Ketika menulis catatan untuk Buku 4 ini, sebetulnya saya sudah menamatkan Buku 5, Buku 6, dan Cardcaptor Sakura Collector's Edition 5 yang dalam versi cetak Indonesia berarti sudah memasuki Buku 7. (Jadi 3 buku cetak Indonesia = 2 buku elektronik Inggris.) Di samping ceritanya mulai semakin seru, format buku cetak Indonesia sepertinya memudahkan untuk mengebut membacanya: tidak bikin sakit mata dan ringan diangkat. Lain dengan yang elektronik Inggris yang membacanya di tablet dengan pencahayaan cukup mencolok mata kalau lama-lama, agak berat ketika diangkat, dan kadang ada kendala bahasa wkwk. Selain itu, di buku cetak Indonesia, tiap ganti chapter tidak ada tulisan yang menerangkan nomor chapter-nya; mungkin itu juga yang bikin pembacaan lebih mengalir seakan-akan tidak ada jeda berarti selain di ujung mesti ganti buku.
Jadi dalam membaca Buku 4 ini saya masih mempersoalkan hubungan di antara tokoh-tokohnya yang agak-agak bagaimana begitu bagi saya.
Di chapter sebelumnya kan muncul tokoh baru bernama Kaho Mizuki yang menjadi guru baru di sekolah Sakura. Di Buku 4 ini diungkapkan bahwa Kaho pernah menjalin hubungan dengan kakak Sakura, Toya. Hubungan itu agaknya bikin Toya patah hati karena kemudian Kaho meninggalkannya. Karena itulah, Toya berpaling hati kepada Yukito? Nanti dulu.
Kalau tidak salah, Toya itu siswa kelas 2 SMA. Katakanlah usianya 17 tahun sekarang, ketika Kaho kembali setelah pergi selama 5 tahun (halaman 57). Berarti lima tahun sebelumnya mereka menjalin hubungan, usia Toya masih 12 tahun? Dan, ketika itu Kaho juga menjadi guru di sekolah Toya. Kalau melihat gambar di halaman 17, ada papan tanda bertuliskan "2-4" di atas pintu kelas Toya. Apa maksudnya dia masih kelas 2 SMP? Kalau Toya dan Kaho mulai menjalin hubungan ketika Toya masih kelas 2 SMP, berarti lima tahun kemudian Toya mestinya sudah lulus SMA dong? Atau Toya enggak naik kelas? Berapa kali? Dari sisi usia juga, sebagai guru, Kaho mestinya sudah berusia paling tidak dua puluhan sampai tiga puluhan. Katakanlah dia menjadi guru di sekolah Toya pada usia dua puluhan awal. Lalu dia pergi selama 5 tahun dan kembali, menjadi guru di sekolah Sakura, ketika usianya sudah dua puluhan akhir. Menakjubkannya lagi, Toya yang entahkah masih berusia 12 tahun atau kelas 2 SMP itu badannya sudah jangkung melampaui Kaho--tidak tampak perbedaannya dengan ketika dia sudah SMA.
Ah, lieur~
Di Buku 4 ini juga kembali ada adegan yang menyoal ketertarikan Syaoran kepada Yukito. Ketika membaca komik ini, saya merasa familier dengan gambar-gambarnya. Namun saya tidak ingat kesan bahwa Syaoran itu begitulah. Malah sepertinya saya baru ngeh soal begituan ketika saya SMP. Dari sini saya menarik kesimpulan:
- ingatan visual pada masa kecil melekat kuat,
- belum ada wawasan mengenai hal begituan (sekalipun sudah muncul rasa suka terhadap lawan jenis), sehingga ketika membaca pun belum menangkap dan mendapat kesan tertentu.
Anyway, di buku ini, tampak bahwa Syaoran mulai menyukai Sakura.
Juga berbagai hal yang otomatis membangkitkan prasangka saya sejak buku-buku sebelumnya ini akan ada penjelasannya di Buku 6.