What do you think?
Rate this book


108 pages, Paperback
First published June 1, 2014
Jika ternyata cinta adalah kepasrahan,
aku akan mengabdi kepada diam.
Seperti halnya kau,
aku tak pernah selesai membaca koran.
Di sana ada yang lebih buruk dari berita: kita.
Kau patahkan hatiku berkali-kali
dan aku tak mengapa.
Hatiku ekor cicak.
Buku pertama yang saya baca di tahun 2017. :D Saya suka membaca buku puisi, meskipun tak pandai menafsirkan puisi. Dan, kalau saya tak salah menerjemahkan, kesan yang saya dapat dari puisi-puisi yang terangkum dalam buku ini adalah nggak jauh-jauh dari keresahan, jatuh cinta diam-diam, patah hati, juga perasaan sepi.
Aku tak pandai sendiri
Aku ganjil yang
ingin tergenapi
(hlm. 6)
Setidaknya ada tiga hal yang menurut saya menarik dari buku ini. Pertama, judulnya yang unik, "Hap!". Membacanya pun hanya sekali lahap langsung habis. Kedua, puisi-puisi dalam buku ini dikurasi oleh Aan Mansyur, yang memang sudah ahlinya dalam urusan puisi. Ketiga, puisi-puisi di dalam buku ini menggunakan bahasa yang sederhana tapi sangat mengena. Saya jadi ingat kata seorang kakak tingkat saya di kampus dulu. Lupa kalimat persisnya, tapi kurang lebih beliau berkata bahwa puisi itu tidak melulu tentang serangkaian diksi-diksi yang mendakik tinggi, akan tetapi bagaimana ia dapat menyentuh relung hati dan ruang imaji.
Kau patahkan hatiku berkali-kali
dan aku tak mengapa.
Hatiku ekor cicak.
(hlm. 35)
Oh ya, selain tiga hal di atas, cover buku ini juga unik sekali. Cover depannya bolong dan menampakkan bunga matahari dari bagian dalamnya. Iya, buku ini memang puitis dalam segala aspeknya.