Jump to ratings and reviews
Rate this book

A Week to Forever

Rate this book
Amaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya.

Tujuh hari. Seratus lima puluh empat jam. Dan bum! Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja.

Pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat setelah enam tahun berselang, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat mereka mulai.

Dan kini kisah itu menuntut haknya kembali.

Satu minggu business trip di Singapura. Pertemuan tak sengaja dengan Dirga yang berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan semua kenangan di antara mereka mendesak keluar tanpa ampun.

Beranikah Amaya mempertaruhkan masa depannya demi masa lalu yang belum tuntas? Meninggalkan tunangan yang mencintainya dan rencana pernikahan yang telah disusun begitu rapi hanya demi memberikan kesempatan bagi satu minggu itu untuk menjadi selamanya?

248 pages, Mass Market Paperback

First published August 21, 2014

Loading...
Loading...

About the author

Stephanie Zen

22 books330 followers
Stephanie Zen has been passionate about writing since elementary school, crafting stories that resonate with humor, heart, and inspiration. Influenced by authors like Sophie Kinsella and JK Rowling, her writing blends wit with deeper reflections on life and love.

Beyond books, music plays a huge role in her creative process—especially the songs of Daughtry, which have inspired many of her stories. When she’s not writing, Stephanie shares her thoughts and inspirations on her blog: https://smoothzensations.wordpress.com/

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
90 (27%)
4 stars
112 (34%)
3 stars
91 (28%)
2 stars
25 (7%)
1 star
6 (1%)
Displaying 1 - 30 of 67 reviews
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
September 18, 2014
Hm, galau juga nih ngasih bintangnya berapa. :) Tapi jujur aja ya, akhirnya kesan secara keseluruhan, saya nggak bisa bilang "I like it" jadi bintang tiga, tapi bukan "nggak suka" banget juga. Singkat kata, ada beberapa hal yang mengganjal jadinya bintangnya... 2.5 :)

Begini:
1. Cukup disayangkan kenapa GPU labil masalah label novel. Di depan ada logo Metropop, di belakang ada logo Chrom (Christian romance--label baru GPU awal tahun ini). Pada kenyataannya, ketika dibaca novel ini Chrom banget. Hm, bukannya nggak bisa dikategorikan sebagai Metropop ya karena toh settingnya tentang wanita lajang perkotaan. Tapi, novel ini tersegmen banget. Isinya kental sekali menceritakan kehidupan bergereja, nilai-nilai Kristianinya kuat sekali. Bahkan, dibanding Between the Raindrops, Chrom karya penulis yang sama yang terbit sebelum ini, saya malah merasa dikotbahi banget di novel A Week to Forever ini. Saya ragu pembaca non Kristen bisa menikmatinya secara objektif. Kalau mereka tidak tahu prinsip-prinsip Kristiani dalam menjalani hidup termasuk memilih pasangan hidup, akan susah nyambungnya. Jadi, ganjalan pertama adalah masalah dobel labelnya. Harusnya tegas saja, menempatkan logo Chrom di bagian depan kover. Karena bukankah itu tujuannya Chrom, untuk menunjukkan bahwa novel tersebut berunsur Christian? :)

2. Masalah konflik utama ceritanya, tentang Amaya yang bertemu cinta masa lalunya di saat ia sudah berstatus sebagai tunangan orang. Jujur saya mengharapkan konflik yang "meletup-letup", bahwa apa yang terjadi di antara mereka berdua (Amaya dan Dirga) dulu begitu hebat sehingga ketika mereka bertemu lagi, Amaya jadi bimbang luar biasa untuk melanjutkan rencana pernikahan yang di depan mata. Flashback demi flashback digulirkan, sembari Amaya dan Dirga menghabiskan waktu bersama lagi di Singapura. Nah, kembali ke poin 1, pembaca akan dibawa ke seluk-beluk bergereja; bagaimana Amaya dan Dirga tergabung dalam gereja yang sama, sering menghabiskan waktu dengan kegiatan pelayanan bersama, dan dari situlah rasa simpati dan kagum Amaya terhadap Dirga--yang berusia lima tahun lebih muda--mulai tumbuh. Interaksi keduanya... sungguh "aman" dan berhati-hati sekali. Dan sedikit-sedikit bicara tentang religi. Akibatnya, bagi saya, kurang nendang. Saya sempat merasa alurnya terlalu lama dan bosan karena konfliknya berputar pada masalah itu-itu saja. Selain tentang Dirga dan Amaya yang berusaha menguasai perasaan masing-masing, tidak ada hal berarti yang membuat greget.

3. Dirga. Si hero ini, sebenarnya loveable sekali. Bayangkan ya, sudahlah godly, ganteng, sopan, bertanggung jawab dalam pekerjaan, dan menghargai sekali perasaan orang lain, tidak egois. Namun, saya kok tidak merasa love ya sama Dirga. Ibarat kata, dia terlalu sempurna, yang membuat ceritanya jadi "tidak ada apa-apa"nya. Apa yang salah dengan seorang pria yang benar-benar takut akan Tuhan dan tidak mau melanggar komitmen Amaya, meski ia sangat mencintai perempuan itu? Tidak ada yang salah, tetapi ya sudah begitu saja. Balik ke poin 2. Konfliknya jadi tidak greget. Tapi, ada hal yang bikin saya kesal sama Dirga, dan baru terasa di akhir-akhir. Jika dikatakan Dirga terus mendoakan Amaya sebagai pasangan hidupnya, bahkan bertahun-tahun setelah mereka terpisah, tapi kok tampaknya tidak ada usaha Dirga untuk mencari tahu tentang Amaya, ya? Seperti seorang yang merasa bahwa doa itu "cukup" dan selanjutnya biarkan Tuhan bekerja sesuai kehendakNya. Sampai tahu-tahu ia bertemu lagi dengan Amaya setelah 6 tahun berpisah, eh Amaya-nya sudah jadi tunangan orang. Ya pasrahlah Dirga, tidak ada perlawanan berarti. Errgghh,, kemarin-kemarin ke mana aja, Baang? Nunggu mapan berapa lama, doa mulu kagak ada usaha pedekate. :D

4. Penyelesaian cerita. Sungguh, buat saya, penyelesaian ceritanya agak maksa. Tidak akan spoiler, cukup akan saya bilang bahwa saya tidak puas dengan penyelesaiannya kenapa mesti begitu? Jadi seperti menimbulkan korban baru yang porsinya sedikit banget diceritakan di menjelang akhir. Menurut saya ya, kalau memang akhirnya mau ditujukan "ke situ", ya pas tengah-tengah seharusnya bisa dimasukkan lebih lagi pengenalan "si korban" ini, bukannya fokus ke Amaya dan Dirga melulu. Ceritakan lebih lagi deh sisi lain tentang si Caleb, calon suaminya Amaya ini.

5. Sisi baiknya, ya kalau mencari bacaan yang religi banget bagi kaum Kristiani, novel ini cocok banget. Gaya penceritaannya enak khas Stephanie Zen; mudah dicerna dan tidak membosankan. Alur maju-mundurnya juga lumayan rapi.

Sekiranya begitulah sisi-sisi yang ingin saya ungkapkan tentang A Week to Forever ini. :)
Profile Image for Viktoria.
135 reviews1 follower
May 17, 2015
AAAAAAHHHHH!!!! #histeris

Ini novel genre ChRom (Christian Romance) pertama yang saya baca, dan… saya terenyuh. Asli! Narasinya, dialognya, obrolan Dirga-Amaya bikin saya geregetan dan nyeuuh banget rasanya (apalagi pas tau Amaya udah tunangan dan mau nikah, sakit hati ini kalo jadi Dirga)

Alur cerita yang maju mundur juga bikin terenyuh. Saya bisa melihat kedekatan Amaya dan Dirga dulu sambil menikmati pertemuan-setelah-6-tahun mereka. Dapet banget momen-momen cute Amaya-Dirga, hihi! Saya agak nggak setuju mereka dekat dengan kondisi Amaya udah tunangan, tapi saya juga mau dukung Dirga maju #lahgimanadong

“Jangan buat dia berasumsi, jangan buat dia bertanya-tanya. Rasa penasaran yang tak terjawab jauh lebih menyakitkan daripada patah hati.”


Penokohannya jelas, terutama Dirga. Dirga ini calon suami idaman banget ya. Baik, pintar, supel, pedulian, takut akan Tuhan, dewasa... Keliatan banget sifat-sifat Dirga itu dalam tiap ucapan dan tindakannya. Duh.

“Pacaran itu tujuannya buat pernikahan, dan ‘sekadar suka’ nggak akan bertahan dalam sebuah pernikahan.”


Baca novel genre ini saya merasa ‘tertampar’ di sana sini. Banyak nilai rohani yang ada di dalamnya, tentang hubungan dengan Tuhan, gaya pacaran yang benar dan berkenan, komitmen dengan Tuhan. Salah satunya, ya topik tentang jodoh ini (berhubung saya salah satu mahasiswa yang sedang dalam masa krisis jodoh wkwk #plak) membuat saya lagi dan lagi percaya Tuhan punya jalan untuk setiap keadaan. Jawaban Tuhan selalu yang terbaik walau kita merasa bukan keinginan kita. Dan Tuhan punya cara-Nya sendiri yang nggak akan bisa kita duga.

“Kamu tahu kan, jika kamu berdoa, mungkin Tuhan tidak akan memberikan jawabannya sekarang atau dalam waktu dekat, bisa bertahun-tahun. Tapi percayalah, Dia tahu jawaban yang tepat dan waktu yang tepat. His answer is worth the wait.”


Walaupun endingnya bikin degdegan, cuma rasanya agak terburu-buru aja. Udah kok, itu aja hehe. Sisanya mah saya sukaaaa~
Terlepas dari genrenya yang ChRom dan merujuk ke gaya hidup kekristenan, saya rasa siapapun pembacanya pasti mengerti dan mengikuti.

PS: Mungkin ini akan jadi novel favorit saya dari semua karya Stephanie Zen :)


[Review: http://noteabook.blogspot.com/2015/04...]
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews11 followers
August 30, 2014
Wow.. Sekali lagi ah, WOOWWWWW!! Dibikin nyeuuhh nih hati sama ceritanya. Dan ngerasa tertegur dengan segala pertolongan Tuhan yg tepat pada waktuNya. Cerita yg manis dan dikemas secara apik oleh penulisnya.

Btw, baru kali ini ya ci Zen bikin cerita alur maju mundur gini. Alur masa lalu dan masa sekarang, dan memang agak dibikin tercengang jg sih *ceilaahh* Oke untuk cerita gimana? Diliat dari sinoposis nya pun kita udah pasti bisa nebak alur ceritanya.

Tentang Amaya dan Dirga, yang teman 1 gereja yang dulunya saling suka hanya saja mereka gk berani bilang. Dirga yang umurnya 5 tahun lebih muda dari Amaya ini punya komitmen untuk gk pacaran sampai dia kuliah.
Sementara Amaya juga gk pede sama umurnya, dia ngira Dirga gk suka sama yang lebih tua. Nahh hingga suatu saat mereka pisah. Amaya balik ke Indo, sementara Dirga lanjutin kuliah di UK. Sampai suatu saat setelah 6 tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali di SG. Amaya sedang melakukan business trip di SG, sementara Dirga yg lulus kuliah memutuskan untuk bekerja di SG. Nahh disinilah kenangan mereka mulai dikenang *eyaakk* Hanya saja, Amaya sudah bertunangan dan akan menikah 3 bulan kemudian. Sedih ya dengernya? Iyaa sama, miris euuii.. Kesian si Dirga yaa. Gue mau kok sama doi, gpp dah jadi istri ke2 juga *ditampar*

Yaudalah intinya, Dirga selalu doa doa dan doa. Dia mau biar jalan Tuhan aja yg terjadi. Sampe akhirnyaa, keajaiban itu terjadi. Saat di Amaya dan Caleb, calon suaminya mau ucapin janji pernikahan, tiba2 Caleb batalin nikahnya. Yg gk disangka, dia udah hamilin temennya. Agak shock juga sih bacanya *bukan sinetron*

Jadi yauda bisa ditebak dong yaa gimana Amaya dan Dirga? *envy abeeiizzzz*

Well, dikasih liat lagi sama kebaikan dan pertolongan Tuhan di cerita ini. Emang, kalo udah maunya Tuhan mah kita gk akan bisa apa2. Ngerasa ini seperti kisah nyata seseorang aja yang dibikin ci Zen jadi novel :p Selalu suka dan suka sama cara bercerita ci Zen yang gk bosenin dan selalu enak dicerna. Sukses selalu ci Zen, dan ditunggu Perhaps You 2 nya *ciizzzz* :p
Profile Image for aynsrtn.
569 reviews22 followers
April 28, 2025
❝If God decides to bring you back to me, through the right way... you'll find me there, waiting for you. And no one's going to be hurt.❞ - p. 151"

Satu minggu business trip ke Singapura membuat Amaya bertemu kembali dengan Dirga—cinta lamanya yang belum selesai. Tapi, kali ini dengan keadaan yang berbeda. Telah ada cincin pertunangan yang melingkar di jari manisnya.

Sebenarnya trope seperti ini adalah trope yang amat kuhindari dari semua trope novel romance. Sebab, ya, sudah pasti jelas implied/clearly cheating. Tapi, uniknya, penulisnya "berhasil" meramu trope ini dari calon-calon antagonis yang akan menggagalkan pernikahan dan berlari kepada cinta lamanya, menjadi protagonis yang justru menjadi "korban" alih-alih pelaku.

3.75⭐️

Membaca novel ini dalam rangka memenuhi wishlist-ku untuk membaca semua novel Metropop Klasik. Dan aku mendapati bahwa novel ini adalah Chrom atau Christian Romance di sampul belakang cetakan awal (tahun 2014)—soalnya aku bacanya yang versi sampul Metropop Klasik. Ternyata dulu ada, ya, lini Chrom dari Metropop GPU.

Dan memang novel ini sangat segmented. Sangat rohani dan religi. Tapi, meskipun ku bukan termasuk kedalam segmentasinya, ku tetap menikmati saat membaca novel ini. Malah dapat sudut pandang dan perspektif lain mengenai penerimaan cinta.

Dirga. That's man. Kalau kata lagu Mbak Taylor Swift, in a world of boys, he's a gentleman. Too good to true. Anak Tuhan. Tanpa cela. Bahkan dari dia berusia 17 tahun, dia sudah punya pemikiran 10 tahun di atasnya. Dan saat dia di usia 23 tahun, hutan amazon pun kalah hijau dibandingkan Dirga.

❝Tapi satu yang aku tahu, aku nggak akan melakukan apa pun yang mendukakan hari Tuhan. I'm sorry, Aya, I love our God more than I love you. Jika itu berarti aku harus melepaskanmu...❞ - p. 150

Penceritaan dengan alur maju-mundur mengisahkan dari awal Dirga-Amaya bertemu, lalu terpisah, dan bertemu lagi, diceritakan dengan baik. Hanya sering head hopping di mana adegan ini lagi suara Amaya, tapi muncul suara Dirga. Kemudian, di adegan "itu" menjadi manuver yang bisa saja berpotensi jadi pelaku, malah jadi korban. Ternyata A Week To Forever di novel ini bukan hanya untuk Amaya-Dirga, tapi yang lain juga.

Memang kalau sudah ditakdirkan untuk menjadi milikmu, tak akan pernah melewatimu.

Akhir kata, meskipun novel romansa ini segmented tapi masih dibaca dan dinikmati oleh semua.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,011 reviews29 followers
November 24, 2022
Not the worst, tapi gue sama sekali engga menikmati keseluruhan ceritanya.

Selain buku2 fiksi (novel) yg dibalut dengan aspek religius memang bukan selera bacaan yg gue suka, ditambah aspek yg dimaksud berdasarkan ajaran2 kristen yg mana gue sama sekali engga relate sebagai umat muslim.

Intinya, buku ini bukan my cup of tea.
Gue engga dapat chemistry dari 2 karakter di sini, juga engga bisa invested ke alur dan ceritanya.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for nasya.
858 reviews
December 15, 2021
sebagai seorang muslim, baru kali ini baca cerita tentang umat kristen yang religius, dan bikin penasaran banget. ceritanya juga fluff, buat 250an halaman tuh ga kerasa
Profile Image for Biondy.
Author 9 books236 followers
October 12, 2015
Dalam perjalanan tugasnya ke Singapura, Jasmine bertemu kembali dengan Dirga, seorang pria muda yang memiliki makna khusus bagi masa lalu gadis itu. Di Singapura jugalah, sekali lagi, Jasmine bergulat dengan perasaannya sendiri, dengan masa lalu yang belum selesai, serta kenyataan bahwa dia kini telah memiliki tunangan yang akan menikahinya.

Ini rasanya novel Chrom/Metropop pertama yang kubaca. Perpaduan nuansanya cukup menarik. Kehidupan di kota besar + rasa kristiani yang kuat. Unsur glamornya Metropop jadi tidak begitu terasa, sih, sebenarnya :)).

Ceritanya cukup bagus. Konfliknya bukan cuma tentang si cewek sudah punya tunangan, tapi juga soal perbedaan usia, cara memandang cinta, serta apa saja yang sebaiknya diperhatikan dalam memilih pasangan hidup?

"[...] Bahwa 'sekadar suka' nggak bisa dijadikan alasan untuk pacaran, apalagi menikah. Aku buth mencari penolong yang sepadan, yang bisa mengimbangiku, dan yang terutama, yang benar-benar mencintai Tuhan dengan sepenuh hatinya." (hal. 161)
Profile Image for michelle wirnata.
12 reviews3 followers
February 6, 2015
Wow, a very surprising Christian romance novel!
Pertama lihat ini di iklan Majalah Pearl, ditambah dengan label Christian romance, jadi tertarik banget buat baca.
Dua hal yang saya dapatkan adalah pertama, saya dapet emosi dan atmosfer dalam cerita. Mungkin juga karena manusia yang satu ini sensitif, jadi mataku berkaca-kaca terus saat membaca. Haha.
Kedua, hal-hal rohani seperti cell group, gaya pacaran yang benar dan dewasa, manusia kristiani yang tidak sempurna, semua ada di novel ini dan... sebenarnya agak kaget juga, ada juga novel yang sejujur ini ( I bet sang penulis pastilah juga terlibat dalam keluarga cell group :) )
It is very worth to read. Nilai-nilai yang ada di dalam novel ini mengingatkan saya pribadi akan gaya hidup yang berkenan di mata Tuhan.
Hopefully ChRom bisa terus maju dan berkembang.
Profile Image for Angel Supit.
3 reviews1 follower
February 22, 2016
Ini adalah buku christian romance pertama yang saya baca. Buku ini direkomendasikan oleh teman kelompok kecil saya.
Alur cerita dan bahasanya sangat menarik dan ringan. Hanya beberapa jam saja untuk melahap habis buku ini dari awal sampai tuntas.

Bermanfaat dan cocok untuk yang sedang menggumulkan teman hidup :)

After all, they see God's wonderful work in their lives because they obeyed and waited Him patiently.
Just keep asking and believe!
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 7, 2015
Yap!Setelah beberapa lama, akhirnya semalam melanjutkan membaca novel ini dan menamatkannya pagi ini.

Secara keseluruhan cerita, aku suka. Adem banget cara penulis menceritakan how Dirga loves Amaya?cinta dengan kasih, bukan cinta yang menggebu-gebu.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book275 followers
March 21, 2019
Amaya kembali ke Singapura untuk perjalanan bisnis setelah 6 tahun meninggalkan negara itu. Dia memiliki banyak kenangan yang tertinggal di sana, termasuk tentang seorang pria bernama Dirga. Siapa sangka, Tuhan mempertemukannya kembali dengan Dirga, yang pernah mematahkan hatinya. Hati Amaya mulai meragu, apakah ini pertanda dari Tuhan? Sementara cincin pertunangan di jarinya selalu mengingatkannya pada Caleb yang akan menikahinya tiga bulan lagi.

Bukan hanya Amaya, Dirga juga merasa pertemuan ini bukan kebetulan. Enam tahun lalu, Dirga dan Amaya tergabung dalam cell group yang sama, dan juga bergereja di tempat yang sama. Meski usianya masih muda saat itu, Dirga menunjukkan kedewasaan pribadi dan iman yang kuat. Amaya pernah menyatakan perasaannya untuk Dirga, tapi bagi Dirga belum waktunya untuk membalas perasaan itu. Ada banyak hal yang perlu diselesaikannya terlebih dahulu. Karena bagi Dirga, pacaran adalah tahapan menuju pernikahan.

Sosok Dirga bagi saya adalah gambaran pria ideal harapan mertua. Pintar, takut akan Tuhan, dewasa, dan bertanggung jawab. Kayaknya ga ada celanya sedikit pun, kecuali dia menggantungkan harapan Amaya. Meski begitu, Dirga mengaku dia selalu mendoakan Amaya, karena sebenarnya Dirga juga menaruh hati pada Amaya. Namun dia menyerahkan semuanya pada Tuhan. Jika Dia berkehendak, Amaya akan kembali padanya. Hanya saja... gimana ya... menurut saya, doa itu harus dibarengi dengan usaha. Dirga yang mendoakan Amaya sampai mereka bertemu kembali, tapi tidak sedikit pun mencari tahu tentang Amaya selama masa perpisahan itu.

Sementara di sisi Amaya, rasanya wajar jika dia tidak lagi berharap pada Dirga. Namun pertemuan selama seminggu di Singapura itu memporak-porandakan semua keteguhan hatinya untuk menikah dengan Caleb. Rasanya judul novel ini sudah menggambarkan isinya ya...

Novel ini diberi label Metropop, meski di sampul belakang ada label Chrom (Christian Romance), suatu lini yang pernah dihadirkan oleh GPU beberapa waktu lalu yang kemudian menghilang. Memang novel ini sarat akan ajaran Kristiani, salah satunya mendoakan pasangan dari Tuhan. Dengan mengambil latar belakang kota Singapura (dan sedikit Jakarta di bagian akhir), novel ini menggunakan alur maju dan falshback (dipisahkan per bab) untuk menggambarkan hubungan Amaya dan Dirga. Gambaran metropolitan kota Singapura dengan beberapa tempat-tempat unik digambarkan dalam novel ini. Bagi yang pernah membaca Between The Raindrops yang juga karya penulis dalam lini Chrom, mungkin berasa tidak asing dengan settingan ceritanya. Soalnya novel A Week to Forever adalah spin off dari BTR. Tokoh Andrea dan Darwin pada BTR juga ada disinggung dalam AWtF ini.

Meskipun sinopsis dan judulnya seperti sudah menggambarkan isi cerita, saya suka pada bagian akhir kisah ini. Saat Amaya, Caleb dan Dirga bertemu dalam satu ruangan. Bikin deg-degan membacanya. Jika kamu ingin membaca kisah romantis tentang penantian jodoh dari Tuhan, bolehlah membaca novel satu ini.
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews73 followers
November 7, 2019
❝You have to learn that sometimes it isn't love. It's just a feeling, a sudden feeling, and you just overreacted.❞
—Page 57

❝Jangan buat dia berasumsi, jangan buat dia bertanya-tanya. Rasa penasaran yang tak terjawab jauh lebih menyakitkan daripada patah hati.❞
—Page 116

❝The only reason I was hurt too much is because I've been expecting too much.❞
—Page 149

•••

This is my first time read Stephanie Zen's metropop books. And surprisingly, this book have two genre, metropop and ChRom (Christian Romance). Even though I'm not a Christian, but this book makes me have some views from Christian's perspective.

A Week to Forever bercerita tentang Amaya (28 y.o) yang secara tidak sengaja bertemu dengan Dirga (23 y.o) saat melakukan perjalanan dinas di Singapura. Setelah hampir enam tahun berpisah, Amaya pun ditakdirkan untuk bertemu kembali dengan sosok yang pernah mengisi hati dan hari-harinya. Ikatan mereka yang cukup kuat membuat kenangan indah mereka berdua mendesak untuk kembali bersama. Namun, sayangnya Amaya sudah bertunangan dan akan segera menikah. Kisah cinta Amaya dan Dirga yang bahkan belum pernah dimulai, harus diakhiri untuk kedua kalinya. Apakah Amaya akan memilih untuk memberikan kesempatan bagi ceritanya dengan Dirga? Atau tetap kukuh untuk menikah dengan Caleb, tunangannya?

Karena buku ini ber-genre ChRom, otomatis ceritanya kental dengan unsur agama Kristen. Tokoh-tokohnya pun digambarkan merupakan orang yang sangat taat beragama dan takut akan Tuhan. Dirga dan Amaya digambarkan sebagai sosok yang begitu sempurna, dimana sangat taat beragama, baik, cerdas, berparas menawan, dan berasal dari keluarga yang kaya. Sama sekali tidak ada celah untuk mencela kepribadian Dirga dan Amaya. Too good to be true, I guess. But still, Dirga itu sosok suami idaman, bukan?

Ceritanya pun hanya berfokus pada Dirga dan Amaya. Alur yang maju mundur pun melengkapi cerita diantara keduanya. Sayang, tokoh lainnya gak begitu digali. Ini yang membuat ending-nya kerasa terburu-buru dan dipaksakan. Ending-nya juga sangat predictable, biarpun aku agak was-was klo ternyata ada twist di akhir cerita.

Overall, I do really enjoyed read this book. The message of the story is clear enough. It makes me reflect of my faith towards Allah SWT.
Profile Image for Mutiara R. Effendi.
1 review
March 8, 2020
Saya menghabiskan novel ini dalam waktu kurang lebih tiga jam saja.
Saya menemukan buku ini di rak "Koleksi Terbaru" perpustakaan kampus saya, dan ternyata saya peminjam pertama buku ini, hahaha.

Terus terang, saya terkejut bukan main karena kondisi penokohannya mirip dengan pergumulan yang sedang saya alami. Iya, terutama tentang lima-tahun-lebih-muda itu, meskipun tidak mirip persis, sudah beberapa bulan ini ada "Dirga" di kehidupan nyata saya ((#curhat)). "Tidak ada yang kebetulan", kalau kata Pastor James, saya menemukan kemiripan cara berpikir dengan Amaya.

Entah karena kemiripan emosi yang saya alami sendiri di kehidupan nyata atau bagaimana, buku ini bagi saya sangat dinamis namun teratur dalam menyajikan "mood" kedua tokoh. Meskipun alurnya cenderung tenang dan mengalir, buat saya tetap saja novel ini cukup mengaduk-aduk emosi, namun selalu terselesaikan dengan unsur kuatnya keimanan. Singkatnya, Dirga dan Amaya diuji keimanannya melalui pergumulan asmara ini, dan keberhasilan dicapai karena rasa takut kepada Tuhan. Firman-firman dari Alkitab dihadirkan secara implisit sebagai pegangan atau rujukan penyelesaian konflik batin kedua tokoh.

Simpulan saya pribadi, buku ini menjadi jawaban atas doa saya selama ini.
Saya ingin katakan buku ini religius, dan hadir secara religius dalam kehidupan saya.
Saya adalah seorang muslim, yang "tidak ada yang kebetulan" sedang penasaran dengan dunia yang "Dirga saya" perkenalkan akhir-akhir ini :")

Terima kasih Ci Stephanie Zen yang telah menuliskan kisah ini!
Sungguh hidup saya sangat terbantu, terutama mengenai keikhlasan.
Terima kasih pula kepada penerbit, toko buku, perpustakaan, dan semua yang terlibat.

Semoga ((curhatan)) saya bermanfaat bagi pembaca atau calon pembaca buku ini.
Bagi teman-teman yang sedang merasakan keresahan yang serupa, semoga segera mendapat pertolongan-Nya, bahkan dari jalan yang tak terpikirkan sekalipun. Aamiin.
Profile Image for Na.
44 reviews
January 11, 2026
"kalau memang dia untukku, maka tolong dekat kan kami kembali Tuhan"



---

Buku ini menceritakan tentang Amaya, perempuan yang bekerja di departemen keuangan yang saat ini memiliki status bertunangan dengan tunangannya—Caleb. Namun, ketika sedang menjalani bisnis trip ke Singapore ia bertemu dengan Dirga, teman lamanya dulu. Sebelumnya Amaya dan Dirga merupakan teman satu gereja di Singapore, sama-sama berasal dari Indonesia dan memiliki banyak persamaan membuat mereka jadi dekat. Tapi, saat ini posisinya Amaya sudah terikat dengan Caleb, lalu bagaimana hatinya?

Jujur pas baca blurbnya aku tuh udah mikir "duh ini bukan tipe buku aku banget" karena aku sangat menghindari alur-alur bawa masa lalu gini😭 tapi setelah aku baca ermm not bad lah masih bisa aku terima jalan ceritanya. Sikap Dirga juga apa ya lembut banget as man jadi wajar aja orang baper wkwkwkwk, tapi please ya Amaya...kamu tuh udah jadi tunangan orang😭😭😭

Walaupun disini Amaya tuh masih ada logikanya tapi pas awal aku sebel sih soalnya dia ga teguh pendirian dan sempat ragu antara Dirga or Caleb kek????🙂🙂🙂🙂 terus karena diceritain sikap Caleb tuh kayak baik dan bener² gentleman agak gimana gitu pas ngeliat interaksi Amaya sama Dirga😭

Mana age gap Amaya sama Dirga nih lumayan jauh ya (5 tahun, dan Amaya lebih tua dari Dirga) pas flashback jaman mereka dekat sebagai "teman" tuh Dirga baru 17 tahun dan Amaya 22 tahun...tapi gelagat Amaya udah naksirnya yang kayak naksir banget😭😭😭 kek please itu Dirga masih minor...

Konflik dibuku ini juga menurutku ga yang wow banget, bahkan endingnya juga kayak terlalu dipaksakan untuk jalan ceritanya. Aku cuman enjoy dibeberapa part aja, sisanya kayak banyak tanda tanyaa...not my cup of a tea aja sepertinya hehehe
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
June 6, 2018
Saya tidak mengerti kenapa average rating buku ini mencapai 3.9, sementara karya Stephanie Zen yang lain yaitu More Than Words hanya diganjar rating rata rata 3.3. Padahal saya pribadi jauh lebih menikmati jalan cerita More Than Words daripada A Week To Forever.

Tokoh utama buku ini, Dirgantara Hidayat, menurut saya...too good to be true. Ia digambarkan sebagai sosok yang tampan luar biasa, pintar luar biasa, alim luar biasa, baik luar biasa, dan kaya luar biasa.
He. Kesempurnaan Dirga itu membuat ia justru jadi jauh dari jangkauan pembaca.
Singkat kata, Dirga itu unreachable, bagi saya.

Lalu tentang Amaya yang menerima pinangan Caleb, calon suaminya, tapi hatinya bilang ia tidak sayang dan cinta Caleb.
Bisa ya, Amaya, mengatakan "ya" ketika diajak menikah oleh laki laki yang (katanya) tidak ia sayang?

Berbagai holes seperti itu yang jadi pelan pelan mengurangi bobot rasa enjoy membaca cerita ini.
Padahal jika ditilik dari segi penuturan, Stephanie Zen tak perlu diragukan lagi.
Profile Image for Yasmin.
4 reviews
January 3, 2022
I chose this book because it is a metropop, but after reading through the review, I just found out about Chrom. I'm not a Christian, so I never knew that this genre existed. Even tho the Christian value was quite full and I have zero knowledge regarding that, I could still enjoy reading it. It was easy to understand. In fact, it kinda makes me reflect on my own spirituality in a good way.

As for the plot, I like it, a lot. The chapter switching from past to present increases the tension and my curiosity. It flows nicely, I don't feel any hole or blank that needed to be filled. Furthermore, the consistency of the romance is also just right for me. Slow but steady. The tension-building process towards the end is also great to the point where I couldn't wait to see what happens.

I finished this book only in a couple or a few hours, with a little emotional break here and there because I need time to process all of the sweet and bitterness from Amaya and Dirga's life story😆. Overall, as someone who indeed loves metropop, I enjoy this a lot.
Profile Image for Blue Sakuta.
28 reviews
October 25, 2023
Sebetulnya ada beberapa part yang aku kurang paham karena aku seorang muslim dan cerita ini secara garis besar membahas tentang kehidupan mereka di gereja bertahun-tahun lalu. Tapi, hal itu nggak bikin aku stop baca ceritanya, aku lumayan menikmati buku ini. Although there's one thing that I find weird, it's the way Amaya falls in love with a literal minor. Itu kalo gendernya dibalik, waduh. Ya meski mereka official pas usia mereka udah dewasa dan legal dan waktu Dirga masih kecil pun sebenarnya nggak terjadi apa-apa, sih. 5 years differences is not much, tapi ketika aku baca Amaya yang bilang, "Aku semakin menaruh perasaan padanya." tiap kali Dirga bikin dia degdegan tuh agak bikin aku aneh aja. Sebagai perempuan yang usianya nggak jauh beda sama Amaya, aku kayaknya nggak mau deh ngeliat anak SMA dengan pandangan begitu. But aside from the age gap, I enjoyed reading the book.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
August 12, 2019
Rating aslinya 3.5 lah yaaa, sebenarnya agak kecewa sama endingnya, soalnya ketebak hahaha
Pas baca ga nyangka sih bakal se-agamis ini, tapi untungnya ga memprovokasi gue kok, alhamdulillah
Pesan moralnya cukup ngena, karena pesannya universal sih, maksudnya ga terlalu agamis banget dan gue setuju dgn tindakan2 tokohnya
Menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa, it's kinda sweet seriously
Menyelipkan nama yg kita kasihi dalam setiap doa
Bahkan novel ini bikin gue membuka mata, kalo ternyata orang yg saleh di agama selain yg gue imani ini contohnya kaya si Maya dan Dirga ini
Well, cukup insightful sih, gue jadi dpt gambaran akan kegiatan teman2 Kristiani gue sedikit kalo di gereja kaya gimana
Profile Image for Ratnasari.
61 reviews
August 4, 2024
If you love someone, let them go. If they return, they were always yours.
Novel ini ngajarin aku buat nyerahin semuanya ke Allah, apapun itu urusannya. Yakin Allah punya jalannya dan bakal ngasih terbaik untuk umatnya. Sebagai manusia kita memang punya rencana tapi Allah yg ngatur semua dan punya jalannya.

Padahal udah baca novel ini berapa tahun yg lalu, dan tiba2 mendadak pas ngeliat novelnya lagi digramdig pengen baca. Pas banget juga posisinya lagi galau🥲 mungkin Allah pengen sampein pesannya lewat story ini kali yak? Wkwk
Seperti novel ini yg happy ending, semoga kehidupan percintaanku juga bakal happy ending :")
Profile Image for Alika Gustris.
6 reviews
January 8, 2022
Buku ini… terlepas dari latar belakang kisah dua anak Kristiani, tapi menurutku ini tema populer yang bisa masuk dalam kehidupan semua insan manusia.

Individually, bisa jadi karena aku yang merasa “Dirga merupakan cerminanku” banget. Karena Dirga mengingatkan untuk tidak lagi menggantungkan semua harapan dan keinginan manusia. Manusia itu tempatnya kecewa. Namun, bergantunglah pada Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan Perasaan.

Dari beberapa tulisan Stephanie Zen, judul ini paling bisa mendewasakan pikiranku.
Profile Image for Intan Permata.
43 reviews1 follower
December 23, 2022
Ini terlalu gemes banget sumpah. Dari covernya udah menarik banget sih novel ini, ceritanya bener-bener memuaskan dan bikin guling-guling sendiri.

Yang aku garis bawahi di novel ini, karakter yang diciptain disini beneran idaman semua orang, tapi di masa lalu tokoh juga ditampilkan bahwa mereka juga manusia biasa yang punya kesalahan.

Novel ini beneran menyampaikan bahwa cinta sejati tuh ada dan pasti ada aja jalannya kalau kita percaya kepada-Nya. Bener-bener genre yang aku butuhin, ya walau beda agama :)
Tapi seru gaes, kalian harus baca ini😌
Profile Image for Winda Fabiola.
163 reviews35 followers
July 2, 2019
Whoa, baru ngeh kl A Week to Forever rating-nya lebih tinggi daripada More Than Words. Personally, saya lebih suka More Than Words, tapi bukan berarti saya nggak suka A Week to Forever. A Week to Forever ini konfliknya lebih berat daripada More Than Words, lebih rumit, dan lebih nyesek. Aduh mau nangis kl quotes-nya diresapin, ngena bgttt<3 Kepada kalian yang butuh asupan cerita anak Tuhan, baca deh CHROM-nya Ci Steph, aduh gila idaman bgt:(((
Profile Image for Merz87.
146 reviews
February 16, 2023
Baru kali ini saya menemukan novel bertemakan religi Kristen..Kebanyakan novel religi Islam..
Saya tidak keberatan dengan tema religi..malahan terbuka wawasan tentang bagaimana ajaran agama lain menjabarkan tentang ajarannya..
Terharu dengan segala pengorbanan tokoh Dirga karena mempercayakan segala sesuatu terhadap Tuhan..
1 review
September 2, 2023
Intinya ini novel bagus - bagus - bagus bangett...
Bikin mewek bacanya..
😭😭😭
.
Sesuka itu sama novel satu ini..
Kayaknya minimal setahun sekali pasti ulang baca ini novel..
Dan setiap baca ulang, msh tetep mewek..
Novel terfavorit dari yg favorit pokoknya..
Mungkin gara² novel ini juga jadi terinspirasi pgn punya pacar yg lebih muda.. #eehh
Profile Image for anaklusmos.
44 reviews
December 24, 2023
The situation was really complicated LWKWFHOAK I really didn’t expect that. I thought it will be a light lovey-dovey story where they accidentally met and both coincidentally single :)) AAAA but it’s ok like it’s not bad. Plus I didn’t know that this is more like a religious romance HEHEHEHHEH i should’ve done more research……… BUT THE BLURB WAS REALLY INTERESTING
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ati.
127 reviews
December 27, 2023
Aaaa, speechless... Yeah, i'm not a Christian, tp aku setuju banget akan ini, bahwa segala sesuatunya hrs lah melibatkan Tuhan.. Manusia hanya bs berusaha, berdoa, selebihnya, Tuhan yg berbicara.. Walau terkadang jawabannya tdk sesuai yg diharapkan.. Very agree to all this.. Sweet banget lah pokonya, wish all love stories ends happy like this one.. ❤️
Profile Image for maruchan.
34 reviews
August 8, 2024
Sebagai pemeluk agama yang berbeda, agak bingung sama istilah-istilahnya. Sampe googling, haha. Tapi seru sih. Bisa relate walaupun dari sudut pandang pemeluk agama lain. Dari awal udah ketebak akhirnya karena ya intinya kan sesuai kehendak Tuhan. Agak disayanykan endingnya yang terburu-buru seperti gak bisa nambah halaman lagi aja.
Profile Image for Jeanice Jeanice.
4 reviews2 followers
December 7, 2019
Tipikal romace novel, ketebak sih bakal happy ending, apalagi ceritanya kedua tokoh sangat beriman kepada Tuhan (kan Tuhan tidak pernah mengecewakan umat Nya).
Ada beberapa unsur agama tapi tetap mudah dimengerti oleh awam.
Profile Image for Rossa Imaniar.
224 reviews5 followers
January 2, 2022
Hmmm... Sebagai novel yang berlabel metropop, novel ini kurang memuaskan. Konfliknya terlalu biasa. Tidak ada kesan greget dalam novel ini. Alurnya terasa lambat. Rasanya mau dnf, tapi aku berusaha untuk melanjutkan hingga akhir.
Displaying 1 - 30 of 67 reviews