Buku ini langsung menarik perhatian saya sejak membaca review di halaman belakang covernya. Saya selalu suka membaca pengalaman nyata seseorang yang berjuang mengejar sesuatu (impian).
Nia, begitu panggilan si penulis, menuliskan pengalamannya dengan detail, sistematis dan jujur alias apa adanya. Banyak juga informasi baru mengenai pengetahuan umum yang kita dapatkan selama membaca buku ini. Misalnya tentang Ecole Politechnique (semoga penulisan saya betul) yang didirikan oleh Napoleon Bonaparte dan alumni-alumninya merupakan pengusaha-pengusaha penguasa bisnis kelas dunia, bahkan beberapa di antaranya menjadi Presiden Perancis. Belum lagi Bernard Arnault yang merupakan lulusan EP, ternyata ia adalah pemilik tunggal multi-company seperti LV, DKNY, Sephora serta beberapa perusahaan international ternama lainnya.
Dulu, saat saya dan teman-teman berkunjung ke Singapur. Salah seorang teman mengatakan bahwa penduduk Singapura merupakan 'the most unhappy people' berdasarkan suatu penelitian majalah ternama. Nah, di dalam buku ini dijelaskan mengenai karakteristik orang Singapura, pembagian per ras, sistem pendidikan, aturan-aturan dan kampanye yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura. Pemerintah Singapura menerapkan banyak sekali aturan dan sistem pendidikannya yang sangat ketat adalah salah satu faktor utama penduduknya kurang memiliki waktu luang dan menikmati hidup. Sangat berkebalikan dengan penduduk negara kita yang orangnya rata-rata santai, gemar mengeluh dan malas bekerja keras untuk mencapai sesuatu.
Membaca buku ini kita seakan-akan ikut mengalami apa yang dirasakan oleh penulis selama menempuh pendidikan sebagai seorang 'scholars' (penerima beasiswa) dari pemerintah Singapura. Kita jadi lebih mengerti banyak hal tentang masyarakat dan Pemerintah Singapura serta suka duka menjadi seorang 'scholars'.
Salut untuk para 'scholars' Indonesia di negara manapun, serta ketelatenan orang tua mereka yang mampu mendidik dan mengantarkan mereka sejauh itu sebagai pelajar-pelajar pilihan. Semoga kita bisa memetik banyak pelajaran berharga dari buku ini dan mengambil manfaatnya untuk kehidupan kita. aamiiin.
Great inspiration! For IB kids out there, A levels kids, any kids around the globe, just enjoy every step of your journey now! It's tough, but diamond is found in the rough. Bumpy rides, wobbly paths, oh it's fun for our generation. Don't we enjoy roller-coaster? Don't we enjoy outdoor adventure? So why not enjoy life's coaster rides? Unfortunately this book is only available in Bahasa but I won't forget to tell you if the English translation made available in the future.
Buku ini sederhana, ditulis dengan kalimat yang ringan dan mudah dimengerti tapi sungguh inspiratif. Kalau kalian berpikir bahwa buku ini seperti buku motivator, bukan! Bukan seperti itu. Buku ini hanya berisi pengalaman penulis selama berada, khususnya belajar, di Singapura tapi memberikan kita gambaran yang cukup rinci mengenai kehidupan para pelajar di sana. Nathania, dengan gayanya yang mengalir seperti buku harian, menceritakan sistem pendidikan di Singapura yang jauh berbeda dengan Indonesia. Makan siang sambil bercakap-cakap dan tertawa bersama teman sekolah? Jangan harap bisa menemukan fenomena seperti itu di Singapura, bahkan Nia (panggilan Nathania) mengungkapkan bahwa gerombolan pelajar yang paling berisik adalah pelajar Indonesia.
Tak hanya itu, ia juga mengisahkan kehidupan teman sekolahnya yang luar biasa tekun dalam belajar, hanya tidur beberapa jam demi belajar, bahkan sampai memakai seragam sekolah ketika tidur supaya kalau terlambat bangun bisa langsung berangkat sekolah.
Tak hanya melulu tentang pendidikan, buku ini juga menggambatkan pola dan gaya kehidupan masyarakat Singapura pada umumnya, termasuk sikap Kiatsu dan gaya bahasa Singlish atau Singaporean English yang terkenal itu.
Di akhir halaman, tersedia informasi mengenai beasiswa di Singapura dan beberapa portal informasi mengenai institusi pendidikan di Singapura yang cukup bisa membantu kalian, calon pelajar Singapura.
Jadi, tertarik untuk mengenal kehidupan pelajar Singapura? Penasaran dengan perbedaan mental pelajar Singapura dan Indonesia? Apa menariknya pendidikan di Singapura? If you mostly answer A for the questions above, buy and read this book! Buku ini sangat saya rekomendasikan.