Perlahan-lahan Noriko mulai mengenal dunia baru tempat dia terlempar dan mengingat bahasanya. Namun Izaku memutuskan untuk menitipkan Noriko pada kenalan lamanya, Garya, dan pergi mengelana seorang diri.
Akan tetapi, rumah Garya digerebek karena menyembunyikan adipati Jeida yang dikejar-kejar karena terlibat kudeta. Semuanya pun jadi terpencar.
Di lain pihak, Nada, sang pewaris tahta utama kerajaan menangkap Izaku yang menolak undangannya untuk berpartisipasi dalam pertandingan yang disponsorinya.
Likes Jackie Chan movies and American movies like BIG. Also cats, but not enough to own one. One of her favorite activities is decorating and creating useful objects for her home. Hates mosquitoes and cockroaches. Has enormous trouble in bicycle parks.
Does mostly light-hearted comedy stories, but very entertaining. She does surprisingly great action scenes (haven't seen many shoujo artists try at a Western before!!).
Her stories ranges from cute to action, but all done unparalled attention - the drawings are refined and the storylines bring the readers into what the characters feel. Her page layouts and camera angles varies a lot, and thus keeps the interest of the reader.
Hanya butuh waktu semalam untuk menyelesaikan cerita ini, karena jujur ini adalah komik kedua yang bikin saya selalu penasaran akan cerita selanjutnya setelah 100% Perfect Girl.
Paling suka adegan saat Izaku terpaksa meninggalkan Noriko di rumah kenalannya agar ia bisa melupakan Noriko demi keselamatannya, namun apa daya ia selalu terbanyang-bayang wajah dan kenangan mereka saat berdua dulu. Bahkan saat mereka jauh pun, keduanya bisa saling merasakan benang merah takdirnya masing-masing sehingga saat Noriko atau Izaku sedang dalam kesulitan mereka saling terhubung dan bisa merasakan kesakitan seperti satu jiwa abadi.