Jump to ratings and reviews
Rate this book

CallaSun

Rate this book
IAN
Ada seorang wanita. Kiera. Kepada siapa aku menghabiskan nyaris separuh hidupku untuk jatuh cinta. Lalu ada wanita ini, yang datang tiba-tiba, merangsek masuk tanpa peringatan, mengguncang semuanya. Dan mendadak saja… rencana untuk mendapatkan wanita yang kucintai, tidak lagi menarik mata.

CALLA
Sepuluh tahun awal kehidupanku berlalu tanpa mengenalnya, lima tahun kemudian habis untuk mengaguminya, lalu delapan tahun memendam rasa suka. Dan saat kemudian aku benar-benar berdiri di hadapannya, apa lagi yang bisa terjadi padaku selain jatuh cinta?

Tidak ada namanya bahagia saat melihat orang yang kau cintai bahagia. Itu hanya berlaku di dalam cerita. Aku… harus mendapatkannya.

242 pages, Paperback

First published July 14, 2014

19 people are currently reading
234 people want to read

About the author

Yuli Pritania

24 books286 followers
Author of Four Seasons Tales (Bentang Belia), 2060: When The World Is Yours Book 1 & 2, On(c)e, Colover, CallaSun, Morning, Noon, & Night, A(Wo)Man's Scent, And, Then..., Limerence, Dublin (Grasindo)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
70 (34%)
4 stars
61 (29%)
3 stars
42 (20%)
2 stars
17 (8%)
1 star
14 (6%)
Displaying 1 - 30 of 45 reviews
Profile Image for MY.
92 reviews14 followers
August 3, 2016


(13-09-2014)

Oke. Buku ini terpaksa, terpaksaaa sekali saya sudahi secara prematur. Banyak alasannya, bukan hanya karena tokoh-tokoh di novel ini kurang simpatik (kalau tidak mau disebut memuakkan), tapi juga karena beberapa alasan pribadi lain yang sama sekali bukan salahnya CallaSun, seperti: 1) Masih ada setumpuk buku lain yang belum saya baca dan sejujurnya mereka lebih menarik perhatian saya ketimbang buku ini, 2) semalam saya mulai menulis cerita, dan oh sial, saya kebawa gaya berceritanya Mbak Yuli di sini, temen saya sampai bilang terlalu ringan, terlalu banyak dialog, tidak seperti tulisan saya biasanya.
Jadi, ya......maaf.

Saya senang membaca review-review Mbak Yuli di Goodreads, dan tidak bisa dipungkiri bahwa saya berharap banyak dari novel ini, karena BIASANYA tulisan seorang reviewer itu (sebut saja) bagus. Masuk akal, karena mereka tahu mana karya jelek dan tidak, jadi bisa diterapkan atau dihindari pada tulisannya sendiri.
Tapi, mungkin novel ini hanya kurang sesuai dengan selera saya. After all, menulis review juga masalah selera kan?

Plot

Ide dasarnya oke, saya gak mau komentar soal itu. Ya, tentang seorang perempuan yang mati-matian mengejar cintanya, dan (seperti yang sudah saya tebak sejak membaca sinopsis) dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Oke, gak masalah.
Yang menjadi masalah adalah ketika saya tahu bahwa Calla ini satu kali pun belum pernah bertemu dengan Ian, (okelah, mungkin ada beberapa pasangan di dunia ini yang bertemu di dunia maya dan belum pernah bertemu langsung tapi saling jatuh cinta, masalahnya Calla ini) bahkan belum pernah berkomunikasi langsung dengan Ian. Damn, what huge plot hole.
Baik, baik. Mungkin di belahan bumi yang entah mana sana ada juga orang yang jatuh cinta (pada kasus Calla ini jatuh cinta sampai tergila-gila-guling-guling-gerabak-gerubuk), tappiii, ini fiksi.
Fiction has to make sense, and all of this is a big pile of nonsense.
Buat saya sih gak masuk akal ya, gak tau deh kalo buat pembaca lain. :V

Lagipula, Calla balik ke Indonesia karena mama papanya meninggal. Kalo mereka gak meninggal, apa Calla gak bakal ke Indonesia buat ngejar Ian? Menurut saya orang tuanya hidup atau mati gak ada masalah, kalo emang dari awal Calla dijodohin banget sama Ian, ya tinggal balik aja kan, apa susahnya juga.
Buat saya kematian ortunya Calla ini cuma efek dramatisasi.

Tokoh

Saya udah berusaha, serius, udah berusaha banget untuk suka sama tokoh-tokoh di sini, tapi gagal. Bahkan tokoh yang I-less-detest (Rayhan) juga gagal membuat saya simpatik. Astaga.

1. Calla
Saya benci benci benci banget sama dia. GOD. Kenapa sih Calla ini gak digambarkan lebih kuat sedikit aja? Maksud gw, ya bisa aja si Calla ini emang aslinya kuat, tapi di depan Ian dia selalu lemah tak berdaya. Saya gak tau ya, apa ini disengaja, supaya keliatan kalo Calla ini emang super-helpless tanpa Ian, atau sebaliknya, untuk menunjukkan bahwa Ian ini sangat heroik dan iya banget. Apa pun itu, dua-duanya gagal.
Selain itu, Calla gak punya kekurangan apa-apa kecuali, yeah, clumsy as hell. Dia cantik, baik, ramah, pinter, lucu, warisan dari ortunya segudang, jago masak, dan....sebut saja "unik". Tapi percuma aja dia ceroboh kalo selalu ada Ian yang bakal nolong dia, yang bakal jadi superhero-nya kapan pun di mana pun.

Ada satu adegan (sebetulnya banyak, tapi saya kasih contoh yang paling bombastis aja) yang membuat saya mau ludahin Calla tepat di mukanya, sumpah, demi apa pun. Waktu Calla naik jeep berdua sama Ian, di mana Ian pake kaos item pas badan dan pake kacamata item, terus Calla gelisah-gelisah kayak cacing kepanasan. (Atau tepatnya, dia lagi bayangin "cacing" kepanasan.)
Di situ digambarkan matahari terik banget dan Calla keringetan, jadi saya asumsikan Ian juga keringetan, dan, (iyuh) itu membuat dia tambah seksi, tambah napsuin. Damn, gw langsung bayangin kalo si Ian ini tipe yang juga napsuan, dia bakal menepikan mobil dan langsung memperkosa Calla on the spot. Tapi, guess what, enggak. Dia malah sengaja gak mau pake jaketnya, biar Calla terus-terusan gelisah gak jelas bayangin apa di otaknya. Biar Calla "tersiksa". Oh my Holy Spirit, Ian ada kecenderungan sadistic (kayak Christian Grey yang minta dibuang ke jurang itu) kali yeh?

2. Ian
Gary-Stu stadium 4.
Ganteng sangat teramat (yang entah berapa juta kali digambarkan baik lewat dialog maupun narasi, yang selalu dideskripsikan bahwa rambutnya melambai-lambai ditiup angin whatsoever), kaya banget (mobilnya Ferrari bok, pajaknya aja udah berapa ratus juta tuh!) dan baik-banget-tapi-sok-kejam-dan-sok-jahat gitu deh.
Ya Tuhan.......gak ngerti lagi sama tokoh tsundere model gini. Buanyak banget di segala jenis media mulai dari manga sampe FTV. Dan beneran, muak banget, huhuhuhu....
Dan, oh ya, ada indikasi bahwa Ian ini wet-dream si penulis, sama kayak Edward Cullen-nya Meyer.
Enough for him lah, nothing special.

3. Rayhan
Di antara semua tokoh, saya paling gak-benci dia. Tapi sok bijak dan sok playboy-nya itu loh yang gak nahan. Ih.

4. Ratih
Saya nobatkan dia sebagai tokoh-ibu yang paling geje, paling aneh, paling creepy, sekaligus paling annoying di seluruh jagad pernovelan (yang pernah saya baca).
Penjelasannya ada di status updates. Saya udah gak tahan lah sama dia. Kalo saya jadi Ian, saya bakal kabur secepatnya dari pandangan mamak yang satu ini. Mending tinggal di luar kota atau di luar negeri sekalian, mulai hidup baru tanpa mama geje dan bapak sontoloyo.

5. Keira, ups, Kiera.
Saya masih gagal paham kenapa dikasih nama Kiera, padahal Keira adalah nama yang jauh lebih bagus. Tapi ya sudahlah.
Dia tau Ian suka sama dia, tapi gak bisa bales cintanya, oke. Tapi terus dia masih "maksa" mau nikah sama bapaknya Ian (meski saat dia tahu kalo om-om genit itu bapaknya Ian, dia emang udah terlanjur jatuh cinta) dan itu yang buat saya bener-bener gak abis pikir.
Ngakunya sahabat, kok tega banget nyakitin perasaan sabahatnya sendiri? Egois, woy!
Kiera apa gak mikirin perasaan Ian ya, gimana kalo ujug-ujug wanita yang sangat dicintainya jadi mamak tirinya. That would sure be a pain in the ass, dammit.

Teknik

Gak ada yang bisa dikeluhkan, gak nemu typo juga.
Tapi ya, itu tadi, saking entengnya jadi kebawa-bawa. =))

Kesimpulan

Sorry to say, tapi menurut saya CallaSun mungkin lebih bisa diterima kalo bentuknya drama Korea daripada novel, apalagi novel yang setting-nya di Indonesia.
(Dan, saya gak suka nonton drama Korea, belom bilang ya? Gak penting juga sih.)
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
May 11, 2018
#2018-[70]

Mirip kaya k-drama yang dijodohin ituu... apasik? My Naughty Kiss bukan ya? Yang cowonya super perfect banget tapi cewenya agak gesrek gitu. Yah kesamaannya ga sebegitunya juga sih, masih oke banget buat dibaca apalagi kalo tau karakternya si Calla yang uniqe banget. Terus line-line soal cinta yabg kadabg menohok di ulu hati—yaamps lebay ini anak.

Kalau kau mencintai dua orang disaat yang bersamaan, kau harus memilih yang kedua. Karena kalau kau benar-benar mencintai orang yang pertama, kau tidak akan jatuh cinta lagi pada orang kedua.
Profile Image for Elysia Mchris.
3 reviews4 followers
July 25, 2014
Whoaa!
Sebelumnya mari bertepuk tangan dan mari menebar senyum untuk perjuangan sebuah karya yang akhirnya terwujud /tepoktangan/

Udah lama saya pengen buka akun di goodreads, hanya saja saya masih enggan untuk berkomentar untuk sebuah karya. Dan novel ini adalah review pertama saya, jadi kalau kurang berkenan mohon dimaafkan yoo/? :D

Tbh, novel ini udah lama saya nantikan kehadirannya muncul ditengah-tengah ff dan novel bergenre Korea yang kak Yuli telurkan. Really happy pas udah ada konfirm jadwal terbitnya! Gak sabar buat berburu dan ditamatin dalam sekejap. Ditambah lagi ada endorsement dari Mbak Windy, novelis Indonesia nomor 1 fav kita semua yg menggemarinya termasuk saya. Sempet kepikiran mau ikut lomba dapetin novel ini gratis plus bonus tanda tangannya, cuma akhirnya saya mengurungkan niat. Toh saya udah tau dan udah pernah menang give away yg sebelumnya, jadi saya gak penasaran banget sama tanda tangannya seorang Yuli Pritania kayak apa sekaligus ngasih kesempatan juga buat yg lainnya wkwk.

Tapi, apa mau dikata, dompet saya belom berjodoh pas hari pertama perilisan. Untung ibu saya lagi berbaik hati beliin saya buku, jadi ngiler saya sama buku ini gak berlangsung lama hehe. Hanya 2 hari berselang dari tgl perilisan, dan ditambah lagi insiden males baca walaupun jingkrak" pas ini novel udah dalam genggaman haha/maaf jadi curcol ._.v

First, saya mau komentarin covernya.
Ilustrasi cover novel yang sangat menarik mata saya. Saya gak nyangka bakal ada ilustrasi wajah Ian-Calla juga disitu. Warnanya soft tapi tetep menarik. Thanks buat yg desain sampulnya :)

Next, kata pengantarnya. Saya jenis manusia yang suka kurang kerjaan bacain "Thanks To" atau ya boleh dibilang kata pengatarnya lah, karena dari situ saya bisa perkenalan siapa authornya (walaupun sebenernya saya udah tau, atau bahkan termasuk salah satu favorit saya)trus perkenalan tokoh yang singkat, tujuan dan sekilas cerita ttg karya tsb, dan yang poin penting yg harus ada di bagian ini adalah harapannya si penulis. And, Oh God! Terharu saya bacanya. Belum nyentuh prolognya, dan saya jadi tambah meng-appreciate karya ini.

Saya suka Ian yang cool bisa berpadu dalam karakter pria sempurna sekaligus realistis, gak maruk kayak kyu/lahapaini/, Calla yang periang dan pantang menyerah, Rayhan yang--yah--oke entah mengapa saya mikir karakter dia mirip Hyuk Jae di 2060 haha. Saya suka chemistry antara Kiera dan ibunya Ian yang langka. Sama-sama berhubungan dengan seorang lelaki yg mereka cintai, lalu bersahabat dan saling menguatkan dengan sikap mereka yang sama sama dewasa. Bcs, yeah...dalam kehidupan nyata justru jarang banget terjadi. Ada, tapi hanya beberapa.

Hal lain yang saya suka dari novel ini adalah porsi narasi sama percakapan mereka seimbang. Alurnya yang gak terlalu menggebu, konfliknya pun gak terlalu ngejelimet(?) dan saya pribadi mencintai yang semacam ini, karena kita membaca agar terhibur, bukan cuma musingin konflik yang sepele tapi dibikin ribet dan akhirnya bikin kita pusing sendiri gara-gara baca.
Sederhana tapi diramu menarik. Ya, karya dari seorang Yuli Pritania memang mempunyai ciri khas seperti ini. Klise namun menarik. Easy-reading lah~

Saya suka suratnya Ian buat Calla. So sweet! Jadi berasa nostagiaan pas jaman papa-mama yg malu-malu ngungkapin perasaan dengan berkirim surat. Ya walaupun ini gak dikirim pake pos atau burung merpati gitu. Nah, ngomongin soal quotes, dari novel ini saya suka bahkan cinta sama kata-katanya Calla pas percakapannya sama Ian di hlm. 83, bunyinya:
"Karena manusia bisa berubah pikiran sewaktu-waktu..."
Klise kan? Aneh kan kenapa saya suka sama jenis kata-kata gak penting macam gini? Ya, selera saya kadang suka aneh, tapi kata-kata itu kita seolah berkaca diri. Kita manusia, kita gak sempurna, kita punya salah, dan kita pun bisa berubah, apalagi pikiran sama perasaan beda tipis.

Ada kesalahan gak?
Tentu ada. Pas baca saya juga sempet bingung sekejap nemuin ada yg janggal dibeberapa tempat, ditambah lagi belum ada konfirm dari kak Yul jadi mau gak mau harus menerka sendiri. Tapi yasudahlah, saya udah dapet konfirm dari penulisnya dan saya gak mau bahas itu lebih jauh lagi. Sudah termaafkan dengan ending yang manis dari sebuah perjuangan menggapai cinta--sama kayak kak Yuli yang berjuang untuk bisa memperkenalkan novel ini.

Well, big appreciation for your work!
Terus berkarya untuk mewarnai dunia sastra di Indonesia, karena dari zaman ke zaman gak mudah nemuin penulis Indonesia dengan bahasa baku(gak pake sentuhan bahasa gaul) yang mudah diterima dengan sangat baik--sejauh ini begitu, tapi entahlah, mungkin saya yang kurang pengetahuan soal penulis di negeri sendiri.

Empat dari lima bintang.
Maaf... tapi setelah baca ini, saya langsung lanjut baca Interlude-nya Mbak Windry, saya nemu Hanna-Kay yang--um--Indah. Dan Calla-Ian, manis buat saya. Dua duanya tetep punya tempat di benak dan hati saya/maruk/
Maaf juga karena dalam review ini saya lebay dan terlalu banyak curcol. Tapi semoga bisa menjadi acuan untuk menelurkan karya yang lebih baik lagi di masa yang akan datang :)
Profile Image for Rahmi Maulida.
4 reviews2 followers
August 5, 2014
Bener apa kata mbak Windry Ramadhina, novel ini bener2 ttg prjuangan mendapatkan cinta. Perjuangan Calla itu patut di contoh kyknya XD dan demi Tuhan dalam bayangan saya si Ian itu kyuhyun dan si Calla itu hyena >_<

Tau gak sih? Gak kan? Saya udh nunggu novel ini dr jaman apa itu yak, jaman waktu saya suka bgt ngestalk fb mu *jedeeer ketahuan*. Waktu itu dr yg saya baca kak Yul bilang lg ngirim naskah novel ini buat di ikutin lomba, trs gagal, sempet ngasih teaser berupa dialog di status fb mu yg kalo saya gak salah dialognya ada di halaman 224

--- “Bodoh,” gumamnya dengan tampang mengejek. “Kalau kau hilang, aku harus menikah dgn siapa?” ---

sejak saat itu saya tertarik banget sama CallaSun ini. Berharap ada keajaiban kyk Four Season’s Tales, ada penerbit yg samperin kak Yul buat nerbitin novel ini. Eh lumayan lama nunggu tetep aja novel ini gak nongol-ngongol. Nah singkat cerita *PLAK*, pas saya buka fb langsung liat ada gambar tulisannya “CallaSun” demi apa saya senyum2 sendirian. Langsung bisa di tebak itu pasti covernya! Rasanya mau teriak, jingkrak-jingkrak. Tp saya baru bs beli kemarin, hahaha. Kesabaran saya terbayarkan stlh baca novelnya :D Oke. Stop. Lumayan banyak juga ternyata saya curhatnya -_-

Ini pertama kalinya saya ngereview novel, biasanya di goodreads saya asal komen doang, pdhl yg lain panjang lebar ngereview hehehe. Oh entahlah ini semacam review atau lbh tepatnya curhatan saya saking senengnya dpt novel ini ^^ Nah, kak Yuli, di dlm novelnya ada bbrpa kali pengulangan kalimat yg hampir mirip tentang pendeskripsian si Calla, rambutnya warna merah, ikal, kyk api, warna matanya hazel tua, dll. Saya sampe hafal penggambaran seorang Calla karna penggambarannya bbrpa kali trdpt di bbrpa halaman wkwkwkwk. Entahlah ini hanya perasaan saya aja atau penulis memang sengaja agar penggambaran si tokoh semakin kuat sampai ke akhir cerita :D Tp untuk yg lain saya suka. Karna ini novel kak Yuli banget. Ceritanya gampang dimengerti sm pembaca, banyak kejutan di setiap ceritanya yg bikin pembaca gak bosen dan terusin baca sampe abis, alurnya teratur gak kecepetan dan gak lamban, manis, romantis dan ada komedinya yg bikin senyum2 pas baca. Dan yg pasti konfliknya pas, gak membatin banget. Gak kuat saya kalo baca novel yg konfliknya membatin tingkat dewa XD Ini novel prtama loh yg saya baca selesainya kurang dari 24 jam!!! Mari tepuk tangan untuk saya~~~ prok prok prok~~~

Ngomong2 saya suka bgt sama percakapan antara Ian dan Rayhan di hlmn 75
“Gaun.”
“Jins.”
“High heels.”
“Flas shoes.”
“No lipstick.”
“Agree.”

***Saya cinta Kyuhyun-Hyena. Saya cinta Ian-Calla.
Tetap semangat untuk project novel yg lain, kak Yuli :D Saya harap nanti ada novel mu yg ceritain ttg Rayhan dan Ory. Pasti seru deh kalo Rayhan jadian sm Ory. Bahkan sampe nikah hahaha... Di tunggu~ di tunggu~
Di saat yg lain pd nunggu president order, oh oh oh saya mlh nunggu reincarne >_< Dan saya juga menunggu novelmu yg lain yg ber-setting Indonesia... si vampir... Jagad dan Raya.

Cukup sekian review alias curhatan dr saya. Maaf kebanyakan ._.

Profile Image for Shella Imarizeta.
42 reviews19 followers
July 17, 2014
Bagus, suka banget, manis. Baru selesai baca padahal baru mulai baca siang tadi, dan langsung pengen cepet cepet bikin reviewnya. Baru beli kemarin sampe ngerengek ke mbaknya yg jaga di gramedia, sampe dicariin di gudang karena belum dipajang di rak buku karena baru terbit tanggal 14.
Aku udah lama banget menanti novel ini keluar, novel pertama Yuli eonni berlatar di Indonesia. Udah jatuh cinta saat pertama kali Yuli eonni bilang dia lagi nulis naskah novel ini, ngasih bocoran di Facebook.
Dan langsung suka sama covernya :) Apalagi sama jaln ceritanya. Dari awal udah tau karya Yuli eonni pasti bakal mempesona. Ceritanya klise, sering dipake, tapi Yuli eonni bisa mengemas ceritanya sampai pembaca terhanyut banget sama ceritanya dan tentu saja kejadian yg nggak ketebak, bikin pembaca penasaran, bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dengan Calla, pribadi yang keras kepala, pantang menyerah, jujur, polos dan ceria. Lalu Ian dengan gaya cueknya, kakunya, seolah nggak tersentuh. Dan sepertinya Yuli eonni bener bener mengagumi Irlandia :D
Pertama baca Thanks To nya aku udah nangis, terharu banget. Dan bagian yang aku paling suka itu sama jawabannya Calla ketika ditanya kalimat favoritnya, hal 179. Dan juga sama suratnya Ian buat Calla. Manis banget, sampai menitikkan air mata. Ceritanya indah banget. Suka banget sama Callasun ini makanya aku ngasih 5 bintang. Aku nggak tau mau bilang apa lagi selain kata Bagus Banget dan menyentuh. Aku bener bener suka.
Tapi masih ada bagian yg bikin aku bingung. Di halaman 120, line 8, disitu tertulis "...rasa sakit yang begitu menusuk di lengan kanannya, bunyi derak dari lengannya yang patah..."
Tapi di halaman 129 malah tertulis "...merujuk pada tangan kiri Ian yang masih di-gips."
Ini yang bikin aku bingung sebenernya tangannya Ian yang sakit itu yang sebelah kanan apa kiri.
Lalu juga ada di halaman 144, mungkin ini hanya salah ketik atau aku yang kurang memahami, disitu tertulis "...dia diam-diam mencuri kesempatan untung menyusuri wajah gadis itu..." mungkin disini maksudnya untuk ya?
Dan juga dihalam 160, ini memang sengaja memakai kata menemuiku ya di kalimat "Makanya aku memintamu menemuiku." alih alih bukan menggunakan menemaniku, karena disini ceritanya si Calla nggak suka keramaian pesta begitu juga dengan Ian. Tapi mungkin memang maksudnya untuk menemui Ian :)
Tapi semuanya oke, hal itu nggak mengurangi keindahan ceritanya, bagian yang paling aku suka saat Ian meminta waktu satu hari untuk bertanya apapun tentang Calla :) kerasa banget cintanya Ian
maaf kesannya aku sok-sokan banget sampai hal kayak gini dibahas :) Tapi karena aku memang sangat menyukai novel ini makanya aku berani bahas sedetail mungkin. dan novel ini recommended banget untuk dibaca. Apalagi udah dapet acungan dari Windry Ramadhina juga :)
Aku selalu mengagumi tulisanmu Yuli eonni, ditunggu karya karya spektakuler lainnya :)
Profile Image for Galuh Tyas Wijiastuti.
15 reviews1 follower
October 17, 2014
Assalamualaikum wr.wb. Yeah akhirnya bisa baca novel lagi setelah kuliah, uts, nugas, rapat, ujian lab, pokoknya semuanya yg nguras tenaga. Makasih ya Allah karena aku bisa nyantei dikit :)

Pertama liat judul novel ini udah senyum sendiri, walaupun sebenarnya gak ngerti juga apa artinya wkwk, cuma tau Sun doang. Oke penasaran. Warna cover-nya yg cerah bikin bahagia #eaaa ngegombalin penulis, tapi asli temen aku juga bilangnya bagus. Terus cerah gitu ya kayak Sun. Karena aku penasaran jadilah dibuka tuh segel. Baca quotes di depan cover langsung senyum lagi. Manggut-manggut, iya bener nih quotes-nya wkwk. Terus temen aku bilang pinjem ah quotes-nya buat update path. Yaelahh kekinian banget sih lo! Dasar galauers haha.

Novel ini tentang Calla yang jatuh cinta setengah mati sama Ian. Pokoknya Ian harus jadi milik dia. Kenapa Callasun judulnya? Baca ajadeh ya, dijamin bakal senyum-senyum kalo udah tau arti Callasun. Pokoknya suka sama judul novel.

Pas baca novelnya aku cinta banget sama dialog-dialog yang ada di novel. Dialognya tuh gak basa-basi, gak ngasal, gak buang-buang waktu, pokoknya ada maknanya lah. Dan selalu penasaran sama jalan pikiran para tokoh terutama Calla. Gak cuma Ian yang penasaran ya sama Calla, aku juga penasaran. Novel ini dibacanya pelan-pelan dan menghayati. Biasanya kalo aku baca novel ada halaman yang cuma dibaca sekilas nah baca novel ini gak bisa gitu, baca novel ini tuh kyk air mengalir #halahh# tiba-tiba udah di bab segini lagi. Nah gak kerasa pokoknya. Makanya baca biar ngalamin yg aku rasain haha. Dijamin jatuh cinta sama dialog yang penulis bikin.

Aku emang suka sama dialog di novel ini tapi ada yang ngeganggu mata, pribadi sih gak suka sama ketawa yang dibikin dialog misalnya "Hahaha" "Hehehe" lebih suka kalo dideskripsiin. Itu aja sih. Kalo dari tokoh, aku gak suka sama tokoh Ratih. Bener ada orang baiknya sampe kayak gitu? Mungkin ada tapi rasanya terlalu sempurna buat dunia fana ini #apadeh#. Oh ya dan tokoh Ian itu terlalu mainstream tapi karena deskripsi penulis yang hebat, aku pun luluh dibuatnya haha. Pokoknya suka gaya penulisan novel ini. Ringan dan penuh makna. Tapi penggambaran situasi dan setting kota kadang bikin aku bingung. Setting kota kadang kerasanya nanggung dan gak detail. Jadi gak dapet gambarannya. Udah sih itu aja. Terus karna aku tinggal di Bandung jadi aku suka bagian ending pas mereka nikah di Bandung. Ini gapenting banget alasannya tapi rasanya kayak Ian sama Calla deket banget sama aku, kita satu kota gitu lohh wkwk. Dan mereka ada di Bandung bagian mana tepatnya???? Ayo kita ketemuan!

Pokoknya baca novel ini bakal nemuin banyak pelajaran. Bikin diri kita termotivasi juga ya. Dan buat penulis, kayaknya selain candi kalasan yang mirip sama Callasun, ada ayam kalasan yang mirip banget sama Callasun. Mungkin kalo aku makan ayam kalasan aku bakal inget novel ini InshaAllah. Ayam kalasan tuh enak terus ada rasa manisnya sama kayak novel Callasun.





Profile Image for Shintayeye indmrt.
7 reviews
August 1, 2015
Aneh, padahal saya amat mencintai buku ini. Tapi kenapa saya susah sekali meriview. Mungkin karna saya terlalu mencintai semua detail novel ini, sampai saya bingung harus merangkai kata seperti apa. Saya jelas sangat amat menyukai novel ini. Saya suka semua tanpa terkecuali. Saya suka covernya, saya suka narasinya, saya suka dialognya, saya suka intraksinya. Saya suka semua, apalagi dengan Ian? Adakah Ian seperti itu di dunia ini? *kumat*
Awalnya saya begitu malasa membaca novel ini, karna sebenarnya dulu saya bukan penikmat novel. Hanya sebatas membaca FF, hanya bermodalkan pemain Korea. Kenapa saya membeli buku ini, adalah karna saya tahu yg menulis adalah Ka Yuli. Jadi mau tidak mau saya harus membaca, terpaksa tidak terpaksa saya harus tahu ceritanya. Saya selalu menyisihkan novel ini, menjadi yg terkahir. Karna saya belum terbisa dgn berbau Indonesia, jadi saya membaca novel yg lain dulu yg ttg pemain Korea. Dan setelah saya membaca novel CallaSun ini, saya benar2 menyesal knp ga dari awal saya baca itu novel. Saya ga bisa move on dari novel ini smpai skrg, terutama dgn Ian. Saya suka semua karakter disini, Ian dgn sikap acuh, datar, masa bodoh, tapi ttp terlihat cool. Sedang Calla, gadis ceria, baik, dan yg pasti dia itu menyenangkan. Rayhan adalah kebalikan dari Ian, tp dia ttp sama pria baik, pria setia jika bertemu psangannya kelak. Saya suka Ratih, dia ibu yg baik tapi lucu dan kocak. Biasanya sya tdk suka karkater seperti Kiera disini sya suka. Dia jelas gadis baik,gadis mandiri hingga bsa membuat Ian pernah mencintainya.
Saya cinta bagaimana Ian perlahan menerima kehadiran Calla, dgn bertanya pertanyaan yg tdk jelas. Saya suka perlakuan Ian yg sebenarnya selalu So Sweet. Tapi Calla dgn sikap cerobohnya menghancurkannya, seperti lamaran itu, Calla pingsan hahaha saya tertawa disitu. Manis sekaligus lucu.
Endingnya bagus, mereka menikah. Yeah Ka Yuli dgn akhir happy endingnya. Selalu dan selalu saya terpesona karya mu Eon. Dan untuk CallaSun ini aku cuma mau bilang " Perfect". Sangat berterima kasih pada Ka Yuli, membuat cerita semanis ini. Dan saya menunggu karyamu selanjutny eon......
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
August 31, 2014
Novel Yuli pertama yang kubaca dan aku langsung menyukai gaya bercerita penulis. Kesinisan tokohnya gemesin banget.

Penulis berhasil bikin karakter cewek yang beda dari karakter cewek kebanyakan di novel-novel lain. Calla itu unik, aneh dan mungkin di dunia ini hanya ada beberapa di antara puluhan juta cewek.

Hanya saja aku nggak bisa menyukai tokoh ini. Caranya mengejar Ian dengan melakukan segala macam cara -apalagi saat Ian meminta tidur di kamarnya- tidak membuatku simpati. Ini masalah selera sih, dan yaaah aku memang sekolot itu :D. Aku juga tidak bisa mengerti jalan pikiran Ibunya yang membiarkan anaknya tinggal se-apartemen dengan seorang wanita -yang katanya kalau terjadi apa-apa yang tinggal dinikahin aja. Yang benar saja... ada apa sih dengan Ibu Ian ini.

Aku juga merasa sifat Ian tidak konsisten dengan apa yang dideskripsikan penulis. Seharusnya Ian itu kan sikapnya cool, cuek, dingin dan nggak peduli di awal dan baru akan berubah menjelang ending. Tapi yang aku tangkap, Ian ini menuruti segala keinginan Calla sejak awal dengan dalih bahwa cewek itu akan melakukan apa saja kalau keinginannya gak dituruti. Mulai dari memakan bekal dari Calla, dipasangin dasi, liburan, ikutan camping, mindahin barang-barang di apartemen, beli eskrim, semua dia lakuin padahal ceritanya dia masih cuek. Maksudku ya seenggaknya dia nolak beberapa kali dulu gitu untuk nunjukin kalau Ian benar-benar gak peduliin Calla. Cuma sekali aja dia nolak pas Calla minta ikut ke agenda perjalanan bisnis Ian. Udah keterlaluan kalau dia beneran ikut.

Tapi di luar kedua hal di atas, novel ini ringan dan menghibur. Konflik-konfliknya diselesaikan dengan baik dan memuaskan. Aku malah curiga ini awalnya setting korea karena adegan-adegannya 'drama korea' banget. Jadi berhubung aku penggemar drakor, jadi nyambunglah sama ceritanya.

Setelah baca novel ini aku kayaknya jadi tertarik baca novel Yuli yang lain. Sukses buat penuli dan semoga bisa baca novel-novel berikutnya.

3,5 bintang.
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015

"Terserah padamu kalau kau tidak mau memberitahuku, tapi coba kau pahami ucapanku baik-baik. Kalau kau menyukai dua wanita di saat yang bersamaan, kau harus memilih yang kedua."

"Yang benar saja"

"Karena, kalau kau benar-benar mencintai wanita yang pertama, kau tidak akan jatuh cinta lagi pada wanita yang kedua. Kau mengerti maksudku, 'kan?Ian?"



Gila, ini si Ian kenapa jutek amat ya dengan Calla. Hehehe.

Ceritanya asyik. Ian dan Calla dijodohkan sejak kecil. Tapi Ian menolak perjodohan itu mentah2 karena ia sudah memiliki Keira. Gadis yang ia cintai, tapi tak dapat ia gapai. Berbeda dengan Ian, Calla sangat menginginkan pernikahan dengan Ian terjadi. Apalagi ibu Ian sangat mendukung pernikahan Ian dan Calla. Walaupun Calla tau Ian memiliki kekasih lain yang ia cintai, gadis itu tetap bergeming untuk memoerjuangkan Ian. Well, akankah usaha Calla itu berhasil. Tapi apakah takdir juga berpihak pada Calla?. Hmm, silahkan membaca novel ini :D.

CallaSun adalah karya pertama penulis yang kubaca. Ceritanya asyik, bikin nggak bisa berhenti baca dan penasaran dengan ending cerita. Karakter Calla yang ceria dan Ian yang jutek, sangat seimbang di novel ini. Kejutekan Ian selalu bisa dihadapi Calla dengan sangat manis, bikin aku ketawa pas baca sampai geleng2 kepala. Heheh. Di novel ini nggak konflik yang berlebihan, jadi jatuhnya nggak kaya sinetron.

Kalau suka novel yang ceritanya ringan, sederhana tanpa ada konflik yang berlebihan tapi membuat hati tersentuh, CallaSun sangat aku rekomendasikan :D.

Eh, satu lagi. Suka banget sama covernya yang canyik :)

By the way, ketemu another Hanafiah nih. Ian Pramudya Hanafiah ;P
Profile Image for Dea Devita Adli.
28 reviews14 followers
October 15, 2014
Yuli Pritania jadi salah satu pengarang Indo yg beberapa bulan terakhir ini aku senengin, dengan gaya penulisannya yang enak buat dibaca, penggunaan katanya yang simple tapi tetep ngena(?) dan novel ini pake bahasa baku dan tetep enak buat dibaca.
Jujur nggak gitu banyak pengarang Indo yang aku sukain,bukan berarti pengarang itu jelek tapi kadang ada pengarang yang pake bahasa kelewat gaul sampe kadang nggak ngerti sendiri maksud kalimat itu apaan dan itu yang bikin rada males bacanya.

Aku suka sama karakter Calla yang ceria, polos, dan pantang nyerah. Ian yang awalnya dingin banget ke Calla tapi lama-lama berubah karena tingkah Calla dan bikin Ian jadi tertarik.
Beberapa bagian yang aku suka dari novel ini
- Waktu Ian nanya apa kalimat favorite Calla
"People ask, why fallin in love is so hard?" ucapnya dengan senyum yang semakin lebar. "Because sometimes you fall and no one there to catch you. Sometimes you fall and they don't have enough strength to hold you. And sometimes you fall, and the wrong person catches you. It's just all about the right time, in the right place, with the right person."
- Sewaktu Ian bilang kalo dia cuma bunga matahari, bunga yang hanya bisa menoleh ke satu arah saja seumur hidupnya yaitu matahari dan mataharinya itu si Calla >_<

Begitulah reviewku yang ngalor ngidul nggak jelas ini, intinya aku suka sama novel ini :3
Ditunggu novel-novel kece lainnya :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for rayassii.
19 reviews3 followers
February 12, 2015
Dari tadi mikir, apa yang mau aku review? >_<

Yang ada di otakku tuh cuma ada kata "PERFECT". Ga ada alasan buat cari kesalahan dalam novel penulis favku yang satu ini. Semua karyanya ga ada yang ga enak(?), semuanyaaaaa... INGAT!!! SEMUANYA, sukses buat aku semakin "jatuh cinta". Selalu menantikan, apa lagi yang mau dibuat oleh Yuli eonn. Karya seperti apa lagi yang bisa buat aku spot jantung tiap kali baca ceritanya. >_<

Kdg" suka kesel sendiri, dan pen teriak di depan Yuli eonn, KENAPA KARYAMU BISA SEBAGUS ITUUUU???
Pengen bilang ke dia, tolong lain kali kalau luncurin novel baru, sediakan obat penahan detak jantung, biar ga berdetak abnormal(?) SAKITNYA TUH DI SINI *nunjukjantung*

IANNNNNNNNN, MENIKAHLAH DENGANKU!!!! DASAR GUNUNG ES, KEPALA BATU >_< KENAPA KAU BEGITUUUUUUU..... *lanjutannyadidalamhati*

:v :v :v

Bagian favoritku tuh, pas lamaran ga genah Ian ke Calla, trus... pas calla pingsan dikasih cincin, trus... surat cinta Ian buat Calla itu sungguh romantis. SUKSES buat aku tergoda untuk menghapalnya... soalnya, kalimatnya selalu menari-nari(?) di kepalaku :v :v :v

pokoknya, novel ini RECOMMENDED banget lah. Dijamin bacanya nagih, terus ngulang-ngulang. Kayak aku *gananyak* tadi malam baru namatin untuk ke-3 kalinya >_<

Buat Yuli eonn, terus berkarya ya. Aku selalu menanti karyamu... aku salah satu pecinta, ah, sebut aja fanmu >_< :v :v :v

FIGHTING!!!!

ditunggupresdent'sordernyaaaaa ({})
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
November 17, 2014
awalnya gue kenal Yuli dengan komentar pedasnya yang bertebaran di semua novel yang udah gue baca, dan baru tahu dia penulis pas gue baca CallaSun ini. sebenernya di seperempat awal cerita gue udah suka sama alur dan gaya tulisan Yuli cuman pas selanjutnya gue baca ko cape ya? konflik yang berkutat disitu-situ aja ditambah karakter si Calla yang 'mureh' sama Ian, kaya nonton drama Korea yang dijadiin satu buku. gue juga agak bingung si sama Calla ini londo tapi pendek? jarang ya, Calla ini lama tinggal di Abroad yang katanya cuman sampai umur delapan tahun tapi fasih bingit sama bahasa indonesia? jarang ya, 'kirain guve bakalan semacam chincha laurah'. Calla sama Ian ini pertama Ciuman dengan track Calla yang pernah tinggal di New York loh ya yang budayanya aja udah beda! jarang ya. Ian bilang kalo Calla ini keras kepala trus kaya anjing piharaan kemana-mana nurut plus ikut, gue setuju semacam tidak punya pendirian lo! jarang ya. nah selain itu nasib dari Kiera setelah ditinggal sama calon suaminya yang juga Ayah dari Ian ini gimana?. intinya si sebenernya dari ceritanya gak berkembang cuman berkutat di situ-situ aja dan ya gue hampir lupa ada adegan gendong2an dan bobo-boboan antara Calla sama Ian ko nanggung ya? haha... tapi gak semua bagian ko gue gak suka kaya gue jabarin diawal gue suka sama seperempat awal cerita aja cuman sukanya jarang ya.
Profile Image for Deasy Dirgantari.
15 reviews
February 1, 2015
Wahahaha, seneng banget saya awal tahun dapet bacaan yang memuaskan terus sejauh ini.

Spoiler alert!

Sebenernya novel ini punya ide cerita yang gak baru. Tapi penulisnya berhasil bikin dialog-dialog antar tokohnya hidup, enak dibaca. Kerasa banget kayak lagi nonton k-drama gitu. Bahkan saya berpikir Calla - Ian ini hubungannya mirip sama tokoh utama k-drama You Who Came From The Star, siapa ya namanya? Lupa.

Calla ini anaknya asik banget kayaknya. Kenyataan kalau dia udah belajar mencintai Ian dari kecil lewat foto-foto dan suka ngerayain ulang tahunnya Ian bikin saya senyum-senyum sendiri bayanginnya, hehe. Suka deh sama Calla.

Ian, loveable sih. Cuma saya lebih suka Rayhan malahan. Semoga aja nanti dia juga dibikinin cerita ya. Balik lagi ke Ian, di sini dari dia masih sebel sama Calla sampai jadi suka rasanya terlalu cepat. Cuma saya sendiri kemudian mikir, kayaknya kalau dibuat lama malah jadi agak membosankan. Jadi segini pas deh. Ian juara banget kalau ngomong, hehe! Tapi Calla juara juga balesin omongannya Ian.

Sedikit yang saya sayangkan, deskripsi bentuk wajah Calla terlalu sering diulang-ulang sama pas adegan di taman, penggambaran tamannya malah kurang menurut saya.

Udah deh, apalagi ya? Nanti deh lengkapnya di blog aja. Saya suka pokoknya. Bacaan ringan yang bikin gak pengin berhenti baca.
Profile Image for Rizkyuhae.
66 reviews
August 10, 2014
ehem.. memang sudah tidak diragukan lagi keahlian Yuli Pritania untuk membuat dialog yang buat saya degdegser... alias ngena banget disini *naro jari telunjuk di dada sebelah kiri Kyu* /plak dan narasinya juga oke banget., bisa buat saya menghayal lebih jelas. Endingnya Nampol!

Ngomong-ngomong, karakter Ian disini Kyu banget yah?! hahahaha (suka banget deh) XD Sedangkan karakter Calla sangat cute, padahal Calla besar di Irlandia dan New York.. seharusnya ada sedikit ke barat2an di Calla. Dan masih ada yang buat saya ngerasa sedikit kurang. cerita bagaimana seorang Ian bisa dengan cepat menerima Calla. TAPI It's Okey laaah.. Calla sendiri tipe nya "Hajar breh" XD jadi penilaian saya terhadap novel ini tidak berubah. Sesuai dengan "Seperti apa pun kuatnya, perasaan manusia memiliki kecendrungan untuk selalu berubah arah". Saya menikmati setiap lembar isi novel ini. Sampai saya tersenyum tidak jelas saat membacanya.

Yulsaeng, saya harap kamu mau membuat novel yang seperti ini lagi. Maksudnya bukan dengan cerita yang sama seperti ini tapi jangan membuat novel yang full korea yang seperti fanfiction. Saat saya petama kali baca fanfic di blog kamu, saya langsung tahu kalau kamu mempunyai bakat menulis. Jadi, Selalu tetap semangat untuk karya mu yang selanjutnya okeh.

Fighting!
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
January 24, 2019
Pertama kalinya menikmati tulisan dari penulis Yuli Pritania. dan hasilnya sungguh luar biasa.. Nggak mengecewakan. malah aku puas banget dengan sajian ceritanya.

Cerita yang ringan, manis, dan menggigit 'rauurrr'. hehehe
Kalau boleh jujur nihh, rasanya agak susah mereview buku yang paling aku sukai,contohnya buku ini. buku ini untuk penokohannya mungkin agak sedikit 'berlebihan' tapi nggak terlihat berlebihan. Malah menurut aku jadi cocok karena yaa karakternya Calla memang begitu. Nggak seperti pada novel2 yg pada umumnya utk tokoh ceweknya yg agresif terlihat lebay malah, nah di novel ini nggak. Malah jadi cocok dan akunya jadi suka dengan sosok Calla-nya.. Lucu. menghibur laa baca novel ini.

wajar aja aku mulai baca novel ini jam 11 malam, selesai baca sekitar jam 3-an pagi gitu. kalau udah enak di awal pasti akan ketagihan sampe akhir.

T.O.P BGT dehh utk novel ini.
Dan aku jadi penasaran dengan karya2 penulis yg lainnya.
Profile Image for Riz Amelia.
Author 4 books12 followers
July 31, 2014
saya baca novel2 penulisnya, ngg semua dan cuma 2 eh 3 apa yah... hihi. dr jamannya per-ff an sy selalu suka gaya bahasa yg dia pake. ringan dan sederhana. termasuk novel ini.

agak curiga apakah ini tadinya bukan setting Indonesia, karena sy sm sekali ngga berasa Indonesianya. Cuma kesebut beberapa tempat yg eumm ngg terlalu mendetail narasinya. dan di Jakarta itu apartemen kelas atas sprtnya ngg sesuai dengan yg di deskripsikan di novel ini.

untuk segi cerita sy suka... semuanya tntg perjuangan si Calla buat dpetin Ian mski di akhir2 berasa terlalu dipanjangin. manis dan magis?
pesan yg disampaikan juga banyak, dan bagi sy slalu ad hal yg bs dipelajari di setiap novel yg sy baca.
Profile Image for Falfany Fitri.
19 reviews
July 10, 2016
Ini kali pertama aku baca tulisan penulis. Dan langsung jatuh hati dengan gaya berceritanya. Suka! Ide cerita secara keseluruhan sebenarnya sangat klasik. Beruntung, berkat gaya menulis kak Yuli yang mengalir dan lincah aku bisa bertahan hingga menamatkannya.

Tapi, aku menemukan beberapa kejanggalan. Seperti misalnya, penggambaran karakter tokohnya yang kurang konsisten. Juga dialognya yang terlalu banyak puitis. Tidak cocok dalam obrolan keseharian dengan karakter tokohnya yang cuek, dingin, dan segala kata idiomnya.

Aku masih berharap bisa baca karya penulis yang lain. Dan aku lebih berharap, semoga novel selanjutnya punya plot lebih kompleks.
Profile Image for Deasy.
51 reviews2 followers
July 15, 2016
Novel Indonesia rasa Korea,eh lebih tepatnya rasa fanfiction.

I dunno. Dari semua novel Yuli yang sudah pernah kubaca, this one is the worst. Mulai dari plotnya yang terlalu datar (bahkan dari tengah ke ending itu sudah tidak lagi menarik semacam anti klimaks berkepanjangan), twist yang maksa (balik lagi ke anti klimaks berkepanjangan. Jujur sih, rasanya peletakan twistnya salah timing.), karakternya kurang greget, hingga dialog-dialognya yang terasa sangat janggal but well... at least the story is sweet.

Sebagai KPOPers veteran juga, I know how hard to move on from writing with Korean Style to Indonesian Style. But this one, lumayan menghibur di kala suntuk.
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
December 18, 2016
Sebenernya bisa bintang 4 kalau bukan karena ending-nya yang menurut gue gak smooth dan akan lebih cocok kalo dibuat semacam cerita pendek tambahan.

Beneran manis ceritanya. Dan ringan. Gak perlu deh dipikirin kenapa si Calla yang lama tinggal di Irlandia dan New York kelakuannya lebih mirip cewek Jepang ketimbang cewek Barat. Hahahaha.

Oh! Satu lagi! Tentang Calla Sun yang dibaca Kalasan... Ketimbang mikir candi, gue malah mikir ayam. Ayam goreng Kalasan. Pantesan gue gendut yak, pikiran gue makanan mulu...
Profile Image for Shin Eun Ji.
5 reviews1 follower
September 5, 2014
Ian. Calla. Dua tokoh dalam novel ini yang buat saya nggak pernah bosen untuk membalik lembaran berikutnya untuk saya baca. Dari sikap dingin Ian terhadap Calla, Calla yang tidak pernah putus harapan mendekati Ian dan membuat Ian jatuh cinta serta akhir yang manis untuk keduanya.
Terima kasih telah memperkenalkan kisah Ian dan Calla, saya mencintai mereka...
Profile Image for Dwian Rabuah.
14 reviews
September 4, 2014
Entah kenapa setiap kali sosok Calla di deskripsikan secara fisik, yang terbayang di kepala saya adalah Victoria musuhnya Bella Swan, rambut keriting merah dan pucat. Cocok sih sama Demon-nya vampire diaries, hihihi.
Good job, Yuli.
Profile Image for florencika.
27 reviews
August 11, 2014
dan memang akan sangat menggantungkan jika endingnya hanya berhenti di adegan pesawat. haha!
Profile Image for Risma.
218 reviews
June 25, 2018
Novel Indonesia pertama dari Kak Yuli. Novel yang dari tahun-tahun yang saya habiskan mengikuti perkembangannya, saya tahu sudah lama menjadi project pribadinya. Patut diapresiasi atas kegigihannya menyelesaikan draft novel pertama berlatar Indonesia, sesuatu yang cukup sulit menurut saya. Ikut senang juga melihat impiannya terwujud, terutama dengan cover semanis ini. Calla beneran berambut merah dan Ian juga terlihat cukup tampan.

Hmm, keseluruhan idenya sangat Kak Yuli. Seorang pria dan wanita, saling menggilai. Minim keributan dan couple-centered. Walau mungkin yang bisa membedakan dari formula biasanya adalah sang wanita yang berinisiatif memulai pendekatan karena sudah menyukai bertahun-tahun lebih dulu. Calla disini sangat ramai dan ceria. Definisi sesungguhnya dari bunga matahari, menurut saya. Tapi dia juga lili dengan nama dan kerapuhannya. Ian bisa dikatakan sepaket kebalikan dari Calla. Saya, sayangnya, tidak menemukan dia menarik. Padahal saya sudah membayangkan Ian dengan rupa Kyuhyun di era Sorry Sorry, pria rambut ikal berantakan yang akhir-akhir ini menarik saya untuk menonton video-video lama, tapi tetap tidak terpengaruh. Saya merasa Ian tidak diceritakan banyak selain perasaannya pada Kiera yang lalu berubah karena Calla. Sebagian besar cerita adalah tentang Calla, cintanya yang luar biasa pada Ian, dan penampilan menakjubkan wanita itu laksana boneka. Karakter lain juga tidak memberikan banyak kesan. Yang interaksinya cukup saya suka diluar couple ini adalah ketika Ian dan Rayhan membahas penampilan terbaik Calla versi masing-masing. Karakter kakak-adik biasanya menarik perhatian saya, tapi tidak terjadi disini. Kecenderungan Kak Yuli untuk membuat novel tanpa banyak keributan menjadi sebuah lubang yang bisa menjerumuskan dalam kebosanan karena novel ini minim latar menakjubkan yang biasa ditawarkan dalam kisahnya juga hubungan antar karakter yang minim karakterisasi. Untuk sekali ini saya merasa dialog couple sebaiknya dikurangi dan diganti dengan sudut pandang orang lain yang melihat interaksi mereka.

Saya menemukan sedikit rasa Twilight juga. Adegan-adengan yang juga saya suka di Twilight. Untuk typo, entahlah ini typo atau bukan, Ian diterangkan tidak pernah menyebut nama Calla secara langsung sebelum menyadari perasaannya tapi di halaman 87, ketika Calla berniat merombak apartemen, Ian menyebutnya Calla. Hm, apa karena Ian masih separuh terjaga? Atau Calla yang terlalu kesal untuk menyadari momen yang sudah ditunggunya? Saya masih belum mengerti.

Nah, sesungguhnya saya tidak berharap banyak pada novel ini, karena sebuah novel pertama biasanya membawa serta bayangan sederhana akan sebuah novel yang berjalan 'baik-baik saja.' Sebuah kesoktahuan dari pengalaman saya yang tidak banyak, tapi karena itulah, silakan baca untuk mengemukakan sendiri pendapat kalian. Satu hal yang pasti menyenangkan dari membaca novel ini adalah akhir yang bahagia.
Profile Image for Neneng Lestari.
295 reviews1 follower
October 28, 2017
Pasti udah tahu dari sinopsisnya kalau ini bakalan jadi tema “Benci jadi cinta” kan?

Karakter Calla yang ceria, seenaknya saja, dan tidak mau mendengarkan orang lain, memang cocok dipasangkan dengan karakter Ian yang dingin dan gila kerja. Karakter ala-ala drama percintaan yang sering aku lihat di tv.

Cara penyampaiannya asik, gaya tulisannya juga rapi, terus ada juga kutipan-kutipan yang aku rasa bakal ngena di hati para pembaca yang cintanya sedang bertepuk sebelah tangan.

Tapi....

Full Review: https://ntarienovrizal.blogspot.co.id...
Profile Image for NH. Manjani.
15 reviews7 followers
July 16, 2016
Saya rasa saya tidak akan pernah merasa rugi menghabiskan waktu beberapa jam untuk membaca karya seorang Yuli Pritania, termasuk yang satu ini. Biarpun harus saya akui saya butuh waktu sedikit lebih banyak untuk (akhirnya) bisa menamatkan buku ini, tapi overall, seperti yang diharapkan, ceritanya sangat menghibur. Adegan lamaran di mana Calla sampe pingsan itu juara banget, tahu-tahu saya udah ngakak aja. Padahal deskripsi pemandangaan yang jadi latar kejadian itu udah bikin sel-sel romantis saya pada bangun semua, tapi semua tiba-tiba berubah karena si tokoh utama yang koplak. Favorit lah pokoknya!

Mungkin karena terbiasa membaca karya Yuli dalam bentuk fanfiction, sampai saya rasanya masih tidak bisa menghapus bayangan Cho Kyuhyun dan Han Hyena, jadi saya terus membayangkan bahwa dua tokoh itulah yang sebenarnya tokoh utama cerita ini. Karakter cowoknya yang dingin dan ceweknya yang sangat mudah dicintai itu terlalu KyuNa, akibatnya alur jadi sangat predictable. Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, ini bukan alasan untuk tidak menyukai ceritanya secara keseluruhan.

Ada beberapa hal di novel yang menurut saya aneh.

Pertama, deskripsi seorang Calla. Gadis yang hampir sepanjang novel diceritakan sebagai seorang gadis bertubuh pendek, kenapa bisa tiba-tiba dilukiskan memiliki kaki jenjang? Sejauh ini, yang saya tahu jenjang itu berarti panjang dan langsing. Tapi kalau Calla saja tingginya cuma 155 cm, memang sepanajng apa kakinya hingga bisa dikatakan jenjang?
Di beberapa kesempatan, dia juga digambarkan memiliki wajah oval (bahkan di cover novelnya juga tampak spt itu). Tapi kemudian dia disamakan dengan seorang Keira Knightley dan Natalie Portman yang rahangnya (ehem) tegas itu. Ini sedikit tidak konsisten menurut saya.

Kedua, pas mereka berangkat ke Ungaran naik Jeep. Saya sih menganggap ini tindakan kurang kerjaan. Calla dan Ian ini tinggalnya di Jakarta, kan? Menyetir sejauh itu, untuk kemudian melakukan kegiatan yang jelas melelahkan sesampainya di sana (niat awal Ian di sini pengen hiking), terdengar seperti bunuh diri buat saya. Belum lagi, saat perjalanan dan Calla seperti cacing kepanasan di atas Jeep karena melihat Ian menyetir sambil keringatan, kok saya jadi kebayang ekspresi (pardon my word) horny-nya Bella Swan setiap kali dia melihat Edward Cullen, ya? Ditambah lagi Ian yang sepenuhnya sadar sama sikap Calla dan memilih untuk "menyiksa" gadis itu selama sisa perjalanan. Ini mungkin adegan yang akan dinikmati banyak fangirl, tapi sepenuhnya gaje menurut saya.

Ketiga, ada adegan di mana Calla duduk di pangkuan Ian buat bantu menyelesaikan pekerjaannya dan Ian-nya ketiduran dengan posisi kepalanya disandarkan ke bahu Calla. Ini so sweet sih. Tapi kursi kerja bukannya seringnya pakai roda? Saya sih membayangkan Calla yang pendek itu duduk di pangkuan Ian, otomatis kakinya tidak sampai lantai. Ian-nya pun ketiduran, jadi siapa yang akan menahan kursi itu biar tetap stabil? Ian kan tinggi, otomatis kalau mau bersandar ke Calla, badannya mesti sedikit membungkuk. Saat adegan ini diketik, gaya dorong utk adegan itu sempat diperhitungkan gak ya?

Keempat, adegan pas Calla dan Rayhan harus berbelok karena jalanan di depan mereka macet, kemudian ada truk yang menabrak mereka dari arah berlawanan. Seberapa cepat laju sebuah truk di jalanan yang sekitarnya macet sampai bisa bikin badan mobilnya penyok? Apalagi ini settingnya di ibukota negara yang terkenal banget padat kendaraan, yang kalau nabrak palingan kendaraannya cuma kegores. Di pinggiran kota aja, kecil kemungkinan sebuah kendaraan sebesar itu bisa melaju di atas 50 km/jam. Well, ini tidak penting sih. Tapi bagi saya mengganggu.

Kelima, karakter mamanya Ian. Ini jenis tante-tante yang sekilas kedengarannya menyenangkan, apalagi karena kemunculannya selalu bikin Ian terpaksa(?) berinteraksi dengan Calla, dan akhirnya berujung dengan kejadian menyenangkan antara dua ornag itu. Tapi setelah saya pikir-pikir, kadar menyenangkannya itu sedikit keterlaluan di beberapa bagian. Dia terang-terangan menyuruh anaknya untuk tinggal serumah dengan seorang wanita yang belum jadi istrinya dan bilang kalau terjadi apa-apa tinggal nikah aja. Terus pas Calla dan Rayhan kecelakaan dan dengan teganya dia bilang ke Rayhan kenapa bukan kau saja yang ada di posisi Calla (well, kata-katanya tidak persis seperti ini tapi intinya sama). Ini ibu macam apa?

Keenam, novel ini kurang panjang. Biarpun kata penulisnya ini sudah dipanjang-panjangin sedemikian rupa, tapi menurut saya gejolak (duh, apa-apaan pemilihan katanya gueeeee) yang ada di novel ini kurang. Sepenuhnya fokus ke usaha Calla mendapatkan Ian, akibatnya tokoh lain jadi sedikit terabaikan. Rayhan yang tiba-tiba, di ujung novel, membawa seorang gadis yang sebelumnya bahkan tidak pernah disinggung keberadaannya. Kiera yang entah apa kabar. Gejolak batin Ian hingga akhirnya dia jatuh cinta kepada Calla (untuk ukuran orang yang sejak lama hanya menyukai seorang gadis, dia tergolong cepat berpindah hati). Calla yang lebih suka naik tangga dan kalau naik lift merasa tidak nyaman (ada apa di baliknya? Trauma kah?)

Ehem, sepertinya saya udah menulis terlalu panjang, jadi... Bye! *flies to Itali, kali2 aja ada ang mau ngelamar saya di sana*
Profile Image for Julia Rahmawati.
7 reviews
January 8, 2018
Suka banget sama ceritanya walaupun agak klise cerita benci jadi cinta tapi entah kenapa nggak ngebosenin pas dibaca.
Profile Image for Elisa.
27 reviews38 followers
August 6, 2014
novelnya bagus :-) monolog dan kata-katanya jg tdk terlalu puitis sehingga membuat reader jd lebih nyaman bacanya. sempat ngebayangin jd posisi Ian di awal2 crt dan ngerti banget kenapa dia judes sama Calla--cewek yg shamelessly selalu nyodorin dirinya.
sangat suka dengan karakter Ian walaupun terlalu romantis di bagian2 akhir buat sy hehee
some things that i dont really like mengenai konflik yg menurut saya kurang. tidak ada bener2 mslh yg diangkat kecuali gmn Calla berusaha buat Ian jatuh cinta. Dan blm sampai setengah halaman dari novelnya hal itu sdh keliatan, bisa ditebak.

hohoo dan jg kurang srek dengan bbrp kalimat yg menyangkut agama di novelnya. Mungkin dr semua reader sy aja yg ngerasa (i know its just me), tp lebih suka novel yg tidak mengandung agama sama sekali, apapun itu. sy lebih suka tidak pernah mengetahui agama pemeran utamanya. tp karna ini novel indo jd sangat bs dimengerti. karna banyak banget novel yg sept itu.

tp overall sy suka. sempat di bikin ketawa dengan sikapnya Calla yg adorably stupid dan gak tahu malu...
sooo 4 stars for you, Yuli....
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
September 15, 2014
Tertarik baca buku Yuli Pritania ini sudah sangat lama, tetapi saya tidak membaca fiksi penggemar. Saat membaca ulasan teman saya bahwa penulis mempunyai gaya yang asyik, semakin penasaranlah saya.
Suatu ketika saya membuka web tobuk online dan melihat kover buku yang sangat manis beserta blurb yang memikat--untuk buku terbitan Grasindo, saya bisa mengukur isi buku dari blurb, karena blurb ditulis oleh penulisnya.

Oke hingga akhirnya saya mendapatkan buku ini... ada tanda tangannya juga. Saya suka dengan gaya penulis. Ringan dan agak satir. Sejauh ini penulis cukup berhasil menghadirkan sisi beda dari cerita yang mainstream ini.

Hal yang sedikit mengurangi kenikmatan membaca adalah scene-scene pendek yang kurang menggambarkan situasi dan penggunaan kata ganti 'gadis itu' dan 'pria itu' yang terlalu banyak dan... kalimat bersayap. *jadi kepengin terbang*

Oke, saya nantikan buku lainnya dari penulis asal padang ini.
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
September 20, 2016
Wihhh keder juga nih sok2an ripiu buku ini, trus ngasi *1 diantara *4 yg seliweran.
Maap ya mbak Yuli, bukunya not cup of my tea. Maksain baca, cm bisa smpe setengah lalu lompat ke epilog, yang mana... aku baca seuprit aja.Hepi ending. Udah.
Idenya menarik sih, penulisannya jg rapi. Saking rapinya aku ngantuk dan bosan(lho?).

~plotnya datarrrrrr bgt. #hasil baca sampe di hal 142. Aku DNF.

~twist. Ya... gt deh(?)Yg harusnya bisa jd poin utk bikin penasaran, malah udh terjawab dg JELAS krn udh dibeberkan di awal2. Menurut aku, twist nya salah letak, mbak.

~karakter?
Biasa aja. Nggak ada yg bener2 bikin gemes atau merinding(dikata horor x ah).
>>Ian yg tamvan, mavan, tajir (secaraa mobilnya ferrari, boo') dingin cem kulkas 2 pintu, tapi menyimpan kebaikan hati yg besar. buktinya pas ada insiden Ian mecat supir perusahaan. Udah bagus2 dia jadi tokoh yg sedikit otoriter, berkuasa kek cowok2 di novel dewasa(tabookk aja, gw!!) ehh penjelasan setelah itu malah bikin aku down.
Displaying 1 - 30 of 45 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.