“Kamu mau apa dari aku?” “Harusnya aku yang tanya itu ke kamu.” “Aku mau Dega.” “Kamu siapa? Bisa-bisanya bicara begitu.” “Aku? Orang yang mencintai Dega.”
Leta begitu bahagia, langkah demi langkahnya terlihat begitu mudah. Lulus kuliah, diterima bekerja di posisi yang ia inginkan, dan memiliki Dega sebagai kekasihnya. Sayangnya, terlalu banyak perbedaan antara keduanya yang harus dimaklumi atas nama “saling melengkapi”. Ujian sebenarnya hadir lewat orang ketiga yang kerap mengganggu hubungan mereka, hingga di satu titik Leta dan Dega harus memilih: terjebak dengan seseorang dari masa lalu atau mencoba merangkai masa depan di antara lubang perbedaan yang kian menganga.
● Crush or Crash by Iruka Danishwara | Published by Ice Cube | 2014 ●
Baru kali ini saya membaca novel yang semua tokohnya bukan hanya tidak ada yang lovable, tapi semuanya saya benci. Betul-betul saya benci sampai membacanya pun membuat saya kesal. Serius.
Leta yang lebay, egois, dan cemburuan akut. Dega yang kaku, tidak punya pendirian, dan tidak jelas karakternya. Kemudian ada Oliv yang punya obsesi tinggi pada mantannya padahal ia sendiri sebenarnya sedang mengalami masalah besar yang jauh lebih penting daripada sekadar 'merebut mantan dari pacar barunya'. Belum lagi tokoh-tokoh lainnya yang rrrrr.
Buat saya membaca novel ini sangat melelahkan. Sepanjang novel saya disuguhi drama melulu. Leta yang ngambek, marah, cemburuan, memaki, berpikiran negatif, dan curigaan. Berantem dengan Dega, baikan, kemudian marahan lagi. Mengeluh pada adik Dega, baikan, marah sama Oliv, marah sama Rara, semuanya dimarahin.
Ika, kenapa ceritanya menyakitkan banget? Aku pernah punya peran seperti sosok Leta, manja dan curigaan, dan akhirnya ditinggalkan. Padahal kan aku cuma takut kehilangan *ini kenapa kok malah curhat* Overall aku suka sama cerita ini. Tiap tokohnya nggak sempurna. Tapi paling sebel sama Oliv. Rasanya mau dipites-pites deh! Ugh. Cuma ada typo-typo aja di beberapa tempat. Ah, bolehkah aku mengomentari covernya yang unyu banget itu? Mas Teguh memang luar biasa! Jempol! Hmm, aku tunggu novel selanjutnya ya Ika ^^
Judul: Crush or Crash Penulis: Iruka Danishwara Penerbit: Ice Cube Publisher Halaman: 259 halaman Terbitan: Juni 2014
Blurb + Sinopsis
“Kamu mau apa dari aku?” “Harusnya aku yang tanya itu ke kamu.” “Aku mau Dega.” “Kamu siapa? Bisa-bisanya bicara begitu.” “Aku? Orang yang mencintai Dega.”
Leta begitu bahagia, langkah demi langkahnya terlihat begitu mudah. Lulus kuliah, diterima bekerja di posisi yang ia inginkan, dan memiliki Dega sebagai kekasihnya. Sayangnya, terlalu banyak perbedaan antara keduanya yang harus dimaklumi atas nama “saling melengkapi”. Ujian sebenarnya hadir lewat orang ketiga yang kerap mengganggu hubungan mereka, hingga di satu titik Leta dan Dega harus memilih: terjebak dengan seseorang dari masa lalu atau mencoba merangkai masa depan di antara lubang perbedaan yang kian menganga.
Review
Membaca novel ini, saya merasa sedang nonton sinetron Catatan Hati Seorang Istri. Oke, jujur saya tidak mengikuti serial itu, tapi pernah menemani Oma nonton beberapa kali dan lumayan "tangkap" akan inti ceritanya. Inti cerita keduanya sama. Dua orang yang menjalin hubungan serius, ada orang ketiga yang berusaha merebut si cowok, serta cowok yang tidak tegas hingga akhirnya berselingkuh.
Ini buku ke-7 dari serial Bluestroberi yang kubaca dan merupakan novel pertama tanpa karakter yang kusuka. Semua karakternya menjengkelkan dan kadang membuat saya harus menarik napas panjang untuk meredakan emosi.
Mulai dari yang paling menyebalkan: Oliv. The bitch queen of the novel. Sama sekali tidak tahu berterima kasih, tahu bahwa dia sakit dan mampu menggunakan penyakitnya untuk memanipulasi orang lain. Sumpah. Kepengin ngejambak kayaknya kalau ketemu di dunia nyata. Saya juga kurang bisa paham dengan obsesi berlebihnya pada Dega. Mungkin seharusnya penulis memasukkan beberapa kilasan masa lalu Oliv-Dega yang berharga bagi Oliv. Dan saya tidak menerima pembelaan bahwa cinta tidak butuh alasan. Mungkin memang iya, tapi sebagai pembaca, saya butuh alasan itu.
Posisi runner-up ditempati oleh Dega, pacar Leta. Dega, stop all your bullshits. Capek dan kesal ngeliat cowok ini memainkan pangeran-penyelamat-putri dan berusaha mencari-cari alasan supaya dirinya tetap terlihat bersih.
Rara, sahabat Leta, juga mengesalkan. Bahkan setelah menerima perlakuan seperti itu dari Oliv, dia masih mau membantu cewek itu mendekati Dega? Girl, get yourself together. Tambahan: itu juga berarti dia menusuk Leta, secara tidak langsung, dari belakang.
Akhirnya, saya juga kurang suka Leta. Saya sebenarnya setuju dengan Dega bahwa Leta ini kekanak-kanakan. Bukti terkuat sih karena dia sampai melalaikan pekerjaan karena masalah pribadinya. Saya juga bosan melihat dia menangis di sepanjang novel. Rasanya penulis terlalu cepat meledakkan emosi Leta. Akibatnya saat Leta melakukan hal yang sama lagi (bahkan berkali-kali melakukannya), saya sudah tidak merasa simpati. Merasa jengah malahan.
Dua bintang untuk novel ini. Penulisannya cukup baik dan saya suka dengan akhir yang penulisnya pilih. Mungkin memang itu yang terbaik. Btw, saya masih penasaran dengan Aira, adiknya Dega. I think she is f**ked up. Pengin deh kalau ada semacam spin-off buat dia.