begitu saja. Akhirnya gue berkesimpulan: Kalau lo nggak suka sesuatu, berbuatlah sesuatu. Kalau lo nggak mau berbuat apa-apa, ya lo nggak berhak untuk komplain.
Ini adalah catatan tentang apa yang gue rasakan dan ingin gue perjuangkan, yang mungkin salah satunya adalah hal yang selama ini juga lo rasakan. ***
“Melanie Subono mengingatkan untuk tetap menjadi manusia dengan rasa kemanusiaannya di mana pun posisi kita. Kalian harus baca buku ini, tentang Melanie yang membumi.” —Ainun Chomsun, @pasarsapi, Penggagas Akademi Berbagi
Penikmat musik rock Indonesia bisa cukup berbangga, bahwa akhirnya kembali ada seorang wanita yang menjadi ikon rock Indonesia, setelah posisi itu lama kosong di dunia musik rock Indonesia. Setelah mengantongi gelar “Best Solo Female / Male Rock Singer“ dari AMI award 2008 ini, dimana kategori Pria dan Wanita digabung menjadi satu, Melanie kembali di nominasikan di IKON ASEAN award 2008 yang mempertarungkan musisi dari 6 negara di Asia Tenggara, untuk kategori Penyanyi Solo terbaik. Mungkin ini juga yang membuat cewek yang memiliki8 tattoo kelahiran Hamburg 20 Oktober 1976 ini diajak berkolaborasi dalam album baru milik Pas Band, dalam lagu yang berjudul “Paris.”
Di sela–sela hari–harinya bermusik yang kadang menyisakan hanya satu sampai dua hari dalam seminggu untuk berada di Jakarta, cewek yang mengagungkan persamaan hak wanita ini tetap tidak lupa untuk terus berkeliling Indonesia secara sukarela untuk mengajak orang untuk menaikkan minat membaca, dan mengajarkan orang untuk belajar membaca. Setelah buku pertamanya "OUCH!!", di tahun in i juga tepatnya tanggal 1-1-11 pk. 11.11 pm Melanie kembali mengeluarkan sekuel dari "OUCH!!" yaitu "Liaison Officer Forever" yang hanya dijual online melalui website ini dan sms. Bersama dengan beberapa musisi lainnya juga dipilih menjadi duta dari SAMSUNG–Yayasan Cinta Anak Bangsa, untuk menjadi duta anti narkoba dalam program mereka. Melanie berhasil mencapai suatu prestasi yang langka, yaitu menjadi band pendamping artis–artis International lainnya di Singapore Festival, dimana dia akan memainkan lagu international koleksinya, karena dia sadar bahwa dia akan menghadapi masa International, dan bukanlah orang Indonesia di Negara orang seperti kebanyakan band yang ada (www.singfest.sg).
Mengukuhkan profesinya sebagai penyanyi, di tahun 2011 ini Melanie kembali mengeluarkan album ketiganya, berbeda dengan kedua album terdahulunya. Untuk album ketiga ini Melanie mempersilahkan untuk diunduh GRATIS di www.melaniesubono.com. Album yang didukung oleh banyak musisi seperti: Anda, Luks “SUPERGLAD”, Steven Jam, Achi “SHE”, Iwa K, Ivan “SLANK”, PAS Band, SID dan banyak lainnya ini membuat album yang diberi judul “Aku, Kamu, Mereka, Kalian” kaya akan berbagai jenis musik.
Dari album ini sudah ada 2 buah lagu yang bisa diunduh gratis di website Melanie yaitu “Dia Sahabat’ feat. Anda dan ”Aku Ada Untukmu” feat. Luks “SUPERGLAD”. Video klip dari kedua lagu tersebut juga sudah bisa dilihat di website ini.
Selain itu Melanie juga dikenal sebagai aktivis HAM, perempuan dan lingkungan hidup. MC dan model juga tidak ditinggalkan oleh Melanie
Definisi benerab DIARY melanie subono sih ini. Keresahan dia ditulis dibuku ini. Walaupun cuma 100halaman tapi sedikit menampar beberapa bab yang disajikan.
Sebenarnya buku ini bagus, mungkin aku bukan targetnya saja. Aku merasakan beberapa bagian terasa repetitif (agak gemas karena mempermasalahkan hal yang menurutku kurang perlu dibahas, mengenai bagian salah kaprah, akan kuberi dua kata saja: majas metonimia.). Daripada membahas hal yang menurutku berterima dan merupakan majas, mengapa tidak bahas salah kaprah seperti penggunaan kata bergeming, acuh, kasatmata, nun jauh di sana, dll.?
Makin cinta sama Mbak Melanie Subono <3 Terima kasih Mbak, karena udah mengangkat tentang kasus-kasus yang nggak pernah diselesaikan di Indonesia selama ini, juga mengangkat tentang kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang ternyata banyak pelakunya nggak dihukum setimpal dengan perbuatannya.
Terima kasih sudah membela hak-hak perempuan. Makin kagum deh pokoknya. (y)