Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ipung #3

Elegi Surtini dan Ayunda

Rate this book
Ini menantu yang luar biasa. Tak ada Paulin, tak mengapa. Surtini adalah rahmat bagi alam semesta!" batin Minarni semangat. Walau ibu yang bersemangat ini salah duga. Surtini berhasil dengan pertanyaan jebakannya. Surtini sukses menggiring Minarni ke jurusan yang memang diincarnya. "Paulin memang cocok. Tapi kamu juga cocok. Siapa saja di dunia, asal memang jodoh, dia cocok!" kata Minarni
bergairah. "Dan Bulik tidak tau, siapa yang paling berjodoh di antara kalian, kamu yang cuma disebelah rumah, atau Paulin yang kini berada di luar negeri!" Berat sekali tekanan Minarni saat mengatakan "di luar negeri" itu. Ada tekanan yang tak biasa dari seorang Minarni yang biasanya tenang dan sabar. "Lho, Mbak Paulin ke luar negeri Bulik?" tanya Surtini cepat, dengan rasa kaget yang sempurna. Sempurna karena mengandung dua perasaan sekaligus. Pertama ia tak menyangka tentang sebuah fakta yang benar-benar mengagetkan hatinya.Kedua, karena ia telah mendapat jawaban atas sebuah misteri.

270 pages, Paperback

Published January 1, 2010

43 people want to read

About the author

Prie GS

18 books28 followers
Supriyanto atau lebih dikenal dengan nama populernya yaitu Prie GS (Prie Great Spirit),
lahir di Semarang pada tanggal 2 Februari 1965. Ia menyelesaikan sekolah
menengahnya di SMA PGRI Kendal, kemudian melanjutkan studi perguruan
tinggi pada Program Diploma III Seni Musik IKIP Semarang. Tetapi saat ini ia lebih dikenal sebagai seniman dan budayawan.
Pada tahun
1987 bergabung dengan harian Suara Merdeka sebagai kartunis.
Dalam dunia kartunis, beberapa kali ia menjadi pemenang lomba
kartun, baik nasional maupun internasional. Prie GS juga pernah diundang
Japan Foundation untuk pameran dan berdiskusi tentang kartun di Tokyo,
Jepang. Selain itu, ia juga memperdalam ilmu jurnalistiknya di Lembaga Pers
Dr. Sutomo Jakarta.
Beberapa karya berupa buku yang telah ditulisnya antara lain, Nama
Tuhan di Sebuah Kuis (Solo, 2003) dan Merenung Sampai Mati (Solo, 2004).
Di pertengahan tahun 2005, Prie GS mengeluarkan tiga karyanya; More Than
Love (novel remaja), Just for Love (novel remaja), dan Mari Menjadi
Kampungan (catatan harian seorang budayawan). Jauh sebelum menulis buku,
Prie GS sudah dikenal sebagai kolumnis. Tulisan-tulisan kolomnya sering
dimuat di beberapa media, di antaranya Surat Kabar Harian Suara Merdeka
dan Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini.
Selain menulis karya, sehari-hari Prie GS adalah Pimpinan Redaksi
Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini yang masih seinduk dengan Suara
Merdeka Group. Ia juga menjadi penulis Skesa Indonesia dan Smartorial
sebagai salah satu tajuk dalam Radio Smart FM, Host Obrolan Simpang Lima
di TVRI, Walikota Silaturahmi di TV Borobudur.
Prie GS juga dikenal sebagai mentor emosional, yang sering diminta
memberikan dorongan secara emosi dan membangun mental kalangan yang
menekuni dunia entrepreneur agar bangkit dan tidak menyerah. Dengan
beberapa pengusaha Semarang, ia juga mendirikan wadah komunitas para 40
pelaku dunia usaha yang bernama Senity (Smart Entrepreneur Community).
Saat ini, Prie GS, sedang menyiapkan film komedi parodi satir politik yang
bertajuk Negara Kata-Kata untuk dipublikasikan. Intensitas pertemuannya dengan banyak komunitas membuatnya kaya
akan pengalaman menghadapi berbagai macam jenis orang dengan
kepribadian yang bermacam-macam pula. Hal tersebut secara langsung
memberikan pelajaran-pelajaran berharga baginya sehingga mendorong
kematangan emosinya. Saat ini ia menetap di kota yang amat dicintainya, Semarang.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (40%)
4 stars
11 (44%)
3 stars
1 (4%)
2 stars
1 (4%)
1 star
2 (8%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for yani.
97 reviews4 followers
November 21, 2014
harus mengingat-ingat kapan aku membaca buku ini..yang jelas aku bacanya di dalam kereta prambanan ekspress jogja-solo.
harus rela dilihatin orang-orang karena senyum-senyum sendiri.
yaa ipung selalu punya cara untuk membuatku tersenyum.
buku ke-3 ini muncul perempuan baru bernama ayunda hampir di penghujung cerita. awal-awal banyak membahas tentang surtini yang mengidap cinta platonis kepada ipung. surtini yang dilamar oleh blantik sapi yang seorang duda kaya raya.
surtini yang pada akhirnya punya tekad melanjutkan sekolah.
Profile Image for Lukman Lukman.
Author 10 books2 followers
June 18, 2014
Saya kira sudah selesai, ternyata masih ada jilid 4 -_-
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.