Jump to ratings and reviews
Rate this book

Esok Jilbab Kita Dirayakan

Rate this book
Buku Esok Jilbab Kita Dirayakan karya Kalis Mardiasih membahas jilbab sebagai simbol kebebasan, identitas, dan pilihan perempuan Muslim. Dengan gaya kritis namun empatik, Kalis mengupas berbagai perspektif tentang jilbab. Mulai dari sejarah, pengaruh ekonomi, hingga peran budaya dalam masyarakat Indonesia.

Melalui kisah nyata, analisis tajam, dan refleksi personal, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa jilbab bukan sekadar pakaian, tetapi juga ruang dialog antara keyakinan, kebebasan, dan tekanan sosial. Cocok untuk pembaca yang tertarik dengan isu feminisme Islam, gender, dan kebebasan beragama.

180 pages, Paperback

Published February 28, 2025

6 people are currently reading
100 people want to read

About the author

Kalis Mardiasih

7 books24 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (30%)
4 stars
38 (45%)
3 stars
17 (20%)
2 stars
2 (2%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for Juinita Senduk.
119 reviews3 followers
July 14, 2025
Di surat kabar Kompas edisi hari ulang tahun ke-60, ada artikel menarik berjudul Habis Rok Mini, Terbitlah Hijab. Menarik mengamati fenomena Hijab yang digambarkan dalam artikel itu. Artikel yang ditutup dengan kalimat, "Wajah mode memang tak melulu soal kegemerlapan. Ia juga menghantarkan sinyal pergerakan zaman, yang merayap tanpa benar-benar kita sadari, namun 'tiba-tiba' sudah mewujud nyata.

Berangkat dari artikel itu, saya berharap menemukan jawaban atas fenomena hijab yang mendadak bahkan mengubah pakaian adat bangsa ini yang ada sejak sebelum hijab itu menjadi trend 'statement' fashion serta cara pandang masyarakat bahwa mereka yang berhijab lebih 'terhormat dan berakhlak' dibandingkan yang tidak.

Kalis menjelaskan bahwa fenomena Hijab di Indonesia mulai bergejolak saat Revolusi Iran, sebagai bentuk 'perlawanan' terhadap rezim Reza Pahlevi. Tapi sayangnya Kalis tidak menjelaskan bahwa latar belakang Hijab di Iran membawa kemunduran terhadap kaum perempuan di sana, atau yang lebih menyedihkan di Afghanistan, misalnya.

Tampaknya lewat tulisan-tulisannya yang disampaikan di buku ini, Kalis berusaha agar 'nasib perempuan' sejak Hijab menjadi 'pakaian wajib' di Iran maupun Afghanistan tidak terjadi di Indonesia.

Kalis bahkan dalam salah satu tulisannya menjelaskan mengapa Hijab berwarna hitam atau coklat dengan memberikan pemahaman mengenai kondisi lingkungan dan budaya di zaman Nabi.

Kalis berusaha memberikan pemahaman bahwa berhijab bukan berarti mereka lebih 'terhormat' dibandingkan 'tidak berhijab'.

Namun ada satu hal yang menurut saya, Kalis tidak berani secara tegas menyampaikan bahwa tekanan masyarakat yang membuat seorang perempuan harus berhijab merupakan 'tindakan pemasungan terhadap hak dan kemerdekaan perempuan'.

Suara yang disuarakan Kalis bersifat universal, menentang kekerasan berbasis gender, terutama bagi para perempuan yang berada dalam lingkup patriarkis yang kuat.

Terjawabkah pertanyaan saya? Sebagian.
Profile Image for Dewi.
1,033 reviews
July 23, 2025
Apa pun pilihan perempuan, ia mesti selalu berada dalam kesadaran progresif untuk memperjuangkan hak hidup yang paling asasi.
- Kalis Mardiasih -
Profile Image for miss hfan.
318 reviews6 followers
March 27, 2025
Sebagian setuju dengan isi-nya. Tapi sebagian lainnya tidak, karena Islam datang sudah dengan sangat jelas, tidak perlu pembenaran lainnya.
Profile Image for Felicia Kleon.
53 reviews
April 17, 2025
Sebenernya sudah ngincer untuk baca buku ini saat Ramadhan biar momen nya 'pas'. Tapi apa boleh buat saya tergoda oleh buku yang lain dan baru baca sekarang di bulan Syawal.
Mbak Kalis ini memang feminis sejati, selembar kain yang sering dibicarakan sebagai gunjingan di masyarakat dibuku ini dibahas secara kritis, reflektif, dan relevan. Dimana jilbab-sekarang sebagai mayoritas dengan keberaneka ragamnya tidak lagi hanya sebagai simbol religiusitas tapi juga tentang identitas wanita dan kebebasanya. Semoga tujuan dari buku ini tercapai yaitu menjadi individu yang lebih berempati.
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,038 reviews1,962 followers
March 7, 2025
Percaya nggak, aku pernah pacaran 7 tahun lamanya dan selama itu pula keluarga (mantan) pacarku ketika itu nggak "welcome" karena aku nggak berjilbab ☺️

Hubunganku dg jilbab berbeda dg yg dialami oleh mbak @kalis.mardiasih Aku mengenakan jilbab hanya untuk keperluan tertentu seperti pergi mengaji di masjid atau acara pesantren kilat di sekolah. Selebihnya, aku tetap dg rambut hitam (kadang merah, cokelat, ungu tergantung mood) ikal hingga kini.

Aku tetap nyaman seperti ini. Bahkan sempat terpikirkan untuk nambah tato di lengan 🤭🙏

Mungkin karena kami hanya selisih satu tahun, meskipun tinggal di kota yang berbeda, apa yang ditulis oleh mbak Kalis dalam buku ini memang benar aku rasakan. Misalnya fenomena mb mb hijab stylish ala Jenahara dkk yg kemudian ditiru oleh sekelompok anak muda ketika itu rupanya jg membuka pasar "muslimah" di kalangan kelas menengah.

Tulisan-tulisan mbak Kalis dalam buku seperti sebuah validasi atas nilai yang aku pahami: beragama itu sebaiknya penuh cinta kasih. Bukan mengintimidasi mereka yang di luar kelompok tertentu. Sebab, jujur saja, aku lelah dinilai sebagai orang yang "kurang baik" hanya karena berpenampilan seperti itu (apalagi ada tato).

Hal lain yang membuatku suka dengan buku ini ialah bagaimana mbak Kalis tetap mengajak pembacanya untuk menggunakan akal pikiran mereka dalam mengimani sesuatu. Bukankah ada salah satu ayat dalam Quran yang (kurleb) berbunyi "bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna karena punya akal pikiran"? Lalu, mengapa tidak dimaksimalkan supaya tidak menjadi cinta buta? 😊

Kembali pada kisah romansaku di masa lalu, sekarang aku bersyukur kami tidak bersama (lagi) & memutuskan untuk (sengaja telat) menikah di usia 30an. Minimal, aku sudah punya basis pengetahuan & wawasan yang lebih baik dalam memaksimalkan agensiku sebagai perempuan 😉

Esok Jilbab Kita Dirayakan layak untuk dibaca oleh siapapun supaya kita makin menghargai bahwa dalam berhubungan dengan Tuhan, jangan lupa untuk terkoneksi dengan (ke)manusia(an).
Profile Image for yun with books.
715 reviews243 followers
March 30, 2025
"Sebagaimana saya percaya kerudung saya bisa menjadi simbol pembebasan, saya juga selalu percaya cadar bisa menjadi simbol pembebasan."


Sebagai perempuan yang memiliki cerita tersendiri berkaitan dengan jilbab, saya merasa buku ini patut dibaca oleh siapa pun. Terlepas apakah mereka perempuan yang berjilbab atau tidak.
Buku Esok Jilbab Kita Dirayakan mengupas tuntas isu-isu feminisme yang kaitannya dengan perempuan berjilbab.

Kritik Mbak Kalis terhadap pandangan negatif orang-orang terhadap berbagai jenis jilbab "masuk" banget. Bagian paling saya suka adalah Jilbab Cadar Ainun Jamilah, karena tidak dapat dipungkiri saya juga masih punya pandangan generalisasi yang negatif sama perempuan bercadar (menganggap kalau mereka pasti agamanya terlalu fanatik). Setelah baca buku ini, saya jadi berusah untuk berpikir dan bersikap adil kepada perempuan bercadar.

Saya pribadi menganggap jilbab sebagai alat yang bisa menutupi kekurangan saya (dulu awal pakai jilbab karena malu leher hitam), tidak ada sangkut pautnya dengan agama.
Saya setuju 100% kalau jilbab seharusnya jadi alat pembebasan, bukan pengekangan.

Thanks for this book ya Mbak Kalis. Tulisan-tulisanmu yang selalu terasa seperti "kakak" bagiku selalu jadi buku favorit untuk aku baca.
Profile Image for Edwina Afifah.
1 review
July 18, 2025

Walaupun mayoritas agama islam dengan pengguna hijab banyak di Indonesia, ternyata masih ada hak-hak kita sebagai muslimah yang masih harus kita suarakan.
“Penulisan sejarah kita sangat feodal dengan imajinasi politik yang terbatas” -hal 113. Sayangnya, masyarakat Indonesia kurang tahu menahu apabila politik juga untuk meningkatkan pendidikan agar bisa memajukan sesama.

Hal mendasar seperti perempuan itu makhluk merdeka, karena apapun pilihan hidupnya dipilih atas kesadaran mereka. Betapa pentingnya perempuan untuk sadar dan meningkatkan awareness mereka terhadap Women’s Agency. Bagaimana karakter seorang wanita mengambil sebuah keputusan, take action, bahkan influence ornag disekitarnya.

Resah hati ini ketika perempuan yang sudah memantapkan pilihannya tak pernah terlepas dari penghakiman karena ekspektasi dari masyarakat entah dari segi penampilan, badan,berfikir, dll. Apa jadinya jika kita saling memberi ruang untuk memilih, tanpa prasangka?

Buku yang memiliki 178 halaman yang cukup padat dan menyenangkan! Kak Kalis menulis dari berbagai point of view yang menarik dan berbagai aspek politik, ekonomi, sosial, dll., bahkan data yg dikumpulkan pun dibahas secara ringkas dan insightful
Profile Image for Safira Azhiim.
38 reviews
April 21, 2025
Such a great book that really opened my eyes about the many stories and perspectives behind the hijab.
Beberapa cerita dalam buku ini mengungkap perjalanan perempuan dalam memilih: ada yang memutuskan berhijab, melepas hijab, tidak berhijab, memakai turban, bercadar, dan tidak bercadar. Dan saya rasa kita nggak perlu jadi polisi moral untuk menghakimi seseorang hanya dari cara mereka berpakaian.

Kita nggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik penampilan seseorang. Di buku ini, saya seperti diajak untuk membuka hati dan pikiran, belajar berempati kepada sesama perempuan. Apapun pilihanmu, selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, just be yourself.

Untuk siapapun yang masih sulit menerima keberagaman cara berpakaian perempuan—baik itu yang membuka hijab, memakai hijab, turban, cadar, atau berhijab seperti Malala—ketahuilah bahwa hidup ini penuh warna. Pun kebaikan tidak diukur dari sehelai kain yang kita kenakan, tapi dari akhlak kita memperlakukan sesama.

Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan yang terus berani melawan, bersuara, dan mencintai diri sendiri apa adanya🙆🏻‍♀️💓🌻💫
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fathiya.
40 reviews
December 29, 2025
Sebagai seorang muslimah yang sudah berhijab sejak kecil, buku ini memberi perspektif baru untukku. Aku akui beberapa kali aku memandang perempuan muslim yang tidak berjilbab atau sering lepas pasang jilbabnya sebagai perempuan yang tidak benar-benar muslim. Karena jelas-jelas di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa area itu adalah aurat yang wajib ditutupi. Seiring dengan dinamika sosial dan budaya yang berkembang semakin banyak juga style dalam berjilbab yang membuatku semakin memandang cara perempuan berjilbab. Seperti yang dijelaskan Bu Kalis di buku tersebut, hal ini diiringi dengan perkembangan dunia fashion dalam komunitas muslimah, dan ini berkaitan dengan bagaimana perempuan ingin mengekspresikan diri mereka. Ada yang jilbabnya suka dilempar, tuban, hijab tanpa peniti yang memperlihatkan leher, jipon atau jilbab poni, dan berbagai style lainnya yang sebenarnya cukup melenceng dari fungsi jilbab itu sendiri, yaitu untuk menutup aurat perempuan. Belum lagi ada konten jilbab seksi yang memancing hujatan dari netizen dengan istilah tobrut, pulen, dan istilah lainnya, yang tetap merupakan bentuk objektivikasi dan pelecehan seksual. Kontroversi dalam dunia jilbab ini memang gak ada habisnya rasanya karena ngikutin dinamika sosial dan budaya yang terus bergerak juga.

Tulisan Bu Kalis seru sekaliii, lucu, dan mudah dicerna. Meskipun ada beberapa istilah yang cukup berat tapi penjelasan beliau sangat mudah dipahami, dan aku jadi tau banyak istilah baru yang dekat dunia feminis juga!
Profile Image for Emira.
30 reviews
June 23, 2025
Membaca buku ini serasa merayakan menjadi seorang perempuan. Dari satu pembahasan tentang jilbab saja, ternyata juga merambah ke berbagai persoalan. Mulai dari sosial, ekonomi, politik, budaya, hingga kemanusiaan. Buku ini menuliskan arti dari identitas diri seorang perempuan, yang tidak bergantung pada apa yang dipakainya, tetapi dari pola pikir, sepak terjang dan pribadi diri perempuan itu sendiri. Beberapa nama-nama perempuan dituliskan dalam buku ini, dan masing-masing nama -yang bahkan baru pertama kali saya kenal- mengajarkan bahwa tidak mustahil menjadi perempuan yang percaya diri saat bermimpi dan berkeinginan, berani saat berusaha menggapainya, dan rendah hati saat mencapainya. Membaca buku ini serasa memiliki teman yang membisikkan bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk menjadi manusia seutuhnya dalam wujud sebagaimana dirinya menginginkannya.
Profile Image for Puty.
Author 8 books1,381 followers
Read
April 3, 2025
Kali kedua membaca buku ini setelah berwujud buku, karena sebelumnya saya sudah sempat membaca manuskripnya. Buku ini terdiri dari tulisan-tulisan singkat tentang berbagai pengalaman perempuan yang menjadikan jilbab sebagai benang merahnya; mulai dari soal objektifikasi perempuan, hingga kapitalisme bisnis hijab.

Buat saya, tulisan Kalis selalu kritis dan relevan. Bukan hanya karena isunya dekat buat banyak muslimah berjilbab di Indonesia, tapi juga ada berbagai fenomena, berita, dan produk budaya yang trending yang menjadi pembahasan, misalnya film 'Ipar Adalah Maut'.

Walau mungkin temanya tidak ringan, tapi membacanya menyenangkan karena terasa kuat dan berapi-api; sampai ke pembaca energinya!
Profile Image for Kaarsekar.
20 reviews1 follower
March 14, 2025
Baca buku ini rasanya diajak menyelami observasi penulis tentang jilbab yang tajam dan mendalam, bahkan di kehidupan sehari-hari. Lalu meluas ke aspek-aspek kehidupan bernegara (politik, ekonomi, dll), bahkan juga disertakan pengalaman di negara lain. Nafas feminisme islamnya kental seperti layaknya tulisan Kalis pada umumnya. 

Bagian favoritku adalah Jilbab Cadar Ainun Jamilah. Buku ini cocok untuk muslimah yang pengen nambah wawasan dan perspektif, bisa jadi bahan refleksi bagaimana bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Non muslimah yang suka penasaran sama isu jilbab juga bakalan cocok, karena bahas jilbab di Indonesia selalu tiada habisnya.
Profile Image for Nanny SA.
343 reviews41 followers
May 26, 2025
Kalis menyajiian tentang perkembangan pemakaian jilban di Indonesia. Dari segi jumlah,dulu sekitar thn 1970an wanita muslim yang memakai jilbab di Indonesia masih minoritas, sekarang pemakai jilbab adalah mayoritas. Yang tentu saling mempengaruhi dengan perkembangan ekonomi bisnis dan komersialisasi jilbab/hijab.
Selain jumlah, ragam,penyebab pemakaian juga mempunyai alasan yang berbeda-beda.
Model jilbab setiap pemakai tentu berbeda tergantung latar belakang ada karena tradisi, kesadaran sendiri, ikut-ikutan, tekanan sosial, mode atau selera. Sehingga dikenal istilah hijab model syar'i, model jilboob. Ada yg bercadar atau yang hanya sekedar menutup kepala. ada pula penghakiman terhadap orang dengan/tanpa hijab dengan model-model tersebut, apalahi terhadap yang pakai-lepas hijab.

Kalis membahas tentang ini dengan menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.



Fitnah dan tipu daya setan yang sesungguhnya bukan menempel pada tubuh perempuan, melainkan pada pikiran yang merendahkan tubuh perempuan. (hal.90 )

Apapun gaya jilbab kita, yang lebih penting adalah kesadaran dan niat kita saat memilih mengenakannya (hal. 122)
Profile Image for fia.
53 reviews1 follower
March 20, 2025
Finished in one sitting. Kalimat-kalimat narasinya mudah dipahami dan mengelaborasi sejarah perjilbaban di bumi pertiwi. Menegur sekali dengan bahasa yang lugas dan berempati. Terima kasih, Mbak Kalis!
Profile Image for Saji.
96 reviews5 followers
July 8, 2025
Jilbab tuh memang bukan sekadar kain atau tudung kepala. Jilbab itu bisa merepresentasikan banyak hal.
Suka sama bahasan Mbak Kalis di buku ini. Paling suka bahasan ttg gaya jilbab boleh berbeda, asalkan kita damai mengenakannya
Profile Image for eve.
26 reviews1 follower
May 6, 2025
beautiful🥺🤍
Profile Image for ninis.
47 reviews2 followers
May 11, 2025
wholepoint, cocok buat para misoginis!
Profile Image for Naysilla Rose.
85 reviews
May 19, 2025
okelah, tapi ga nambah banyak insight sebab hanya semacam refresh baca skripsiku wkwkwk
Profile Image for Dea.
154 reviews4 followers
June 23, 2025
am still a big fan of Kalis' writings, just that this one wasn't amongst her strongest work unfortunately
Profile Image for Nava.
52 reviews
July 5, 2025
Melalui buku “Esok Jilbab Kita Dirayakan”, pembaca diajak untuk mengasah empati pada bagian “Jilbab dan Kerentanan Fisik” dan memaknai jilbab yang dikenakan bukan karena ceramah agama yang menakut-nakuti perempuan pada bagian “Jilbab yang Merdeka”. Hal paling menarik di buku ini adalah penjelasan tentang ain yang selama ini disalahpahami artinya. Setelah membaca buku ini, rasanya menemukan hal-hal baru yang hangat dan indah dalam memaknai jilbab setelah lebih dari sepuluh tahun sejak petama kali saya mulai mengenakan jilbab.
Displaying 1 - 25 of 25 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.