Lanjut lagi setelah terakhir baca tahun 2014 *lama banget, ahaha*
Urutan paling disukai sejauh ini dari vol 1-9 :
1. Nuri Gagap (#2) -> lucu dan menarik.
2. Laba-Laba Perak (#8) -> ada unsur politik, pengkhianatan, yang cukup berat dan tegang.
3. Mata Berapi (#7) -> petualangannya seru.
Mereka (Jupiter, Bob, Pete) ini bocah ngebolang yang nekat. Mereka punya markas, mobil hasil undian yang bisa dipakai kesana-kemari, klien, kemudian terlibat dalam bahaya besar dari kasus-kasus yang dihadapi. Karakter mereka juga lucu: Jupiter si cerdik, Bob si kutu buku, dan Pete si penakut.
Ulasan vol 10 :
Saya lumayan kecewa sama kasus kali ini, terlalu biasa saja.
Walau masih ada otak encer dari Jupiter yang bisa melihat lebih jauh tentang kemungkinan yang ada.
Setengah perjalanan lebih banyak deskripsi masuk ke dalam gua, sampai banyak lorong dan sebagainya. Memang ada eksperimen menarik, tapi sedikit, waktu mereka berusaha mengakalkan sosok pengganti agar tidak terlihat oleh siapa saja yang ada di Gunung Setan untuk mencelakakan mereka. Humornya juga tidak ada, tidak ada bagian yang buat saya ketawa lagi dengan perkataan dan gerak-gerik Pete.
Kasus Gua Raungan hanya melibatkan hal aneh terjadi layaknya di desa-desa, rumor El Diablo: misterius, tapi tidak ada bagian yang menantang untuk digali. Musuhnya kali ini tidak menarik, berbeda dengan pihak pencari keuntungan seperti di Kurcaci Gaib, Pulau Tengkorak, Jeritan Jam..pokoknya volume sebelumnya lebih ada kesan greget tersendiri yang buat petualangannya seru.
Intinya, agak membosankan. Teka-tekinya tidak ditarik sebanyak mungkin untuk meninggalkan rasa ingin tahu. Memang ini tergolong misteri ringan, tapi percayalah, yang sebelum ini jauh lebih bagus.