Jump to ratings and reviews
Rate this book

Honesty

Rate this book
H O N E S T Y
"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."



Ya, Mikhaela dan Azriel menceritakan satu sama lain dengan hati yang paling jujur, tapi ... dari belakang!

H O N E S T Y
"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."

Dadaku berdesir ketika tahu kau yang akan memilikiku. Dan dengan hati, aku ingin jujur. Aku menyukai rencana orang tua kita, seperti aku menyukaimu.
(Mikhaela)

"Jangan terlalu percaya diri! Kepada semua perempuan aku berbuat begitu. Jadi kamu bukanlah yang teristimewa," ucapku membatin.
(Azriel)

Novel yang dikisahkan dengan sudut pandang berbeda!
Kamu boleh memulainya dari sudut pandang Mikhaela atau Azriel, yang jelas, lebih asyik dibaca secara bergantian. Misal, dimulai dari bab satu Mikhaela, setelah itu baca bab satu Azriel. Begitu seterusnya.

Unknown Binding

First published July 1, 2014

2 people are currently reading
12 people want to read

About the author

Ari Keling

25 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (20%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
4 (40%)
2 stars
3 (30%)
1 star
1 (10%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
October 23, 2014
Covernya cantik banget. Ga heran sih Grasindo emang punya desain cover yang oke banget tahun-tahun belakangan (nunjuk cover buku sendiri :p). Pas awal-awal ga bisa konek dengan sikap Mikha yang kelewat polos dan Ziel yang sering banget punya pikiran-pikiran aneh di otaknya. Tapi setelah paham ceritanya mau dibawa ke mana, baru ngeh kenapa mereka kayak gitu.

Sukses selalu buat Mitha dan Ari :)
Profile Image for Afrianti Pratiwi.
100 reviews28 followers
February 6, 2017
Dikarenakan buku ini tak memuat blurb di sampulnya, jadi mari kita mulai review ini dengan prolog dari saya. Saya sebenarnya jatuh hati pada sampul buku ini. Sampulnya mengingatkan saya pada buku Diorama Rasa yang juga memiliki model sampul depan-belakang seperti buku Honesty. Bedanya, buku ini ditulis secara duet oleh Mbak Mitha dan Mas Ari, jadi setiap penulis menuliskan satu sudut pandang tokohnya. Tunggu sebentar, ini penting... saya suka model perempuan di sampulnya yang warna pink, tapi saya kurang suka model lelaki di sampulnya yang warna biru. Kenapa? Soalnya kumisnya agak nganu... yaudahlah ya.

Novel ini punya dua sudut pandang, yaitu Mikhaela dan Azriel. Awal-awal membacanya kok saya malah jadi kepikiran gini, "Ini nama Mikhaela plesetan nama Mbak Mitha? Pun dengan Azriel yang plesetan dari nama Mas Ari?" Yaudahlah ya. Intinya dalam novel kita bisa menikmati sudut pandang Mikha dan Azriel secara bergantian, jadi kita tahu deh semuanya, Apa yang dipikirkan Mikha maupun Azriel.

Plot ceritanya dari awal sudah bisa ditebak, apalagi soal tema perjodohan begini. Ya, rasanya kayak nonton FTV, sih. Tapi tentu saja, ada yang membuat saya sedikit terkejut, yaitu tentang Sam, sahabatnya Mikha. Saya pikir konfliknya bakalan jadi begini, "Mikha dijodohin sama Azriel, tapi nolak, terus jadian deh sama Sam". Hahaha. Itu cuma imajinasi saya.

Saya cukup bisa menikmatinya dalam waktu singkat, soalnya bahasa yang digunakan juga tergolong ringan dan mengalir begitu saja. Bisalah dibaca saat santai sambil minum kopi atau teh. Fyi, saya membacanya tidak selang-seling, melainkan menghabiskan dulu bab dari Mikha, kemudian baru beralih ke bab Azriel. Kenapa? Alasannya karena saya berharap mendapat penjelasan secara rasional dari bab Azriel, setelah membaca 'perasaan' milik Mikha.

Tuh, kan, saya jadi inget film Crazy Little Thing Called Love, yang awalnya memakai sudut pandang si perempuan, kemudian beralih ke sudut pandang laki-lakinya menjelang akhir film. Saya berharap seperti itu. Tetapi kayaknya salah deh kalau berharap seperti itu, meskipun jelas, konflik antara Sam dan Azriel dijelaskan secara detail oleh Azriel. Ya, tapi cukuplah kalau menurut saya.

Tunggu, saya penasaran. Kenapa ya kalau perjodohan itu pasti selalu dari keluarga yang kaya? Padahal kalau pikiran saya sih orang kaya bisa cari jodohnya sendiri, apalagi kalau yang melihat dari sisi "bakalan-sejahtera-setelah-menikah". Kenapa harus dijodohin gitu, kan?

Terus ada lagi nih soal tokoh Azriel yang sempat bikin saya pengen nabok. Dia itu sok manis banget depan si Mikha, padahal awalnya dia nggak suka. Dan ini baru kebukti di bab Azriel, kan sialan. Si Mikha udah seneng-seneng, eh ternyata si Azriel cuma pura-pura. Duh, jadi emosi saya.

Masih penasaran nggak ada apa antara Sam-Mikha-Azriel? Baca sendiri aja deh :D
Profile Image for Ari Keling.
4 reviews4 followers
September 29, 2014
H O N E S T Y
"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."

Penulis : Mitha Juniar & Ari Keling
Penerbit : Grasindo Publisher
Editor : Anin P.
Terbit : Juli 2014

Ya, Mikhaela dan Azriel menceritakan satu sama lain dengan hati yang paling jujur, tapi ... dari belakang!

Dadaku berdesir ketika tahu kau yang akan memilikiku. Dan dengan hati, aku ingin jujur. Aku menyukai rencana orang tua kita, seperti aku menyukaimu.
(Mikhaela)
"Jangan terlalu percaya diri! Kepada semua perempuan aku berbuat begitu. Jadi kamu bukanlah yang teristimewa," ucapku membatin.
(Azriel)

Novel yang dikisahkan dengan sudut pandang berbeda!
Kamu boleh memulainya dari sudut pandang Mikhaela atau Azriel, yang jelas, lebih asyik dibaca secara bergantian. Misal, dimulai dari bab satu Mikhaela, setelah itu baca bab satu Azriel. Begitu seterusnya.
Download atau dengerin lagu 'Kita' ke sini : https://soundcloud.com/ari-keling/ari...
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
December 27, 2014
Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan penulis di sini.
Pertama, konsepnya, yang saya pikir mubazir. Membikin kesatuan cerita berdasarkan sudut pandang masing-masing tokoh untuk menceritakan satu hal, satu kejadian, sehingga pekerjaan kedua penulis menuliskan plotnya hanya beda sudut pandang. Ini amat menjemukan bagi saya ketika banyak menemuka repitisi beda sudut pandang, dan seperti yang saya sebut di atas, mubazir.
Tema yang klise, selalu bukan masalah bagi saya, asal penuturannya enak. Dan ini tidak saya dapati dari novel duet dua wajah ini. Baik Ari, maupun Mitha mempunyai kecenderungan "berlebihan" saat menghadapi hal-hal yang membuat saya berkomentar, "Biasa aja sih," atau, "Biasa aja, kali,". Seperti kabar mengenai perjodohan, misalnya.
Dan setelah ini, saya syak untuk membaca lagi karya mereka. Saya tidak suka gaya bercerita yang merespons sesuatu dengan cara berlebihan. Terus terang, saya agak dikecewakan.
Satu bintang untuk kover yang manis.
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
April 5, 2017
Novel ini bercerita dari dua sudut pandang yang berbeda, Mikhaila dan Azriel.

Keduanya dijodohkan oleh keluarganya Walaupun awalnya menolak, Mikhaila akhirnya jatuh cinta setelah bertemu Azriel. Azriel hanya berpura-pura baik pada Mikhaila karena dia sudah memiliki Tasya sebagai kekasihnya, tapi belum dikenalkannya pada orangtuanya.

Seiring berjalannya waktu, Azriel sadar bahwa dia penyuka sesama jenis, karena dia lebih senang berada bersama Sam, sahabat Mikhaila, dibandingkan bersama Mikhaila. Akankan Azriel dan Mikhaila dapat menyelesaikan permasalahan mereka.

Ending novelnya tidak terlalu wah, dengan plot yang cepat tanpa penjelasan yang memadai, karakternya tidak dijabarkan dengan baik, kenapa Azriel baru menyadari dirinya gay saat usianya 26 tahun, kenapa Mikha menerima begitu saja Azriel tanpa mengkonfrontasinya, bagaimana Sam terkesan menjauhi Mikhaila dan Azriel.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.