Buku ini tuh bilang kalau kemampuan berpikir itu secara umum dibagi 3, yaitu kemampuan berpikir secara analitis, secara kreatif, dan secara praktis. Nah kalau cuma analitis aja itu kebanyakan ended up as scientists (book smart), kalau bisa secara kreatif dan praktis itu malah yang bisa kita survive dan thrive dalam kehidupan (street smart or life smart).
Di sini dijelaskan juga kalau latar belakang budaya dan tempat itu memengaruhi bagaimana kita berpikir dan merasa. Makanya, orang-orang dengan latar WEIRD (Western, Educated, Industrialised, Rich, and Democratic) itu lebih self centered dibanding sama Asia Timur.
Terus untuk bisa berpikir secara bijak dan menyeluruh, kita jangan men-deny perasaan and gut feelings kita. Justru perasaan kita tu sebuah data yang harus dideferensiasi supaya bisa diregulasi dengan tepat. Kita bisa merespons dengan baik. Ga cuma reaktif atau malah menekan/mematikan perasaan itu.