Orangtua Zha dipindahtugaskan ke Bandung. Hari pertama bersekolah di kelas XI IPS SMA 215, Zha langsung tour de school ditemani gadis terbawel di kelas itu, Keira. Bukan cuma bawel, Keira juga hobi ribut dengan Aldi, teman sekelas mereka.
Tapi, bukan itu yang membuat Zha terganggu. Aura sekolah itu hitam. Sukma Zha serasa ditarik-tarik. Sudah berkali-kali ia berintradimensi ke masa lalu. Dan kali ini, ada seorang gadis di masa lain yang butuh pertolongannya. Haruskah Zha menolong kalau nyawanya sendiri yang menjadi taruhannya?
Buku ini bercerita tentang Zhafira, seorang anak indigo intradimensional. Ia pindah ke sekolah di bandung yang dulunya sekolah tersebut merupakan bangunan sebuah sekolah pada zaman Belanda dulu. Bangunan itu menyimpan sebuah cerita tentang seorang gadis yang bunuh diri di aula. Hingga cerita itu terus melekat sampai sekarang, yang mana sebenarnya itu merupakan kesalahpahaman. Zhafira diminta oleh gadis itu untuk membantunya meluruskan kesalahpahaman selama ini dengan kemampuannya.
Cerita ini menurut saya sangat menarik jika kalian ingin mengetahui seperti apa anak indigo itu. Karena di dalamnya ada beberapa penjelasan bagaimana seseorang bisa berintradimensi, ataupun bagaimana sebenarnya perasaan seorang anak indigo yang memiliki kemampuan seperti itu. Saya sendiri begitu menikmati penjelasan-penjelasan tersebut karena saya juga salah satu anak indigo. Sehingga bisa menjadi tambahan ilmu bagi saya.
Alur cerita ini menggunakan alur maju dan mundur, karena juga menceritakan kisah di masa lalu. Tokoh dan lingkungannya khas anak remaja. Ada juga cerita percintaan antara Keira dan Aldi—teman kelas Zhafira—yang membuat saya jadi senyum-senyum sendiri waktu membacanya. Hebatnya, ini pertama kali bagi saya membaca sebuah novel tanpa merasa ada salah penulisan di naskahnya. Entah itu saya lupa atau ada bagian yg terlewat, tapi selama saya membaca terasa begitu mengalir tiap kalimatnya.
Namun, yg namanya sebuah karya pasti ada kekurangannya juga. Beberapa tokoh di cerita ini menurut saya kurang kuat penokohannya, sebab setelah selesai membacanya tidak ada satupun tokoh yang begitu melekat di benak saya. Jadi selesai baca, langsung lenyap begitu saja. Terlebih di bagian endingnya, menurut saya kurang greget. Seperti ketika ingin membaca bagian selanjutnya namun ternyata cerita ini sudah habis. Kesel atuh digantungin:"
Tapi, buat yg sekedar ingin baca santai cerita ini, nggak ada salahnya kok. Ceritanya seru, serasa berpetualang ke zaman dulu. Juga banyak amanat yg bisa diambil dari cerita ini.
Tema ceritanya lumayan menarik dan sangat 'dunia sekolah' banget. Nah, karena lagi nggak pengen menulis review panjang lebar, saya langsung beberkan aja ya plus minusnya.
(+) Ada penggalan sejarah di zaman Pergerakan, di mana pada masa itu geliat perjuangan lagi hangat-hangatnya dikerahkan oleh para pemuda. (+) Setting sekolah di Bandung yang dingin, adem, angker, dan banyak bangunan Belanda. Ini cocok sih. (+) Pemaparan tentang ilmu-ilmu astral projection atau tentang orang yang mengidap indigo dibahas cukup banyak di sini. (+) Remaja banget alias anak sekolahan banget, jadi cukup cocok disebut 'Teen Spirit'. (+) Keira bawelnya nggak nahan. Haha!
Tapi, buku yang ada plusnya pasti nggak lepas dari minusnya. Nah, ini beberapa minus dari Dimensi karya duo penulis perempuan ini.
(-) Tokoh-tokohnya kurang 'ngena' di saya. Entah kenapa. (-) Beberapa dialog dan deskripsi suara kok rasanya terlalu komikal. Apa karena Elex biasanya menerbitkan komik, lalu novel juga sah-sah aja dibuat sedemikian rupa hingga nyaris terlalu 'komik'? Buat saya, ini agak mengganggu. (-) Penggunaan tanda baca yang beruntun itu, err... Gimana ya? Saya nggak begitu suka bacanya. Kayaknya sih terlalu berlebihan. :(
Apa lagi ya? Ya udah. Kayaknya cuma itu aja. Kalau ada yang saya ingat, nanti saya tambahkan. Oh ya, saya ada beberapa pertanyaan juga nih tentang jenis indigo intradimensional. Saya baca-baca di artikel sih secara garis besar, kemampuan anak indigo itu ada 10.
Terus, kalau saya baca di novel ini, si Zha kok kayaknya nyaris menguasai semua kemampuan anak indigo yak? Jadi, nggak ada yang spesifik gitu indigonya. Sebenarnya indigo intradimensionalnya ini yang kayak gimana? Apa kategorinya berbeda dengan link saya baca di atas? Karena, di link itu sih, indigonya per kategori aja. Jadi, saya nangkapnya, ya kalau dia bisa membaca masa lalu doang, namanya indigo 'retrokognision'. Terus, membaca masa depan 'prekognision'. Dan lain sebagainya deh. Nah, si Zha ini indigo mana? Dua-duanya? Atau, karena dia sebenarnya memiliki kemampuan macam-macam, jadi pengkategoriannya lain?
Hheu. Mohon maaf bertanya di sini, sekalian belajar dan cari ilmu. :D
Itu saja ulasan dan pertanyaan dari saya. Selebihnya, saya mohon maaf dan terima kasih!