Jump to ratings and reviews
Rate this book

Grey & Jingga

Grey & Jingga: The Twilight

Rate this book
Jika cinta itu mudah terucap, maka takkan ada kisah cinta yang berliku. Grey dan Jingga adalah bukti bahwa cinta adalah rasa yang sulit tersamar.

200 pages, Paperback

First published October 19, 2012

30 people are currently reading
611 people want to read

About the author

Sweta Kartika

58 books89 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
169 (31%)
4 stars
211 (39%)
3 stars
120 (22%)
2 stars
19 (3%)
1 star
13 (2%)
Displaying 1 - 30 of 121 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,963 followers
August 8, 2017
Menunggu seseorang di toko buku itu adalah suatu hal yang menyenangkan. Ada banyak pilihan bacaan yang bisa kita gunakan untuk membunuh waktu. Aku memilih komik ini sebagai senjatanya. Sebenarnya, aku sudah tahu tentang cerita ini sejak tahun lalu, ditambah nama ilustratornya yang juga melesat berkat komik Nusantaranger itu. Awalnya aku skeptis, aku kira ceritanya akan biasa saja. Eh tidak tahunya aku malah suka.

Resensi lengkap

Aku lupa berapa rupiah harga aslinya buku ini, tetapi bagiku buku ini cukup terjangkau jika dibandingkan dengan emosi manis yang dikemas menarik. Tidak rugi kok. Aku saja merasa kalau seharusnya aku membeli buku ini.
Profile Image for Nanna.
221 reviews20 followers
February 25, 2016
"Di saat sebuah kebetulan nampak terlalu wajar, maka kau akan sadar bahwa asmara mulai mengakar"

"Terkadang hal-hal besar hanya terkesan biasa, sementara perhatian-perhatian kecil justru sanggup menyentuh hatinya"

"Kesukaan kami mungkin berbeda, tapi ketidaksukaan kami sama"

"...Dan hatiku melambung ketika kutahu bahwa kesukaanku menjadi bagian dari dirimu"

"Entah mengapa aku merasa tak rela kau 'dibagi'. Apakah mungkin karena aku merasa 'memiliki'?"

"Tingkah lakumu yang sesuka hati semakin membuatku jatuh hati"

"Dan cemburu itu terjadi jika kita merasa peran yang harusnya kita mainkan diganti oleh orang lain"

"Hatiku terusik ketika orang lain juga menginginkan pesonamu, dan saat itulah aku merasa kalau aku merasa memilikimu"

"Aku tak mau peduli apa status hubungan kita. Tapi satu yang pasti, aku tak mau kehilangan kamu"


description

Oke... ini karya kedua Sweta Kartika yang kubaca, dan kutipan-kutipan yang ada di komiknya itu.... plus satu bintang dah!

Lalu ceritanya, awalnya perkembangannya lumayan seru, lucu banget liat reaksi pasangan utama komik ini, apalagi yang cowok kalo udah tersipu malu-malu ^///^ . Tapi semua berubah sejak kemunculan Nina dan Martin... makin kebelakang jadi drama banget, tarik-ulur maju-mundur ga jelas dan bikin emosi.... Lalu untuk karakter-karakter utamanya.. cukup menyebalkan. Ada yang jual mahal, ada yang ga tegas, ada yang pemaksa... duh saya malah lebih seneng sama kisah cintanya Dharma-Zahra, yang cowok so sweet banget >///<

Yah untungnya berakhir dengan baik
Profile Image for Nur.
137 reviews
March 23, 2017
Berawal dari sebuah UKM yang orang-orangnya pada tahu komikus-komikus keren Indonesia, muncullah nama "Sweta Kartika" dalam hidupku, lalu aku kepo karena salah satu member UKM itu kerap kali menuliskan 'XGRA AXY' (katanya sih terinspirasi dari Sweta, tapi mana aku tahu hehehe) dan bertemulah aku dengan Grey juga Jingga untuk pertama kalinya melalui facebook Sweta Kartika :)

Pertama kali yang kulihat adalah... artworknya; uuuuuuuu~ cute banget. Lalu, aku ingat bahwa garis-garis ini, artwork ini... rasanya aku pernah melihat... tapi di mana ya? OH YAA! Dari novel Anne of Green Gables; Kak Sweta ini menggambarkan ilustrasi di novel Anne of Green Gables yang diterjemahkan oleh Penerbit Qanita :"D Asli, goresan skestsanya itu 'khas' banget; kayaknya aku langsung bisa mengenali sketsa yang dibuat oleh Kak Sweta deh ^^

Kedua.... baca baca baca baca beberapa cerita Grey dan Jingga, aku jadi ketawa-ketiwi sendiri wkwkwkwkkwkw; jadinya kayak lagi fangirlingan gitu. Ngegemesin banget astaga >////< Pas bacanya asa pengen nyubit gitu. Kalo dirasain, hm.... giung gitu (?) Giung kalo diterjemahin apa ya? Kemanisan gitu wkwkwkwk.

Grey itu karakternya stay-cool gitu; kalem dan adem lah. Cara Grey nyebut dirinya sendiri pakai "Saya", menurutku itu cute banget... menambahkan nilai plus lah dimataku <3 RAMBUTNYA GREY YANG UDAH DIPOTONG PENDEK JUGA KEREEEEEEN BANGEEEEET ASDFGHJKL Ganteng amat si kamu Grey T^T Pinter main gitar, pinter bikin musik... Huhuhuhuhu. Lalu ada Jingga; si tsundere. Jingga ini ngingetin aku sama salah satu tokoh anime tapi di anime apa ya? Pokoknya dia susah banget jujur sama perasaannya sendiri, suka main kode-kodean (?) malu-malu-tapi-mau sejenis itulah.

Selain Grey dan Jingga, ada beberapa karakter lain yang muncul dalam komik ini... Ada Dharma, Bunny, Zaki, Nina, Martin~ Tiap karakter punya perannya masing-masing lah. Kalian harus kenal sama semua karakter yang barusan aku sebutin, karena mereka semua unik banget >.< Mau deh punya temen kayak mereka >///< Dharma, yang penampilannya nerd, tapi kalo soal ngegombalin Bunny jago abiiiisss wkwkwkwkk. Bunny, yang rasional, yang suka gatahan kalo Dharma udah mulai ngegombal (wajah gatahannya itu lhooo) Dan ada Zaki yang woles dan serampangan, tapi jadi tempat curhatnya Nina dan kadang-kadang Jingga juga Grey. Kalo Zaki udah ketemu pacarnya, dia jadi salah tingkah (unyu banget sih kamu Zak! wkwkwk)

Anehnya, selain (tentu saja) Grey sebagai karakter favoritku, aku juga suka sama Zaki. Kenapa ya? Karena Zaki bisa diandalkan. Gitu-gitu juga, dia adalah seorang teman yang bisa diajak curhat :") Dia bisa dipercaya, dan yah... aku suka aja sama sifatnya yang santai ^^

Yap. Satu kata yang pas buat komik ini adalah... giung. Hahahahaha. Asli karena komik ini 'manis' baaaanget. Udah mah manis, ditambah sama quotes-quotes nya Kak Sweta yang jleb-jleb-jleb; ngena banget ke hati. Buat yang baperan mah... wah kalian langsung meleleh deh. K.O! wkwkwkwkwk.

Recomended buat dibaca karena seru! Komik ini nemenin aku nunggu antrian di dokter; jadi ketawa-ketiwi sendiri ditengah-tengah para pasien yang lagi nunggu, hehehe. OHYAAA! Buat yang baperan, hati-hati aja we ya ;) hehehe [NR/17]
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
October 21, 2020
Sukaaaa! Apalagi baca qoutes yang bertebaran di komiknya. Mana bagus2 lagi.

"Kehilangan sebelum sempat memiliki itu adalah isyarat bahwa cinta tak butuh pengakuan."
Profile Image for Hidayat Fajar.
7 reviews3 followers
January 24, 2014
Berawal ketika ada seorang teman posting link buku/komik 4 koma ini di facebook. Tak hanya itu, dia menambahkan sebuah komentar bahwa dia mendapat satu pelajaran dari buku ini. Iseng akhirnya aku buka, baca beberapa chapter dan ternyata cukup menarik.
Jingga tipe-tipe tsundere, mungkin itu yang membuat dia tampak charming. Walaupun tidak suka dari sisi cerita yang banyak pairing karakter dengan jalan pacaran. Tapi sedikit punya gambaran dengan maksud teman saya tadi. (Teman saya aktifis jomblo -guyon rek :D).
Dramanya sungguh kalau istilah orang jawa "Gak nguati!", tipe2 drama yang umum, cinta segitiga, segibanyak, persahabatan, tapi menurut saya cukup buat pembaca "mangkel" geram. Saya sendiri bacanya mau putus nyambung, lanjut gak, karena bikin geram, entah karena tsunderenya jingga, atau karena calm nya si grey. Suka dengan sikap dan karakter si grey, dia kalem dan tenang.
Kalau saya sih memandangnya dari sisi nikah :v, akhirnya saya mengerti apa yang dimaksud teman saya yang bagi link buku ini di FB. "Kalau tidak cepat-cepat dilamar, nanti keburu dilamar orang lain!" itulah yang terbesit di pikiran, walaupun sempat heartbroke juga ketika membaca jingga dah putus harapan dan mulai melepas ikatan rambutnya (if you know what I mean). Dan juga teringat akan cerita tentang seorang wanita yang ditinggal pergi calon suaminya demi menikahi wanita lain, wanita tersebut ditanya, "Apakah kau rela?" kemudian dia menjawab, "Sesungguhnya aku tak kehilangan apapun, justru dia kehilangan orang yang sangat mencintainya" yaitu ya wanita itu sendiri.
Ada quote bagus juga buat para jomblo, "terkadang orang galau itu sebetulnya bukan karena gak bisa move on, tapi dia memang ingin bertahan dalam kegalauannya sendiri!" jadi ingat postingan ustadz farid ma'ruf dan ustadz felix siauw (afwan kalau salah source), yang intinya, kadang alasan para jomblo tak juga kunjung menikah adalah karena masih terlarut dalam kemaksiatan. Makanya agar tak banyak maksiat, cepet2 nikah :D.
Dan akhirnya saya juga mulai mengetahui salah satu mudharat dari pacaran. Menyakiti hati, yah itu yang saya rasakan dengan mencoba memposisikan diri sebagai grey. Dan banyak pihak yang tersakiti.
Banyak juga yang mengatakan kalau endingnya agak di percepat, jadi terasa rush, yah dari sejak jingga mengetahui rahasia nina sudah merasa ketinggalan beberapa chapter, tapi coba bolak balik maju mundur ternyata gak ada yang tertinggal.

Lima bintang andai saja dharma dan bunny girl nikah, Lima bintang andai si grey dengan tegas dia melamar jingga, sorry karena memang saya tak setuju dengan pacaran (haram rek).
Profile Image for Haruki Fi.
6 reviews2 followers
August 26, 2014
Grey & Jingga: The Twilight—Permulaan Manis
Perkenalan Komik-Teenlit 4 Koma Indonesia

Judul: Grey & Jingga: The Twilight
Komikus: Sweta Kartika
Genre: Teenlit, Romance
Penerbit: Koloni
Tahun: 2014
Cocok Dibaca Saat: Senggang, Nyantai, dan Sedang pesimis dengan perkomikan Indonesia

KALI pertama—kalau tidak salah ingat—saya membaca Grey & Jingga: The Twilight adalah akhir tahun 2012. Saat itu, Grey & Jingga: The Twilight masih embrio berupa serial komik 4 koma, yang di-upload secara rutin (dan gratis, tentunya) oleh komikusnya, Sweta Kartika, di akun Facebook, setiap Senin dan Kamis. Sebagai sebuah embrio, dia memang mempunyai potensi untuk berkembang lebih. Begitulah pendapat saya pribadi setelah mengikuti 4 episode awal Grey & Jingga: The Twilight. Ada tiga dasar kenapa saya bisa menyimpulkan demikian: 1) Grey & Jingga: The Twilight mengangkat genre teenlit dan romance sebagai pondasinya; 2) Sweta Kartika memiliki fanbase yang kuat; dan 3) sebagai seorang kreator yang baik, Sweta Kartika memiliki ‘napas’ dan konsistensi.

Meskipun, seperti penuturan komikusnya sendiri, Grey & Jingga: The Twilight awalnya hanyalah karya ‘iseng-iseng’, tidak berarti dia dipersiapkan secara begitu saja atau terkesan tidak serius—apalagi setelah akhirnya embrio itu berkembang menjadi sebuah buku, sebuah komik utuh. Hal ini bisa dilihat dari cover-nya yang sederhana, manis, dan lembut. Guratan-guratan warna demi warna pada cover, ilustrasi kedua tokoh sentral, sudah berkata-kata sangat banyak, yang itu artinya, saya anggap berhasil. Kelembutan warna dan peletakan kedua tokoh utama memberi kesan teenlit dan romance yang kuat. Dan. Saya tidak bisa untuk tidak mengatakan kalau bagian belakang bukunya.. unyu.

Grey & Jingga: The Twilight menceritakan—sesuai judulnya—kisah cinta antara Grey dan Jingga dan lika-likunya. Premis dasarnya, mengutip kalimat pamungkas Dewi Lestari di buku ‘Perahu Kertas’-nya: karena hati tak perlu memilih, dia selalu tahu ke mana harus berlabuh. Dan seperti kisah-kisah cinta pada umumnya, khususnya di novel-novel teenlit kebanyakan yang kian membosankan saja, Grey dan Jingga akan bertemu dengan orang-orang dan menghadapi pelbagai hal yang membuat kisah mereka semakin greget—meski perbedaan antara greget dan menjemuhkan nyaris setipis kertas.

Sebagai komik-teenlit 4 koma yang tayang dua kali dalam seminggu, Grey & Jingga: The Twilight dapat dinikmati sambil-lalu tanpa ada komplain yang berarti (apalagi, di setiap chapter yang ditayangkan, selalu ada quote atau kalimat mutiara(?) yang dirangkai oleh komikusnya. Tapi. Akan beda halnya saat Grey & Jingga: The Twilight sudah menjadi sebuah buku lengkap, yang artinya dapat dinikmati sekaligus dalam sekali duduk, dia, komik ini, akan menjadi sebuah pertaruhan pedang bermata dua. Hal yang saya maksud: pakem.

Mari kita buat ilustrasi sederhana. Apa yang kira-kira akan dirasakan oleh seseorang ketika membaca sebuah buku/komik, yang di dalamnya memuat banyak chapter (katakanlah puluhan chapter), dan, sayangnya, hampir 30% dari isi memiliki pakem yang tidak berbeda alias mirip-mirip? Analogi lain, seorang komedian paling lucu sekali pun akan menjadi menjenuhkan di titik-titik tertentu bila dia selalu menggunakan bahan lawakan yang sama, dan sialnya, Anda, sebagai penggemarnya, selalu mengikuti pertunjukkan komedia tersebut.

Kejenuhan tidak akan dapat dihindari, dan itulah yang terjadi dengan komik Grey & Jingga: The Twilight. Karakter Jingga dan Grey yang hampir di semua chapter tidak jauh berkembang (ironisnya, justru karakter-karakter pendukung di dalamnyalah yang berkembang sedikit demi sedikit). Problematika yang terkesan itu-itu aja, yang dialami oleh kedua tokoh sentral di dalamnya. Dan, lagi-lagi, pakem. Untungnya, Sweta Kartika cukup cerdas untuk mereduksi kejenuhan ini. Sweta Kartika, dalam beberapa chapter menggunakan perspektif dan gaya gambar yang berbeda, segar, sehingga pembaca yang sudah sempat jenuh, dia ajak kembali untuk menikmati dunia yang sedang dia ciptakan.

Hal menyenangkan, yang kemudian menjadi pengobat hati para pembacanya—yang saya kategorikan sebagai pembaca ‘awas’, adalah pengenalan para tokoh di dalam Grey & Jingga: The Twilight. Bukan hanya Grey dan Jingga saja yang dibuatkan ‘profil lengkap’-nya, pun para karakter pendukungnya. Zahra (oh, yes, she’s my favorite character—the most haha), Darma, Zaki, Nina, Martin, Bobby, dan para tokoh lainnya. Bahkan, untuk memanjakan para pembacanya, Sweta Kartika melakukan penyegaran di beberapa halaman terakhir. Sweta Kartika sadar para pembaca Grey & Jingga: The Twilight tidak hanya menunggu-nunggu kelanjutan Grey dan Jingga, melainkan juga menunggu-nunggu kemunculan tokoh-tokoh tertentu; dan, saya berani bertaruh, 50% dari pembaca Grey & Jingga: The Twilight lebih menanti kemunculan Zahra, Zahwa, Darma dan Zaki, ketimbang Grey dan Jingga. Haha.

Hal baiknya adalah, bagi pembaca ‘dasar’, yang membaca sebuah karya (baik novel atau komik) hanya untuk melepas penat atau mengisi waktu luang, Grey & Jingga: The Twilight akan menjadi komik yang dapat dinikmati—terlepas dari kejenuhan yang muncul—apalagi dengan taburan quote-quote manis nan unyu-unyu, yang berpotensi menjadi twit atau update status di sosial media. Seperti saya katakan di awal, Grey & Jingga: The Twilight memiliki potensi, apalagi, sebagai komik karya anak Negeri sendiri, bisa dikatakan, Grey & Jingga: The Twilight akan jadi karya yang paling ‘dikenal’ karena dia memiliki napas yang tidak ‘manga’ a.k.a. kejepang-jepangan dan quote manis. Paket lengkap.

Tapi.

Saya tidak benar-benar yakin Grey & Jingga: The Twilight masih akan terus berkembang dari segi kualitas—kedepannya—kalau pakem dan formula yang dipakai oleh Sweta Kartika ‘hanya’ segini saja. Tiba-tiba terbersit sebuah ide: bagaimana kalau Sweta Kartika berkolaborasi dengan novelis-novelis teenlit muda Indonesia yang karyanya sudah terbukti (terbukti dalam hal ini adalah karyanya tidak cheesy dan klise). Bagaimanapun, bagi pembaca yang sudah banyak membaca karya bernuansa romance ‘berkelas’ Indonesia semacam.. Perahu Kertas, Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu, Negeri Para Peri, atau malah yang sudah membaca novel-novel romance luar seperti.. The History of Love, The Interpreter of Maladies, Norwegian Wood, masih berharap bahwa komik Grey & Jingga: The Twilight akan naik level.

Saya berikan 2 dari 5 bintang. Satu bintang untuk ‘napas’ dan konsistensi berkarya komikusnya dan satu bintang lagi untuk Zahra! FYI: kendati sudah membaca keseluruhan chapter di komik ini, saya tetap membelinya, sebab, yang saya yakini, untuk mengidolakan seorang seniman/komikus/penulis tidak cukup hanya dengan menyukai saja, tetapi juga membeli sebagai salah satu apresiasi tambahan.

Salam.
Profile Image for Laura Yuwi.
212 reviews15 followers
December 5, 2023
"𝑲𝒆𝒃𝒂𝒉𝒂𝒈𝒊𝒂𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒔𝒖𝒍𝒊𝒕 𝒅𝒊𝒔𝒆𝒎𝒃𝒖𝒏𝒚𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒂𝒌𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏."

"𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒉𝒂𝒕𝒊𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒌 𝒄𝒖𝒌𝒖𝒑 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒖𝒄𝒂𝒑𝒂𝒏."

"𝑲𝒆𝒂𝒏𝒈𝒌𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒓𝒂𝒑𝒖𝒉 𝒋𝒊𝒌𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒅𝒊𝒕𝒂𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒉𝒂𝒕𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒖𝒋𝒊𝒂𝒏."

"𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒓𝒌𝒂, 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒊𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒕𝒂-𝒌𝒂𝒕𝒂"

"𝑲𝒆𝒉𝒂𝒅𝒊𝒓𝒂𝒏𝒎𝒖 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒍𝒂𝒔𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒂𝒕𝒂𝒔 𝒌𝒆𝒉𝒂𝒅𝒊𝒓𝒂𝒏𝒌𝒖, 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒌𝒖𝒚𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒖 𝒔𝒂𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒊𝒕𝒖."

Duh ceritanya bagus dan bikin senyum² sendiri bacanya. Yg aku suka tiap halaman ada quote² yg bagus, nembus ke hati. Cuma ilustrasi-nya aja yg agak kurang. Hehehe.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
November 17, 2019
Masih ingat dulu pernah baca komik ini di facebooknya Sweta Kartika. Tiap halaman ada quote tentang cinta gitu. Sampai gemas sendiri sama Jingga dan Grey yang kayak yoyo tarik ulur ga jelas.
Baca ulang pas jadi satu buku lebih komplit sih.
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
July 25, 2020
100 - 2020

Komik satu ini ternyata manis sekali, berasa kayak baca komik jepang serial cantik itu lho.

ilustrasinya bagus, ceritanya juga bagus.
ini komik dengan tiap halaman ada kata-kata mutiaranya atau puisi juga ada.
karakter tokoh-tokohnya juga menarik.
Profile Image for Laven.
347 reviews15 followers
July 12, 2022
Ceritanya manis banget, quotes yang ada di bawah juga bagus-bagus. Ceritanya simple sebenernya, tapi tetap seru untuk diikuti.

"Namun, cinta sejati datang bersama intuisi, menyatu dengan logika, dan bersenyawa dengan hati."
Profile Image for Daviathan.
6 reviews
July 23, 2023
Slowburn, related dengan kehidupan (apakah ini kisah hidupku?)
Profile Image for s..
123 reviews4 followers
August 8, 2013
Grey dan Jingga adalah komik online yang dibuat oleh Sweta Kartika. Diupdate tiap Senin dan Kamis secara gratis di akun facebooknya, Sweta Kartika membawa nuansa baru. Ceritanya sih khas teenlit banget, tentang dua orang yang deket ga bisa dibilang sahabat ga bisa juga dibilang pacar. TTM? HTS? Ya gitu deh...

Ceweknya namanya Jingga, dan cowonya Grey. Kata mangakanya: "Jingga serupa kanvas oranye yang membentang di nirwana senja, sementara Grey adalah sekumpulan awan kelabu yang mengantar ia pulang." Setiap post biasanya ada quotes yang mengiringi kisah mereka, dan ngga jarang quotes itu bikin kepikiran entah karena bener banget atau karena.... ngejleb :)))

Ngga cuma nyeritain tentang Jingga dan Grey beserta masalah kompleksnya yang ga selesai-selesai, tapi ada juga kisah tentang temen-temen mereka, contohnya kayak Zahra si Bunny dan Dharma yang (sumpah ini sih tipe gue banget) adem-ayem. Terus si Zaki yang paling selo dan ga ada beban pikiran. Kerjaannya kayaknya cuman jadi informan baik itu buat Jingga dan Nina (cewek lain) asal dibayarin makan =)) terus ada lagi satu pasangan yang gue lupa namanya, jadian karena dicomblangin sama Jingga. Sedangkan mak comblangnya belom jadian =))

Baru ngikutin hari ini dan langsung lahap abis semua komiknya, ceritanya meski udah biasa banget gitu tapi karena karakternya banyak yang seru dan bikin minta ditabok jadi betah-betah aja nyelesainnya. Oh iya, yang bikin betah juga ost-nya itu yang superadem dengan petikan-petikan gitar dan lirik yang ga menye meaningless sih kalo buat gue :p

Seru kali ya dijadiin anime :D
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
June 29, 2014
"Cinta itu seperti panggung teater... Di sana kita akan berperan menjadi karakter yang mengisi satu sama lain. Kita biarkan segenap emosi mengalir bersama kisahnya...
Dan ketika panggung berakhir, kita akan sadar bahwa kita sendirilah sutradara yang sesungguhnya;
yang pandai mendramatisasi dan terbuai sendiri di dalam emosi, sementara kenyataan tetap wajar apa adanya.
"

Grey & Jingga adalah sebuah komik yang berawal di Facebook penulisnya dan menerbitkan satu halaman comic strip setiap hari Senin dan Kamis. Komik ini berkisah tentang Grey dan Jingga; sepasang teman masa kecil yang bertemu kembali di kampus lewat Klub Teater. Tak butuh lama bagi keduanya untuk kembali akrab seperti waktu mereka masih kecil dulu. Akan tetapi meskipun Grey dan Jingga memiliki perasaan yang sama, namun perasaan itu tidak mudah untuk diungkapkan - dan malah membuat segalanya menjadi lebih rumit dari yang seharusnya....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2014/0...
Profile Image for Rahmah.
498 reviews
November 14, 2015
Akhirnya bisa juga baca komik ini :D
Ini komik ke-2 yang saya baca karya anak bangsa. Sebelumnya, saya membaca komik ini dari FB pemiliknya langsung, sampai di save segala, tapi karena ga mengikuti dari awal dan berhenti ditengah jalan, jadilah hanya mengharapkan komik ini bisa dibukukan. Ehh,, tidak tahunya beneran terbit komiknya ^ ^
Tema komik ini menurut saya seperti tema pada umumnya. Cinta saling memendam :p. Kalau sering baca komik Jepang, tema seperti ini sudah sering saya temui. Tidak berani menyatakan rasa suka hingga akhirnya melakukan hal yang "seperti itu" sampai akhirnya muncul konflik yang berakhir dengan "seperti ini" xixi :D.
Komik ini juga selalu menyertakan quotes di bawah halaman. Jadi bisa dipakai untuk update status kalau bingung mau nulis apa hehe ^_^.
For all,, semoga komik Indonesia bisa lebih maju dengan tema cerita yang beragam. Gambar dikomik inipun juga bagus. Sukses terus untuk mas Sweta Kartika dan ditunggu komik-komik lainnya :)
Profile Image for Yuu Sasih.
Author 6 books46 followers
April 10, 2013
Beberapa waktu lalu sempat stumbling ke facebook page salah seorang ilustrator, lalu ternyata dia membuat komik gratis. Akhirnya iseng-iseng baca, eh nggak taunya keterusan dan akhirnya langganan. :p

Di komik ini sih pemeran utamanya Grey sama Jingga dan kisah cinta mereka yang maju-mundur-maju-eh mundur lagi. Grey konon adalah teman kecil ketemu gedenya Jingga. Tapi yang menarik di sini bukan cuma cerita tentang Grey sama Jingga, tapi juga ada kisah cinta teman-teman yang lain, seperti Zahra dan Dharma (yang belakangan makin ngetop).

Ceritanya klise ala-ala manga shojo lah. Cewek mau-tapi-malu (yang sebenernya saya benci banget) ketemu cowok cool misterius antara-mau-tapi-ragu. Cliche, right? Tapi cara Sweta bercerita membuat komik ini asik untuk dibaca dan dinanti. Kocak dan oh, so down to earth. Buat yang mahasiswa pasti ngerasa banget. hehe.

Love it. forget the clicheness.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,441 reviews73 followers
December 18, 2018
Serial ini yang bikin aku ketagihan sama komik online or FB. Setelah serial ini tamat, galau banget rasanya. Soalnya "bio ritme" udah kesetel Senin-Kamis pasti mantengin komik ini. Sekarang cari-cari penggantinya, tapi tetap aja rasanya nggak seberkesan komik ini...

Gimana ya, ceritanya membumi banget soalnya. Pembaca bisa dengan mudah mengasosiasikan dirinya dengan karakter-karakter di dalamnya plus konflik-konflik hati yang mereka alami (eciee)

Denger-denger Mas Sweta sedang meremake komik Grey n Jingga. Karakternya jadi buanyak banget. Sepertinya masih tahap skrip dan dia kolaborasi sama penulis lain... Jadi penasaran...

Sekarang Mas Sweta sedang fokus sama Nusantara Ranger, yah...jadi sepertinya kudu sabar buat nunggu remake dari komik ini >_<

*aku berharap adegan-adegan kegiatan teater lebih divisualisasikan di komik-komik remake-nya >_M
Profile Image for Tias.
130 reviews
September 13, 2015
Kemarin saya bongkar-bongkar tas temen saya yang doyan komik. Pertama kali liat sampulnya saya langsung senyum-senyum, jadilah akhirnya saya tahan buku ini.

Pada halaman-halaman pertama, saya kira ini kumpulan komik strip yang nggak ada hubungan sama sekali dengan halaman-halaman selanjutnya, ditambah lagi dengan penambahan quotes di bagian bawah setiap halamannya yang memperkuat dugaan saya. Ternyata saya salah, setiap halamannya jelas saling berhubungan, tapi terkadang saya merasa kehilangan benang merahnya. Atau mungkin memang saya yang nggak ngerti baca komik, ya? :|

Tapi, secara keseluruhan, saya suka ceritanya. Dengan Grey dan Jingga yang diam-diam tapi mau, yang ujung-ujungnya malah berasumsi sendiri. Suka sama Zahra dan Dharma, mereka santai dan...lucu ><. Zaki&Muthia juga, distance doesn't matter~.
Profile Image for Bima Whynot.
Author 3 books12 followers
June 25, 2014
Komik ini memberikan saya inspirasi untuk menulis serial di Facebook, walaupun berbeda genre.
Anyway, Grey dan Jingga ini ceritanya sederhana tapi sangat merepresentasikan kehidupan nyata.
Apa yang digambarkan di dalam komik ini kebanyakan dialami oleh kawula muda, sehingga tak heran komik ini digemari oleh banyak pembacanya.
Gambar yang rapi dan apik juga memberi nyawa tersendiri untuk komik strip ini.
Awesome work, Sweta-sensei. :D
Profile Image for Farah Fitria Sari.
228 reviews10 followers
February 25, 2016
Gue bingung kenapa jarang yang ngasih 5 bintang buat buku ini. Menurut gue Sweta Kartika bisa bikin dunia perkomikan di Indonesia lebih maju dengan ini dan gue salut banget sama dia. Komik ini terlihat well made banget! Walaupun gue akui gue emang kurang suka sama plotnya yang cheesy yang seharusnya ngefek ke bintangnya, gue bisa bikin pengecualian buat ini. Salut!

PS: fanart belakangnya yang bodor banget.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
February 2, 2014
LOL. Komik Grey & Jingga ini ada entrinya di Goodreads toh.

Rasanya Grey & Jingga ini termasuk salah satu webcomic yang paling populer. Komik sejuta umat gitu lah :)).

Awalnya saya juga suka sama komik ini. Ceritanya lucu sih. Cuma ke belakang tarik ulurnya bikin jengkel =_=.

Untung sekarang sudah tamat ceritanya. :D
Profile Image for Puspa.
168 reviews2 followers
November 9, 2020
aku suka desain sampul komik ini. Sederhana dan mengena. Dua orang muda-mudi dengan warna biru, abu-abu, dan jingga. Sampul belakangnya juga minimalis tapi apik. Tak banyak kata-kata di bagian belakang. Oh ya komik ini tentang kisah romansa Grey dan Jingga.

Dalam bagian-bagian awal komik berjudul "Grey & Jingga: The Twilight" pembaca diajak kenalan dengan siapakah Jingga dan Grey tersebut. Jingga adalah anak sastra yang aktif di teater. Sedangkan Grey adalah anak jurusan musik yang kemudian juga ikut masuk teater membidani bidang musik.

Rupanya Grey dan Jingga adalah tetangga dan teman SD waktu kecil.

Melihat perubahan tampilan Grey yang tinggi dan tampan, Jingga mulai suka. Apalagi ada banyak hal kecocokan antara mereka berdua. Tapi Jingga menutup perasaannya rapat-rapat karena ia takut Grey tak merasakan hal yang sama. Padahal Grey juga diam-diam menyukainya.

Sikap Jingga ini sebenarnya diketahui teman-temanya. Zahra, sahabatnya, langsung tahu Jingga menyukai Grey walau ia langsung membalas ketus jika digoda tentangnya. Lalu muncul pihak ketiga ada Martin dan Nina. Wah apakah keduanya berhasil bersama?

Hemmm ceritanya mungkin agak klise dan penutupnya mudah ditebak, tapi tetap saja jalan menuju penyelesaiannya itu menarik disimak. Ada pernak-perniknya. Setiap karakter juga coba digali, siapakah Grey, Martin, Nina, Zahra, Jingga, Zaki, dan mssih banyak lagi, meski fokusnya tetap Jingga dan Grey.

Satu halaman dibagi menjadi lima kotak gambar. Membaca komik ini juga dari depan ke belakang.

Bagi yang pernah jatuh cinta atau belum mengalaminya, kalian akan senyum-senyum sendiri membacanya. Ada beberapa hal yang relevan. Misalnya perempuan yang suka berkata sebaliknya jika digoda apakah ia menyukai seseorang, lalu orang-orang di sekitarnya lebih tahu bahwa ia jatuh cinta dan sebagainya.



November 05, 2020
Kisah Cinta Grey & Jingga Ala Sweta Kartika



Kata orang sampul buku itu berbicara walau banyak pula yang menyarankan jangan menilai kualitas buku dari sampulnya. Ya, aku suka desain sampul komik ini. Sederhana dan mengena. Dua orang muda-mudi dengan warna biru, abu-abu, dan jingga. Sampul belakangnya juga minimalis tapi apik. Tak banyak kata-kata di bagian belakang. Oh ya komik ini tentang kisah romansa Grey dan Jingga.

Dalam bagian-bagian awal komik berjudul "Grey & Jingga: The Twilight" pembaca diajak kenalan dengan siapakah Jingga dan Grey tersebut. Jingga adalah anak sastra yang aktif di teater. Sedangkan Grey adalah anak jurusan musik yang kemudian juga ikut masuk teater membidani bidang musik.

Rupanya Grey dan Jingga adalah tetangga dan teman SD waktu kecil.

Melihat perubahan tampilan Grey yang tinggi dan tampan, Jingga mulai suka. Apalagi ada banyak hal kecocokan antara mereka berdua. Tapi Jingga menutup perasaannya rapat-rapat karena ia takut Grey tak merasakan hal yang sama. Padahal Grey juga diam-diam menyukainya.

Sikap Jingga ini sebenarnya diketahui teman-temanya. Zahra, sahabatnya, langsung tahu Jingga menyukai Grey walau ia langsung membalas ketus jika digoda tentangnya. Lalu muncul pihak ketiga ada Martin dan Nina. Wah apakah keduanya berhasil bersama?

Hemmm ceritanya mungkin agak klise dan penutupnya mudah ditebak, tapi tetap saja jalan menuju penyelesaiannya itu menarik disimak. Ada pernak-perniknya. Setiap karakter juga coba digali, siapakah Grey, Martin, Nina, Zahra, Jingga, Zaki, dan mssih banyak lagi, meski fokusnya tetap Jingga dan Grey.

Satu halaman dibagi menjadi lima kotak gambar. Membaca komik ini juga dari depan ke belakang.

Bagi yang pernah jatuh cinta atau belum mengalaminya, kalian akan senyum-senyum sendiri membacanya. Ada beberapa hal yang relevan. Misalnya perempuan yang suka berkata sebaliknya jika digoda apakah ia menyukai seseorang, lalu orang-orang di sekitarnya lebih tahu bahwa ia jatuh cinta dam sebagainya.

Di sini Jingga digambarkan gadis berkacamata yang judes. Ia tetap judes ketika bersama Grey meski keduanya kompak. Tapi sebenarnya ia ingin bersikap lebih baik kepada Grey, cuma ia tak enak jika Grey mengira sikapnya berbeda karena sesuatu.

Ceritanya memang alurnya agak lambat. Ceritanya lebih banyak ke sikap Jingga yang terus berusaha menutupi perasaan sebenarnya.

Aku suka coretan gambar Sweta di sini. Gambar tokoh-tokohnya bagus. Jingga tak digambarkan sempurna, ini malah lebih baik dan lebih membumi. Aku juga suka dengan adanya quote di tiap bagian bawah halaman, cukup berhasil menyimpulkan perasaan atau kesan si tokoh utama terhadap suatu kejadian.

Ulasan lengkap di:
https://www.keblingerbuku.com/2020/11...
Profile Image for Kurnia Dwi Aprilia.
216 reviews4 followers
January 13, 2020
Saya suka dengan ceritanya. Ringan tapi bermakna. Dan paling suka dengan quotes yg dibuat setiap episode. Serta, beberapa hal rasanya relate dalam kehidupan saya secara pribadi. Ada beberapa quotes yg saya simpan:
"Di saat sebuah kebetulan nampak terlalu wajar, maka kau akan sadar bahwa asmara mulai mengakar"

"Ketika hati kecilmu telah jujur memujinya, maka akan kau sadari bahwa cinta sedang tumbuh di sana."

"Kebahagiaan yg berlebihan akan selalu sulit disembunyikan hanya oleh harga diri yg dipaksakan."

"Berhati-hatilah dengan kebencian, sebab bisa jadi ia hanyalah kerinduan yg menyamar"

"Karena perhatian tak cukup hanya ucapan"

"Mulut boleh berdusta, tapi hati tetap apa adanya"

"Cewek itu jual mahal karena ingin 'ditawar', meski terkadang kemahalan dan terpaksa harus 'obral'"

"Terkadang hal2 besar hanya terkesan biasa, sementara perhatian2 kecil justru sanggup menyentuh hatinya"

"Kalau cewek dipuji terus responnya 'gombal', berarti itu kode supaya cowok terus ngegombalin."

"Tingkah lakumu yg sesuka hati semakin membuatku jatuh hati."

"Dan cemburu itu terjadi jika kita merasa peran yg harusnya kita mainkan diganti oleh orang lain."

"Kehilangan sebelum sempat memiliki itu adalah isyarat bahwa cinta tak butuh pengakuan. Dan semakin kita terusik, berarti semakin besar pula cinta yg kita miliki."

"Hanya sahabat sejati yg bisa bicara dari hati ke hati tanpa perlu kita mengerti"

"Cinta akan terus mencari. Ia baru akan berhenti ketika intuisi menemukan yg sehati"

"Jika kau cinta, harusnya kau rela menunggu. Tapi sampai kapankah itu?"

"Semakin lama kau menunda untuk menyatakannya, semakin dekat waktumu untuk kehilangannya."

"Selama masih ada saty pertanyaan di hati yang belum terjawab, akan terus kucoba untuk menepikan hasratku."

"Cinta sejati diputuskan atas dasar ketulusan hati. Ketika cinta diputuskan atas dasar kekecewaan, seberapa lamakah ia akan bertahan dalam pelarian?"
Profile Image for Novella Dwisri.
213 reviews12 followers
February 11, 2023
Kisahnya cukup saya suka soalnya tentang pahit manisnya tarik ulur antara Jingga dan Grey. Udah tahu merasa saling suka yah ada aja bumbu2 halangannya ragunya yah manusiawi banget dan keknya sering relate sama kehidupan sehari-hari kita ya. Lumayan nambah pembendaharaan anak sastra di jagat fiksi selain Kugy, Raisa, dan Gusti sekarang ada Jingga (Alivia Jingga Remi)

Entah typo atau apa ya ada kata-kata mutiara yang menggunakan "saat" dan "ketika" secara berdampingan buat saya entah kenapa agak berlebihan (kalo ga salah halaman 148) sampe harus baca ulang kalimatnya.

Entah kenapa saya lebih suka hubungannya Zahra dan Dharma daripada tokoh utamanya. Saya suka sama Jingga pas bareng Zahra atau galau sendiri di kamarnya dan benci pas dia memungkiri dan cemburu pada Nina. Yah itu proses belajarnya Jingga buat hidup ya, pilihan2 dia yang salah dan menyakiti diri sendiri bahkan orang lain di sekitarnya pas sadar dia berusaha memperbaikinya. Itu melegakan. Kayaknya lebih banyak manusia macam Grey dan Jingga daripada Zahra dan Dharma.

Kadang saya suka gambar panelnya dan percakapan antar tokoh yg digambar tapi kurang suka sama qutoesnya. Giliran suka quotesnya eh gambar percakapan tokohnya yg ga suka. Yah dasar seleranya aneh, suka2 kamu aja~~

Grey yg gondrong saya kurang suka. Begitu potong rambut ah bisa deh suka sama Grey! Bisa ngeship dia dng Jingga! Ceritanya lumayan kok gemesnya hehe..
Profile Image for Neti Triwinanti.
321 reviews82 followers
September 12, 2017
Karya komikus Indonesia pertama yang saya baca. Saya juga membaca karya Adelia Maghfira a.k.a Maghfirare tapi sepertinya dia belum mencetak komik, CMIIW. Dulu saya mengikuti komik strip Grey & Jingga yang diupload berkala di halaman Facebook penulis (yang ternyata adalah kakak kelas dan kakak teman SMA saya). Ceritanya manis dan sederhana. Satu strip satu cerita, dan dibingkai oleh satu quote tentang cinta atau persahabatan yang selaras dengan cerita tersebut.
“Ketika cinta memintaku untuk melangkah ke depan, kenangan itu justru kembali datang untuk menahanku di masa silam”. Quote tersebut muncul di episode ketika Nina kembali datang ke kehidupan Grey (dan Jingga).
Komik ini ringan dan menyenangkan untuk dibaca, apalagi ceritanya cukup erat dengan kehidupan sehari-hari di kampus. Meskipun di kampus saya (dulu) tidak ada jurusan seni si. Ehehe. Konfliknya tidak berat-berat amat dan tidak ada tokoh yang antagonis, sewajarnya saja. Dan itulah yang membuat cerita ini begitu natural.
p.s: Sweta Kartika adalah laki-laki. Dan dia punya kucing yang lucu sekali.
Profile Image for tianiita.
118 reviews32 followers
April 10, 2019
Terlalu manis tapi minimalis

Saya bersyukur beli ini pas bazaar komik di Gramed Palmerah, hehe. Komik koloni kedua yang saya baca dari m&c. Grey & Jingga: The Twilight merupakan karya dari komikus lokal Sweta Kartika. Beberapa halaman awal sketsa yang ditampilkan agak kasar, tapi lambat laun jadi terbiasa lihatnya. Komiknya manis, minim konflik, berkisah tentang dua teman masa kecil yang baru bertemu lagi saat kuliah, Grey dan Jingga. Karena memang komik romansa dan drama jadi ya konfliknya seputar hubungan mereka dengan tokoh-tokoh lainnya; ada Zahra, Dharma, Martin, Nina, Zaki, dsb. Dari semua karakter disini yang paling nyeleneh cuma Zaki dan dia karakter favorit saya *waks. Komik strip ini pasti punya quote tentang cinta (kadang persahabatan) tiap akhir halaman. Tapi anehnya, semua ungkapan itu terasa nyata dan ga cheesy hohoho. Rate: 3,5/5


"Menyatakan perasaan cinta itu sulit, karena seringkali kita sudah mendahuluinya dengan prasangka dan ketakutan atas jawaban yang akan kita terima." - Grey
7 reviews
March 31, 2019
Bagi anak kuliahan, komik ini relatable dengan saya, apalagi sama-sama anak sastra seperti Jingga. Bukan jenis komik flowy dibaca dari kiri ke kanan, tapi ini komik 4 panel sederhana namun ngena karena quote-quote Mas Sweta yang bikin baper. Aih. Jingga yang tsundere manis sekali, ditambah Grey yang bertampang garang tapi berhati Hello Kitty. Siapa yang gak gemas dengan kombinasi keduanya? Artwork Sweta juga unik, segar sekali bisa melihat komik Indonesia di jajaran komik best seller.

Selain komik, Sweta Kartika juga merilis CD OST Grey dan Jingga--yang sangat saya suka! Liriknya pas dan lagunya pun masih terngiang di kepala bahkan sampai sekarang.
Profile Image for ʟᴇᴇ.
38 reviews1 follower
April 3, 2020
Isinya komik strip tentang cinta yang dialami sama Jingga dan Grey. Ada orang ketiga juga, dan setiap lembar tuh berisi 4 panel komik yg membentuk rangkaian cerita.

Buku ini aku pinjem dari penggemar komik, Kak Banna, dan ceritanya sih b aja kalau kataku. Yaa romance biasa cuman agak lucuu gitu. Tokoh-tokohnya ga terlalu kuat, alurnya mengalir, dan bisa dinikmatin. Cepet habis dibaca wkwk. Terus juga di akhir setiap panel ada quotes²nya gitu tentang cinta, tapi menurutku ga ngena. Jadi yaa, it's okelah buat sekadar bahan bacaan.
138 reviews1 follower
May 5, 2021
yup.., komik ringan yang bikin baper.. fix.. :D
pertama kali baca karyanya mba Sweta Kartika..
pertama kali baca grey dan jingga.., ko setting tempat dan masa nya kaya familiar.., mengingatkan pada kampusku dulu.. :D jadi fix baper..
meskipun saya lebih suka jadi shipper nya dharma dan Zahra.., yang fix jg bikin oengen baca lovebird diary nya.., tapi tetep grey dan Jingga fix bikin baper..
quote nya terasa dalem.., dan mengena..

ada yang review bahwa buku ini worth to buy meskipun harganya jauh diatas komik biasanya.., saya setuju sih.., this book is worth to have, worth to reread..
Displaying 1 - 30 of 121 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.