What do you think?


Cerita dari Sebelah Masjid Raya
“Aku ingin sekali meyakini bahwa,
dengan maupun tanpa kamu mengerti,
semua ini bisa aku lalui.”
Mengapa ayah dan ibu ketakutan setiap mati lampu?
Mengapa sebagian orang harus mengalami opresi hanya karena sentimen tertentu? Mengapa pendewasaan tak ubahnya sebuah mimpi buruk? Lantas, bagaimana cara mengatakan “tidak”?
Kedua belas kisah dalam Cerita dari Sebelah Masjid Raya menghadirkan berbagai pertanyaan yang selalu menghinggapi pikiran para perempuan yang hidup di tengah situasi penuh ketidakpastian. Sebagian besar cerita dalam buku ini ditulis oleh Raisa Kamila sewaktu masih remaja, merentang dari tahun 2007-2010 yang penuh pergolakan, pertanyaan, dan kejadian-kejadian yang menyebabkan peralihan pandangan atas berbagai hal dalam hidup.
Endorsement:
“Raisa Kamila berhasil menata dengan baik kompleksitas gagasan dan persilangan isu-isu besar di sana-sini tanpa membuat pembaca kehilangan kenikmatan dalam mengalami fiksi yang kuat. Cerita dari Sebelah Masjid Raya adalah buku yang akan senantiasa saya rekomendasikan.”
—M. Aan Mansyur, penulis dan penyair
“Ada ketajaman yang lembut di setiap cerita Raisa dan banyak isu berlapis di dalamnya. Sisipan misi-misi tajamnya pun tersaji dengan sangan comforting, namun tetap menyisakan renungan.”
—Stanza Alquisha, penulis Raga, Rasa, dan Elora
dengan maupun tanpa kamu mengerti,
semua ini bisa aku lalui.”
Mengapa ayah dan ibu ketakutan setiap mati lampu?
Mengapa sebagian orang harus mengalami opresi hanya karena sentimen tertentu? Mengapa pendewasaan tak ubahnya sebuah mimpi buruk? Lantas, bagaimana cara mengatakan “tidak”?
Kedua belas kisah dalam Cerita dari Sebelah Masjid Raya menghadirkan berbagai pertanyaan yang selalu menghinggapi pikiran para perempuan yang hidup di tengah situasi penuh ketidakpastian. Sebagian besar cerita dalam buku ini ditulis oleh Raisa Kamila sewaktu masih remaja, merentang dari tahun 2007-2010 yang penuh pergolakan, pertanyaan, dan kejadian-kejadian yang menyebabkan peralihan pandangan atas berbagai hal dalam hidup.
Endorsement:
“Raisa Kamila berhasil menata dengan baik kompleksitas gagasan dan persilangan isu-isu besar di sana-sini tanpa membuat pembaca kehilangan kenikmatan dalam mengalami fiksi yang kuat. Cerita dari Sebelah Masjid Raya adalah buku yang akan senantiasa saya rekomendasikan.”
—M. Aan Mansyur, penulis dan penyair
“Ada ketajaman yang lembut di setiap cerita Raisa dan banyak isu berlapis di dalamnya. Sisipan misi-misi tajamnya pun tersaji dengan sangan comforting, namun tetap menyisakan renungan.”
—Stanza Alquisha, penulis Raga, Rasa, dan Elora
112 pages, Paperback
First published January 1, 2024
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
December 31, 2025
⚠️Trigger Warning : Kategori Cerpen Dewasa⚠️
Buku yang berisikan kumpulan cerpen dengan penulis tunggal. Menghadirkan
beragam kisah tentang perempuan, agama, adat, dan suara yang sering tidak terdengar. Kebanyakan cerita berlatar belakang di Aceh, wilayah dengan identitas Islam dan tradisi kuat, tetapi menyimpan paradoks antara kesalehan dan ketimpangan sosial.
Diantara 13 cerpen, yang paling aku suka berjudul “Suatu Hari, kamu akan mengerti”
Di bab cerpen tersebut membicarakan poin menarik bagiku seperti; Bagaimana kepingan-kepingan mempengaruhi cara melihat masa lalu dan masa kini.
Kelebihan Buku :
-Buku ini ditulis dari sudut pandang perempuan yang autentik dan berani.
-Mengangkat isu perempuan seperti kemunafikan sosial, sistem patriaki, pelecehan, relasi kuasa, dan pencarian spiritual sejati.
Kekurangan Buku :
-Beberapa cerita berakhir menggantung sehingga membuat pembaca monerka-nerka kelanjutan cerita.
-Pembaca diluar Aceh mungkin perlu waktu untuk memahami konteks tertentu
Pesan yang Dapat Dipetik:
-Kadang sistem sosial yang mengataskan agama justru melukai yang lemah.
-Perempuan memiliki suara, meski sering disenyapkan.
-Yang terlihat damai, bukan berarti baik-baik saja
Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai atau berminat dengan tema feminis. Aku beri 🌟 4.5/5.
Buku yang berisikan kumpulan cerpen dengan penulis tunggal. Menghadirkan
beragam kisah tentang perempuan, agama, adat, dan suara yang sering tidak terdengar. Kebanyakan cerita berlatar belakang di Aceh, wilayah dengan identitas Islam dan tradisi kuat, tetapi menyimpan paradoks antara kesalehan dan ketimpangan sosial.
Diantara 13 cerpen, yang paling aku suka berjudul “Suatu Hari, kamu akan mengerti”
Di bab cerpen tersebut membicarakan poin menarik bagiku seperti; Bagaimana kepingan-kepingan mempengaruhi cara melihat masa lalu dan masa kini.
Kelebihan Buku :
-Buku ini ditulis dari sudut pandang perempuan yang autentik dan berani.
-Mengangkat isu perempuan seperti kemunafikan sosial, sistem patriaki, pelecehan, relasi kuasa, dan pencarian spiritual sejati.
Kekurangan Buku :
-Beberapa cerita berakhir menggantung sehingga membuat pembaca monerka-nerka kelanjutan cerita.
-Pembaca diluar Aceh mungkin perlu waktu untuk memahami konteks tertentu
Pesan yang Dapat Dipetik:
-Kadang sistem sosial yang mengataskan agama justru melukai yang lemah.
-Perempuan memiliki suara, meski sering disenyapkan.
-Yang terlihat damai, bukan berarti baik-baik saja
Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai atau berminat dengan tema feminis. Aku beri 🌟 4.5/5.
March 10, 2025
18 - 2025
Masih enak dan bagus aja tulisan Raisa, cuma beberapa cerita sudah kubaca di buku sebelumnya.
Masih enak dan bagus aja tulisan Raisa, cuma beberapa cerita sudah kubaca di buku sebelumnya.
November 23, 2025
Kumpulan cerita yang eye opening dan bikin speechless.
January 2, 2026
Ceritanya sebenernya ringan tapi entah kenapa endingnya tuh kayak gak selese agau gantung. Buat yg suka open ending ini cocok sih.
December 14, 2025
Awalnya ekspektasiku ini adalah kumcer yang ringan dan comforting. Ternyata kumcer ini menggambarkan kecemasan, kebingungan, pilu, dan ketegangan, dari sudut pandang remaja perempuan, dengan latar konflik di Aceh (hal-hal yang belum pernah aku ketahui sebelumnya)..
Membuka mataku tentang situasi di belahan wilayah lain, namun sekaligus menyisakan banyak pertanyaan di sudut hati, karena hampir semua cerita dibiarkan menggantung.
Membuka mataku tentang situasi di belahan wilayah lain, namun sekaligus menyisakan banyak pertanyaan di sudut hati, karena hampir semua cerita dibiarkan menggantung.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews





