Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tiga dalam Kayu

Rate this book
"Tempat pembuangan sampah bagi orang hidup, suaka perlindungan bagi harta orang mati. Perpustakaan."

***

Di masa depan, perpustakaan tak ubahnya pekuburan prahistoris. Di sanalah kita bertemu dengan seorang gadis, dan sebelas buku yang menceritakan sejarah dengan cara masing-masing. Cerita dalam buku-buku itu sering terasa ganjil, kadang terasa begitu asing, kadang pula sebaliknya: terasa dekat, seperti kita tahu tentang apa sebetulnya cerita-cerita itu. Setiap buku menyajikan cerita yang sepenuhnya berlainan dari buku lain, tetapi kita–sebagaimana gadis itu–tahu bahwa ada satu hal yang menghubungkan sebelas buku itu. Selanjutnya, kita diajak tenggelam dalam dunia di luar buku yang tak kalah ganjil, asing, dan dekat.

Paperback

Published February 1, 2025

217 people are currently reading
1551 people want to read

About the author

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

39 books1,434 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
195 (14%)
4 stars
585 (43%)
3 stars
493 (36%)
2 stars
76 (5%)
1 star
8 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 365 reviews
Profile Image for naga.
450 reviews97 followers
March 24, 2022
content warnings: BLOOD, many blood. banyak pembunuhan, mayat, some get pretty graphic description. implied sexual assault.

it's ziggy so you pretty much know what to expect especially after she said this. betul, buku ini gak ada twist mendebarkan dan bikin marah kayak kphi. tapi endingnya juga bikin marah. juri dkj pernah mereview singkat buku ini (karena naskahnya masuk ke dalam naskah-naskah yang termasuk unggul di sayembara dkj 2018) dan bilang kalau cerita-ceritanya seolah mengambil cerita-cerita lama, yang dalam hal ini aku asumsikan cerita-cerita angkatan penulis baheula, dan aku setuju. karena yang kurasakan waktu membaca 11 cerita/11 bab pertama, aku teringat tulisan-tulisan sastra lama.

ngomong-ngomong, karena sebetulnya ini disebut di sinopsis belakang buku dan aku gak baca soalnya aku gak suka baca sinopsis, 11 cerita/11 bab pertama merupakan cerita yang terpisah-pisah macam antologi cerpen namun punya benang merah yang menghubungkan semuanya. cerita bukunya sendiri ada setelah 11 bab tersebut. aku bilang ini soalnya siapa tau kalian juga gak suka baca sinopsis terus bingung apakah bab-babnya saling nyambung, kayak aku. (dan baru sadar di bab 4)

rating umurnya adalah 18+, berhubung pembaca lokal entah kenapa hanya mengira kalau 18+ = adegan seks, rating tersebut ada karena hal-hal yang kusebut di peringatan konten di atas. aku amat sangat menyarankan agar pembaca di bawah 18+ untuk menunggu sampai cukup umur buat bacanya. yang sudah berumur pun silakan baca kalau sudah sanggup soalnya dari halaman pertama, deskripsi mengenai pembunuhan dan penusukannya sudah lumayan graphic.

this book is very... thought-provoking. it makes me think a lot about being a woman and a child and what does it mean to society. will reread this someday so i can write more about it.

def not a book that you get to call comfort book because nothing is comforting about this.
Profile Image for naiyu.
79 reviews37 followers
March 26, 2022
★ 4/5

Crazy. One thing about this book, crazy. Kita Pergi Hari Ini gila, Tiga Dalam Kayu lebih gila.

Dari covernya aku kira bakal ngira ceritanya heartwarming dan ternyata gaakk sama sekali T_T Kak Ziggy bener-bener nulis cerita yang gak pernah kita pikirin. Ceritanya unik, lucu dan... kejam. Ada bagian yang buat aku ketawa dan buat aku mangap-mangap. Sebelum baca harus perhatiin trigger warningnya!

- murder
- harsh word
- blood
- corpse

Kalau ini dibilang cerita pembunuhan, bukan juga. Kalau ini dibilang cerita anak baik-baik, bukan juga. Kalau ini dibilang cerita Mayat, Arkeolog Sushi, Piano, Darah, juga Sepatu Baru yang Aneh yang akan membawamu pergi ke Perpuskaan adalah cerita yang tepat. Isinya kumpulan cerita pendek yang awalnya cerita yang sulit dimengerti, cuma pas chapter akhir baru nyadar dibalik semua cerita di chapter awal.

Kalau dibaca sebenarnya banyak makna yang ada di buku ini, yaitu tentang perempuan!! I love the way kak Ziggy memberikan makna perempuan dalam buku ini dengan sangat-sangat unik dengan ide yang tidak terpikirkan oleh semua orang.

Dan aku baru nyadar arti Tiga Dalam Kayu yang sebenarnya..... SUMPAH PAS BACA INI TUH HAH HAH HAH HAH MULUUU dan aku baru nyadar sebenernya arti dari covernya yang sangat imut nan lucu melambangkan kekejaman T__T

Conclusion : I guess the writer loves Ikan dan Anak so much. Soleram semoga kamu tidak terlalu bersedih lagi hari ini. Sebelum aku mati, aku mau menyimpan bukuku ke perpustakaan yang dijaga Hantu Perempuan yang Sangat Cantik. My favorite is Buku 5 dan Buku 11 (What A Bitch!)
Jujur aja aku masih agak bingungggggggggggggggggggggggggggggggggggg
Age rate : 18+
Profile Image for Puterica.
138 reviews21 followers
April 15, 2022
i read this book in one seat and i definitely need therapy
Profile Image for Aya Canina.
Author 2 books44 followers
January 13, 2023
Jika yang pertama-tama orang pikirkan tentang buku ini adalah keliaran, memangnya menyibak (kehidupan) perempuan itu liar? Oh, ya, mungkin sejak jaman dulu dulunya sekali, manusia bersekutu dengan Tuhan meliarkan (kehidupan) perempuan, sehingga kita, termasuk yang paling penting para penulis, memang harus menceritakan (kehidupan) perempuan secara liar. Sebab jika tidak, (kehidupan) perempuan tidak akan pernah dilihat.

"mereka perempuan. Ini kebaikan."
Ini kebaikan.
Ini kebaikan.


11 buku (11 bab) dengan muatan sejarah. 7 bab berikutanya novela dengan petikan-petikan lirik dari lagu Rusia berjudul "Под облачком (Pod Oblachkom)" atau dalam bahasa inggris, "By the Window". Saya bantu tulis terjemahan bahasa inggris untuk setiap judulnya.

1. Myla: Darling
2. Pod Oblachkom: By the window
3. Khots By-S Ne Khtiv Ta Musysh Lyubyty: Even if you don't want, you must love
4. Dyablom Pidsheotana: Whispered by devil
5. Lyubov Ye Od Boha: This love is a gift from God
6. Shto To Bude Z Namy: What will happen then with us
7. Ptashok Spivat: How the birdie sings

Seandainya cara tutur Ziggy tidak serumit ini, pembacanya tidak akan kebingungan. Paling hanya mual. Bingung disambi mual itu tidak enak sekali, seperti tepar setelah minum-minum di diskotik. Apalagi jika kamu perempuan. Bingung disambi mual seperti itu tidak baik buatmu. Apalagi jika malam hari. Ini nasihat untuk Ziggy, tapi lebih nasihat buat kita semua, perempuan.

Tentu saja nasihat itu harus Ziggy abaikan, sebab kembali kepada paragraf satu ulasan ini.

"mereka perempuan. Ini kebaikan."
Ini kebaikan.
Ini kebaikan.


Ziggy adalah sadis + renyah. Tidak mampu di-review di mana-mana seperti food blogger me-review Mie Jebew setelah itu berak-berak. Ziggy dengan renyah pengetahuan sejarahnya, Ziggy dengan sadis imajinya. Semua ini nyata, senyata femisida dan misogini atas nama cinta di sekitar kita.
Profile Image for Gita Swasti.
323 reviews40 followers
May 11, 2022
PERINGATAN PEMICU: pembunuhan, mayat, kekerasan fisik, kekerasan seksual, darah.

Pada usia kelima puluh, aku memikirkan mimpi buruk. Aku bertanya-tanya, apakah orang-orang yang takut pada kacang polong, memimpikan dirinya sedang makan nasi goreng dengan selipan kacang polong, dan lantas menyebutnya 'mimpi buruk'?


Buku ini sakit, sih.

Di tengah-tengah membaca buku ini, saya kebingungan. Apa yang akan saya tulis dalam ulasan buku ini. Semua kisah-kisahnya terasa asing dan mengganggu. Saya merasa dihantui cerita-ceritanya sampai tak mampu berkata-kata lagi. Saya kesulitan tidur di malam hari ketika menamatkan buku ini.

Susahnya menjadi perempuan, lebih-lebih di Indonesia.

Logika ini sering kita lihat di mana ada pemisahan ruang domestik dan publik berembel-embel kapitalisme dan patriarkisme. Ketika harga minyak goreng naik, berbondong-bondong orang heboh termasuk para birokrat. Giliran ada kasus suami membunuh istri saja abainya bukan main. "Lah, itu kan masuknya ruang privat. Ranah domestik. Ranah rumah tangga. Ngapain heboh?". Padahal, bisa saja perseteruan mereka mencuat akibat sang suami kesal mengapa di meja makan hanya ada makanan rebusan melulu. Minyak goreng harganya kelewat mahal dan sulit diperoleh.

Saya menyukai Ziggy yang lebih banyak membicarakan perempuan di buku ini. Ia (dengan dingin) menulis mengapa neneknya tak lagi menjadi penari. Ia menulis pengalaman perempuan yang mengandung bayi. Ia menulis mengapa ibu si aku rela melepas karirnya. Ia menulis betapa perempuan yang gemar berkata berkata pedas sulit diapa-apakan lagi.

Saya membaca buku ini sambil merasa pilu sendiri karena perempuan sulit sekali mendapatkan ruang aman. Betapa remeh temehnya persoalan perempuan ini. Betapa mudahnya pula, kita menemukan keganjilan yang terasa biasa-biasa saja saking sudah mengakarnya. Ziggy dengan luar biasa memotret ruang remeh temeh ini menjadi brutal. Semakin terhantam dengan ironi.

Jadi, apakah penulis perempuan selamanya harus terus menerus melantangkan urusan-urusan domestik seperti ini? Sampai kapan?

Benar-benar, sebuah abad kegelapan.
Profile Image for Rafli.
102 reviews42 followers
July 19, 2022
fyuh, buku supertipis tetapi superberat untuk dibaca. bagiku, buku ini sukar untuk dicerna dan perlu dipikir. namun, sayangnya otakku tidak sanggup menyerap pemikiran-pemikiran atau pesan yang ingin disampaikan ziggy. menurut pembaca lain, buku ini berbicara tentang perempuan. akan tetapi, pembahasan tersebut dikemas dengan cara yang tidak sederhana dan tidak gamblang. alhasil, sedikit sekali aku menikmati isi ceritanya. (syukur, ziggy telah menghapus seribu kata sebelum buku ini terbit).

selain itu, yah, kita semua tahu ziggy itu penulis yang nyentrik dan beda. dia mengeklaim bahwa buku ini berupa novel. namun sayangnya, aku tidak merasakan pengalaman membaca sebuah novel. aku sempat bingung, cerita ini siapa tokoh utamanya, apa yang sedang dilaluinya, dan hal-hal lain yang lumrah ditemui di novel pada umumnya. jujur, buku ini bagiku agak susah kalau disebut novel, tetapi disebut kumcer pun rasanya kurang sesuai. namun, kalau disuruh memilih, aku menyukai dua bab (atau buku), yaitu buku pertama dan buku keempat.

terlepas dari bingungnya aku membaca cerita ini, aku menyukai gaya penulisan dan diksi ziggy, setidaknya di beberapa bab. ia begitu luwes. ia dapat memberikan pengalaman yang sesuatu dengan keajaiban katanya. ia jago mendeskripsikan hal-hal. bahkan, kue pancong dan sushi pun terasa penuh keajaiban dan kegembiraan. tulisannya di buku ini memberiku kesan kekejian yang tersembunyi rapi dalam kepolosan. yap, tulisannya murni, blak-blakan, penuh sukacita, padahal yang dibahas sesuatu yang benar-benar gelap dan memualkan.

membaca bab-bab terakhir buku ini, aku merasakan kesan buku klasik berbahasa asing. agaknya aku menagmini apa yang dibilang mas rane dari kepobuku bahwa ziggy adalah penulis muda yang di setiap tulisannya di buku ini tertuang jiwa tua. adegan-adegan persidangan di penghujung buku mengingatkanku akan buku the stranger karangan alber camus. ya, buku ini memberi kesan buku klasik.

ini bukan bacaan yang ringan. aku tidak akan merekomendasikan buku ini bagi pembaca baru yang ingin mencicipi karya-karya ziggy. akan tetapi, untuk yang ingin mencari bacaan dengan gaya bahasa yang 'indah' tidak ada salahnya untuk memilih buku ini. dua bintang dariku untuk memukaunya cara ziggy bernarasi.

P.S. sebenarnya pemilihan nama bab dengan bahasa asing (aku kurang yakin, mungkin bahasa ciptaannya sendiri?) itu buat apa? kalau tidak menambahkan keanehan kurang lega kah?
Profile Image for Utha.
824 reviews401 followers
July 5, 2022
2,5

Kukira novel, ternyata kumcer. Kebanyakan cerita memang mudah tertebak mengarah ke mana, tapi penyampaian Ziggy yang jadi daya tarik karena unik. Namun, hanya beberapa cerita yang aku "suka banget".
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
November 21, 2023
Dalam ketajaman pena Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie dalam menuliskan buku Tiga dalam Kayu, perpustakaan berubah menjadi takdir terkubur bagi cerita-cerita yang membebaskan rahasia zaman. Tiga dalam Kayu mengurai sejarah melalui corak unik masing-masing kisah yang disajikan, menawarkan perspektif unik yang mengundang kita berpikir ulang tentang makna sejarah itu sendiri. Apakah benang merah yang mengikat cerita-cerita ini dapat kita temukan? Mari kita memandang lebih dekat ke dalam buku ini, menyingkap lapisan-lapisan makna yang tersembunyi.





Setelah membenamkan diri dalam alam suram Tiga dalam Kayu karya Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie, saya menemukan perjalanan membaca yang menggugah. Mirip dengan karyanya yang lain, Kapan Nanti, gaya bahasanya yang tak tertandingi dan penyampaiannya yang unik, sepertinya menjadi tanda tangan penulis yang sukses membuat saya terpukau.

Dengan total 18 bagian, bagian 1 hingga 11 dipersonifikasikan menjadi Buku 1 sampai Buku 11. Meski pada awalnya terasa seperti kumpulan cerita pendek, ternyata Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie telah menarik benang merah yang menghubungkan setiap kisah dalam sebelas kisah tersebut. Keberanian membuka jendela kisah inti setelah Buku 11, memberikan nuansa yang semakin gelap pada benang yang membentuk narasi tragis ini, terutama menggambarkan penderitaan kaum perempuan dan anak-anak.

Namun, yang membuatnya semakin menarik adalah pengungkapan bahwa kesebelas kisah ini sebenarnya adalah koleksi buku dari seorang gadis. Dalam penggabungan judul bagian yang diberi nama Buku 1 hingga Buku 11, Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie berhasil menciptakan sebuah narasi yang melibatkan pembaca secara lebih mendalam. Ketika memasuki 7 bagian berikutnya, kita dibawa ke dalam dunia novela dengan sentuhan lirik lagu Rusia berjudul Под облачком (Pod Oblachkom), yang dalam bahasa Inggris artinya adalah By the Window. Lirik-liriknya seperti mantra yang mengguncang emosi, membuka tirai tragedi dan kegilaan yang membuat kita bergidik.

Dalam kesimpulannya, Tiga dalam Kayu menjadi sebuah perjalanan emosional yang mengeksplorasi lapisan-lapisan kegelapan dan cahaya dalam kehidupan. Fokus utama buku ini terletak pada tragedi-tragedi tragis, dengan porsi besar ditumpukan pada penderitaan kaum perempuan dan anak-anak. Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie tidak hanya menyajikan kisah, tetapi juga menyuguhkan pengalaman yang merangsang pemikiran. Sementara kita tenggelam dalam pelangi keberuntungan, janganlah kita melupakan kenyataan bahwa beberapa orang hidup dalam dunia hitam-putih, menunggu kehadiran tangan kita untuk membawa keajaiban dan memberikan sentuhan warna pada hidup mereka.

“Mereka perempuan. Ini kebaikan.”
Ini kebaikan.
Ini kebaikan.
Profile Image for Hisyam.
125 reviews14 followers
April 6, 2022
I'm sorry ziggy, but I almost didn't finish reading it.

Buku barunya Ziggy yg rilis tahun ini. denger-denger bukunya sudah dikerjakan sejak tahun 2018 lalu. isinya brutal, gila dan sadis. sekilas mengingatkanku sama bukunya Haruki Murakami yg strange Library sama Sayaka Murata yg Earthlings karena sama-sama aneh dan sadis.

hampir aja DNF bukunya karena udah setengah jalan bacanya masih gak nangkep ceritanya. gatau otakku yg gak sampe atau gimana, tapi aku bacanya lumayan bikin bingung dan gapaham:") tapi sekilas yg aku tangkep inti cerita yg ingin diangkat di buku ini tu tentang perempuan dan anak.

Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
April 21, 2022
3.75

--

11 cerita/bab awal bisa dibaca sebagai kumpulan cerita pendek yang… berdarah-darah, secara harfiah. Bukunya sendiri baru mulai setelah 11 bab awal itu dan juga dipenuhi dengan darah, mayat, sushi, dan kuburan.

Cerita-ceritanya ganjil, tapi banyak yang menarik. Fokus-fokus ceritanya adalah berbagai masalah kehidupan yang dialami perempuan dan anak yang disampaikan dengan cara yang unik, bukan untuk bacaan ringan tapi membuat berpikir. Overaall, sukaa!

“Mungkin dia tidak kecewa pada apa yang terjadi padanya pada masa sekarang. Mungkin dia kecewa karena apa yang terjadi padanya pada masa sekarang ini, sudah terjadi sejak dulu. Dan tidak ada yang benar-benar melakukan apa-apa.

Tapi siapa yang peduli? Tidak pernah ada yang betul-betul peduli pada perempuan. Soleram, Soleram. Semoga dia tidak terlalu bersedih hari ini.”
Profile Image for Ddnreads.
403 reviews6 followers
January 31, 2023
I'm just too dumb for this kind of literature.

Let's see

The best part: it's super page turning.
The worst part: it's super disturbing. (Do not EAT while reading this book. Don't say I didn't warn you.)

I wouldn't say I grasped the whole idea this book's trying to convey. I get the feminism part Ziggy highlighted a lot. Hwv, the way she delivered is not my favourite. As any of her books, she has this uncanny unique way of telling things. I LOVE KPHI, JSP, and Di Tanah Lada. They're bizzare, sometimes dark, and disturbing, but all of them RICH IN HUMOUR WHICH SADLY I CAN'T FIND IT IN THIS BOOK:( So, yeah. Probably this book's not meant for that. (yet, again another new experience reading Ziggy's book).

That moment when you GET WHAT'S THE MEANING OF THE TITLE AND THE ILLUSTRATION ON THE COVER😟 so dark you need 500000watt lamp to light it on

I needed fresh air.

The review section is actually helping me a lot to conclude what this book is about, and the stories within make so much more sense.


It's giving me The Vegetarian vibes.

If you're looking for stories about women, told in mind-bending way, stuffed with dark harsh truth, disturbing reality where humanity lost their mind and the bravery of gory storytelling, you might find it intriguing 👌

Please check the content WARNING.

Might not suitable if this is the Ziggy's book that you read 😬
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
March 15, 2025
Seorang gadis membaca buku-buku, cerita-cerita awal di buku ini adalah buku-buku yang dibaca gadis itu---sebab itulah judul babnya diberi nama Buku 1, dst. Buku-buku ini membuat meringis karena tragis atau sadis. Baru membuka saja, kita akan berjumpa dengan seorang anak yang menemukan karung goni berisi kepala temannya. Setelah hari-hari sebelumnya, anak-anak di sana kerap menemukan mayat dan bermain-main dengan kepala mayat itu.
Atau remaja perempuan yang datang ke bioskop untuk mengambil bunga nusa indah, lalu ia hamil, dan lelaki-lelaki di bioskop itu dibacok, ditusuk-tusuk oleh warga sekitar. Atau Maria, yang ayahnya pelaku KDRT dan diceritakan macam kita sedang berdoa. Atau cerita mengapa nenek si tokoh mendadak kaya karena kematian sepasang Belanda, atau cerita-cerita lainnya. Setelah 11 buku itu diceritakan, kita akan menemukan cerita yang tragis, miris, sadis, dan alasan mengapa ada sepatu, piano, bunga, dan sushi di sampul. Juga mengapa berjudul Tiga dalam Kayu.

Tiga dalam Kayu banyak bercerita tentang perempuan dan Ziggy kali ini menulisnya dari berbagai sudut pandang. Rating 18+ kurasa tepat, karena adegan-adegan sadis dan kekerasan cukup visual digambarkan.
Profile Image for Rei.
366 reviews42 followers
March 31, 2022
"...biar apa yang dialami mereka bukanlah yang tercatat dalam sejarah, tanpa mereka, sejarah tidak akan jadi sejarah. Kehilangan, penderitaan, rasa sakit, bahkan rasa bahagia merekalah yang membuat peristiwa menjadi begitu penting. Karena mereka terikat di dalamnya. Tetapi kejadian itu adalah latar belakang. Merekalah tokohnya. Biar bukan yang utama, tidakkah cerita mereka pantas didengar sebagai cerita dari manusia? Manusia yang bercerita bukan manusia yang melalui perang dan kerusuhan, tapi manusia -- hanya manusia saja. Kadang-kadang kalau membaca sejarah, kupikir orang-orang di dalamnya sedikit dikurangi kemanusiaannya." -hal. 85.

Akhirnya aku membaca karya Ziggy Zesyazeoviennazabriskie. Selama tiga jam terakhir, aku tenggelam dalam semesta yang teramat absurd, morbid, dan disturbing (entahlah apa ada kata serapan dalam Bahasa Indonesia yang cocok untuk ketiga kata barusan). Sekarang setelah menyelesaikan bukunya, aku bahkan tidak yakin apakah aku benar-benar memahami apa yang baru saja kubaca. Jangan salah, aku menikmati gaya bercerita Ziggy yang santai, malah kelewat santai untuk topik se-morbid dan se-disturbing ini. Tapi, sepertinya aku trauma...
Profile Image for Nadira Aliya.
80 reviews5 followers
August 15, 2022
Triger warning: kekerasan, darah, kematian.

Boleh dibilang, buku ini terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama adalah cerita Buku 1-11, yang masing-masing seperti berdiri sendiri, namun buat saya sama-sama menceritakan hal yang gelap, karena hampir semua tokohnya menemui kematian. Bagian kedua kemudian bercerita tentang seseorang yang mendokumentasikan cerita-cerita masa lalu di sebuah perpustakaan.

"Tempat pembuangan sampah bagi orang hidup, suaka perlindungan bagi harta orang mati. Perpustakaan."

Saya membaca buku ini tidak dalam sekali duduk. Saya butuh jeda beberapa minggu untuk menjeda kegelapan cerita-cerita yang dibawa Ziggy dalam buku yang pernah diajukan dalam sayembara sastra DKJ pada tahun 2018 ini. Walaupun tidak menang, namun buku ini merupakan salah satu pilihan dewan juri untuk Karya yang Layak Terbit.

Butuh waktu 4 tahun sampai akhirnya Ziggy menerbitkan buku ini. Saya sempat menghadiri peluncuran bukunya, ternyata memang buku ini semi auto-biografi, cerita-ceritanya (barangkali terutama bab Buku 1-11) diambil dari hal-hal yang dialami, dilihat, dan didengar oleh sang pengarang. Terutama di Buku 8, Ziggy bercerita tentang seorang teman masa kecilnya, Maria, dengan harapan ia bisa bertemu lagi dengannya.

Yang saya tangkap, buku ini juga punya pesan kuat tentang perempuan dan berbagai permasalahan hidup yang dihadapinya. Juga tentang berbagai simbol yang seperti dekat, tidak asing, namun juga tidak mudah untuk menginterpretasikannya, seperti warna "merah" yang begitu kuat ditonjolkan di bagian kedua. Ziggy juga bercerita bahwa buku ini punya unsur sejarah yang kuat, yang bisa saya temukan bahkan dari mulai cerita pertama, ketika menemukan sebuah kepala terpenggal di karung goni adalah sebuah hal yang dianggap lumrah. Ganjil namun seperti ingin menceritakan sesuatu secara tersirat.

Saya juga suka bagaimana kemudian di bagian kedua, dengan nama-nama judul bab yang berasal dari lagu anak-anak bahasa Ukraina, kemudian membawa pembaca seperti jauh ke masa depan, dengan kondisi bumi yang sudah parah dan tidak layak ditinggali. Seperti kemudian kita diajak merajut bahwa cerita-cerita di 11 buku sebelumnya merupakan kisah masa lalu yang terjadi dan dibukukan.

Buat saya barangkali ini memang buku Ziggy yang paling kelam dari buku lainnya, bahkan dibandingkan dengan Jakarta Sebelum Pagi. Namun cerita-cerita tentang hal yang ganjil dan absurd, menandakan betul signature sang penulis. Bukan yang favorit saya banget, tapi masih suka dan berkesan.
Profile Image for yunda..
66 reviews2 followers
April 16, 2022
TW: kekerasan seksual, pembunuhan, darah, mayat.

Sejujurnya, susah untuk memberikan 3 atau 4 bintang. Aku merasa buku ini bukan tipeku--alias aku kurang suka--tapi harus kuakui kalau Tiga Dalam Kayu memberikan pengalaman yang cukup keren dan unik.

Buku ini terdiri dari 18 bagian: 11 bagian berjudul "Buku 1" sampai dengan "Buku 11", 7 sisanya terlihat sangat aneh hingga hari ini baru kusadari bahwa itu bukan sekumpulan huruf yang ditulis ngawur, melainkan kalimat berbahasa Ukraina. Aku menggunakan bantuan alat terjemahan untuk mengetahui artinya, dan kurasa judul-judul tersebut sangat menggambarkan isinya.

Aku masih bisa mentoleransi buku-buku berbau pembunuhan atau kekerasan, namun menjumpainya di bagian yang awal sekali sangat membuatku shock. Sejak itu, aku mulai yakin bahwa Ziggy sedang menggotong tema itu ke dalam buku ini, dan benar saja, ini adalah 150-an halaman yang membuatku harus selalu 'waspada' karenanya, ditambah kesan 'hah-heh-hoh' karena isi cerita yang sepintas terlihat tidak saling terkait.

Aku pribadi mulai menyadari kesamaan antara 11 buku tersebut ketika membaca bagian "Buku 4", yaitu tentang perempuan. Perempuan yang mengalami trauma. Perempuan yang menderita. Perempuan yang mengalami luka paling parah dalam hidupnya. Hal ini diperjelas kembali dalam ketujuh bagian terakhir yang membuatku lebih bisa manggut-manggut. Jadi, saranku, jangan terburu mencari benang merah ketika membaca Tiga Dalam Kayu, atau kalian akan bingung duluan dan terburu menilai buku ini tidak menarik.

Dengan sudut pandang orang pertama, kita diajak untuk memahami kegilaan si "aku" dan kepeduliannya kepada sosok perempuan, ya meskipun jalan yang dia tempuh sangat tidak masuk akal. Kepeduliannya inilah yang membuatnya merasa memiliki kesamaan dengan gadis perangkum 11 buku yang ia temui di perpustakaan milik gadis tersebut.

"Mengapa tak ada yang membicarakan wanita yang sedang di tengah proses bersalin?" hlm. 133

Kurasa, orang-orang di muka bumi ini memang harus lebih memperhatikan perempuan. Memang banyak yang sudah mulai peduli, tapi yang cuma peduli dengan bayi yang dilahirkan masih banyak juga. Apalagi, yang berpikir bahwa bayi perempuan tidak menguntungkan.
Profile Image for khoii.
4 reviews2 followers
May 12, 2022
em, firstly buku ini sangat sangat disarankan dibaca untuk org dewasa alias 18+ karena didalamnya banyak mention murder, blood, suicide, and blood again and again. so many blood. and many more.

jgn kaget kl dihalaman 3 kalian udh menemukan karung goni, dari chapter awal ka ziggy udh coba brings "it" up maybe supaya kita ngga kaget nantinya plus supaya ngga banyak basi basinya dan langsung masuk ke apa yg mau dia ceritain. tp coba baca dulu chapter ini sampe abis kl ngga kuat boleh udahan.

secara keseluruhan isi tiga dalam kayu ini menyangkut eksistensi perempuan yg dari dulu sampe sekarang ngga punya ruang untuk hidup bebas, si tokoh 'aku' which is seorang laki-laki yg mencoba buat menolong perempuan tp cara yg dia pake tidak familiar karena sepatu nya yg juga tidak familiar. dia dgn yakin bilang "kalau bukan sepatu baruku ini, pastilah seseorang yg lain yg akan melakukannya. masyarakat yg menekan dan menghakimi. org tua yg mendorong dan memaksa" ini kyk makna tersirat gt susah jelasinnya takut spoiler, so baca aja deh coba.

terlepas dari isinya yg mind blowing dan super duper keren (sampe judulnya juga bikin mind blowing) ak juga suka penulisan ka ziggy yg unik, diksinya ok tp ringan tp nyeleneh (khas dia bgt). jgn lupa covernya yg so pretty itu i am so in loveeeeeee, pokonya all about tiga dalam kayu aku suka (mungkin karna ini genre ku jd suka suka aja, setiap org beda beda yaaaaa).

anw, where's did 1 out of 5 star goes? em, jawabannya adalahhhh karena buku ini aga bikin puyeng harus bnr bnr fokus bacanya ngga bisa sambil santai, dari 11 chapter awal ngga boleh mudeng harus reread trs sampe ngerti kl ngga nanti hah heh hoh di chapter yg lain. fyi, my fav buku dari 11 buku yg disajikan ka ziggy yaituuuuuuu buku 2.

so, that is my own opinion about tiga dalam kayu hopefully bisa mudah dimengerti kl ada yg ngga dimengerti boleh dm and hit me up on ig (@khoi_oi), pokonya jgn coba coba beli atau baca kl bukan genre kalian, kl semakin dipaksa mau baca (karna buku ini bnyk diomongin dmn mn misalnya) semakin ngga akan nangkep isinya jd nanti jatohnya wasting time, just reminder hehe.
Profile Image for bev.
45 reviews3 followers
April 18, 2022
4.5 ⭐️

SUKSES BIKIN TERKAGET KAGET, KOK BISA KEPIKIRAN NULIS BEGINI ?!

di bagian awal buku ini emg agak bikin ngang ngong ngang ngong gak paham mau dibawa kemana ceritanya. tapi kalo diikutin buku 1 - 11 di dalem novel ini, di ending kita bakal paham ada benang merahnya.

buku 4 dan buku 8 cerita favoritku. kalo dari yang aku tangkep, memang buku ini menyiratkan seremnya hidup di dunia sebagai perempuan. puas banget pas baca sampai akhir, untung aku terus memutuskan baca dan gak berhenti tengah jalan 😗

Profile Image for Hib.
48 reviews6 followers
August 8, 2022
Satu kata untuk buku ini : SAKIT!!!

Jujur beneran ga tau lagi mau ngomong apa apalagi di 3 bab terakhir. Sangat tidak direkomendasikan untuk yang gampang ketrigger dengan darah dan pembunuhan. Sebenernya sih banyak isu yang diangkat di sini seperti isu perempuan, anak, dan kekerasan rumah tangga, tapi jangan kaget kalo cara menyampaikannya menggunakan bahasa yang vulgar. Dan setelah selesai baca buku ini saya paham apa arti "Tiga Dalam Kayu" dan gambar-gambar di covernya :)
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
February 6, 2024
*mental breakdown*
Profile Image for sekar banjaran aji.
165 reviews15 followers
November 6, 2022
Buku 1-11 menurutku sangat menarik tapi seperti sudah aku duga bahwa penulisnya enggan menyelesaikannya. Alih-alih menutup cerita, Ziggy datang membawa semacam cerpen berjumlah tujuh lalu dia beri judul sesuai dengan bahasanya. Barangkali Soleram atau Suliram itulah tokoh utama dari buku ini.

Kesimpulanku bukunya bagus secara konsep. Ziggy tahu kelebihannya dan bagaimana dia memasarkannya dengan matang. Aku sempat takjub atas beberapa part dalam buku ini yang tanpa menyebutkan peristiwanya tapi kita semua tahu bahwa ini merujuk pada pembantaian 65. Menyadari tentang trauma kolektif dan menyajikannya dengan penokohan anak merupakan pilihan cerdas. Meskipun bukan pertama kali, dulu Sabda Armandio pernah menuliskan konflik dengan penokohan anak dalam “Dekat dan Nyaring”

Misalnya ada yang bilang karya ini absurd, menurutku juga salah. Gaya bercerita yang terkesan absurd itu sengaja dipilih oleh Ziggy untuk menimbulkan kesan misterius untuk melengkapi rasa penasaran pembaca soal apa maksud dari potongan-potongan cerita yang aku yakin Ziggy pun tidak punya alur utuhnya. Ziggy bercerita layaknya trauma, kepingan saja tapi lekat dan kelam. Sebaik mungkin dia berusaha membuatnya cantik dengan bunga-bunga cerita masa kecil tapi trauma tetap trauma.

Aku masih ada satu buku lagi tulisan Ziggy, tapi sekarang entah aku punya cukup tenaga dan emosi kah untuk membacanya.

Perempuan dibunuh itu kebaikan.
Soleram, soleram, soleram anak yang manis.
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
125 reviews10 followers
August 25, 2022
Entah apakah ini termasuk unpopular opinion atau bukan, tapi yang jelas aku kurang cocok dengan buku Ziggy yang ini. Masih khasnya Ziggy kok. Unik dan nggak biasa.. hanya saja karena aku juga bukan tipikal orang yang suka baca kumpulan cerpen.. jadi ya, aku nggak cocok. Dari semua kisah paling suka yang bab 4 sih. Ada kesamaan juga antara kisah di bab 1 dan bab2 selanjutnya.. ya tentang perempuan dan sisi kelamnya. Selanjutnya, aku mau kasih saran buat yang membaca.. diharapkan fokus saat membacanya karena kisahnya saling berkelindan. Setelah ini mau baca KPHI dulu.. semoga yang ini cocok ya.
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews71 followers
March 22, 2023
Bukunya dark pas di awal udah dibikin shock dan mual. Gila sih.
Walaupun tipis tapi ceritanya gak ringan, agak susah buat dicerna, beneran perlu mikir biar beneran paham maksud ceritanya apa.

Selalu suka gaya bercerita Ziggy yang unik!
Profile Image for lail.
15 reviews
June 22, 2022
11 cerita/bab awal bisa dibaca sebagai kumpulan cerita pendek yang... berdarah-darah, secara harfiah. bukunya sendiri baru mulai setelah 11 bab awal itu dan juga dipenuhi dengan darah, mayat, sushi, dan kuburan.

aku berusaha keras memahami apa yang ingin Kak Ziggy sampaikan soal anak dan perempuan. ini menurutku. kita selalu tahu kalau anak-anak dan perempuan adalah golongan manusia ‘kedua’ yang selalu bisa menjadi korban, baik pembunuhan maupun kekerasan seksual.

10 halaman terakhir agak bikin aku pengen muntah, bukunya juga secara tersirat menyenggol tentang isu patriarki dan kekerasan terhadap perempuan.

Tiga Dalam Kayu tidak ada plot yang menggebu-gebu atau plot yang mencengangkan sebenarnya, tetapi setelah selesai membaca aku merasa marah.

“Mungkin dia tidak kecewa pada apa yang terjadi padanya pada masa sekarang. Mungkin dia kecewa karena apa yang terjadi padanya pada masa sekarang ini, sudah terjadi sejak dulu. Dan tidak ada yang benar-benar melakukan apa-apa.

Tapi siapa yang peduli? Tidak pernah ada yang betul-betul peduli pada perempuan. Soleram, Soleram. Semoga dia tidak terlalu bersedih hari ini.”
Profile Image for Dhik.
97 reviews18 followers
June 2, 2023
Mungkin jadi salah satu buku terberat dari Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang saya baca, bahkan setelah semua ikan di langit.

Buku ini luar biasa graphic, membingungkan, namun banyak terdapat makna tersirat di dalamnya. Saya menyukai bagaimana Ziggy menggambarkan bahwa sejarah yang bisa diangkat tidak selalu harus kejadian-kejadian penting yang ada di dunia. Sejarah bisa berarti suatu kejadian "luar biasa" yang dialami oleh orang-orang biasa seperti.

Bisa dibilang, ditulisnya buku ini merupakan bentuk dari kemarahan penulisnya. Ziggy banyak marah dengan society yang ada sekarang, terlebih lagi bagaimana society sekarang memberlakukan perempuan dengan sangat tidak adil.

Untuk memahami keseluruhan isi bukunya, mungkin saya harus banyak lagi membaca tentang referensi yang coba diangkat Ziggy atau juga review dari pembaca lain.

Overall: 3.5 of 5
Profile Image for arneta.
166 reviews
May 30, 2022
Buku feminis yang penulisan dan topiknya ngga eksplisit ‘feminis’ seperti buku serupa pada umumnya. Tiap buku disusun dengan plot khas Ziggy yang “mind-bending” atau aneh, sehingga pembaca mungkin baru menyadari benang merahnya di separuh jalan buku atau beberapa bab terakhir: Perempuan, perempuan, perempuan.

Ini kebaikan.
Profile Image for Henzi.
217 reviews19 followers
June 15, 2023
Kurasa buku ini bisa membuatku mengalami reading slump. Daripada berusaha untuk bertahan lebih lama, lebih baik disudahi saja.
Profile Image for Fatinnur Zahrina.
119 reviews53 followers
July 8, 2023
3.5 ⭐️

Novel dengan tema feminism, ditulis dengan element gore, disturbing, triggering dan seumpamanya. Inilah ciri khas penulis.
Setiap kali selesai baca karyanya, butuh waktu untuk recovery.

Sukar sekali menebak apa yang ada di dalam fikiran penulis ini dan apa yang akan dimuntahkan ke dalam karyanya. Takkan jemu menanti kejutan dalam karya-karya seterusnya.
Profile Image for sissi tommo.
57 reviews1 follower
May 27, 2023
Personal rating: 3.85
Sejujurnya, aku nggak baca trigger warning sebelum baca buku ini. But, untuk yang baru akan membaca buku ini, ini beberapa trigger warning yang harus kalian perhatikan: darah, pembunuhan, sadis, mayat. Penulis benar benar menggambarkan ceritanya dengan sangat detail.
Awal baca, aku hah-hoh-heh karena nggak ngerti sama sekali sama alurnya karena bab demi bab pembahasannya berbeda. Dan mulai bab ke 4, aku baru sadar kalau ternyata ada sesuatu yang membuat semua bab yang ada di buku ini 'berhubungan'. Yaitu, semua bab ini bercerita tentang kehidupan 'perempuan' yang penuh dengan darah, pembunuhan, sadistic, atau sejenisnya. Dan, setelah menyelesaikan sebelas bab pertama, aku kembali hah-hoh-heh lagi karena ternyata di bab-bab berikutnya penulis lebih detail menjelaskan tiap adengan. Akhirnya semua benang merah dari sebelas cerita pertama terpecahkan. Akhirnya, aku tahu kenapa buku ini berjudul 'Tiga Dalam Kayu'. Akhirnya, aku tahu kenapa penulis menyampaikan bahwa 'dunia di luar buku yang tak kalah ganjil, asing, dan dekat'. Akhirnya, aku tahu bahwa buku ini bercerita tentang penderitaan perempuan. Mengutip dari halaman 160, "Kalau semua orang berkontribusi dalam penderitaan perempuan, marilah kita kurangi jumlah orangnya. Dan, seperti kata mereka: Mulailah dari diri sendiri"
Soleram, oh Suliram, janganlah engkau menangis. Soleram, oh Suliram, semoga engkau ada di surga.
Displaying 1 - 30 of 365 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.