Waktu masih imuts, saya belum pernah membaca buku ini. makanya begitu cetul dengam versi beda, langsung beli.
Kisahnya kurang lebih berkisar pada zaman perang kemerdekaan. Sebuah keluarga sedang bersedih karena sang ibu menderita sakit, diduga terkena malaria. Ketika kampung mereka sedang digeledeh untuk mencari pejuang yang diduga bersembunyi.
Sungguh kebetulan! salah seorang prajurit datang justru memberikan obat. Wagimin yang berada dirumah awalnya ragu,ia sangat membenci Belanda, tapi kesembuhan ibunya lebih penting. Plus, prajurit yang memberikan obat sepertinya berbeda. Akhirnya keduanya seoakat untuk melakukan barter.
Belakangan keduanya malah menjadi sahabat. Terlihat pada kover juga bukan? Melalui prajutit tersebut juga Wagimin mendapat informasi tentang kegiatan Belanda yanflg ia laporkan pada kakaknya, si pejuang.
Ternyata, semuanya tidak semudah yang terlihat. Ada mata-mata diantara para gerilyawan, ada yang memanfaatkan kebaikan dan kemurnian jiwa prajutit Belanda sahabat Wagimin.
Pembaca akan menemukan banyak narasi terkait perjuangan para gerilyawan. Serta bagaimana taktik yang disusun kedua belah pihak selama pertempuran.
Buku ini dapat memicu rasa nasionalisme pada anak-anak yang membacanya. Mereka beruntung karena tidak mengalami masa saat perjuangan. Belalui buku ini, mereka akan menemukan banyak narasi terkait perjuangan para gerilyawan. Serta bagaimana taktik yang disusun kedua belah pihak selama pertempuran.
Pada akhirnya,kisah ini ditutup dengan indah. Wagimin sudah menjadi dewasa, demikian juga dengan kedua kakaknya.
Oh ya,lokasi kisah dalam buku ini adalah desa kelahiran Eyang lho.