Gadis itu tidak pernah tahu bahwa segala yang ditulisnya ternyata melahirkan semesta baru. Seo Hae In, seorang penulis terkenal asal Korea Selatan yang baru saja meluncurkan novel terbarunya dan akan segera diangkat dalam sebuah serial drama, justru harus terlibat dalam sebuah kecelakaan yang menewaskan nyawanya.
Detik berikutnya ketika sang dara membuka mata, Seo Hae In justru terbangun menjadi salah satu karakter paling menyedihkan bernama Avadiéra Everleigh dalam novel yang ia tulis sendiri, berjudul The Monarch's Vagary.
Memulai sebuah kehidupan baru yang ia jalani setelah kematiannya, Avadiéra seharusnya berakhir terbunuh secara tragis. Mungkin … kehadiran dirinya sebagai sang penulis dalam kisah itu akan membawanya pada akhir yang berbeda. Akhir yang sanggup mengguncang seantero semesta raya.
This lore is … about rewriting the afterlife that the universe has given to me.
2.7/5! 🧘🏻♀️🍃 I might get a lot of hate for this. This is my opinion, by the way!
Beli buku ini, not knowing this is from AU. Ini novel romance pertama aku meski aku sudah hidup 17 tahun, hehe. Aku gak tau ternyata banyak AU yang dijadiin buku (aku pun sebenernya gak pernah baca AU but I knew I'm not a fan of it). Tapi yasudahlah, kubaca saja, sayang duitnya (padahal ternyata bisa dibaca gratis di wattpad T_T).
Starting off pretty strong. Throughout the whole book, I knew this is not the tropes I like. It feels weird. You woke up in a castle. A hot prince in front of you. Kissing you. You're in your own story. Avadiéra (I mean Seo Hae In) was not even THAT skeptical about the situation. Anyone would be scared, and will need a lot of time to finally adapt. But somehow she did it so fast.
500 halaman. For something so so repetitive. Percakapan Granger dan Avadiéra cuma itu-itu aja. "Kamu pusat tata suryaku" or something like that. We get it. Enough. You don't need to say that for every page in 500 pages.
Menceritakan perang, but no map. It's so confusing. If you really had someone to draw an art for you, maybe get that person to draw a map for you as well.
Bahasa campuran Inggris dan Indonesia. I kinda get it that the author probably didn't want the conversation to be cringe. And well, I did enjoyed it. Again, the thing that makes it cringe is because everything is overrepetitive. And not every dialogue was translated to Indonesia. Rasanya ya kayak setengah-setengah. Bayangin kalo ada pembaca yang memang asing dengan bahasa Inggris.
But besides that, it's a really sweet romance, the type of man who would do anything for his girl. Just too much, maybe. Though I like Stefan and Aurora story a bit more than the main couple.
Cerita di akhir lebih aneh lagi. Bikin bingung. Tapi yasudah.
Asli, takjub banget sama The Monarch's Vagary! 🤩🫵🏻 Buku bantal yang worth to read + worth every penny karena cakep banget!!
⋆ ˚。⋆୨୧˚⋆ ˚。⋆
Buatku, 𝗽𝗹𝗼𝘁 TMV ini jauh lebih cakep dari The Major jadi perkembangannya kak Jiselle keliatan jauh lebih better. Di TMV ini, plotnya lebih jelas terus konflik-konflik kerajaannya pun jauh lebih terasa intens dibandingin The Major. Belum lagi romance antara Granger dan Diera juga gong banget, manis bikin salting walau emang ada beberapa dialog yang kerasa diulang-ulang but still good tho!🩷 Aku suka sama plotnya karena latar belakang karakternya jelas, asal usul perangnya juga jelas diceritain dan penyelesaian konfliknya juga okay banget tapi emang di bagian masalah Granger-Diera ada yang agak tergesa gitu penyelesaiannya xixixi tapi secara keseluruhan, plotnya juara banget! Bener-bener romantasy yang match to my cup of tea!✨️
𝗔𝗹𝘂𝗿nya juga aku suka banget, gunain alur maju dengan beberapa flashback yang pergantian timeline-nya termasuk rapi walau emang ada beberapa yang pergantian scenes atau waktu yang agak jumpy tapi setidaknya masih bisa aku ngikuti😌✨️ Flow alurnya dari awal sampai akhir juga enak, ngalir aja gitu terus tension pas konfliknya tuh dapet feelnya! Gak lupa juga, untuk buku dengan halaman 500++ ini termasuk fast paced di aku, aku butuh 8 hari buat kelarin ini dan itu juga karena kejeda bacaan lain wkwkwk😭 Tapi gak bisa dipungkiri walau aku suka sama kingdom's political-nya tapi di sisi yang lain ya aku rada puyeng terus sempat jeda baca karena mencerna politik dan siasat perangnya, belum lagi banyak juga tokohnya jadi mesti paham ini siapa, itu siapa biar bisa dapet plot twistnya!
Buatku, 𝗻𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya kak Jiselle itu cakep + unik 🤩🫵🏻 aku suka sama perpaduan bahasa Indonesia yang baku dan bahasa inggris yang cakep itu, beuhh apalagi dialognya Granger sama Diera pas pakai bahasa Inggria, damage-nya kagak main-main, bun. Salting brutal dahhh😚🫶🏻 Oiya, don't worry just be happy karena ada catatan kaki yang isinya terjemahan dialog bahasa Inggris-nya jadi kalian bisa sekalian belajar bahasa Inggris juga nih! And then, narasinya juga okay banget buat mendeskripsikan apa yang ada dalam ceritanya jadi aku bisa masuk ke world building-nya kak Jiselle yang cakep ini, asli kayak ditarik masuk ke dunianya Granger dan Diera!! 🫶🏻
Tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya kali ini aku suka bener, latar belakang mereka jelas diceritain jadi paham asal usul kenapa Granger bisa dijodohin sama Diera terus juga perkembangan karakter serta hubungan mereka jelas ya walau emang di awal agak kaget sama si Granger yang keliatannya udah bucin tapi akhirnya dapet juga alasannya kenapa dan jujur, alasannya itu mindblown banget! 😭🫵🏻 Aku sempat shock sekaligus kagum sama benang merah antara tokoh-tokohnya terutama soal kenapa Seo Hae In nyemplung ke dunia novelnya, gila sih kak Jiselle kayak keren banget woilah, dunia dan tokoh-tokoh yang dibuat!!🔥 Terus buat tokoh sampingannya juga dikasih porsi yang pas dan perhatiin aja deh, ada yang jadi juru kunci dari cerita ini xixixi
And lastly, 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 yang bisa aku dapetin dari TMV ini adalah takdirmu tidak akan tertukar, gak peduli seberapa keras badai misahin tapi kalo yang namanya jodoh pasti akan bertemu lagi dengan cara yang amazing!🫵🏻
Overall, it's a great romantasy book dan aku super recommended this book buat pencinta fantasy, harus punya pokoknya! 😌✨️ Beli ya ges, aku maksa!!
Seo Hae In adalah penulis terkenal asal Korea Selatan, ketika akan menghadiri peluncuran novel barunya yang akan di angkat menjadi serial drama berjudul The Monarch's Vagary, tiba-tiba mengalami insiden kecelakaan yang menewaskannya. Tapi yang mengejutkan ia terbangun ke dalam dunia yang asing, dengan berjalannya waktu ia menyadari bahwa ia telah terbangun menjadi salah satu tokoh dalam novel yang ia tulis sendiri yaitu Avadiera Everleigh. Dan seakan tidak ada yang lebih mengejutkannya lagi, Avadiera adalah tokoh menyedihkan yang mati ditangan Granger Von Afflersied atau raja Christophel III. Avadiera adalah tunangan dari Granger, mereka dijodohkan sejak kecil oleh kedua orang tua masing-masing, Granger yang berasal dari kerajaan Eichner dan Avadiera dari kerajaan Dillensburg. Akan tetapi Granger memiliki kekasih lain yang ia cintai yaitu Aurora Harlan, dalam novel Avadiera memiliki nasib yang tragis, merasa dikhianati ayahnya dengan memilih adiknya sebagai penerus kerajaan dibandingkan ia yang telah mati-matian bekerja keras demi Dillensburg, kemudian tidak di anggap oleh tunangannya hingga tewas di tangan tunangannya sendiri.
Firts, look at the cover OMG😱 cantik bangat mo nangis😭 khas Haebara, gak usah beli book properti lagi ini mah, beli aja buku asli, wong cakep begini. Estetik iya, vintage iya, pingky2 lagi, buku pingky pertama yang ada di rak bukuku ini mah😍 seperti biasa kalau HC ada skiblatnya, dan gak usah diragukan lagi, pasti cantik dan ganteng🤌. Font size nya juga pas, nyaman di baca, bahasa campur inggris tapi ada catatan kakinya, walaupun gak konsisten karena ada beberapa bagian yang gak ada catatan kakinya.
Menurutku alurnya berjalan terlalu cepat, tiba-tiba bangat udah ada pertanyaan "do you love me?" kirain ini genre enemy to lover gitu karena dalam novelnya Avadiera ini mati di tangan Granger yah, kuberharap ada momen tarik ulurnya😆 kemudian tingkah Granger juga agak aneh menurutku, karena perlakuan Granger tiba-tiba berubah, tingkahnya menunjukkan seakan dia tuh cinta mati bangat sama Avadiera, ibarat "jika tidak denganmu maka tidak dengan siapa-siapa." Beda bangat dengan cerita novel, novelnya perlahan-lahan berubah. Untuk kategori buku bantal, belum ada 1/2 buku, karakter utama sudah lovey dovey aja, sedikit membuatku overthinking, kok mereka udah bahagia-bahagia aja 👀. Aku gak kuat dengan cinta-cintaan mereka, rasanya tuh kayak tiap hari kamu nyaksiin temanmu yang lagi bucin, dan kamu ditengah-tengah mereka, menyaksikan kebucinan mereka🤣, mendengarkan kata-kata cinta mereka, terpantau love language Granger tipe word of affirmation, adek gak kuat bang🏳️.
Aku menemukan beberapa part yang kurang realistis, dimana Seo Hae In yang kini hidup di tubuh Avadiera tapi tiba-tiba saja ia memiliki keterampilan yang sama dengan Avadiera. Avadiera sendiri adalah sosok yang digadang-gadangkan menjadi calon ratu kerajaan Dillensburg, seorang jendral tingkat tinggi yang mahir menggunakan pedang, sudah berpengalaman berkali-kali terjun ke dalam medan perang dan menorehkan prestasi yang gemilang bagi kerajaan Dillensburg, sempurna sebagai calon pemimpin dan penguasa Dillensburg. Tapi seiring berjalannnya waktu, Seo Hae In yang kini hidup sebagai Avadiera juga memiliki keterampilan yang sama, how? Kalau kecerdasan okelah pada dasarnya dia yang menciptakan karakter Avadiera. Sebagai penulis, kalau ada kemiripan di hal itu, bisa dipahami karena pada dasarnya dia yang menciptakannya dan yang paling paham tentang karakter ciptaannya. akan tetapi lain hal dengan keterampilan, bagaimana bisa Seo Hae In yang hanyalah manusia biasa di jaman modern hidup di hiruk piruk kepadatan kota, memiliki keterampilan yang sama dengan Avadiera asli? Bagaimana bisa seorang yang tidak pernah memegang pedang bisa menyamai keterampilan jendral tingkat tinggi kerjaan Dillensburg? Ketika baca aku mencoba mengikuti alurnya, tapi mau bagaimanapun otakku tidak sampai, aku rasa ini kurang masuk akal, tapi ... ada tapinya, nanti akan aku jelaskan di akhir.
Granger dan Avadiera adalah pasangan yang sempurna, Granger tidak membatasi setiap gerak Avadiera walaupun ia sebagai seorang perempuan, dan Avadiera mengimbangi Granger. Di sini Avadiera bukan karakter yang menye-menye, ia adalah sosok yang kuat, perancang strategi yang baik, independen. Tapi menurutku Avadiera lebih dominan dibandingkan Granger, dan Granger manut akan apa yang diinginkan Avadiera, tapi tetap dikontrol oleh Granger. Mungkin penulis menyisipkan isu kesetaraan gender jadi karakter Avadiera dibuat seperti itu.
Konfliknya seputaran intrik politik, diskriminasi gender, pengkhianatan dan bagaimana MC mempertahankan cinta, berusaha mengubah takdir yang akan membuat mereka saling melukai.
Setelah sampai pada 3/4 buku konflik puncak dimulai, bagaimana Hero merasakan kehilangan yang sangat mendalam, juga mulai tersingkapnya tabir yang selama ini tidak disadari oleh MC. Tiba-tiba dibuat kaget dengan kemunculan makhluk mitologi, dan ternyata hal itu akan menjadi kunci dari cerita ini.
JENG JENG JENG!!! ternyata penulis berhasil membalikkan keadaan di saat-saat terakhir. Ketika plot twist di jembrengin, otakku gak sampai mencerna apa yang terjadi, otakku mulai flasback ke beberapa part yang ganjil dan mencocokkan semuanya dengan plot twist yang ada, dan BOOM💥 pecah bangat!!! Saking mendadaknya aku seakan diguncang paksa oleh keadaan ketika baca momen page turnernya.
Kisah cinta Avadiera dan Granger adalah kisah cinta yang rumit. Ketika semesta mencoba memisahkan, mereka seakan bisa mencari jalan pulang ke satu sama lain🥹 apa yang seharusnya bersama tidak akan pernah dipisahkan bahkan oleh takdir sekalipun. Novel yang bikin broken heart sekaligus heart warming at the same time🫶 bagus guys tapi di aku lebih banyak momen ganjilnya sampai pada akhirnya dibuat dar der dor di akhir, jadi sepanjang baca terganggu dengan momen pergolakan hati antara rasional vs irasionalnya☺️ tapi overall seru guys🫶 cuss kalian baca juga, wort it for me and i hope worth it for you too🌹🌻💫
Tepat di hari peluncuran novel terbarunya yang akan diangkat dalam sebuah drama, sebuah kecelakaan justru merenggut nyawa Hae In.
Namun, semua berubah membingungkan ketika ia membuka mata dan menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam dunia cerita yang ia tulis sendiri. Belum lagi fakta bahwa kehidupan barunya memiliki alur yang sangat berbeda dengan apa yang dia tulis dan seharusnya terjadi.
✩.・*:。≻───── ⋆🌙⋆ ─────.•*:。✩
Alright, apa bayangan kalian abis baca blurb singkat yang aku kasih? Alurnya bakal transmigrasi gitu, Hae In sadar alurnya ngga sama kaya yang dia tulis, dia berusaha ngubah alur, terus at the end male lead yang tadinya benci jadi cinta sama dia gitu? Iya? ENGGA GITU SAYYY HOHO NGGA 😩✋🏻😭🤯 DARRR
Aku ngetik review ini malem malem, abis sesegukan nangisin Granger btw. Hih kalo bisa aku kejar lintas dimensi udah aku lakuin buat at least maki maki langsung depan muka dia. Soalnya karakter dia kadang bikin kesel banget pemirsa. Kalo pake bahasa modern dia ini overthinker. Males aku sama satu sifat dia yang ini. Pengen tak hih gitu kek MASYAALLAH GRANGERR 🤏🏻🤏🏻 tapi menurutku, Granger ngga bisa disebut sepenuhnya cowo ijo neon juga. Dia mertahanin Ava karena sebenernya yang dia liat di diri Ava saat itu ya Hae In. Ini aga.. jahat sih.
Sebenernya Avadiera juga ngga jauh beda sih di akhir akhir. Eits tapi tunggu dulu. Aku suka penokohan Ava (let's just call her Ava for short start from now 😭🙏🏻) BUTTT.. NAHH INI YA PEMIRSAA Dia ini tipe tipe orang yang "i can do it by myself," beuhh. Sifatnya tegas, berani apa lagi! Jadi ratu diem doang di istana sambil pake gaun cantik terus afternoon tea? IKUT PERANGG DONGGG MANA MAEEN 😭😭💥
Aku peringatin kalian dulu buat siap siap kalo ketemu sama yang namanya Louis. Soalnya entitas satu itu aga sedikit bikin darah mendidih. Segini doang kok 🤏🏻🤏🏻 trust me 🥰☺️
Tapi karena itu juga buat temen temen yang mau baca please be wise ya! Soalnya udah di kasih trigger warning di awal bakalan lumayan banyak mention of blood di ceritanya. Ngga mengherankan soalnya hal semacam perang masih umum terjadi di latar saat itu.
Menurutku tipikal novel yang ngga berat karena penggunaan bahasanya yang gampang dimengerti. Di aku ini page turner banget wkwk soalnya apaan dua hari kelar 😭🙏🏻 MINTA MAAAF PLS minusnya kalo mereka udah bahas strategi perang aja aku rada ngang ngong sambil cuma ngangguk ngangguk sok ngerti 🙂↕️🙂↕️
Untuk plotnya. Awalnya aku mau ngetik gini nih ".. walaupun ada satu part yang berhasil aku tebak.." EH NGGA JADI DEH. Karena ya, memang se roller coaster itu kita dijungkir balik. Aku kasih gambaran reaksiku pas baca salah satu bab "YAH JANGAN DONG PLS MIMPI PLS MIMPI > Nah kan bener mimpi > LAH BENERAN? GRANGER KU 😭😭💔" Begitulah ceritanya.. yang udah baca paham kan ini bagian mana *jangan kasih spoiler di komen ya 😉
Gitu deh, awalnya aku kira bakal ketebak. Nyatanya ada hal lain yang ngga aku sangka buat terjadi. Dan kehidupan mereka pun ternyata ngga "sebiasa" itu. Especially Granger sama Ava. Aku cuma bisa bengong pas tau sebenernya apa yang mendasari kenapa alur yang ditulis Hae In itu bisa ngga sejalan sama yang dia alami setelah nempatin tubuh Ava. Karena kurang masuk akal kalo Granger bakalan sejatuh itu buat Ava cuma karena **** sensor aja dah ini spoiler 😭🙏🏻 karena ternyata, mereka udah memulai lebih dulu bahkan jauh sebelum itu.
Such a really great story 🥹🫶🏻 bakal jadi one of my favorite books of the year. Walaupun mereka sebenernya memaksa takdir, mungkin bahkan egois tapi itu juga bagian dari takdir mereka, ah gimana sih 😭
Aku takut, takut banget ending mereka ngga bahagia. Aku ngga sanggup liat mereka lebih sakit 😔😔 sedih baca buku ini itu ada karena yang emang beneran pure sedih, tapi ada juga yang sedih karena terharu gitu lho.
No hate reason ya, 1. Agak bingung sama plot-nya (FL dari dunia awal, Korea, transfer ke dunia novel. Tubuh tokoh yang dia pake sebelumnya di tempatin jiwa lain? terus tiba-tiba ingatan dari tubuh asli masuk ke FL. Tapi ternyata di akhir ada penjelasan bahwa itu sebenarnya emang tubuhnya dia? bukan tokoh novel?) (dan ya masih banyak lagi sebenernya-). 2. Komunikasi antara FL dan ML yang monoton, kalimat-kalimat cintanya di ulang-ulang terus sampe eneg jujur _- 3. Dialog bahasa inggris yang di campur-campur dengan Indonesia, yang janggal aja menurutku, karena too much. 4. Kurang cocok dengan gaya penulisannya, yang tipe-tipe banyak paragraf putus-putus (alias pendek-pendek per halamannya) yaa tipikal novel-novel self publish kebanyakan. 5. Sebenernya kalo mulus ceritanya seru sih, ya balik lagi ke selera pembaca masing-masing.
Jujur aja aku suka bangettt genre buku novel yg kyk ini, alur ny bagus bangetttt, bahkan sehari ga lanjut baca nih novel tuh rasanya kyk ga tenang soal ny bener² seseru ituuu. Setiap kata, kalimat, paragraf, semua ny bagusss, bahkan penulisan saat wktu romantis, ataupun saat insiden berdarah² itu bener owyeahh bagus nya. Emosi yg dirasakan oleh karakter di novel bisa tersampaikan langsung kepada pembacaa dn itu bener² kyk beuhhhh mantappp👌🏻👌🏻pokok love banget sama novel inii, ga menyesal buat belii, thank you udh bikin novel sebagus iniii kakkk, aku akan setia menunggu novel terbitan kmu yg terbaru lagiiii semangatttt🫶🏻🫶🏻
i feel so relieved finishing this, so I don't have to read it again. towards the end every time i finished a chapter, in my head i sounded like this "THERE'S MORE?" it would have been better to maybe end the book at like 350-400 pages or something. it felt repetitive and SO LONG for a bunch of nothing? but the nice thing is, it's nicely written. there's no typo even though there are some grammatical errors. i feel like the writers try too hard, that sometimes it hits but a lot of the time it missed. and one funny thing in my mind is what language do they speak? because sometimes they speak like modern times (indo campur inggris gitu)
Salah satu novel yang sangat amat cantik luar dalam. Penulisannya indaah sekali, dan plot ceritanya dibawakan dengan sangat baik. Aku suka semua aspek novel ini! Granger and Avadiéra truly meant for each other.
Baca ini kamu bakal dapet perasaan super salting, seneng, bingung, nebak-nebak plotnya, sedih sama gak rela bukunya mau tamat.
Baca novel ini secara fisik suka bngt dan seru untuk mengisi keseharian klo udh bosen main ponsel cerita nya seru banget gk bikin bosen ilustrasi nya juga cantik pol suka bngt aku baca ini gk kerasa bngt niat nya mau baca beberapa lembar eh malah keterusan hehe btw terimakasih sudah menciptakan buku secantik ini semoga rezekinya lancar dan sehat selalu yaa💐
The writing is so beautiful and atmospheric, it feels like stepping into a painting. The story moves at a slower pace, but it gave me time to really connect with the characters and their world. It’s the kind of book you want to savor rather than rush through. Definitely worth reading if you like detailed worldbuilding and emotional storytelling. 💗
BAGUS BANGET! Perkembangan ceritanya mungkin bagi sebagian orang termasuk lambat, awal mulanya memang terkesan seperti cerita romansa biasa. Tapi, percayalah semakin lama plot cerita ini semakin WAWWWW!!
Have you ever, having your fictional character defy a universe just to find you? having your fictional character would sacrifice anything just to be with you? having a fate with your fictional character for being together happily ever after? having your fictional character, calling you the only sun in their universe, the light of your darkness?
That are totally my dream, mas Aris! But unfortunately I'm not, The Queen, Avadiera. Your High, are you perhaps having a God Error for mistakenly create me as earth living human, not a same universe with my favorite character? 😟
tiba-tiba koneksi internet terputus karena tulisan pembukaan ini begitu terlihat ngaco.
Oke, I have this book as a CNY gift from my friend, sebenernya bukan seseorang yg punya interest bacain cerita fiktif bergenre fantasi dan kerajaan, tapi ketika baca ini gw terlihat anteng, tenggelam dalam alur cerita yang dituangkan penulis. thanks for long weekend, i read this 500+ pages book for only 3 days in a row, sebuah hal yang sangat langka buat gw yg baca buku tergantung mood. I totally immerse dengan gaya penulisan, alur dan plot cerita yang tertulis.