Query berharap dirinya miskin. Yatim-piatu, sekalian. Dengan demikian dia bisa bebas main biola dengan bandnya. Sekaligus mendekati Pita. Dia berharap Pita tidak sadar, di sekolah nama panggilannya Rido.
Pita berharap dirinya berkecukupan. Bisa terus menyanyi dan main gitar bas di bandnya, syukur-syukur sekaligus membantu ekonomi keluarganya. Penasaran pengin tahu, siapa sih sosok Rido yang sering digosipkan teman-teman sekelasnya.
Saat Query bertemu Pita, Pita terkesan dengan Query yang nyambung dengannya. Dia melihat Query sebagai sosok yang rendah hati, galan, sederhana. Apa Pita akan tetap menerima Query, kalau tahu sebenarnya Query ngetop dan kaya-raya?
Sebagai penulis TeenLit dan MetroPop, karya-karya Primadonna Angela berciri khas mengusung kehidupan sehari-hari dalam cerita yang menyentuh dan menggelitik. QueryPita adalah buku kesepuluhnya.
Call her Donna or Angela, she might respond with a smile. This Indonesian writer divides her time juggling to make ends meet, writing, balancing her attention between her partner (Isman H. Suryaman) and children, managing the household, and of course, occasionally sipping earl grey tea to keep her sane. She has written twenty books so far, popular fiction, in Gramedia Pustaka Utama (GPU). Her newest book, Candrasa, is published in August 2017.
Her passion for new experiences propels her to seek new chances to meet more people. Enthused for fresh inspirations, she longs to join multicultural events, collecting data and broadening her horizon.
She claims to be unique, independent and strong. She dreams and imagines a lot. "But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"
Pertama kali liat cover novel ini waktu SMP di gramedia tapi gak pernah kesampaian bisa beli. Sekarang, sembilan tahun kemudian, seneng banget nemu novel ini di gramedia digital. Awal-awalnya aku kirain ceritanya bakal dangkal. Baru dari tengah tau kalau ternyata ceritanya lebih dari itu. Seneng juga sama endingnya yang dibikin engga eksplisit.
Not bad lah... Cuma ada beberapa hal mengganjal 1. Kisah cintanya kaya cinta di masa emak-bapak kita muda dulu. Gak heran sih, karena kata sang penulis, cerita ini terinspirasi dari kisah cinta orang tuanya. Masalahnya bagiku ceritanya jadi kurang gemes dan menyenangkan. Kaya jadi terlalu serius (sampe Query mikirin gimana cari uang buat bantu nyekolahin Pita), padahal mereka masih remaja, novelnya kategori Teenlit pula. 2. Kalo dari sampulnya, ku pikir ceritanya bakal berkutat dengan dunia musik. Ya memang ada unsur musiknya sih, tapi sebenarnya ceritanya lebih fokus ke kehidupan keluarga Pita yg sangat sederhana.
Tapi sejujurnya ceritanya gk buruk kok. Ada pesan-pesan moral yg bisa dipelajari, seperti selalu bersyukur pada apa yg telah kita miliki, sama saling memahami dan mencintai anggota keluarga. Ini bisa diambil dari perspektif si kaya (Query) dan si miskin (Puspita). Juga saling memahami pola pikir si kaya dan si miskin yg sering kali tidak satu pikiran, bahkan bisa bikin salah paham.
Ini buku Primadonna Angela favorit saya. Ceritanya benar-benar menghayutkan, mengalir, udah kayak lagi nonton film. Ada beberapa bagian yang bisa bikin mata saya berkaca-kaca. Walaupun endingnya agak-agak ngegantung, tapi secara keseluruhan saya suka banget sama ide cerita buku ini.
Autographed copy. Lebih menyentuh karena emang ada beberapa scenes yang SST (sungguh2 terjadi)... I think it's more than what Donna claimed hehe. Sayang ending sengaja dibikin gak jelas.
Dalam kisah Query dan Pita ini, penulis mengajak remaja untuk memahami permasalahan karakter melalui POV 1 Querido si kaya yang segala kebutuhannya terpenuhi, dan Pita yang hidupnya serba berkecukupan. Pada 10 bab awal, aku excited banget dengan cara penulis bikin kedua tokoh utama saling bersinggungan tapi belum bertemu secara langsung, hingga mereka akhirnya bertemu dengan canggung (dalam hal ini, mereka sebenernya ingat satu sama lain, tapi pura-pura lupa). Kedua karakternya dibuat menderita dengan cara yang berbeda. Dan percaya atau gak, waktu yang berlangsung dalam novel hanya sekitar satu minggu atau satu bulan, nggak lama. Aku jadi merasa akan ada sequel untuk kelanjutan kisah Query dan Pita, tapi memang hanya sampai di situ. Dan karena waktu kejadiannya singkat, segalanya jadi terasa amat-sangat magis. Kisah romansa anatar Query dan Pita juga kurang begitu berkesan. Namun, jika membicarakan tentang hubungan orangtua dan anak kisah ini dikemas dengan baik. Khususnya bagian Query, aku suka ketika cowok yang punya pemikiran buruk pada orangtuanya ini akhirnya dapat hidayah hehe… dengan mengenal Pita dan seluruh latar belakangnya yang serba berkecukupan si Query jadi bisa lebih bersyukur dengan kehidupan dan orangtua yang dia miliki
Aku baru membelinya kemarin lusa dan tertarik memiiki novel ini karena nama beliau yang sudah sangat terkenal di dunia kepenulisan. Mungkin karena aku sudah tidak remaja lagi dan bacaanku sudah tidak lagi berada di level ini, aku merasa cerita ini biasa-biasa aja. Aku pun 'berlagak' seperti anak remaja kebanyakan dengan berpikir bahwa novel-novel mungkin yang disukai anak-anak remaja masa kini.
latar belakang mereka sebagai musisi kurang diangkat / digali, mungkin kalau ada pengetahuan baru tentang musisi itu begini dan begitu mungkin aku bisa menambahkan satu bintang lagi pada novel ini. Demikian.
biasa aja.. haahh,, teenlit banget deh.. konfliknya klise.. yg satu, (Pita), cewek dari lingkungan kurang berada, sekolah di bandung dan jauh dr keluarganya di jogja, dapet beasiswa di sana dan tggl d asrama, trus nyambung hidup dari uang manggungnya bareng band nya yang anggotanya semua cewek. trus ada Query (querido nama aslinya, di sekolah terkenal dgn rido, tapi d depan pita pengen dipanggil query. yah biar pita gak tau latar belakang keluarga dia yg kayak banget soalnya). sebel dan kecewa banget ama ortunya yang terkesan tiran, nuntut nilai skolah dia yg tinggi (harus 100 deh), trus mendadak kabur dari rumah, karena pengin hidup mandiri. alaaah, masi ada gitu ya d jaman skrg org2 pada gak pengen hidup bergelimpangan harta? -____-
cuma yg beda sih di sini, yg miskinnya itu cewek, yg kaya cowok. biasanya kan yg hidup menderita itu tokoh cowoknya (di pilem2 sih). trus pas bapaknya pita stroke, pita pulang ke jogja, si query pergi nemenin. ceilaaah, padahal mereka baru kenal 1 hari, eh si query udah nekat banget pergi b2 ama pita ke jogja. ckckck..
yaah,, gitu deh. ujung2nya si query a.k.a rido ini ketahuan ama prita kalau dia org kaya, trus pita ngambek ngerasa diboongin. diem2an, si query balik k bdg, si pita udah gak mau lanjutin skolah di bdg gara2 bapaknya meninggal trus gak mau ninggalin ibu ama adiknya di jogja. yah, si pita ngelepasin kesempatan dia bt ikut audisi band trus bt lepas beasiswanya jg..
endingnya, query jemput pita ke jogja, buat balik ke bandung. dia udah dpt solusi apa yg pita pikirin (mikirin ekonomi keluarganya, tapi skrg ibunya udah dapat kerjasama bikin batik gara2 campur tangan mamanya rido). yah, ortunya rido trnyata emang peduli banget ama rido, cuma perhatian mereka berbeda dgn perhatian keluarga pita, dan rido nyadarnya pas akhir2 novel nih. trus pita balik k bdg, ikut audisi, ditrima deh, skalian dia juga jadian ama rido..
hihihi, teenlit abis!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kita selalu menginginkan sesuatu yang tidak kita miliki.
Query yang memiliki nama lengkap Querido atau biasa dipanggil Rido ini adalah anak dari orang yang sukses namun super sibuk. Query dituntut oleh orang tuanya agar ia selalu mendapat nilai sempurna, mendapat nilai 99,9 saja, orang tuanya sudah protes. Query juga terbiasa hidup dimanja oleh orang tuanya, selalu dipenuhi fasilitas hidupnya dengan barang-barang mewah. Selama ini, teman baiknya hanyalah Andre, anak yang juga memiliki orang tua yang mirip dengan orangtuanya, namun Andre diperbolehkan untuk tinggal "berpisah" dengan orang tuanya, meninggali apartemen yang hanya ditemani oleh pembantunya. Sebenarnya Query sangat ingin tinggal "berpisah" dengan orang tuanya, bukannya ia tidak sayang dengan orang tuanya, namun ia ingin mencoba hidup mandiri, namun orang tuanya selalu menentangnya. Tapi suatu ketika, Query berontak dan diam-diam kabur dari rumah, meninggali rumah kos-kosan sederhana, dan bertemulah ia dengan Pita.
This book is an Indonesian teen-lit. TEEN-LIT. And everyone speaks like they're in their seventies and live in rural parts of Indonesia. No offense, but it sucked. Plus Query (wait, which one is the girl? Is it Query or Pita? Is it Pita? It's Pita, isn't it?) Anyway, THE GIRL, is like so proud. She gets mad with the boy for buying her and her family breakfast and she mentioned something about him throwing away his money like it's nothing. HONESTLY it's his business to use his money for whatever purpose because it's NOT her money and she DOESN'T get to complain or bitch about it because it's 100% none of her business PLUS she should be grateful he even bothered to buy HER WHOLE FAMILY a breakfast in the first place. I don't remember anything else from this book but it was so boring and dull and the characters pissed me off because they're such idealists and they think they're Oh so perfect and everyone who is rich is obviously the worst kind of people.
seperti novel-novel mbak Primadonna Angela yang lain, two thumbs up juga teracung buat novel yang satu ini. mbak Dona (emang gitu ya panggilannya?? :D) lihai banget merangkai kata-kata sehingga ceritanya jadi indah dan menarik. Kalau boleh ngutip dari salah satu 'penasehat' club dikampus, itu ibarat naik bis dan mendapati medan yang luar biasa. Dari jalan mulus, berliku, berlubang, hingga berlumpur kita temui. Belum lagi ban bis yang bocor ditengah jalan, atau malah bis nya mogok. Tidak berarti perjalanannya mengerikan, kebalikannya, malahan jadi perjalanan yang amat seru. Mengesankan. Banyak perasaan yang terlibat. Banyak kesan yang tercipta.
Ini merupakan novel pertama karya Mbak Donna yang paling paling paling tidak saya sukai. Padahal saya niat sekali membeli buku ini ketika pertama kali terbit dulu. Walaupun saya mencoba membaca ulang buku ini sekarang pun, hasilnya tetap sama. Hambar sekali. Datar juga. Padahal dengan cerita seperti yang ditawarkan di premis, seharusnya saya tidak merasa datar dan hambar ketika membaca Query Pita. Saya ingat sekali, buku ini yang dulu membuat saya memutuskan untuk berhenti membaca buku-bukunya Mbak Donna. Baru di era Hanakotoba saya memutuskan untuk kembali, dan mencoba mengumpulkan buku-buku Mbak Donna yang terbit di periode saya berhenti tadi.
Ceritanya ringan, Pita sosok yang tak mau diremehkan karena kemiskinannya jatuh cinta pada Querry anak orang kaya. Pita membenci orang kaya, ia tak mau dikasihani. Buku ini menceritakan bagaimana cinta dapat menghilangkan jurang tersebut.
Dari covernya berharap ada adegan main musik bareng di ruang kelas yang kosong. Eh yang ada malah adegan aku-orang-miskin-tapi-aku-nggak-butuh-uang-kamu yang kaya di ftv gitu. Laahhhh kirain banyak unsur musik klasik gitu. Taunya ya gitu deehhh
bukunya bagus, ceritanya mengalir. rasanya ngga pengen stop baca buku ini, tapi tau2 uda abis aja bukunya. agak ngegantung dikit akhirnya, tapi itu yang malah bikin menarik kadang.
cuma ini novel Primadona Angela yang ga terlalu gw suka :( menurut gw novel ini terlalu sinetron dan alur nya sangat lambat. banyak halaman yg gw skip karena agak boring baca nya. well, sorry.