Terlahir setelah perang Korea, Lee Myung-bak ditakdirkan hidup dibawah garis kemiskinan. Hidup bersama adiknya di kuil tua, Lee Myung-bak selalu kelaparan menjalani hari-harinya. Setelah lulus, Lee Myung Bak pindah ke Seoul.
Demi membiayai kuliah, Lee Myung-bak menjadi tukang sampah di pasar. Setiap pagi mengisi gerobak sorong dengan sampah, lalu mengangkutnya sejauh beberapa kilometer, Setiap hari bolak-balik enam kali melalui rute yang berbukit-bukit.
Begitu sulitnya kehidupan Lee Myung-bak, namun dia dapat menjadi direktur utama Hyundai Construction pada umur 35 tahun, dan menjadi Presiden Korea Selatan pada umur 67 Tahun. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
"Miskin menjadikan kehidupan tidak nyaman, tapi kita tidak perlu malu akan hal itu. Jika ingin lepas dari kemiskinan, kalian harus bekerja sangat keras. Tak akan ada orang lain yang melakukannya untuk kalian."
Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan buku ini. Saya sampai bingung mau memberi review seperti apa. Menurut saya buku ini sudah mencakup semuanya. Menarik, iya. Penuh inspirasi, juga iya. Menguras emosi, iya. Mengharukan, iya. Hebat, iya. And I Love This Book^^
Ya, saya akui, banyak hal yang harus dilalui sebelum mencapai kesuksesan. Banyak rintangan. Kadang kita akan jatuh berkali-kali. Gagal berkali-kali. Seperti sebuah pepatah, “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.”
Dan saya tahu, dalam bukunya ini ia ingin menceritakan pada semua orang bahwa tidak ada rintangan yang menghalangi seseorang untuk menjadi besar. Asalkan ada kemauan dan keyakinan untuk berjuang, pasti ada jalan yang menuntun kita untuk bisa meraih mimpi dan kesuksesan. “Tantangan kerap memunculkan ketakutan, tetapi juga mengeluarkan potensi diri.” (hal.13)
Tentang perjalanan hidupnya, saya akui tidak mudah. Kalau saya menjadi dirinya, mungkin saya tidak sanggup. Membayangkan harus mengisi gerobak sorong dengan sampah lalu mengangkutnya sejauh beberapa kilometer sampai enam kali atau bahkan lebih membuat saya bergidik. Saya benar-benar tidak akan sanggup. Dan Lee Myung-bak memang hebat. Ia benar-benar berhasil tanpa ada kata “MENYERAH.”
Saya tidak banyak menemukan kekurangan dalam buku ini. Terjemahannya cukup bagus. Dan novel ini benar-benar penuh inspirasi. Buku yang berisi kisah mengharukan ini, mampu membuat hati saya terketuk. Saya ingin mimpi-mimpi saya menjadi nyata. Maka dari itu, berulang kali saya mengingatkan diri untuk terus bekerja keras dan pantang menyerah. Dan buku ini banyak memberi manfaat untuk pembacanya. Overall, saya benar-benar tidak kecewa setelah membaca buku ini. Kisah yang mengagumkan dan hebat ini, akan terus saya ingat.