"Aku lebih suka mengambil risiko daripada terus-terusan penasaran tentang apa yang akan terjadi seandainya."
Judul: Realize
Genre: Romansa
Penulis: Louisse Carreon
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 277 halaman
Rating: 3/5 ⭐️
***
Kehidupan Maxine Ferguson berubah setelah orangtuanya bercerai. Cewek ini harus pindah ke New York, dan harus mengikuti gaya hidup di sekolah barunya yang diperuntukkan untuk anak-anak kelas atas: Sky International Academy.
Ditambah lagi, anak sahabat ibunya, yang juga adalah tetangganya -- Todd Samuels -- benar-benar tipe cowok berengsek sejati yang sombong dan tak berperasaan. Meski tak tahan, Maxine harus bersabar jika masih ingin terus bermain di band milik Todd yang bernama Sky Deviants.
Meski Todd menyebalkan, Maxine tidak dapat menyangkal fakta bahwa Todd juga orang paling lucu yang pernah dilihatnya. Terlebih, chemistry di antara mereka berdua di atas panggung sangat mengasyikkan.
Pertanyaannya, apakah chemistry di antara mereka ini hanya sekadar akting di atas panggung? Atau memang ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya?
***
Aku hampir saja memberikan rating bintang 3.5 sampai aku mencapai menjelang akhir dari buku ini. Bagaimana tidak? Alur cerita mendadak menjadi terlompat-lompat dan tidak berurutan. Aku bahkan harus bolak-balik antara beberapa bab karena latar waktu yang tidak urut. Sayang sekali, padahal ceritanya sudah cukup baik meskipun masih jauh dibandingkan dengan A&D karya penulis yang sama.
Aku masih cukup terkejut bahwa buku-buku terbitan Penerbit Haru yang biasanya selalu masuk jajaran buku top yang selalu kurekomendasikan kepada teman-temanku, ternyata bisa kubilang gagal pada buku ini. Bagaimana bisa buku ini lolos kurasi? Apakah mungkin karena Penerbit Haru sudah pernah menerbitkan buku lain dari penulis yang sama? Yang jelas, buku A&D karyanya yang lain jauh lebih bagus dalam segala aspek dibandingkan dengan buku ini. Yang membuatku lebih terheran-heran lagi, mengapa ratingnya cukup tinggi di good reads? Apakah mataku tidak salah lihat?
Baiklah, mungkin saja karena aku bukan target pasarnya. Kurasa, buku ini lebih cocok untuk dinikmati oleh anak-anak remaja yang baru mulai mengenal novel. Setiap babnya singkat sehingga proses membaca buku ini pun bisa cepat. Bisa ditebak dengan pendeknya bab-bab di dalam buku ini bahwa pacing ceritanya pun cepat. Aku jadi tidak bisa menyelami emosi setiap tokohny secara mendalam. Padahal, aku menyukai pendalaman sisi emosional tokoh-tokoh setiap kali aku membaca buku. Bagi orang yang tidak terlalu suka cerita bertele-tele, mungkin buku ini akan cocok baginya.
Sama seperti buku A&D, buku ini diakhiri dengan playlist lagu yang bisa diputar sepanjang membaca buku ini. Aku bisa melihat kesukaan penulis terhadap dunia musik, terpapar dengan jelas melalui dua buku karyanya yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru. Sepertinya, kalau tidak salah lihat, ada dua lagu karya penulis yang diselipkan di dalam playlist.
Louisse Carreon menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu, sehingga jangkauan ceritanya bisa lebih luas. Jangan tertipu oleh blurb-nya karena ternyata kisah percintaan yang diceritakan tidak hanya soal Maxine dan Todd, kedua tokoh utama dalam buku ini. Setiap anggota band Sky Deviants mendapatkan porsi yang hampir sama besar dalam buku Realize ini. Lahir pasangan-pasangan baru begitu buku ini berakhir, seperti Brian dan Kim serta Karl dan Jen. Mungkin hanya Peter si playboy yang masih harus menanti sahabat masa kecilnya.
Kisah cinta Maxine dan Todd terkesan tidak realistis. Aku bahkan sampai bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka pada akhirnya saling mencintai dengan interaksi semacam itu? Meski kurang begitu menyukai logika dan segi emosional yang digunakan di dalam buku ini, aku tetap berusaha membacanya hingga akhir karena aku selalu ingin memberikan setiap buku kesempatan untuk menunjukkan keunikannya. Dalam hal ini, Realize unik karena penulis bisa mengemas kisah persahabatan dan percintaan empat pasangan remaja dalam batasan 200 sekian halaman. Pesan yang kudapat? Aku harus berhati-hati dengan perasaan benci karena perasaan tersebut bisa berubah menjadi cinta.
Mempertimbangkan segala aspek, aku tidak bisa menentukan tokoh favoritku karena aku tidak merasa terikat secara emosional dengan satu pun tokoh yang ada. Ini pertama kalinya terjadi, sehingga aku merasa bahwa Realize mungkin bukan untukku. Akan tetapi, kurasa kau harus mencoba membacanya karena siapa tahu pendapatmu berbeda. Lagi pula, pengalaman membaca setiap orang bisa jauh berbeda meski mereka membaca buku yang sama.