Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pioneers of His Presence

Rate this book
God is moving and all over the world people are building a habitation of His presence.

We are living in an hour of history where God is working to restore the fallen tabernacle of David. Cities and nations across the earth are hosting His presence and creating places of encounter with God where the saved are lit afresh and the lost come face to face with His love. God is raising up a company of pioneers who have first love in their hearts and will build God's dwelling place in the earth.

The current reality of the worship and prayer movement demands that clear articulation and language be given as a road map for God's pioneers in the earth today as a foundation for generations after. Pioneers of His Presence shows the biblical foundations for the rebuilding of David's Tent in our day.

Pioneers of His Presence
- Show biblical precedence for the current and future movement of worship and prayer, the rebuilding of the tabernacle of David, as well as why the presence of God must be the center of everything we do.
- Awaken you to a lifestyle of loving and ministering to the Lord as the supreme call for your life.
- Give fresh language and revelatory teaching to those planting and building houses of prayer and worship furnaces for the long haul.
- Explain how the greatest harvest of souls of all time is coming to the resting place of God's presence.

178 pages, Kindle Edition

First published July 15, 2014

7 people are currently reading
15 people want to read

About the author

Chris Burns

39 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (69%)
4 stars
3 (23%)
3 stars
1 (7%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Zipora Zipora.
202 reviews5 followers
February 24, 2022
Bag 1 : manusia, bab 1 : Sang Perintis
Lebih baik menjelajahi ketidakpastian daripada beristirahat dengan nyaman dalam hal yang dapat diprediksi. Sakit hati dan kekecewaan hanyalah batu loncatan. Para perintis memiliki rasa lapar begitu besar untuk menemukan yang belum ditemukan. Mereka berusaha membuat dunia ini kelihatan seperti dunia-Nya dan mereka dikuasai oleh hadirat Allah. Milik Allah: menolak kenyamanan agama dan berjalan dengan berani ke dalam kepenuhan dan misteri Allah. Para perintis ini dipicu oleh kerinduan akan Allah di dalam hati dan keinginan untuk menciptakan sebuah tempat bagi Dia di bumi, untuk membangun sesuatu yang belum pernah terlihat di sebuah negeri yang belum dibangun. Jika kita membangun tanpa mengetahui rancangan Tuhan, kita akan hidup di sebuah rumah di mana kita tidak pernah dimaksudkan hidup di dalamnya. Tuhan menginginkan keluarga, bukan organisasi. Penyembahan dan doa adalah Bahasa keintiman dengan Tuhan, suatu pergerakan doa dan penyembahan sekarang sedang melanda bumi pada kecepatan dan ukuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita adalah warga negara negara surga dan duta besar Kerajaan Allah. Kita ada di bumi untuk mengasihi Tuhan sebagai imam dan membawa hadirat-Nya sebagai raja. Tidak ada panggilan yang lebih tinggi daripada berjalan bersama Tuhan dan menyembah Dia. Hadirat Tuhan itu misterius namun sangat sederhana. Kata hadirat adalah “wajah”. Hadirat adalah “paniym” dan selalu memiliki arti wajah. Hadirat Tuhan adalah wajah Tuhan. Ia ada di dalam setiap orang percaya yang sudah lahir baru, tapi Ia tidak terlihat pada setiap orang percaya. Tapi wajahNya berbicara tentang kedekatan pribadiNya. Tuhan ingin memberikan suatu perjumpaan dengan hadiratNya kepada dunia. Ia ingin dunia melihat keindahan wajahNya dan kedekatan kebaikanNya. Kita dari surga, kita lahir dari Allah, dan tujuan utama kita dalam setiap Tindakan, besar maupun kecil, adalah untuk membawa kerajaanNya, budayaNya, dan cara hidupNya di sini. Hadirat Tuhan, mengenal Dia dan Dia mengenal kita= dasar.
Bab 2 : Berbuah dengan Alami
Hal paling menghasilkan buah= tinggal dalam hadiratNya sebagai “sasaran” di hidup kita. Yesus memerintahkan tinggal dalam hadiratNya demi hubungan, dan Ia menginginkan hubungan supaya berbuah dapat terjadi secara alami. Yesus mengatakan kita akan terbukti sebagai murid-Nya oleh buah di hidup kita. Jika pekerjaan baik saja adalah buah, maka kita bisa melakukannya dan berbuah tanpa Yesus. Buah yang tetap adalah pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan bersama Dia, bukan tanpa Dia. 1 Korintus 3:10-14, semua hal “baik” yang kita lakukan yang tidak dibangun di atas dasar Yesus akan terbakar dan menjadi tidak berguna. Berbuah bukanlah tentang melakukan tapi lebih tentang “tinggal di dalam”. Satu-satunya cara untuk berbuah adalah dengan tinggal di dalam Kristus, hidup dan berjalan bersama Dia dan dalam hadiratNya. Hadirat Tuhan= kedekatan dari pribadiNya. Ketika tatapan kita jadi tergila-gila dengan hal-hal dari Tuhan dan bukan Tuhan sendiri, kita dijamin menjadi tidak berbuah. Buah dalam hidup saya bukanlah untuk saya, tapi untuk orang lain. Memberikan kepada orang lain buah yang bertumbuh dalam keintiman dengan Yesus. Buah kita bukan untuk dipamerkan, tapi untuk dimakan.
Mengalami kasihNya yang besar bagi kita setiap hari kemudian membalas kasih itu kepada Dia dalam semua yang kita lakukan. Tuhan tidak mengejar para pengikut aturan. HatiNya adalah untuk mendapat kasih umatNya. Pemikiran perjanjian baru : tinggal dalam hubungan. Hukum mengikuti Roh itu lebih besar daripada hukum mengikuti peraturan. Hukum Perjanjian Lama (mengetahui tentang Tuhan), Perjanjian Baru (mengenal Tuhan secara pribadi)- seperti perbedaan antara membaca biografi seseorang dan benar2 mengenal orang itu. KerinduanNya: kita menghasilkan buah yang tetap, seperti tanaman di tepi aliran air yang menghasilkan buah di segala musim. Segala hal di dunia jasmani dipengaruhi oleh duia rohani, tempat yang tak terlihat. Namun memiliki keintiman dengan Tuhan akan menghasilkan hal-hal yang bisa dilihat orang-orang. Hanya bisa berbuah jika hubungan Anda dengan Dia kuat dan tetap mengalir hari demi hari. Alkitab menyatakan bahwa yang tak terlihat itu kekal dan terbaik. Sebagai umat Tuhan di bumi, kita harus hidup dari tempat yang tak terlihat bersama Tuhan untuk menghasilkan buah. Buah individu dari Roh Kudus: kasih, kesabaran, dan sukacita, muncul dari kehidupan yang dijalani di dalam Tuhan. Tempat rahasia= tempat keintiman. Kehidupan batiniah kita yang tinggal di dalam Tuhan jauh lebih berharga daripada kesuksesan pelayanan di luar. Tuhan mencari hati kita, bukan pelayanan kita. Jika kita mengejar hati Tuhan di tempat rahasia, Ia akan mengupahi kita di tempat public dengan menghasilkan buah yang tetap dan tidak bisa diambil. Menghasilkan buah: dengan berjalan bersama Dia dalam hubungan. “Jika kamu tidak tinggal di dalamKu, kamu tidak akan berbuah, jika kamu tinggal di dalamKu dan Aku di dalammu, kamu akan berbuah banyak dan buahnya tetap. Kita akan mengubah dunia lewat tinggal dalam hubungan dengan Dia, melakukan kehendakNya dan mendapatkan kesenangan yang indah seperti di Taman Eden. Kejadian 3:8: bersama Tuhan dan menghasilkan buah dengan berada dalam hubungan dengan Tuhan. Ia menaruh taman itu di dalam kita. Saat kita merawat taman di dalam hati ini, dunia luar kita akan mulai menyerupai kemuliaan di dalam. Perjanjian Baru: belajarlah untuk tinggal di taman bersamaKu lagi! Tinggallah di dalam, hiduplah, melekatlah, berdiamlah, dan terlibatlah denganKu selalu dan kamu akan menghasilkan buah yang memberi hidup! Kita tidak lagi harus bekerja keras dan berjuang untuk memenuhi aturan-aturan untuk berbuah. Kita akan menghasilkan buah melalui sukacita dari hubungan. Realita yang membebaskan: Tuhan hanya ingin bersama dengan kita, dan jika kita memberi diri kita kepada Dia dengan car aini, Ia akan mengubah dunia melalui kita. Menghasilkan buah terjadi di dalam kamar doa, tempat kerja, jalan-jalan, dan mimbar saat kita bersekutu dengan Yesus dan taat kepada perintah-perintahNya. Persoalan datang ketika kita mencoba melakukan semua hal ini tanpa berada dalam hubungan dengan Tuhan hari ke hari. Fokus kita seharusnya ada pada tinggal di dalam, bukan pada bekerja atau melayani. Perintah utama dan pertama, yaitu mengasihi Tuhan. Kita akan tinggal di dalam Dia dan menghasilkan buah. Dalam keintiman yang lebih dalam saat Anda merasakan kasihNya yang menyala-nyala di hati anda. Tidak ada tujuan yang lebih besar daripada berjalan dalam hadiratNya. Tinggal di dalam Tuhan tidak pernah lulus dari kehidupan tempat rahasia bersama Tuhan, tapi benar-benar lebih dari sekedar waktu doa yang disisihkan. Tinggal di dalam Tuhan: suatu realita di dalam yang mengubah segala sesuatu di dalam, dan juga di luar pada waktunya.
Bab 3: Bahasa kasih Tuhan
Mengetahui Bahasa kasih Allah: hal paling penting bagi hubungan kita dengan Dia. Ia menginginkan hati yang jatuh cinta padaNya dan taat pada firmanNya. Hati yang benar-benar taat: luapan dari hati yang jatuh cinta. Anda bisa melakukan perintahNya tanpa mengenal Yesus. FokusNya: mengasihi Yesus, dan luapan dari hal itu adalah kita menuruti firmanNya. Yesus tahu bahwa jika Ia memiliki kasih kita, Ia akan memiliki pelayanan kita dan kita akan menuruti perintah-perintahNya. Yesus di sini sedang meneguhkan perintah yang pertama dan terutama, mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita (Markus 12: 29-30). Sebagai manusia, di dalam kita sudah terbentuk sifat ingin mengekspresikan kasih melalui seni. Tuhan telah menjelaskan bahwa Ia menginginkan kasih kita. Penyembahan dan pujian kita kepada Dia adalah bentuk tertinggi komunikasi kasih sehari-hari yang Ia rindukan. Meskipun penyembahan merupakan segala sesuatu yang kita lakukan dan siapa kita, suatu persembahan langsung ada dalam bentuk musik. Lagipula, di ruang keluarga Allah (ruang takhta) ada nyanyian penyembahan yang tiada henti-hentinya kepada Dia, siang dan malam, malam dan siang (Wahyu 4:8-9). Wahyu 4 dan 5, menunjukkan kepada kita bahwa tempat kudus Allah penuh dengan penyembahan yang tiada henti-hentinya lewat nyanyian dan alat music yang dimainkan. Penyembahan melalui seni: salah 1 bahasa kasih tertinggi bagi Allah. Daud: pemimpin pujian yang menjadi gembala. Menjadi penyembah sebelum menjadi pemimpin. Imam sebelum menjadi raja. Setelah menjadi raja, ia mengadakan penyembahan yang tiada henti-hentinya di bangsa Israel. Ia menyatakan dengan perkataannya, keuangannya dan hidupnya bahwa penyembahan adalah titik tertinggi panggilan gereja untuk mengasihi Tuhan. Tuhan sangat menyukainya. Tuhan sedang mencari para pemimpin yang telah belajar untuk menjadi lembut dan mengikuti hadiratNya. Persembahan terkecil kita memikat hatiNya jika dilakukan dengan kasih yang besar. Tuhan begitu tergila-gila dengan sang mempelai perempuan sehingga Ia sekarang membujuk dia kembali kepada kasih mula-mulanya, yang darinya sumber segala kehidupan kita. Kekasih Allah akan menjadi kekasih sesama. Musuh akan selalu mencoba membuat kita bekerja lebih keras untuk merasa benar dalam hubungan kita dengan Yesus. Kasih karunia yang sesungguhnya memberikan kita kuasa untuk mengasihi dan menyembah Yesus bukan karena kita harus tapi karena kita mau. Musuh akan selalu mencoba menambah beban kerja kerja- beban kerja agama daripada masuk ke dalam peristirahatan penyembahan yang sejati. Tuhan menginginkan pujian yang tiada henti-hentinya, mempersembahkan seluruh hidup kita sebagai persembahan yang hidup. Tuhan menginginkan pesembahan yang hidup sehingga kita bisa menjadi mezbah api dan hadiratNya yang berjalan.
Bab 4: Tatanan Allah
Kasih yang sejati menggantikan semua filosofi, hikmat dan pengetahuan karena kasih adalah 1 pribadi dan namaNya adl Yesus. Mengenal Dia adalah tujuan utama hidup kita. Tujuan kita adalah untuk jatuh cinta kepada Yesus dan membuat semua hal yang kita lakukan adl krn kasih kita kepada Tuhan. Tuhan sedang mencari orang-orang yang mengasihi Dia dengan sepenuh hati. MataNya menjelajahi bumi, mencari mereka yang hatinya sepenuhnya milikNya dan Bapa sedang mencari para penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Allah mengejar hati kita. Ia sangat menginginkan kasih kita. Dalam the Practice of the Presence of God, brother Lawrence dengan bijaksana mennyatakan bahwa Tuhan tidak memandang besarnya pekerjaan yang kita lakukan untuk Tuhan, tapi lebih memandang kasih yang dengannya sebuah pekerjaan dilakukan.
Kita menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai yang terutama, semua hubungan lainnya akan diberkati sebagai hasilnya. Karena saat kita mengenal, mengalami dan hidup dalam hubungan dengan kasih itu sendiri, kita menjadi serupa dengan gambarNya. Dan Allah adalah kasih. Ketika menyelamatkan jiwa-jiwa menjadi lebih penting daripada mengasihi Tuhan, kita mencurangi tatanan Allah. Kita tidak bisa memnyelamatkan siapapun. Hanya Yesus Kristus yang bisa. Kasih dan penyembahan kitalah yang pada akhirnya Ia kejar. Betapa menyedihkan melihat seluruh dunia diinjili tapi kita melupakan Tuhan dalam kesibukan pekerjaan kita bagi Dia! Ketika kasih kepada Tuhan dipupuk dalam hidup kita, kita akan secara alami selalu menjadi kasih Yesus bagi setiap orang yang kita jumpai.
Kita seharusnya berusaha mengasihi orang-orang, terlepas dari motif lain selain kasih itu sendiri. Kasih akan menghasilkan murid, dan itulah yang kita kejar. Yesus membuatnya jelas bahwa jika kita tidak tinggal di dalam Dia, kita tidak bisa berbuah. Berusaha menyenangkan orang lebih daripada menyenangkan Tuhan adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan tatanan. Tuhan ingin kita melayani orang lain, tapi jika kita fokus pada hal-hal dari manusia lebih daripada hal-hal dari Tuhan, kita sedang beroperasi dalam yang jahat. Cara-cara Tuhan berbeda dari cara-cara kita. Kita harus mengejar cara-caraNya dan menyesuaikan diri dengan apa yang sedang Ia lakukan, sekalipun kelihatannya bertentangan dengan pemikiran atau rendana kita. Jika hubungan kita dengan Tuhan kuat, dan terus mengalir setiap hari, kita akan memilih tekad untuk berdiri di hadapan semua orang untuk melakukan apa yang Ia suruh kita lakukan. Menyembah Dia adalah Tindakan sederhana mengarahkan mat akita kepada Dia.
Bab 5: Pekerja yang baik adalah kekasih yang baik.
Kekasih terbaik akan menjadi pekerja yang baik. Mereka menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Ketika anda melakukan sesuatu yang anda cintai, anda mengerjakannya dengan penuh sukacita.Mereka hidup dalam cara sedemikian rupa sehingga luapan hidup mereka menyentuh dunia di sekeliling mereka dan juga hati Yesus. Mereka adalah contoh bagaimana mengasihi dan mengenal Tuhan menjadi sumber pekerjaan-pekerjaan baik. Yesus memberitahu kita agar melakukan aktivitas rohani kita secara tersembunyi supaya kitab oleh menuai upah dengan Tuhan dan bukan dengan manusia. Saya telah melihat bahwa hal-hal kecil yang tampak tidak berartilah yang pada akhirnya memiliki dampak besar. Ketika saya hanya hidup untuk mengasihi Tuhan, saya akhirnya mengasihi orang-orang dengan lebih efektif. Para kekasih akan selalu bekerja melampaui para pekerja. Para kekasih akan melakukan lebih dari yang diminta. Yesus dating ke bumi untuk tujuan mengenal Tuhan secara intim. Tuhan menginginkan sebuah keluarga, bukan bisnis yang berjalan dengan baik. Kekasih-kekasih Tuhan yang sejati akan melakukan Tindakan-tindakan Tuhan yang sejati. Makan dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat menghasilkan kematian bagi Adam dan Hawa, dan masih seperti itu bagi kita saat ini. Hanya dengan memakan keintiman yang datang dari hubungan dengan Yesus, kita bisa benar-benar hidup dan menjadi kehidupan bagi orang lain.
Bab 6: Hikmat dalam berbagai persoalan hidup juga paling baik diperoleh dari orang-orang yang telah mengalami hal-hal serupa dan berhasil. Yesus memberikan kita perintah yang jelas untuk diikuti. Ia bahkan mempersingkat daftarnya dari 10 menjadi 2. Mengasihi Tuhan : yang pertama. Mengasihi sesame: yang kedua. Perintah adalah sesuatu yang kita prioritaskan atau perhatikan. Penugasan adalah tugas/ pekerjaan spesifik yang harus kita selesaikan. Hanya dengan mengenal Kasih itu sendiri, kita bisa memberikan kasih kepada dunia yang hancur. Untuk mengenal Dia, perlu mempelajari karakterNya, jalan-jalanNya, kepribadianNya, untuk hanya berada bersama Dia! Yesus terus menerus mengarahkan hati murid-murid untuk mengasihi Tuhan terlebih dahulu. Yesus menginginkan cinta, kasih, dan perhatian kita lebih dari pada pelayanan atau “pekerjaan-pekerjaan baik” kita.

Orang percaya ini murni hatinya, tapi salah menempatkan kekuatan hubungannya dengan Kristus berdasarkan semangatnya sendiri daripada dalam kasih Yesus. Kebohongan: kita harus melayani dan bahkan berjuang untuk Tuhan. Tapi semangat yang menyala-nyala pada akhirnya harus berakar di dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kasih Yesus kepada kita adalah bahan bakar bagi gairah dan semangat kita. Pelayanan kita kepada orang lain harus berasal dari mengasihi Yesus lebih dahulu. Mengasihi dan menyembah Dia lebih dulu adalah dasar dari semua pekerjaan baik.
Ketika Daud menari-nari di hadapan Tuhan, istrinya, Mikhal, memandang dia dengan rasa jijik yang sama seperti ditunjukkan murid-murid kepada Maria ketika ia mencurahkan minyak wangi ke atas Yesus (2 Samuel 6). Mikha mandul setelah ini. Masih berlaku sampai hari ini bahwa mereka yang mencari-cari kesalahan dan mengkritik tidak bisa melahirkan hal-hal dari dati Tuhan. Kekasih Tuhan yang keinginan terdalamnya adalah mengenal Dia. Mereka lapar akan hubungan yang intim dengan Dia. Apakah kita dengan bodohnya begitu berani mencoba melakukan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan oleh kuasa Tuhan sementara menyangkal kuasa penyucian dan kekudusan?
bab 7 : hadirat yang unik dan memprovokasi
Tuhan menginginkan hati kita, kasih kita. Hati adalah satu properti paling berharga di alam semesta. Dan semakin kita menyerahkan hati kita kepada Tuhan, Ia akan semakin besar di dalam hidup kita. Kedekatan yang nyata ini diperoleh melalui keintiman dan persahabatan dengan Dia. Jika kita tidak menginginkan hadirat Tuhan, kita tidak akan menghormatinya. Jika kita tidak menghormati hadiratNya, kita tidak akan mengikuti, berserah, atau tunduk kepadanya. Mencari wajahNya akan selalu membawa kepada pergerakan tanganNya. Perbuatan-perbuatan Tuhan dimaksudkan memprovokasi kita untuk mengenal Dia secara pribadi. Tuhan mengejar para kekasih yang sejati. Para pemimpin hari esok adalah mereka yang mecari keintiman dengan Tuhan hari ini. (Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya). Jika janji-janji profetik kita dari Allah menjadi lebih berharga bagi kita daripada hadiratNya, kita akan kehilangan intinya. Tuhan begitu setia sehingga Ia akan memberikan kita apa yang Ia janjikan. tapi hadiratNya tidak akan ada di tengah-tengah kita. Panggilan utama semua orang Kristen di hari-hari ini adalah berjalan bersama Tuhan dalam keintiman. Panggilan kita: membawa hadiratNya ke atas diri kita sebagai iman dan kemudian melepaskannya di bumi sebagai raja.

Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.