With the spread of manga (Japanese comics) and anime (Japanese cartoons) around the world, many have adopted the Japanese term 'otaku' to identify fans of such media. The connection to manga and anime may seem straightforward, but, when taken for granted, often serves to obscure the debates within and around media fandom in Japan since the term 'otaku' appeared in the niche publication Manga Burikko in 1983.
Debating Otaku in Contemporary Japan disrupts the naturalization and trivialization of 'otaku' by examining the historical contingency of the term as a way to identify and contain problematic youth, consumers and fan cultures in Japan. Its chapters, many translated from Japanese and available in English for the first time – and with a foreword by Otsuka Eiji, former editor of Manga Burikko – explore key moments in the evolving discourse of 'otaku' in Japan. Rather than presenting a smooth, triumphant narrative of the transition of a subculture to the mainstream, the edited volume repositions 'otaku' in specific historical, social and economic contexts, providing new insights into the significance of the 'otaku' phenomenon in Japan and the world.
By going back to original Japanese documents, translating key contributions by Japanese scholars and offering sustained analysis of these documents and scholars, Debating Otaku in Contemporary Japan provides alternative histories of and approaches to 'otaku'. For all students and scholars of contemporary Japan and the history of Japanese fan and consumer cultures, this volume will be a foundation for understanding how 'otaku', at different places and times and to different people, is meaningful.
Patrick W. Galbraith earned a PhD in Information Studies from the University of Tokyo, and is currently pursuing a second PhD in Cultural Anthropology at Duke University. He is the author of The Otaku Encyclopedia (Kodansha, 2009), Tokyo Realtime: Akihabara (White Rabbit Press, 2010), Otaku Spaces (Chin Music Press, 2012) and The Moe Manifesto (Tuttle, 2014), as well as the co-editor of Idols and Celebrity in Japanese Media Culture (Palgrave, 2012) and Debating Otaku in Contemporary Japan (Bloomsbury, 2015).
Very detailed sociological inquiry about otaku, differents points of view and their critics. Very fresh regard on the scolarly popular otaku phenomenon. Indispensible book for sociologist interested in contemporary Japan alternative masculinities.
Setelah membaca buku ini ternyata istilah "your trash can be someone else treasure" sangat lekat dengan asal usul kata "otaku" yang merupakan cercaan dari penyuka manga lolicon kepada penyuka manga lolicon lainnya yang bau, tidak menarik, dan bertubuh gendut atau kurusnya tidak proposional. Dari awalnya cuma jadi sampahan keluh kesah ternyata menjadi sebuah gerakan dan gaya hidup yang memberikan pengaruh bukan hanya di Jepang tetapi juga di dunia. Dari cercaan orang-orang akibat dikaitkan dengan kasus pembunuhan hingga menjadi penjaga pintu Jepang dalam sumber pemasukan ekonominya setelah industri besarnya mandek gara-gara gelembung ekonomi di Jepang
Ditulis dengan format essay dari penulis yang berbeda dari berbagai macam perspektif membuat buku ini bisa memberikan gambaran tentang otaku Jepang seperti apa dan kenapa kultur ini bisa berkembang di Jepang sebelum bisa menyebar di seluruh dunia. Beberapa bagian mungkin akan terlihat cukup memusingkan tetapi karena bahasannya tentang pop kultur sehingga flownya masih bisa ringan dan dimengerti (apalagi jika sebelumnya ada pengetahuan tentang apa itu budaya sebelumnya)
Banyak hal menarik yang muncul di buku ini mulai dari kenapa komik Shonen laku keras di Jepang, filosofi mengenal budaya Jepang yang mempengaruhi karya mereka, Miyazaki dan Tomino yang dulunya aktivis kampus, penyusupan karya anti-perang dan anti-kemapanan di anime, pengaruh Densha Otoko yang mampu membalikkan persepsi otaku, otaku no video yang ternyata isinya menertawai bareng otaku oleh otaku itu sendiri dan masih banyak hal budaya pop kultur Jepang lainnya yang menarik untuk dieksplor pembacanya. Banyak hal mindblown tentang otaku di dalam buku ini
Sebuah buku yang wajib dibaca jika ingin mengetahui apa itu otaku lebih dalam dan kenapa budaya otaku terbentuk sehingga menghasilkan sebuah kultur konsumerisme dan fanboy/fangirl yang gila-gilaan seperti sekarang