Ada lajang yang bimbang Ada lajang yang jalang Ada lajang yang menerima diri Ada pula yang menyangkal nurani Ada lajang yang suka sendiri Ada pula yang terpaksa sendiri berkurung sepi
.................
But whoever you are, don’t take life too seriously because you won’t get out alive anyway. - anonymous
Setelah Autumn Once More (Ilana Tan, aliaZalea, dkk) setahun lalu, saya mulai menyukai membaca kumpulan "kumcer" cerpen metropop dan sejauh ini Episode Para Lajang menjadi kumcer metropop ketiga yang saya baca dan cukup menyenangkan. Kumcer metropop kedua yang saya baca sekaligus menjadi kumcer pertama yang saya edit *nyengir* berjudul Pagi Ini, di Seberang Jalan Ini (Lusiwulan). Tapi, tetap saja, saya mesti sering mengerutkan dahi ketika mendapati cerita yang sulit saya mengerti esensinya. Bagi saya, cerpen menjadi sebuah karya fiksi yang sulit saya apresiasi karena medianya yang terlalu sempit.
Episode Para Lajang terdiri dari 12 cerita dari bermacam lajang yang dikreasikan oleh Shandy Tan. Oiya, ini juga jadi buku solo pertama Shandy Tan yang saya baca. Gaya menulisnya cukup konsisten. Ketika kali pertama membaca "Cinta 2 x 24 Jam" (cerpen terakhir di Autumn Once More) Shandy Tan membuat twist di akhir ceritanya, dan di hampir kebanyakan cerpen di kumcer ini pun disertai twist yang cukup mengejutkan (dalam artian bagus).
Untuk resensi kali ini saya akan mengurutkan cerita dari yang paling tidak saya suka sampai dengan yang paling saya suka.
12. Jaka dan Dara (Lajang #11) Premisnya bagus, dua orang dengan gender berbeda dipanggil dengan nama panggilan yang mengindikasikan gender sebaliknya. Kisahnya sendiri tentang seseorang yang ditakdirkan bertemu seseorang karena suatu kesalahpamahan. Entah, saya yang kurang teliti atau bagaimana, saya merasa ada yang bolong di cerita ini. Pada satu adegan, tokoh perempuannya berniat mengurus kelengkapan dokumen yang semestinya sudah membuka identitas gendernya tapi kenapa malah enggak, ya? Di sini saya merasa janggal.
11. the IDEAL man (Lajang #3) Saya agak kecewa dengan karakter tokoh utama dari cerita ini yang menjadi agak kurang konsisten di akhir cerita. Di awal hingga menjelang akhir saya menangkap impresi bahwa si tokoh cukup independen dan berprinsip tapi di ending ia digambarkan marah ketika cowok teman kencannya mengajukan tawaran untuk berbagi biaya makan malam. Heh?
10. Life of Pi/Pai (Lajang #10) I knew it from the beginning that the story will end like that. Saya tak cukup bisa menikmati ceritanya. Di sepanjang cerita si tokoh bermonolog random tentang banyak hal dan saya pun sudah menebak bahwa Pai itu... Well, meskipun twist di bagian akhirnya tetap mengejutkan.
9. Hot and Cool (Lajang #2) Rasa kehilangan dari seorang perempuan mendapatkan penawarnya ketika secara sukarela ia mengajukan diri untuk menjaga seorang anak di sebuah day care untuk anak berkebutuhan khusus. Kesempatan lain bahkan menghampirinya dan membuka kemungkinan untuk menyemaikan kebahagiaan untuknya. Bagus, tapi seperti ada yang kurang. Hanya meletup kecil lalu padam. Oiya, ada satu tokoh cameo di sini yang menjadi tokoh utama di cerita Lajang #11.
8. Loser (Lajang #4) Tipu-tipu dan skenario penjebakan menjadi satu cerita klise yang beruang kali diangkat jadi tema cerita. Di sini lumayan sih, tapi ya sebatas itu saja. Suka tapi biasa saja.
7. Romantic Is... (Lajang #5) Yeah, ini salah satu cerita yang cukup romantis. Saya suka cerita tentang pemahat patung yang membuat simbol kasih-sayangnya melalui karyanya. Saya suka bagaimana si tokoh dan temannya "manasin" gebetannya hingga si dia kelabakan. Pada akhirnya geletar rasa mereka menemukan penyalurannya. Dan, romantisme itu menguar bersama ungkapan di antara keduanya.
6. Dosa Memang Indah (Lajang #8) Dua bersaudari kembar bertukar peran menjadi kekasih bengal yang sangat dicintai dan istri lemah lembut yang tak mengimpresi sang lelaki. Namun, ketiganya saling terkait, saling terhubung. Yang menjadi masalah dari cerita ini adalah kalau memang si kekasih bengal ini mencintai si lelaki dengan sebegitu besarnya, mengapa ia masih bermain mata dengan lelaki lain dan tetap bersikap layaknya penjaja seks. Agak kurang logis, menurut saya.
5. Hari Ini Indah (Lajang #7) Hidup dalam kebohongan putih demi kebaikan orang lain terkadang memang dianjurkan, tapi bagaimana jika orang lain tak bertindak sebaliknya untuk kita? Masihkah kita bersedia melontarkan diri menembus api untuk menyelamatkan orang lain, sementara kita dibiarkan terbakar tanpa dibantu sama sekali. Cerita ini memberikan pelajaran yang sangat baik tentang saling memahami sesama teman.
4. And This Is My Story (Lajang #9) Waow, cerita ini sungguh penuh twist dan membikin saya terkesima dengan betapa meyakinkannya Shandy menghadirkan alur ceritanya. Suka, suka, dan suka.
3. dan 2. You're the One That I Don't Want (Lajang #1) dan Take A Chance On Me (Lajang #12) Dua kisah ini saling mengait dan keduanya menjadi pembuka dan penutup kumcer ini. Seru banget. Sederhana tapi romantis. Di cerita Lajang #1 saya sempat ragu eneruskan membaca kumcer ini karena tone cerita itu mirip banget dengan Cinta 2 x 24 Jam di mana dikisahkan tentang cinta yang salah sasaran, cinta yang salah diterjemahkan, tentang cinta sesama, tentang gay. Sedangkan di cerita Lajang #12, cerita dikisahkan dari sudut pandang sebaliknya dari tokoh lain. Cool. Suka dua kisah ini sebagai satu kesatuan.
1. Episode Para Lajang (Lajang #6) Cerpen yang juga dibesut sebagai judul kumcer ini cukup memuaskan dan menggemaskan dan mencerahkan dan menggairahkan. Saya suka semua unsur di cerpen ini. Tentang empat lajang yang awalnya tak percaya lembaga pernikahan, tapi satu demi satu kemudian berkenalan dengan keindahan cinta dan terpikat untuk menjalani hidup 'terikat' dalam pernikahan. Well, belum semuanya, sih. Hampir semuanya.
Overall saya sematkan 3,5 bintang untuk kumcer ini. Untuk kamu yang lagi kepingin baca cerita-cerita ringan yang bisa kamu taruh-baca-taruh-baca di tengah kesibukanmu yang tiada tara, kamu bisa mencoba membaca kumcer ini. Dan, di setiap pergantian cerita dalam kumcer ini diberikan ilustrasi yang, yah... meski tak menambah makna kumcernya, tapi cukup sebagai selingan. Oke, selamat membaca, tweemans.
Tetap berharap ini menjadi novel saja dan dikembangkan dari cerpen yang menjadi judul kumcer ini. Suka gaya menuls Shandy Tan.
Jarang sekali #novelMetropop hadir dalam bentuk kumpulan cerpen. Apalagi jika ditulis oleh hanya satu orang saja. Episode Para Lajang adalah contohnya. Kumpulan cerpen Metropop ini terdiri atas 12 cerita tentang para lajang. Mari kita "intip" satu per satu.
#1 You're the One That I Don't Want Kisah pertama dibuka dengan pertanyaan sejuta umat untuk para lajang berumur tigapuluhan. Kapan menikah? Pertanyaan dari ibunya membuat Lucia meradang dan tidak mau pulang ke rumah. Bagi Lucia mencari jodoh itu sama halnya dengan mencari celana dalam yang nyaman digunakan. Gak sembarangan. Namun bisa jadi Lucia belum menemukan jodohnya karena penampilannya yang mirip pria. Sampai suatu ketika ada seorang pengunjung wanita di kafenya yang membuatnya bertanya-tanya tentang penampilannya sendiri.
#2 Hot and Cool Damayanti menggunakan kesempatan bertemu dengan anak-anak di rumah asuh milik sahabatnya untuk menggantikan kekosongan dalam dirinya atas kehilangan anaknya sendiri. Terutama saat dia bertemu dengan Kalila, seorang anak yang beberapa kali mendapatkan nasihat karena ringan tangan. Ada kedekatan instan yang terasa dalam diri Damayanti saat bersama dengan Kalila. Tapi saat hot daddy, ayah Kalila, menanyakan dirinya, Damayanti berubah menjadi sosok cool. Saya penasaran dengan cerita satu ini, yang sepertinya diakhiri bahkan sebelum dimulai.
#3 the IDEAL man My ideal man doesn't drink, doesn't smoke, doesn't gamble, doesn't do drugs and that means je doesn't exist.. Betulkah seperti itu? Riska berpendapat seperti itu ketika sepupunya Vero menyebutkan kriteria cowok idamannya. Vero hanya berbeda 4 bulan dengannya, dan belum juga memiliki kekasih. Sementara Riska sudah dilamar oleh Aldi kekasihnya. Akhirnya Riska mengatur kencan buta antara Vero dan Reynold. Percakapan di antara keduanya mengalir lancar sampai ketika kencan usai, dan Reynold menuntut pembayaran fifty-fifty. Vero lantas kecewa. Sepertinya ada yang tidak konsisten dari diri Vero. Awalnya dia digambarkan sebagai sosok yang tangguh, bahkan dalam percakapan soal emansipasi dan penentuan sikap, Vero mendapatkan pujian dari Reynold. Lantas giliran diminta membayar makanan bersama, mengapa Vero justru kecewa. Aneh saja sih.
#4 Loser Sudah tiga hari Hans, cowok playboy di kantor, menunggu Selvy di kedai kopi favorit gadis itu. Dan setelah tiga hari menguasai spot duduk favoritnya, Selvy memberanikan diri mendekati Hans. Tanpa basa-basi, Hans menembak Selvy. Tapi Selvy mengulur waktu tiga hari untuk memberi jawaban. Sebenarnya Hans cowok yang layak dijadikan pacar. Apalagi ketika dia menjatuhkan pilihan pada Selvy yang biasa-biasa saja. Tapi pacaran tanpa cinta? Atau ada sesuatu di balik niat Hans? Ceritanya lumayan bagus. Ending-nya unpredictable.
#5 Romantic is... Rose merasa jengah ketika Grace, sahabatnya berusaha mengulik cerita darinya sepanjang makan siang. Tidak tanggung-tanggung, suara Grace membuatnya yakin kalau Kakei yang duduk tidak jauh dari tempat mereka mendengar percakapan itu. Tapi mengapa Kakei terlihat biasa saja?
Sementara itu, Kakei sendiri resah mendengar kisah Rose yang sudah menaklukkan banyak pria. Padahal dia sudah melempar sinyal-sinyal romantis, meskipun sahabatnya bilang sinyalnya tidak tetap sasaran. Tapi mendengar bahwa ukuran pria yang sedang disukai Rose itu lebih besar membuatnya panas.
Cerita ini lucu. Dan romantis tentunya. Karena romantis itu sepenuh hati.
#6 Episode Para Lajang Empat orang wanita lajang yang bersahabat, dan satu per satu memutuskan untuk menerima lamaran pria pilihan mereka. Padahal sebelumnya Valeri, Annisa, Sara dan Eva mengumbar mereka tidak membutuhkan pria dan memandang sebelah mata pada pernikahan. Tapi waktu membuat perubahan. Setelah Annisa, Eva menyusul melangsungkan pernikahan. Tinggallah Valeri dan Sara berdua. Cerita ini mengangkat benang merah tentang indahnya melajang. Saya tadinya berharap lebih pada cerita yang mengambil judul sama dengan judul kumpulan cerpen ini. Tapi kisahnya datar saja menurutku.
#7 Hari Ini Indah (Tessalonica Memutuskan Mati) Setiap orang punya masalah. Dan semua yang bermasalah di sekitar Tessa berlari padanya. Dengan tangkas, Tessa memberikan saran, nasihat, semangat, apapun yang ingin didengarkan oleh orang itu. Pekerjaan Tessa juga seputar memberikan saran, nasihat, semangat, jawaban atas pertanyaan dari surat-surat yang diterimanya untuk dimuat dalam setiap edisi. Tugas Tessa adalah membuat hari-hari setiap orang menjadi indah. Lantas bagaimana dengan Tessa sendiri? Nice story.
#8 Dosa Memang Indah Good girls only go to heaven. Bad girls go everywhere. Karina tahu label yang melekat di dirinya membuatnya tidak dapat melangsungkan pernikahan dengan Mahadewa. Tapi Mahadewa kembali padanya setelah pernikahan meski kini Marina, istrinya telah hamil. Karina bertanya-tanya apakah nanti anak mereka akan mirip dengan Mahadewa atau mirip dirinya, yang sangat mirip dengan Marina karena mereka kembar identik. Apa boleh buat, sejak zaman batu pun dosa selalu indah. Karina berjanji pada saudara kembarnya akan mencarikan nama yang indah untuk anaknya.
#9 And This Is My Story Bukan salah Ibu tidak mencintaiku. Aryani hanyalah seorang penulis, pekerjaannya tidak mengharuskan dia berangkat pagi ke kantor dan pulang sore ke rumah. Ibu tidak tahu bahwa penghasilan Aryani jauh melebihi general manager di luar sana. Buku-buku karya Aryani menjadi best seller. Tapi Ibu hanya terpesona pada Dea, adiknya yang lulus kuliah S2 dari Australia dengan beasiswa. Sebentar lagi adiknya akan menikah. Sementara Aryani masih melajang ditemani dengan tulisan-tulisannya. Sampai kapan Ibu akan memahami dirinya?
Salah satu cerita terbaik dalam kumpulan cerpen dengan plot twist mengejutkan.
#10 Life of Pi/Pai Pi dan Pai hidup bersama. Setiap pagi Pi akan menyiapkan sarapan untuk Pai, menikmati waktu bersama, saling bercerita. Apapun mereka ceritakan. Bahkan tentang desakan orangtua Pi agar anaknya segera menikah.
Mungkin cerita ini dimaksudkan untuk memberikan kejutan di akhirnya. Tapi saya sudah bisa menebak akhir ceritanya, tentang siapa Pi dan Pai ini.
#11 Jaka dan Dara Karena singkatan nama, Jasmine dan Damian menjadi dua orang yang diduga memiliki gender sesuai singkatan namanya. Akibatnya, mereka harus sekamar dalam trip ke Bangkok. Harusnya kisahnya berawal di sini. Tapi sayangnya justru berakhir. Dan ada yang aneh, saat akan berangkat keluar negeri, bukannya di paspor identitas gender tertera kan? Dan agen trevelling punya fotokopian paspornya.
#12 Take A Chance on Me Wah ternyata ini lanjutan dari kisah #1 di atas. Kali ini Paris, partner Lucia yang kedatangan tamu dari masa lalu. Lucia mengajak Paris taruhan bahwa gadis itu akan mengajak Paris kembali jadian. Tapi Paris meyakinkan Lucia kalau mereka tidak akan jadian. Entah siapa yang akan menjadi pemilik selembar lima puluh ribuan itu. Yang pasti Paris berjanji ingin mengakhiri masa lajang seorang gadis.
Dua belas cerita tentang gadis lajang dalam berbagai versi. Lumayan menghibur, dan bisa dibaca dalam sekali duduk. Favorit saya ada pada cerita #5. Semoga ada dari kisah-kisah ini yang berkembang menjadi satu novel utuh.
Aku mendapatkan buku ini dari tumpukan buku diskon gramedia dengan harga hanya lima ribu rupiah. Awalnya aku mengira ini novel, tapi ternyata ini kumpulan cerpen. Tapi ya, cukup suka beberapa ceritanya.
Sebenernya gk gitu suka sama cerpen. Tapi dari awal udah salah persepsi, mengira ini novel biasa gk taunya malah cerpen. Saya keliru ._.
Tapi yauda, berhubung udah di tangan jadi ya dibaca aja. Terdiri dari 12 cerita, tentang lajang yang macam2 rupa. Tapi untuk cerita pembuka, patut diacungi jempol. Dan akhirnya ketemu dengan mereka lagi di cerita penutup. Olke, maksudnya tokoh di cerita pertama ada kelanjutannya lagi di cerita terakhir.
Ada lajang yang berumur 40 dan hidup bersama kucingnya, ada yang ketemu cowok tapi cowok itu brengsek karena makan malam bayarnya setengah2. Ohh puheliisss... Ada juga yang ceritanya gk jelas. Dan yang agak merinding ada juga lajang yang dikenal orang sebagai seorang yang perfect dan cantik, padahal dia jauh dari itu, sehingga memutuskan untuk bunuh diri.
For all, yang suka cerpen sepertinya memang harus baca deh yaa..
Dan berharap, cerita pertama dan terakhir itu ada novelnya sendiri :p
Buku ini sukses menggelitik rasa penasaran saya ketika pertama kali melihat sampulnya. sepasang cincin selalu memancing rasa ingin tahu saya. ingin tahu apakah cincin itu mempersatukan atau memisahkan. dan jujur saja, label di kanan atas sampul menyumbang 25% keputusan saya membeli Episode Para Lajang.
Saya hanya penikmat karya fiksi, bukan kritikus, dan saya menikmati tiap kisah dalam buku ini. rata-rata kisah para lajang di dalamnya terasa cukup dekat dengan kehidupan nyata, dalam hal ini tentang kaum single yg mencari belahan jiwa.
Phew. saya meringis,mencebik,tertawa,mengangkat alis, menggerutu, memutar bola mata, dan mendecak mangkel membaca novel ini. Beberapa bagian memancing pertanyaan atau ide nakal di otak saya, mis.saya jadi pengen tahu seperti apa adegan Paris mencium Lucia.
"Single gives you space to grow. Sometimes, it's harder to grow when you are too close to someone. Trees are planted far apart so they can spread their branches and become strong as they mature. Single means that sometimes you will wonder why you will bite your lips and feel wistful and wonder if marriage is better. Single is realizing that being married is not necessarily better, it is merely different."
Overall, saya suka semua cerpen yang tersedia. Jadi gini...
Yang paling pengen ada lanjutannya: Jaka dan Dara . Pleaseeeee :( Yang bikin melongo: And This Is My Story . Campuran miris dan kaget jadinya... melongo. Yang bikin kesel tapi sedih: Dosa Memang Indah . Yang bikin happy: You're The One That I Don't Want dan Take A Chance On Me .
Awalnya mikir ini sebenarnya novel, pas buka dan lihat daftar isi, ada beberapa cerita. Baru ngeh ini semacam kumpulan cerita. Hihi... :D
Buku yang dibaca ditengah-tengah mengerjakan tugas proposal tesis ini kece. Lumayan buat menghilangkan kesetresan ditengah-tengah dateline, bikin ketawa dan senyum pas baca ceritanya. Mungkin karena para tokohnya usianya ga beda jauh kali, ya.. Berasa sehari-hari. Semacam obrolan dengan teman-teman di mess dan teman-teman kuliah, serta sahabat-sahabat.
Ini kumcer terjomblo yang pernah gue baca. Kenapa? Bisa diliat dari judul kumcer yang ada. "Episode Para Lajang" which is ngomongin macam-macam lajang yang ada.
Beberapa cerpen cukup menarik karena cara penulisan dan alurnya. Dan beberapa lainnya bikin bosan.
Yang gue suka adalah cerita Lucia dan Paris yang akan ditemukan di awal dan akhir buku.
Well, karena gue ngereview dalam kelas dan dosen sudah cuap-cuap di depan, langsung aja 3 bintang untuk para lajang di buku ini :)
Harus diakui beberapa cerpen di awal feels flat. Membacanya menimbulkan kesan biasa aja dan sinnggg...senyap. Tapi, shud be revealed juga, makin ke sini, tempo dan ritme makin naik. Cerita2nya makin asik dan seru, seperti Episode Para Lajang, Dosa Memang Indah, This is My Story, atau yang lainnya. Tapi I took Dosa Memang Indah as my favorite :)
Belinya versi e-book, untuk tahu gaya nulis Shandy Tan. Aku suka terjemahan beliau untuk serial #slammed. Tapi untuk tulisannya sendiri, mungkin kami beda selera.