Jump to ratings and reviews
Rate this book

Halte Alam Baka

Rate this book
Jika kamu melihat seorang nenek di halte berwarna merah, mampirlah. Halte itu akan mempertemukanmu dengan orang terkasih yang sudah tiada.

Julian, seorang jurnalis muda, menerima surat-surat tentang si nenek dan halte misterius itu saat hendak mengisi rubrik Kisah Pembaca. Karena penasaran, Julian mulai menyelidiki keberadaan halte tersebut—Halte Alam Baka, begitu dia menamainya.

Liputan Halte Alam Baka langsung viral. Banyak yang ingin melihat halte itu, meski banyak juga yang sangsi. Siapa sebenarnya si nenek? Tempat apa sebetulnya halte itu? Kenapa nenek itu selalu meninggalkan hadiah barang rajutan?

Tanpa diduga, penyelidikan Julian malah mempertemukannya dengan orang-orang yang berkaitan dengan masa lalu dan masa depannya; orang-orang yang dia pikir sudah tiada.

280 pages, Paperback

Published May 7, 2025

8 people are currently reading
280 people want to read

About the author

Kai Elian

4 books60 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
82 (45%)
4 stars
82 (45%)
3 stars
13 (7%)
2 stars
3 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 79 reviews
Author 4 books60 followers
Read
May 22, 2025
Sebelum menulis novel ini, aku menyadari ada begitu banyak kisah mengangkat tema cinta dan kehidupan, namun tak banyak yang benar-benar membahas kematian. Padahal, tidak semua orang berkesempatan merasakan jatuh cinta, berpacaran, menikah, atau menjadi orang tua—beberapa hal indah yang ditawarkan kehidupan. Tapi ada satu hal yang pasti akan dialami semua manusia: kematian.

Kematian adalah kepastian pertama yang muncul saat kita lahir; oposisi sejati dari kehidupan. Mungkin karena sifatnya yang sedemikian pasti itulah, banyak orang merasa terlalu berat membicarakan kematian—lalu memilih menghindarinya. Aku pun bertanya-tanya: apa ada cara untuk menghadirkan kematian dalam rupa yang lebih bisa diterima, tanpa menghilangkan kedalamannya?

Pertanyaan itu membawaku pada semacam "refleksi". Satu kata yang tampaknya rutin dipakai saat membicarakan kematian adalah "berpulang". Istilah ini lebih halus, lebih "sopan"; lebih tidak menakutkan. Lantas muncul pertanyaan: ke mana sebenarnya kita akan pulang saat mati nanti?

Menurutku, "pulang" menyiratkan bahwa kita pernah berada di tempat itu sebelumnya. Pulang ke rumah, misalnya—dapat diartikan kita pernah di rumah, lalu pergi, kemudian kembali. Rumah, dalam konteks ini, menjadi metafora yang hangat dan manusiawi. Meskipun tak ada satu pun orang hidup yang tahu seperti apa wujud “rumah” setelah kematian itu, gagasan akan “pulang ke rumah” terasa lebih damai dan tidak mengancam (setidaknya untukku). Kurasa ini bisa meredam ketakutan terhadap kematian, yang tidak kita pahami sepenuhnya. Maka kuputuskan mengambil "berpulang ke rumah" sebagai tema besar novel ini.

Terlepas dari apa yang dirasakan pembaca saat membaca novel ini, aku tetap bersyukur sudah menuliskan sesuatu tentang kematian. Sebagai sebuah karya tentu novel ini tidak sempurna. Meski begitu, kuharap pembaca bisa mendapatkan sesuatu dari cerita ini. Terima kasih.
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews240 followers
September 1, 2025
Selesaiiiii! Dan sukaaa 😍😍😍. Masih suka cara berceritanya heartwarming, ada nyeseknya dan page turner pun. Pokoknya kalau suka sama tulisan Kak Kai Elian jangan lupa baca novel ini ya 😊. Ditunggu novel barunya lagi Kak.
.
“Sulit menyelesaikan maraton yang melelahkan jika kita tidak tahu apa yang ada di garis finish. Terkadang, hanya di ujung sana, sudah cukup membuat orang-orang untuk terus melangkah maju meski berat. Orang-orang sudah tahu tentang kekuatan cinta, tetapi sering melupakan harapan. Harapan adalah sumber penyemangat yang sungguh hebat.” (Nenek mantel rajut berwarna-warni).
.
“Banyak yang terlalu fokus pada seutas benang kecil sehingga melupakan gambaran besar itu.”— “Padahal dalam gambaran besar itu, makna sejati hidup bisa ditemukan. Gambaran besar itu melampaui diri, sehingga tidak mudah dilihat. Untuk itulah saya memberi bantuan.” (Nenek mantel rajut berwarna-warni).
.
“Karena sekarang, kamu sudah cukup kuat,”— “Untuk memahami apa yang terjadi, dan yang terutama, untuk menerimanya.” (Reno).
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews147 followers
May 21, 2025
❝Seperti benang-benang ini, ketika hidup seseorang berkelindan dan saling menopang... barulah gambaran besarnya akan terlihat.❞

Ke mana perginya orang yang telah meninggal? Bagaimana jika ada halte yang dapat menghubungkan kita yang masih hidup, dengan mereka yang telah pergi terlebih dulu?

Ada hal di dunia ini yang seringnya hanya dianggap bualan belaka ketika belum dilihat dengan mata kepala sendiri—khususnya yang berbau "mistis". Berawal dari satu e-mail yang dimuat di rubrik Kisah Pembaca, Julian sang jurnalis muda bertekad untuk membuktikan keberadaan #HalteAlamBaka, halte ajaib dengan nenek yang sedang merajut dan konon dapat mempertemukan kita dengan sosok terkasih yang telah tiada. Pun, jika halte tersebut benar ada, ada janji yang dapat Julian tepati untuk menemukan seseorang.

Seperti novel magical realism pada umumnya, nggak dijelaskan asal muasal halte dan nenek penunggunya sebagai entitas magis dalam cerita. Seakan-akan keberadaannya nggak seharusnya perlu dipertanyakan dan memang begitulah adanya, hanya dapat ditemukan oleh orang-orang terpilih ketika sudah siap memahami dan menerima kehilangan. Mempertahankan kesan misterius dan sakral dari halte alam baka.

Aku rasa rajutan-rajutan sang nenek selain menjadi hadiah, juga jadi bukti bahwa pertemuan yang mereka alami bukanlah ilusi atau bunga tidur, tetapi memang nyata terjadi.

Novel ini diceritakan non-linear, mengambil timeline 199x dan 202x. Membuatku bertanya-tanya di mana titik temu cerita ini nantinya? Terdapat isu kerusuhan tahun 199x dan kondisi etnis tertentu sebagai target rentan saat itu, serta keberpihakan media pada kekuasaan yang sejak dulu hingga sekarang makin terasa relevan.

Sepanjang cerita diajak bertanya-tanya, apa sebenarnya yang akan Julian temukan di akhir? Apa hubungannya dengan orang-orang yang sebelumnya bahkan tidak bersinggungan langsung dengan hidupnya?

Ketika aku akhirnya mulai dapat menarik benang merah yang menghubungkan para tokoh sebelum mereka sendiri menyadarinya, rasanya dibuat terpukul dengan peliknya takdir yang menjerat. Everything affects everything. Satu kesalahan ketika tidak diatasi dengan bijak, berpotensi menjadi akar dari penyesalan tak berujung yang sebenarnya dapat dicegah.

Halte alam baka menjaid simbol bahwa yang mati harus pergi, dan yang ditinggalkan harus bertahan hidup. Hadirnya halte alam baka bukan sekadar untuk melepas rindu dengan sosok terkasih, tetapi juga untuk menghadapi kesalahan yang belum diperbaiki, rasa sakit yang telah disebabkan, dan hal-hal yang coba dihindari selama ini.

Safe to say Halte Alam Baka sekali lagi membuktikan range penulisannya Kai Elian ini luas banget, tapi satu yang aku lihat dari buku-bukunya sejauh ini, yakni peran keluarga dalam keberlangsungan plot dan karakter para tokoh.
Profile Image for raafi.
928 reviews449 followers
June 14, 2025

“Kami tidak pernah meninggalkan kamu. Orang-orang yang mencintaimu dengan sepenuh hati tak pernah benar-benar pergi. Selama kamu setia mengenang mereka, mereka akan selalu ada di hatimu, di sini. Dan ketika tiba waktunya pulang, kita pasti akan bertemu lagi. Di rumah.” (hlm. 259)


Buku ini layak mendapat banyak bintang.

Itulah ulasan singkat yang saya tulis sesaat setelah menutup buku ini. Saya masih ingat betul pagi itu—pagi yang malas dan teduh di Kota Bandung. Saya menyelesaikan buku ini di sebuah kedai kopi mungil di bilangan Paskal. Hanya ada saya dan si Kakak barista yang merangkap pelayan. Entah apa yang ada di benaknya saat melihat saya tiba-tiba mengambil banyak tisu, menunduk, dan diam-diam menghapus air mata yang keluar. Itu semua karena akhir cerita dalam buku ini menyentuh bagi saya.

Julian, seorang jurnalis fresh graduate, ditugaskan mengisi rubrik ‘Kisah Pembaca’—tempat cerita-cerita unik dikirimkan oleh para pembaca. Meski anak bawang, Julian harus menemukan cerita yang tak hanya menarik, tapi juga bisa menaikkan traffic dan mendatangkan iklan. Hari-harinya dipenuhi kisah drama percintaan, hantu, atau cerita anak indigo. Hingga suatu ketika ia menemukan beberapa cerita dengan satu benang merah: subjek bertemu dengan seorang nenek perajut di sebuah halte berwarna merah.

Bisa dibilang, novel ini merupakan fiksi supranatural. Semakin ke dalam, Julian semakin larut dalam cerita-cerita yang tidak tahu juntrungannya itu. Bagai seorang detektif, ia menyelidiki keberadaan asli halte berwarna merah tersebut dengan menghubungi orang-orang yang mengirimkan cerita ke rubrik ‘Kisah Pembaca’.

Sebagai pencandu fiksi, saya amat suka dengan kisah yang rumit dan berlapis. Novel ini memuaskan saya dengan banyaknya tokoh yang saling terhubung satu sama lain serta latar tempat dan waktu yang maju-mundur. Jenis cerita seperti ini tidak mudah ditulis; butuh ketelitian agar nol plot hole. Dan sejauh yang saya nikmati, saya tidak menemukan lubang cerita di sini. Untungnya lagi, setiap bab diberi judul tahun yang cukup membantu pembaca tetap mengikuti alur.

Anehnya, meski pembaca dibuat sibuk menebak-nebak siapa berhubungan dengan siapa, pengarang membuat setiap tokoh diberi porsi cerita yang seimbang, sehingga perkembangan karakter terasa wajar dan menyentuh. Sungguh mengherankan karena buku ini tidak terlalu tebal. Rasanya luar biasa bagaimana pengarang berhasil melakukannya.

Selain elemen supranatural yang kuat berkat kehadiran si nenek tukang rajut, pembaca disuguhkan beberapa adegan yang memunculkan elemen suspense. Setidaknya ada dua adegan—yang saya tandai sendiri—yang membuat saya ikut menahan napas. Gaya bahasanya mudah diikuti, sehingga rasa tegang yang disampaikan benar-benar terasa.

Setiap orang, saya rasa, butuh membaca fiksi seperti ini—yang mengenang duka, terutama kematian, lewat sentuhan supranatural. Sentuhan-sentuhan yang tidak kita tahu betulan terjadi atau tidak. Meski hanya fiksi, saya sungguh berharap bisa mampir ke halte merah itu, bertemu si nenek, dan mungkin menjumpai orang yang saya rindukan. Seusai membaca ini, saya merasa kembali jagjag berdiri di tengah kehidupan yang entah-mau-dibawa-ke-mana ini.


“Sulit menyelesaikan maraton yang melelahkan jika kita tidak tahu apa yang ada di garis finish. Terkadang, hanya dengan memberi sedikit kilasan tentang apa yang menanti di ujung sana, sudah cukup membuat orang-orang untuk terus melangkah maju meski berat. Orang-orang sudah tahu tentang kekuatan cinta, tetapi sering melupakan harapan. Harapan adalah sumber penyemangat yang sungguh hebat.” (hlm. 274)
Profile Image for bookswormie.
134 reviews7 followers
October 15, 2025
⭐ 4.75/5

Sebuah kisah magical realism bernuansa drama dan spiritualitas yang bikin hati menggantung di antara dunia dan akhirat. Kai Elian menulis dengan pace yang pelan, tenang, tapi perlahan menusuk. Ceritanya berjalan maju-mundur, mengurai benang-benang kenangan, penyesalan, dan luka yang enggak semua bisa sembuh.

Yang aku suka, sisi humanisnya begitu kental. Baik dan buruk manusia ditampilkan apa adanya, lewat interaksi antartokoh yang terasa tulus dan penuh emosi. Ini bukan cerita tentang siapa yang paling menderita, tapi bagaimana manusia saling menyentuh dan melukai dalam ruang-ruang yang tak selalu bisa dijelaskan.

Sebagai novel multi-POV, setiap tokoh punya kisah dan trauma masing-masing yang saling berkaitan.

Enggak cuma ceritanya yang magis, visualnya juga. Ilustrasi cover-nya yang cantik banget jadi alasan pertama aku beli buku ini. Kolaborasi penulis dan ilustrator di sini sukses besar: isi dan tampilan menyatu dengan harmoni yang memuaskan.

🖤 – pelan, sendu, tapi deep meaning. Magical secara cerita dan visual. Bikin berpikir, bikin merasa, dan bikin diam cukup lama setelah halaman terakhir ditutup.
Profile Image for RA Cendani.
87 reviews5 followers
May 11, 2025
Gilaaaaa 🤯🤯🤯
Gokill gokil gokilll parahhhh 🤣🤣
Personal rate: 5/5 ⭐⭐⭐⭐⭐

Aku ngerasa dejavu banget jadinya. So, happy banget akhirnya bisa baca karya terbaru kak Elian lagi.

Ini gilaaaa sihh, parahh 🤣🤣🤣
Detail dan rapi rapi banget. Kalau skill ini aku gak meragukan lagi sih yaa... 🙈🙈

Hanya saja aku tuh yang gak ekspektasi banget adalah kupikir ceritanya bakal heartwarming seperti buku-buku yang pada umumnya aku baca. Karna aku cukup banyak juga baca buku bergenre slice of life and heartwarming yang dari A-Z seringnya dibuat nangis tiap babnya. Tapi, buat buku ini rasanya BEDA. Walaupun beda, tapi tetap aja punya celahnya, buat aku meneteskan air mata di part sedihnya. Kalau di aku, bukan yang nangis kejar ya. Lebih ke tersentuh dan ya sedih. 🥹

🥀✨🥀✨🥀✨

Kak Elian punya ciri khasnya sendiri yang tidak dihilangkan dalam kepenulisannya. Dia bisa meramu beberapa genre dengan tetap mempertahankan nilai-nilai gaya kepenulisannya sendiri. Walaupun yang kali ini genrenya lebih ke arah magical realism, heartwarming, dan sepertinya ada misterinya juga. Atau aku juga bisa nangkap sedikit sentuhan unsur thrillernya ada juga. Tapi, porsinya pas. Sedikit banget. Gak berlebihan.

Gak tau... 😅😅
Kita tuh kayak dihipnotis untuk terus melanjutkan bacaan buku ini sampai tamat. Alurnya rapi meski dengan sekelumit perbedaan waktu dan banyak tokoh, detail suasananya tersampaikan dengan baik, dan plot twistnya selalu always berhasil bikin aku melongo.

Dan, terutama ya, aku suka banget sama penyampaiannya. Sederhana tapi menguatkan ceritanya. Kayak contoh kalimat ini, "....sedang hanyut di sungai, seperti musa."

Hah? Kok bisa kepikiran sampai menambahkan detail ujungnya, "seperti musa". Ini simple, tapi kupikir, cukup cerdas untuk menempatkan kata itu di satu kalimatnya. Maksudku, feelingnya jadi lebih ngena. 

Aku setuju kalau ada yang bilang bahwa kak Elian adalah orang yang bisa menulis. Teknik itu mungkin bisa jadi inspirasi buat kita semua. Dimana menulis itu bukan cuma jalan imajinasi yang diberikan kepada pembacanya. Tapi, gimana juga penulis mampu memberikan pintu masuk kepada pembacanya buat membayangkan seperti apa cerita yang ingin disampaikan.

🥀✨🥀✨🥀✨

So, buku ini bercerita tentang seorang wartawan junior bernama Julian yang sedang mengerjakan jobdesk-nya buat nulis pertama kali di program mereka yang berjudul "Kisah Pembaca".  Nah, dimana program ini seperti mengumpulkan lebih dulu surat-surat yang dikirimkan kepada pembaca, lalu disematkan lah di artikel mereka.

Kali ini yang menarik adalah ketika mereka mendapatkan sebuah cerita unik. Dimana para pembacanya, seolah memiliki pengalaman bertemu dengan seorang nenek di halte, yang bisa mempertemukan mereka dengan orang terkasih yang sudah tiada.

Julian pun akhirnya memutuskan buat menyelidiki cerita itu yang dia namakan sebagai Halte Alam Baka.

So, bagaimana cerita lengkapnya?
Mari baca aja bukunya!

🥀✨🥀✨🥀✨

Buku ini mengambil latar waktu tahun 199x dan 202x. 

Aku rasa, meskipun kita dibuat bolak-balik, tapi gak bikin bingung kok secara konsepnya. Cuma lebih ke penasaran aja, ini sebenarnya hubungan dari tokoh-tokoh baik yang ada di masa depan dan di masa lalu ini apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa sih nenek ini? Intinya, cerita ini mengandung kisah keluarga yang misterius banget. 

Hati-hati sama plot twistnya aja. 
Gak dikasih jeda. Berlapis-lapis. 😅😅

And then, kelar dari membaca buku ini. Aku merenungkan bahwa buku ini bukan cuma sekedar menjadikan kisah misteri sebuah keluarga, tapi juga ada pesan-pesan mengenai penerimaan. Entah berdamai sama masa lalu, memvalidasikan emosi, dan juga memaafkan takdir yang tidak kita inginkan.

Aku pokoknya kalau udah menuju akhir cerita ini, aku meneteskan air mata untuk beberapa kata-katanya yang deep banget. Gimana ya cara menjelaskannya. Intinya, I know, kadangkala memang hidup ini akan ada momentum yang buat kita menyadari. Bahwa rasa dendam atau kebencian dalam diri ini sebesar apa pun, akan luka kehidupan yang diberikan kepada kita, tidak selamanya menutup rasa cinta yang kita miliki. Walau sebutir pasir. Asal, kita mau melihatnya dengan jelas.

Tidak ada salahnya, buat next time, bakal ada lagi kisah Halte Alam Baka seri 2, 3, dan seterusnya. Soalnya, penasaran nenek ini bakal menawarkan kemampuannya kepada siapa lagi ya? 🙈🙈
Profile Image for Matchanillaaa.
89 reviews1 follower
May 18, 2025
⭐ 4,8
Topik halte merah yang bisa menghubungkan manusia dengan alam baka menjadi rubrik paling ramai dibicarakan di liputan Kisah Pembaca. Sang jurnalis yang gencar meliput berita tersebut bernama Julian. Meskipun mendapat kecaman dari partner sesama jurnalis, dan mendapat banyak komentar negatif dari para pembaca karena menganggap halte itu mistis, Julian bersikeras untuk meliput lebih dalam tentang halte alam baka tersebut.

Halte yang bisa membuat manusia bertemu dengan seseorang yang telah meninggal ternyata menjadi alasan ambisi Julian. Entah siapa seseorang yang ingin Julian temui, entah apa yang ingin dikatakan Julian pada nenek penghuni halte tersebut. Yang jelas Julian ingin membuktikan bahwa pengalaman para pembaca tentang halte itu nyata adanya. Namun keberadaan halte alam baka justru membuat Julian bertemu dengan orang-orang di masa lalu. Hingga menarik garis takdir yang tidak pernah Julian sangka-sangka.

(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

Di awal cerita aku agak kesulitan untuk mengingat siapa tokoh-tokohnya dan di dimensi tahun berapa mereka muncul. Makanya selama baca, aku menulis map para tokoh supaya ngga bingung di pertengahan 😭 Dengan disensornya latar waktu menjadi 199X dan 202X justru semakin menambah sensasi penasaran. Apalagi ada tokoh politik yang memegang peranan penting di dimensi kedua tahun tersebut.

SUKA BANGET sama cara penulis yang lihai membuat alur maju mundur dengan tokoh seabrek tapi endingnya nyambung dan gong banget 😭 setiap tokohnya saling bersinggungan dan membuat karma sebab-akibat.

Air mata langsung pecah saat ada adegan yang menyinggung kericuhan krisis moneter. Trauma baca cerita tragedi-tragedi di sekitar tahun tersebut 😭 Lalu yang awalnya aku sangsi banget sama tokoh Darryl, karena merasa dia doang yg perannya kurang penting, dan ga ada hubungan apa apa sama masa lalu setiap tokoh. Tapi ternyata dia tokoh paling green flag 😭 Luluh banget sama sikapnya Darryl 😭

Sayangnya, aku belum bisa memberi full bintang untuk cerita ini. Karena eksekusi si Albert shibal itu ngga memuaskan gueee 😭 harusnya dia dikasih hukuman berat di dunia ga sih? Atau ada kejelasan tentang nasib rumah tangganya yang ancur atau dibuat semenderita mungkin. Kenapa dibiarin baik-baik aja?😭 ngga terimaaaa yaaa akhir si Albert di buat kurang kejelasan 😭
Profile Image for Nia potterr.
173 reviews3 followers
December 13, 2025
ga expect sebagus ini🥹 magic realism nya ada misterinya ada super woww✨🤩 yang suka sama misteri tapi butuh ada sentuhan fantasy mungkin ini cocok buat kamu
Profile Image for Ayu Istiyani.
94 reviews6 followers
September 20, 2025
Pertama kalinya baca karya Kai Elian. Dan ahh, saya sukaa caranya bercerita 😍

Melihat judulnya saja, agak ada kesan horornya. Tapi ternyata, tidak sama sekali. Kita dibawa untuk menyelami kisah tokoh per tokoh. Awalnya bingung dengan 200X dengan 199X, namun ternyata itu adalah dua timeline yang berbeda. Seakan-akan ceritanya lompat-lompat, tapi nanti akan bertemu dengan benang merah yang ternyata semua tokohnya saling berkaitan. Cukup page turner karena penasaran dengan kelanjutan kisah para tokohnya.

Hubungan antara kemunculan halte bersama nenek dengan para tokohnya sempat membuat bingung di awal, tapi baru terjawab dan semakin jelas saat menuju ending.

Meskipun mungkin di beberapa hal terasa seperti kebetulan, tapi tidak terasa seperti dipaksakan. Gimana ya(?) Intinya, tidak mengurangi pesona buku dan jalan cerita ini. Ceritanya begulir dengan cepat. Literally page turner.

"Orang penasaran yang tidak diberi jawaban akan mencari tahu dengan cara mereka sendiri. Tanpa klarifikasi, mereka akan memercayai apa yang ingin mereka percayai." P. 145
"Kadang-kadang dalam hidup kita hanya diberi dua pilihan: buruk atau lebih buruk." P. 150
"Sulit menyelesaikan maraton yang melelahkan jika kita tidak tahu apa yang ada di garis finish." P. 274
Profile Image for Chacha.
90 reviews6 followers
May 25, 2025
SPEECHLESS!!!

🧶Buku ini melebihi ekspektasi aku sebagai pembaca, sejak Kak Kai spill buku ini di IG Storynya bulan Maret, aku langsung auto penasaran dan nggak sabar (padahal baru dikasih intip covernya aja). Dan ketika aku udah selesai baca buku ini, aku senang banget penantian aku selama ini nggak sia". Tentunya aku gak ragu dong, buat kasih bintang penuh untuk buku ini⭐⭐⭐⭐⭐.

🧶Buku ini ditulis dengan POV Orang Ke-3 dengan fokus cerita ke tokoh yang berbeda dengan latar waktu yang berbeda. Kita sebagai pembaca dibawa untuk menelusuri jawaban teka-teki dari cerita setiap tokoh yang ada, dan nemuin benang merah yang menghubungkan mereka semua. Menariknya semua tokoh yang ada punya porsi yang pas dalam membangun cerita ini.


🧶Anyway, kalian sendiri punya pengalaman sama halte gak ? Kalo aku pribadi, aku gak punya pengalaman dengan halte. Aku hanya sering melihatnya aja, soalnya persis di seberang SMP aku dulu, ada sebuah halte. Haltenya warna biru dan masih berdiri sampai sekarang. Biasanya temen" yang naik angkutan umum bakalan nunggu disana.

🧶HALTE ALAM BAKA, kalau baca judulnya aja pasti banyak yang mengira buku ini buku horror. Tapi kalau kalian liat covernya pasti langsung berubah pikiran deh. Ketika aku liat cover buku ini (belum baca blurb), meskipun dengan judul "alam baka" aku nebak buku ini bakalan mengandung bawang (dan beneran dong, tapi syukurnya lebih ke happy tears)

🧶Kita akan dibawa ke dua timeline yang berbeda, pertama timeline 200X, disini kita kenalan sama Julian, seorang jurnalis muda (baru lulus kuliah) yang kerja di media daring berita dan gaya hidup "Suara Kita". Dia ditugasin untuk nulis artikel untuk rubrik "Kisah Pembaca" dimana mereka menerima surat" dari pembaca terkait sebuah topik. Dengan slogan "dari pembaca kepada pembaca ". Ini yang bikin Julian pusing, ditambah surat yang mereka terima menurutnya nggak masuk akal (gini amat nasib jadi anak baru) Tapi ya kerjaan tetap kerjaan. (Sabar ya Julian, pasti ada hikmahnya kok).


🧶 Setelah membuka email masuk (yang jumlahnya ratusan) Julian nemuin sebuah email yang membahas tentang halte ajaib, para pengirim surat menyebutnya "Halte Alam Baka". Dewa, seniornya bilang kalau mereka udah lama nerima email tentang halte itu. Tapi mereka milih nggak mengangkatnya karena menurut Dewa ceritanya terlalu nggak masuk akal.

🧶Tapi Julian yang kayaknya punya prinsip "semakin dilarang semakin penasaran", mutusin untuk mengangkat cerita ini. Liputan Halte Alam Baka Ajaibnya mendadak viral karena orang" kepo dimana sih halte itu? Dan siapa sosok nenek yang disebutkan selalu ada di halte itu sambil merajut?

🧶Julian pun menyelidiki halte ini lebih lanjut, mencoba nemuin orang" yang dikasih kesempatan melihat halte, bertemu sang Nenek dan orang" tersayang mereka yang sudah meninggal dunia. Uniknya, halte itu hanya muncul jika memang orang tersebut ditakdirkan untuk melihat halte itu. Lokasinya pun berbeda". Julian memeriksa lokasi halte yang disebutkan, namun tentunya halte itu nggak ada. Di tengah penyelidikannya, Julian malah bertemu dengan orang-orang yang nggak pernah ia kira akan ia temui.

🧶Timeline satunya yaitu 199X, disini kita kenalan sama keluarga Pak Dira dan Bu Inke dengan anaknya Ava seorang disabilitas. Anak seperti ini seringkali menjadi korban bully, orang-orang di sekitarnya dan mirisnya dia nggak bisa membela diri karena nggak bisa berargumen. Aku kasian banget sama Ava disini, yang malah difitnah (jahat banget orang" itu).

🧶Selain keluarga Pak Dira ada Puji dan Reno, dua anak remaja yang lagi menjalin hubungan. Satu "kesalahan" yang mereka nggak sengaja lakukan, mengubah jalan cerita mereka berdua. Kenyataan pahit harus mereka terima, karena keserakahan orang-orang.

🧶Buku ini juga menyinggung tentang isu politik, anggota DPR yang dari luar terlihat sempurna, tapi justru di dalamnya punya cerita kelam dan rahasia yang ditutup rapat demi keberlangsungan karirnya. Gimana mereka mengadakan perjanjian dengan media massa, untuk nutupin hal" yang mengancam karir politik mereka. Miris banget dengan kenyataan media massa, beritanya bisa dengan mudah dibeli dengan uang untuk melindungi jabatan seseorang aku rasa, cukup related dengan realita kehidupan kini. Yang membuat masyarakat bingung apakah media massa sekarang layak dipercaya atau tidak. Masyarakat harus bisa pintar dalam mengolah informasi yang beredar.

🧶Oh ya di timeline waktu 199X, ada part dimana kita dibawa ketika kerusuhan melanda negara kita. Suasana yang digambarkan cukup mencekam, massa yang ada merusak pertokoan dan melukai orang". Terutama etnis Tionghoa (termasuk salah satu tokoh di dalam buku ini). Penggambaran suasananya cukup detail menurutku, bikin aku merasa deg-deg'an.

🧶Memasuki 3/4 cerita aku menemukan benang merah antara tokoh-tokoh itu. Bisa dikatakan takdir yang mempertemukan mereka di waktu yang lalu dan waktu sekarang. Sang Nenek adalah sosok yang membantu mereka memahami apa yang terjadi dan mengingatkan mereka tentang dirinya sendiri.

🧶Julian sama sekali nggak menyangka liputan yang awalnya setengah hati ia mulai malah membawanya bertemu dengan orang yang ingin ia temui selama ini. Sang Nenek juga telah selesai melaksanakan tugasnya mempertemukan mereka yang tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Julian merasa beruntung bisa melihat sendiri peristiwa itu, setelah selama ini hanya membaca aja.

🧶Pada akhirnya Julian diberikan kesempatan untuk bertanya kepada sang Nenek tentang semua pertanyaan yang ia punya. Kenapa sang nenek menemuinya lagi setelah peristiwa itu? Dan kenapa Nenek selalu menghadiahkan rajutan untuk mereka yang menemukan halte itu. Tentunya Julian juga diberikan kenang"an dari Sang Nenek.

🧶Oh ya, seperti biasa Kak Kai selalu ada dong di setiap bukunya. Kira-kira Kak Kai di buku ini muncul sebagai siapa ya? Cukup plot twist juga, ternyata Kak Kai muncul sebagai... Kalian baca sendiri deh biar tahu Kak Kai jadi apa. Dan yang pasti biar bisa kenalan juga sama Nenek dan belajar tentang arti kehidupan.

🧶Terimakasih Kak Kai sudah menulis buku ini dan terimakasih juga udah kasih aku kesempatan untuk memeluk buku ini🫶🏻🤗.
Profile Image for alletssbacabuku.
10 reviews3 followers
May 6, 2025
“Sebesar apa pun cinta orangtua terhadap anaknya, seorang ayah tidak akan bisa memilih takdir anaknya.” Pg. 102

SPEECHLESS.

Impressions pertamaku saat bacanya dan as the story goes, wahh, twist berlapisnya inii gilaa sih. Bagus.

Cerita ini dibuka dari tahun 202X oleh Julian, seorang wartawan baru yang mengisi rubik ‘kisah pembaca’ dan menerima berbagai kisah orang-orang yang menulis tentang Halte bercat merah dengan nenek-nenek yang suka merajut.

Misteri tentang halte tersebut membuat Julian menemukan fakta-fakta yang berhubungan dengan masa lalu maupun masa depannya nanti.

Menggunakan alur maju mundur (tahun 202X dan tahun 199X) cerita di dalamnya cukup page turning dan menurutku cukup heartwarming.. bahkan aku merinding sekaligus sedih banget membaca tentang sepenggal kisah di dalamnya. Apalagi yang berhubungan dengan hubungan ortu-anak.

Ditulis menggunakan POV orang ketiga dengan multiple POV, setiap tokoh ternyata memiliki benang merah antara satu dengan yang lainnya. Belum sempat menebak hubungan antar tokoh, kita akan dibuat terkejut oleh lapisan twist cerita yang buat speechless.

Ada beberapa tokoh yang cukup ngeselin di dalamnya, dan ternyata, se simple untuk karakter tokohnya juga menyimpan twist~ banyak hal-hal yang ngga bisa kita lihat hanya dari satu sisi.

Banyak isu yang dibahas di dalam cerita ini dan terasa dekat di dalam kehidupan kita, seperti, autistik, hamil diluar nikah, pelakor, intrik sosial masyarakat bagi kaum minoritas pas kerusuhan tahun 9X, hingga intrik politik dan hukum pada masa itu, maupun masa sekarang~

Melihat banyaknya isu yang dibahas di dalam cerita ini, aku cukup suka dengan eksekusi cerita yang tepat dan menurutku penulis pinter banget mengemas ceritanya jadi ringan dibaca.

Cerita ini juga termasuk cross genre, dengan unsur realisme magis yang cukup kental dan membuatku ikut membatin.. apakah ada kehidupan lainnya setelah kita meninggal?

Selain buat penasaran, cerita ini juga buatku menyadari banyak hal.. terlebih di bagian ending cerita, makna tentang kehidupan dan manusia itu sendiri berasa deep banget untukku.

Ceritanya cukup dramatis di beberapa aspek, tapi meski begitu, porsi antar ceritanya cukup pas dan ga lebay. Dan baca cerita ini sungguh aku ngga kepengen menebak apapun dan cukup menikmati flow ceritanya~

Overall, aku suka banget dengan buku ini. Buku terbaik dari penulis versiku. Heartwarming dan buat speechless! Rekomen!

📌kali iniii ngga nyangka kalau Kai Elian itu ternyata..🤭

THIS BOOK REALLY DESERVES MORE HYPEEEEEE EVERYONEEEEE!!!
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
125 reviews10 followers
May 12, 2025
Halte yang bikin SEDIH 🥹

Aku nggak pernah nyangka, perjalanan membacaku saat menikmati kisah Julian dan yang lainnya, justru membawaku ke dalam refleksi diri akan kebahagiaan, pengampunan dan keyakinan.

Semakin meyakinkan aku bahwa.. ada beberapa hal memang tuh kita nggak harus melihat dulu baru percaya, tapi percaya dulu maka kita akan melihat. Melihat keajaiban.. that’s ✨miracle✨

Buku ini termasuk lintas genre, sebab penulis memang doyan bereksperimen dalam ceritanya. Buku ini akan membawamu ke pengalaman memecahkan misteri tapi disisipi hal-hal magis juga, sejenak.. pikiranmu pun akan dibuat sependapat: “oh yah, ini pasti faktor psikologis, makanya mereka bisa ngeliat Halte itu” , lalu tahu-tahu.. kita akan dibuat tersentil bahwa.. nggak semua hal-hal ajaib itu perlu penjelasan ilmiah.

Bahkan.. dalam dunia keajaiban, segala yg namanya kebetulan adalah bukti kebaikanNya. I mean.. ada Tangan Tak Terlihat yg menghubungkan jalinan kisah satu & lainnya menjadi berkelindan, lalu menimbulkan butterfly effect.

Menurutku, sulit untuk menghadirkan “butterfly effect” ini dalam sebuah tulisan. Sebab, kisah itu sendiri harus kelihatan sewajar mungkin.. mengalir sehalus mungkin tanpa paksaan. Syukurlah, buku ini memberi jawab.. bahwa satu kesalahan fatal bisa memengaruhi kehamornisan aspek lain di luar kita.

Semisal.. bagaimana kalau kamu membully seorang anak, itu bisa ngasih efek yg maha dahsyat buat si anak & orang tuanya.. hingga memengaruhi kehidupan mahluk lain yang tidak ada hubungannya dengan mereka.

Meski memang, ada hal yang bikin aku nggak ikhlas dengan beberapa orang di buku ini😭 rasanya, kok.. yg lain bisa? Mereka nggak.. ini tuh sedih😭

Kebayang nggak, udah rindu sejak lama.. tapi pas ada kesempatan menuntaskan rindu, justru yg terbayar hanya setengah😭

Nyesek ya..🥹

Tapi, akhirnya aku sadar.. keajaiban memang nggak berwujud sama di semua orang, meski medianya sama🥹 sedih lagi deh😭

Buku ini aku rekomendasikan bagi kamu yg ingin menemukan makna keajaiban dengan sentuhan realisme magis dan healing fiction penuh misteri.

Ulasan lengkapnya di: https://www.instagram.com/p/DJieHXwRE... (IG: claudieslibrary)

Rekomen!
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
September 10, 2025
⭐4,3/5

"Manusia itu seperti benang rajut. Seorang diri, dia bukan apa-apa. Tidak banyak berguna pula. Kesendirian sering membuat mereka merasa hidupnya hampa, sia-sia, sehingga lebih baik menyerah saja. Namun, hidup manusia baru akan betul-betul bermakna jika bisa bermanfaat bukan hanya bagi dirinya... melainkan untuk orang lain juga."


Halte Alam Baka berhasil mengubah suasana suram yang biasanya melekat pada topik kematian menjadi sesuatu yang tidak menyeramkan dan lebih positif. Sesuai dengan ilustrasi sampulnya yang terasa teduh, isi cerita dalam novel Halte Alam Baka ini juga cenderung hangat karena peran si nenek di halte merah, meskipun tokoh-tokoh lainnya harus menanggung banyak gejolak dalam hidup mereka. Novel ini diceritakan dalam dua latar waktu, yaitu masa lalu kurang lebih saat terjadinya krisis moneter di Indonesia yang dituliskan dengan tahun 199x, serta masa kini yang dituliskan dengan tahun 202x. Baik kedua latar waktu tersebut maupun kehadiran tokoh-tokoh yang muncul saling memiliki keterkaitan satu sama lain yang dipicu oleh suatu peristiwa yang dahulu hanya bisa dipahami oleh masing-masing dari mereka sendiri yang pada akhirnya akan dipahami bersama oleh suatu peristiwa lagi di masa kini.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews235 followers
June 13, 2025
INII BISA NGASIH LEBIH DARI 5 BINTANG GAK SIH... rasanya 5 aja gacukup huft🤧

Aku selalu suka novel yang ceritanya interconnected, ada berbagai nama yang bertebaran tapi sebenarnya mereka terhubung satu sama lain seperti kepingan puzzle yang baru terlihat jelas ketika sudah terhubung.

Novel Halte Alam Baka merupakan novel yang demikian. Bercerita dari sudut pandang berbagai tokoh (semuanya tetap bercerita dari sudut pandang orang ketiga serba tahu) dan dari garis waktu yang berbeda. Pas awal baca tentunya bikin bertanya-tanya. Apalagi chapternya pendek jadi terkesan melompat-lompat, habis menceritakan tokoh A, muncul cerita tokoh B yang rasanya bener-bener beda. Tapi menurutku hal ini yang bikin jadi penasaran.

Hubungan antara kemunculan halte serta nenek penjaganya dengan tokoh-tokoh ini juga tampak bikin bertanya-tanya di awal. Makin menuju akhir tentunya makin jelas.

Sebagai penyuka cerita slice of life, interconnected, dan punya sentuhan magical realism, buku ini masuk list best read-ku tahun ini. Apalagi covernya cakep.

Full review seperti biasa akan di instagram jadi... ditunggu yah!
Profile Image for aynsrtn.
494 reviews14 followers
May 24, 2025
Julian mendapati surat dari pembaca yang menceritakan tentang sebuah halte yang dapat mempertemukan dengan orang yang kita sayangi namun telah tiada. Julian—sebagai jurnalis muda—menelusuri jejak halte alam baka yang sudah menyita perhatian banyak orang. Tetapi, penelusuran itu malah membawa Julian kepada cerita dan orang yang tak pernah Julian duga. Banyak rahasia yang tersingkap, banyak masa lalu yang terkuak.

4.5⭐️

Heartwarming, bawling, and heartaching. Selalu suka dengan tulisan Kai Elian yang spektrum genrenya luas banget. Mau nulis tentang young adult, gasss. Nulis tentang petualangan macan, gasss *eh hehe. Nulis thriller, hayu. Sekarang nulis magical realism, pun sama bagusnya. Keren!

#

Penceritaannya dibagi menjadi 2 lini waktu, yaitu tahun 199X dan 202X. Awalnya dibuat bingung karena banyak tokoh dan berbeda pula antar tahun, namun makin ke sini, semua saling bertaut.

Ngerasa banget sedihnya sama kehidupan Sandra, nasibnya mirip dengan [...] seperti mengulang kembali sejarah. Fase di tahun 199X pun memperlihatkan konflik horizontal dan bagaimana kejamnya—you know in that year—kepada etnis tertentu.

Dan ... ku suka dengan statement Julian di akhir bahwa semua yang di sini tuh ada perannya. Ada si pelindung, pencerita, sampai si antagonis.

#

[Spoiler Alert]
Ada satu hal yang sedikit mengganjal buat aku, yaitu dari mana Julian tahu kalau ke halte sana tanpa mendapat panggilan atau memaksa ke sana akan berujung dengan [...] memang di surat pembaca ada yang begitu? Ngerasanya tetiba Julian jadi tahu banget soal halte tersebut.

#

Well, cerita yang heartwarming dengan bumbu magical realism. Must read. Luvv.


Ps. As always ya penulisnya jadi cameo di bukunya, hihi.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
July 16, 2025
4,3🌟

"Orang-orang yg mencintaimu sepenuh hati tak pernah pergi."

Novel keempat dari kak Kai yg aku baca dan fix ini jadi salah satu fav aku dari semua tulisan beliau.

Novel ini dibuka dengan Julian seorang jurnalis muda yg menerima surat-surat tentang seorang nenek dan halte misterius yg bisa mempertemukanmu dengan orang terkasih yg sudah tiada. Karena penasaran Julian pun menyelidiki keberadaan halte tsb dan ia menamainya Halte Alam Baka.

Tanpa diduga penyelidikan Julian malah mempertemukannya dengan orang-orang yg berkaitan dengan masa lalu dan masa depannya.

Membaca novel ini rasanya macem-macem banget buatku, kita akan dibuat menebak-nebak apa itu Halte Alam Baka, siapa si nenek yg selalu ada disana dan bagaimana orang-orang bisa bertemu dengan orang terkasih mereka yg sudah tiada?

Dengan dua setting waktu yg berbeda yaitu tahun 202x dan 199x, kita akan diajak melihat banyak tokoh-tokoh yg berbeda dengan berbagai latar belakang dan profesi di tiap rentang waktunya. Aku pribadi sampe buat list nama-nama tokoh dan kaitan mereka satu sama lain, soalnya aku rada pelupa ya, jadi biar tetep dapet feel pas bacanya gitu.

Dan kak Kai disini juara sih menghubungkan benang merah masing-masing tokoh, karena menurutku itu ga gampang. Bahkan dengan tokoh yg sebanyak itu semuanya punya peran pentingnya masing-masing, ga ada yg waste menurutku.

Dan beberapa kali aku sampe speechless bacanya. Kayak 'hah ternyta si anu berhubungan sama ini toh 😲'.

Isu yg dibahas di novel ini juga lumayan banyak mulai dari pergaulan bebas, autistik, cara-cara kotor dalam berpolitik, relasi kuasa bahkan disisipkan juga kerusuhan yg terjadi pada tahun 199x yg banyak menelan korban kaum minoritas pada masa itu.

Tapi dengan banyaknya tokoh dan bahkan isu yg dibahas, novel ini tetep enak banget buat dibacanya, ga kerasa berat sama sekali. Ceritanya ngalir banget dan bikin pengen balik halamannya terus menerus.

Bagian menjelang akhir di novel ini sukses bikin aku meneteskan air mata, saat ternyata seseorang yg selama ini dianggap hilang, akhirnya dipertemukan dengan mereka yg mencari dan menyayanginya. Dan bikin aku lega banget karena semua teka-teki yg tersembunyi akhirnya terjawab.
Walau memang ada satu tokoh yg masih bikin aku kesel karena ga ada ganjaran apa-apa buat dia 😠.
Oh aku lumayan ngakak pas tau Kai Elian disini berperan sebagai apa 😅.
🧶
Overall aku menikmati banget baca novel ini. Page turner dan bikin penasaran dari awal sampe akhir. Pesan yg aku tangkep dari buku ini juga deep banget, bahwa tidak mudah kehilangan orang terkasih dan jika bisa sekali saja bertemu kembali dengan mereka yg sudah tiada, melepas rindu dan bilang sayang sebanyak-banyaknya sampai akhirnya kita semua bisa bertemu kembali di 'rumah'. Recommended banget 👍👍👍
Profile Image for Monica.
29 reviews13 followers
June 3, 2025
“𝐻𝑎𝑙𝑡𝑒 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟, 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑢𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖 𝑡𝑢𝑗𝑢𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑎𝑛.“

Mungkin itu kutipan kalimat dari buku yang pas untuk menggambarkan, mengapa konsep halte dipakai di buku ini.

Awalnya aku tertarik untuk membeli dan membaca buku ini berdasarkan blurb yang menarik dan melihat covernya yang bagus itu, rupa-rupanya isi buku ini diluar ekspektasiku.
Awalnya aku masih belum terbiasa dengan latar waktu yang melompat-lompat antara tahun 1990an dan 2020an, serta belum menemukan sangkut paut beberapa karakter yang ada disini tuh seperti apa.
Seiring berjalannya waktu aku bisa mulai menemukan titik terang dan keterkaitan semua karakter yang ada, dan membuat beberapa spekulasi yang sebenarnya terjadi.

Sejauh ini sangat suka dengan alur ceritanya, cara menggambarkan pemikiran dan sifat para karakternya, serta penyampaian konsep tentang nenek perajut dan halte merahnya cukup dimengerti.

Serta konsep cerita terkait alam kehidupan dan alam kematian yang menjadi topik utama pada buku ini sungguh menarik.
Sempat disinggung juga ketika ada suatu tokoh yang "ingin menyusul sang istri" namun belum waktunya untuk "pulang", lalu sang istri mengingatkan suaminya jika dia melakukan hal tersebut sang suami tidak akan bertemu dengan istrinya.
Serta ucapan si nenek perajut tentang "harapan", yang merupakan sebuah penyemangat hebat tidak kalah dengan kekuatan cinta.


Lalu ada satu kutipan lain yang membuatku langsung teringat dengan mendiang ayah. Sempat terharu juga sih.

“𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢.” 𝑃𝑢𝑗𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘 𝑑𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑢𝑡𝑟𝑖𝑛𝑦𝑎. “𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎𝑖𝑚𝑢 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ ℎ𝑎𝑡𝑖 𝑡𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟-𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑔𝑖. 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎, 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑡𝑖𝑚𝑢, 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖. 𝐷𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑡𝑖𝑏𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑢𝑙𝑎𝑛𝑔, 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢 𝑙𝑎𝑔𝑖. 𝐷𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ.”
Profile Image for Riri Reads Books.
105 reviews1 follower
December 16, 2025
5⭐️

Aku suka aku sukaaaa! Sangat page turner, dan juga menggugah rasa penasaran aku sebagai pembaca.

Aku udah beberapa kali liat reviu Halte Alam Baka dan karena itu aku jadi penasaran, luckily I got to read this in PYC digilib.

Kisahnya dibungkus dengan rapih, mencampurkan elemen magical realism dengan drama teka teki dari masa lalu dan masa sekarang, banyak tokoh yang kita selami masa lalunya dan berujung terkait dalam satu rajutan hangat si nenek.

Aku suka bagaimana tidak ada tokoh yang benar benar jahat dan baik, semuanya hampir jadi membuat satu dua kesalahan kecil atau besar.

Rasanya buku ini juga mengajarkan konsekuensi sebab akibat dari apa yang kita perbuat, bagaimana takdir dan manusia bekerja sebagai pion Tuhan.

Plot nya juga ditulis runut dan rapih, awalnya kupikir apa ini bakalan ada plot hole, nyatanya engga loh!

Aku suka bagaimana simbolisasi halte yang digunakan di buku ini sebagai tempat singgah seseorang secara temporer untuk kebahagiaan lahir batin maupun petunjuk.

Ah aku bakal baca buku Kai Elian yang lainnya!
Profile Image for Michelle.
10 reviews
September 16, 2025
Heartwarming sekaligus bikin nyesek. Bener-bener page turner dengan sentuhan magis yang pas ✨


“Orang-orang yang mencintaimu dengan sepenuh hati tak pernah benar-benar pergi. Selama kamu setia mengenang mereka, mereka akan selalu ada di hatimu, di sini. Dan ketika tiba waktunya pulang, kita pasti akan bertemu lagi. Di rumah.”

“Sulit menyelesaikan maraton yang melelahkan jika kita tidak tahu apa yang ada di garis finish. Terkadang, hanya dengan memberi sedikit kilasan tentang apa yang menanti di ujung sana, sudah cukup membuat orang-orang untuk terus melangkah maju meski berat. Orang-orang sudah tahu tentang kekuatan cinta, tetapi sering melupakan harapan. Harapan adalah sumber penyemangat yang sungguh hebat.”
Profile Image for Laura Yuwi.
209 reviews15 followers
September 19, 2025
"𝐒𝐮𝐥𝐢𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐞𝐬𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐫𝐚𝐭𝐨𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐞𝐥𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐠𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐟𝐢𝐧𝐢𝐬𝐡. 𝐓𝐞𝐫𝐤𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠, 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐤𝐢𝐥𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐧𝐭𝐢 𝐝𝐢 𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐚, 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐜𝐮𝐤𝐮𝐩 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠-𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐣𝐮 𝐦𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐭. 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠-𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚, 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐮𝐩𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧. 𝐇𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫 𝐩𝐞𝐧𝐲𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡 𝐡𝐞𝐛𝐚𝐭."  -- Hal. 274

"Halte Alam Baka" punya ciri khas berwarna merah terang seperti darah yg tiba² muncul bersama dengan seorang nenek bungkuk yang sedang merajut. Halte tsb hanya akan muncul dan diperlihatkan kepada orang² yg  kehilangan orang tersayangnya. Tujuan halte tsb muncul adlh untuk menghibur dan memberikan harapan yg baru sehingga mereka yg kehilangan bisa melanjutkan hidup dan menerima dgn ikhlas kepergian orang yg disayang.

Overall, aku sangat menikmati bacaan ini karena seseru itu. Cerita yang magis namun tidak berlebihan. By the way,, can we pls get a standing ovation for this cover, it was so stunning, the reason why I picked up this book.
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
October 1, 2025
4.8 saya bulatkan jadi 5

Awalnya agak bingung, tapi yakin bakalan ada benang merah. Ternyata bener, kan... Ceritanya seru. Seru. Banget. Cuma kurang sreg aja ketika tahu kenapa Tessa nemuin halte pertama kali.
Profile Image for Rara Noormega.
94 reviews4 followers
May 15, 2025
Suatu angin segar untuk dunia pernovelan Indonesia. Page-turner sekali karena storytelling-nya menarik dan sangat mengalir. Semua jawaban juga terjawab untuk semua tokohnya. Akhir cerita terasa hangat dan bermakna. Kai, kamu berbakat sekali. Terus menulis, ya! Semoga terus karya raya dan setiap karyanya selalu hangat dan bermakna!
Profile Image for ileftmybookshere.
217 reviews84 followers
July 14, 2025
Udah sering banget liat novel ini seliweran di IG dan akhirnya, aku baca juga dan ini kali pertama bacanya ceritanya kak Kai and I’m pretty sure it won’t be the last time I read kak Kai’s book karena ternyata aku suka sama karya kak Kai 😭🫶🏻

Halte Alam Baka yang sesuai judulnya menceritakan tentang sebuah halte misterius dan seorang nenek yang merajut duduk di halte tersebut. Konon katanya, halte itu akan mempertemukan kita dengan orang terkasih yang sudah tiada. Julian, seorang jurnalis muda meliput halte tersebut dengan berbekal surat-surat dari orang-orang yang pernah ke halte tersebut dan akhirnya liputan itu viral lalu tanpa disangka, penyelidikan Julian akan halte itu malah mempertemukannya dengan orang-orang yang berkaitan dengan masa lalu dan masa depannya; orang-orang yang dia pikir sudah tiada.

˚˖𓍢ִ໋🧶✧˚🪡.⋆

Aku jujur speechless sama buku ini, sensasi yang aku dapetin selama baca ini tuh beragam deh. Mulai dari deg-degan terus penasaran sampai akhirnya heartwarming pas baca endingnya🥺🫰🏻 Asli dah, 𝗽𝗹𝗼𝘁 yang disuguhi kak Kai ini bener-bener bikin aku berasa naik rollercoaster. Aku suka dengan gimana kak Kai ngebuilt dunia di buku ini dan benang merah di antara para tokohnya yang bikin aku bertanya-tanya “ini siapa dan kenapa dia muncul?” bahkan sampai bikin aku jadi detektif dadakan yang mikir “oh pasti ini tuh kakaknya Julian”, pokoknya dibuat penasaran sama ujung dari benang merahnya dan pas udah sampai di ujung rasanya tuh lega sekaligus takjub sama 𝗽𝗹𝗼𝘁 𝘁𝘄𝗶𝘀𝘁 yang muncul di sini, entah bisa disebut plot twist or conclusion dari cerita ini. Intinya aku kagum banget sama plotnya kak Kai dan benang merah yang ruwet tapi pas di akhir tuh udah rapi benangnya👍🏻 best!

𝗔𝗹𝘂𝗿nya gunain alur maju-mundur (tahun 199x-200x) yang menurutku agak tricky kalo kita gak konsen sama timeline-nya makanya saranku kalo baca ini tuh sambil bikin catatan nama tokoh dan masa hidup mereka biar kebantu mahamin benang merah di antara mereka🙂‍↕️ Walau agak tricky, alurnya tuh rapi banget menurutku bahkan ya lama-kelamaan pas baca ini tuh makin kerasa ngalirnya dan gak buat bingung sama perpindahan timeline ceritanya! Gak mudah buat nulis alur maju-mundur yang smooth but Kak Kai did it so well bahkan aku gak nemuin plot hole sama sekali, I mean semua pertanyaan di benakku terjawab seiring berjalannya cerita dan akhirnya pas ending tuh berasa nemuin jawaban atas segalanya which mean pas ibarat kalian makan terus kenyangnya pas!🫶🏻

𝗡𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya kak Kai okay banget, gaya bahasanya lugas terus rapi juga. Aku suka sama pemilihan bahasanya yang sederhana, gak puitis tapi pas ada kalimat yang semacam quotes gitu rasanya ngena banget 🤧 Terus narasinya juga mendukung dunia yang dibangun kak Kai dan juga mampu menyampaikan perasaan tiap tokohnya, pokoknya okay banget!✨

Tokoh dan 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya yang paling gong menurutku kayak cara kak Kai buat latar belakang mereka masing-masing itu amazing tbh, aku suka banget liat keterhubungan mereka satu sama lain yang di awal-awal super ruwet benang merah tapi pas makin dibaca ceritanya tuh benangnya makin lurus, makin ketemu keterhubungan mereka dan itu cukup mindblown buatku😭 dan akhirnya aku ngerti kenapa si nenek diceritainnya ngerajut di halte karena hidup kita itu kayak rajutan saling terhubung satu sama lain sama orang-orang di sekitar kita dan aku takjub banget sama semua tokoh yang ada karena bikin aku makin percaya kalo dunia ini sempit dan kita itu terhubung satu sama lain dengan benang tak kasat mata🤩 Semua tokoh yang ada tuh dikasih porsi yang pas menurutku walau memang untuk tokoh antagonisnya dan penyelesaian masalah dia alias urusan maaf memaafkannya kurang dieksplor padahal kejahatan yang dia lakuin parah dan bikin emosi jadi kalo dieksplor sedikit kayaknya bakalan lebih okay ceritanya imo🙏🏻 tapi intinya sih puas aku tuh sama tokoh dan penokohannya!

Lastly, aku ambil suatu 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 tentang perpisahan yang mana ada waktunya kita mengalami perpisahan dengan orang yang kita sayangi, suka ga suka pasti terjadi tapi percayalah kalo suatu hari nanti, kita bisa bertemu mereka lagi di keabadian🤍 Aku juga suka salah satu kalimat di buku ini, “𝘚𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘵𝘰𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘨𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘧𝘪𝘯𝘪𝘴𝘩. 𝘛𝘦𝘳𝘬𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘬𝘪𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘥𝘪 𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘢, 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘫𝘶 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵.” Kalimat ini ingetin aku sama bukunya dokter Andreas yang bilang kalo duka itu seperti lari marathon yang gak tau kapan finish-nya dan halte alam baka ini tuh kayak rest area gitu supaya kita bisa istirahat sejenak dari lari marathon kita dan percaya kalo ada waktunya kita akan reuni kembali dengan mereka yang telah pergi🥺 pokoknya kalian akan belajar banyak dari buku ini!

Overall, it’s a great book dan aku highly recommended this book buat siapapun yang lagi butuh bacaan heartwarming dengan sentuhan magical realism yang pas!😚✨
8 reviews
May 15, 2025
Menamatkan buku ini dalam sekali duduk dengan perasaan hangat yang menyertai.
Sudah lama sekali tidak mengalami ini.

Terima kasih, Kai Elian.
Profile Image for Ovy Rama.
114 reviews2 followers
May 15, 2025
Halte Alam Baka || Kai Elian || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || 280 Hlm || Cetakan Pertama, Th. 2025

Q : Kalo ada halte misterius yang bisa bikin kita ketemu dengan orang terkasih yang sudah tiada, apa yang akan kalian lakukan?

Kalo aku, aku akan cari halte itu. Bukan masih belum ikhlas dengan kepergian seseorang, tapi rasa rindu hanya bisa terobati dengan pertemuan. Memang terdengar mustahil, tapi kalo ada pun aku akan percaya-percaya aja.

Halte Alam Baka berkisah tentang Julian yang seorang jurnalis muda, menerima surat-surat tentang si nenek dan halte misterius saat hendak mengisi rubrik Kisah Pembaca. Karena penasaran, Julian mulai menyelidiki keberadaan halte tersebut—Halte Alam Baka, begitu dia menamainya.

Liputan Halte Alam Baka langsung viral. Banyak yang ingin melihat halte itu, meski banyak juga yang sangsi. Siapa sebenarnya si nenek? Tempat apa sebetulnya halte itu? Bagaimana kelanjutan kisah Julian? Kalo penasaran bisa langsung baca novelnya!!

Novel Halte Alam Baka menjadi novel perkenalanku dengan karya Kak Kai dan ternyata gaya bercerita Kak Kai ini cocok banget sama aku. Bahkan, novel HAB ini selesai kubaca dalam waktu nggak sampai setengah hari saking page turnernya novel ini. Dari awal Kak Kai posting tentang novel HAB, aku udah sangat sangat penasaran sama kisah di dalam novel dengan cover cantik ini. Alhamdulillah, aku diberi kesempatan untuk bisa baca kisah Julian ini dan isinya melebihi dari ekspektasiku.

Tema yang diangkat Kak Kai ini memang tema yang terbilang jarang diangkat oleh penulis lain dan itu menjadikan novel HAB ini kerasa sangat fresh dan unik. Kalo baca blurbnya mungkin akan terasa seperti novel terjemahan, tapi ini real karya penulis lokal Indonesia yang luar biasa. Untuk tema memang terbilang jarang digunakan oleh penulis lain untuk karyanya, tapi konflik-konflik yang Kak Kai suguhkan dalam novel ini tuh sangat related dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Diceritakan menggunakan sudut padang orang ketiga serbatahu bikin aku semakin paham sama apa yang terjadi, bisa lebih memahami apa yang mereka rasakan dan mengerti semuanya dari perspektif para tokohnya. Apalagi, Kak Kai memilih alur campuran dengan sekat nyata yang smooth menggunakan keterangan waktu agar aku dan pembaca lain nggak bingung ketika baca novel ini.

Aku suka sama cara Kak Kai menempatkan konflik-konflik dalam novel ini karena berhasil banget mengaduk-aduk emosiku. Saat baca tuh aku beneran merasa seperti menaiki roller coaster, semua emosi keluar dengan baik. Diajak untuk semangat karena pekerjaan salah satu tokohnya, diajak emosi dan ingin nyelepet tokohnya, dibuat merasakan takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, bahkan ada banyak part yang bikin aku nangis karena merasa related dengan apa yang terjadi sama tokohnya. Resolusi yang disuguhkan Kak Kai pun nggak kalah bikin hatiku lega. Bahkan, selama baca novel ini, aku tuh berusaha menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, menebak tokoh A ini siapa gitu dan senengnya tebakanku benar.

Tokoh dalam novel ini tuh terbilang sedang, nggak banyak dan nggak sedikit juga. Semuanya punya porsi yang pas, semuanya punya peran penting dalam membangun novel HAB dan pastinya saling berkaitan satu sama lain seperti ada benang merah tak kasat mata yang menghubungkan para tokohnya.

Julian. Seorang jurnalis muda yang kekeh meliput tentang Halte misterius ini. Suka banget sama kegigihan dia, lihat Julian itu mengingatkan pada seorang podcaster terkenal di Indonesia yang juga mendapatkan ribuan email sama dengan yang Julian dapatkan, tapi persamaannya hanya dibagian terima banyak email yang berisi kisah seseorang. Melihat Julian ketika bekerja tuh bikin aku pengen jadi seperti dia, menulis rubrik 'Kisah Pembaca'. Meski terlihat seru, tapi risikonya besar.

Darryl. Senior Julian di tempat kerja. Dia ini baiknya kebangetan kataku. Effort untuk menolong orang tuh nggak main-main, apalagi menolong seorang wanita yang dia suka meski wanita tersebut kerap kali menolak pernyataan cintanya. Green flag banget si Darryl ini, tapi awal dia muncul aku sempat gedeg banget sama tingkahnya. Cuma aku paham sih kalo itu memang kerjaan dia. Aku penasaran sama hatinya dia tuh terbuat dari apa? Kok bisa banget sebaik itu.

Dewa. Teman Julian. Dari awal aku tuh kesel ya sama dia, modelan Dewa ini nggak cocok banget jadi temenku, apalagi sama lagaknya dia itu. Tensi darahku keknya bakalan naik terus. Dia emang sering bikin kesel, tapi dia bukan tokoh yang jahat.

Albert. CEO Suara Kita. Ingin rasanya aku nyelepet ini orang, kalo bisa malah kebiri orang satu ini. Entah soal urusan rumah tangga, percintaan, dan pekerjaan semuanya gak ada yang bikin aku kagum sama dia. Yang ada malah pengen ngutuk si Albert ini.

Contessa. Dia ini sosok perempuan yang ingin terlihat kuat dan wanita yang wah banget. Cuma berbagai kelakuan tanpa empatinya itu yang bikin aku muak sama dia. Cara yang dia pilih itu adalah cara yang nggak akan pernah kudukung.

Gama. Dia ini real sosok paman yang asyik dan peduli sama keluarganya. Effort dia untuk keluarganya tuh sebagus itu. Aku lebih suka sama cara bersikap Gama dibandingkan Tessa.

Puji dan Reno. Sepasang kekasih yang melakukan kesalahan yang nggak pernah bisa kubenarkan, tapi sikap yang mereka ambil setelah kejadian tuh adalah pilihan baik. Hanya saja mereka bertemu dengan orang-orang jahat yang merampas kebahagiaan mereka.

Ava. Anak spesial yang baik menurutku. Aku cuma benci orang-orang yang udah jahat sama Ava. Kisah hidup Ava ini salah satu kisah yang bikin aku nangis. Terlihat capek memang saat Ava tantrum, tapi Ava ini punya keahlian luar biasa yang bikin aku terpukau. Mana sekali lihat orang, Ava bisa dengan mudah mengenali orang tersebut.

Di atas adalah beberapa tokoh dari sekian banyak tokoh yang ada dalam novel ini yang nggak bisa kusebutkan semua. Namun, tetap saja mereka yang nggak kusebutkan itu memiliki andil penting untuk jalannya kisah di novel HAB ini. Aku suka banget dengan interaksi beberapa tokohnya di novel ini, ada interaksi yang menggambarkan kasih sayang, kegigihan, ketulusan, serta ada interaksi ketenangan dan penyesalan.

Setting waktu yang dipakai dalam novel ini sudah disusun dengan sangat rapi dan smooth, begitu juga dengan setting tempat di novel ini. Sampai rasanya aku tuh seperti berada di tempat tersebut saat baca novel ini. Aku juga berpikir kira-kira apakah ada tempat seperti dalam novel ini di dunia nyata karena kalo ada rasanya aku ingin tinggal di sana, terutama di perumahan tempat Gama dengan anaknya tinggal. Rasanya di sana tuh tenang dan nyaman untuk ditinggali. Cocok juga untuk masa tua.

Novel ini menggambarkan pertemanan remaja yang nggak sehat, menggambarkan hubungan percintaan yang terlalu bebas, menggambarkan bagaimana dunia jurnalis sebenarnya, menggambarkan tragedi yang pernah terjadi di tahun 90-an, serta menggambarkan bagaimana sebenarnya dunia politik yang bisa dibilang itu bukan rahasia umum lagi.

Dari novel Halte Alam Baka ini aku belajar banyak hal, seperti : belajar untuk nggak egois, untuk nggak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kita mau, untuk nggak terbuai dengan mulut manis lawan jenis, untuk nggak serakah, belajar untuk berempati, belajar untuk nggak memanfaatkan keadaan seseorang, untuk nggak mengambil apa pun yang bukan hak kita, untuk nggak terlalu mengekang atau mengatur keluarga atau anak, belajar arti sebuah ketulusan, serta masih banyak lagi moral value lainnya dari novel ini yang bisa kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semua tentang novel ini aku suka banget. Judulnya yang unik, mudah diingat, dan punya makna yang dalam banget. Covernya yang super cantik dan tentunya menggambarkan judul serta kisah dalam novel ini. Covernya ini bikin aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan rasanya ingin masuk ke dalam covernya saking cantik ilustrasi pemandangannya. Layout novel ini pun nggak kalah menarik, tentunya masih berhubungan dengan judul dan isi novel. Font yang dipakai pun bervariasi dan sesuai dengan penggunaannya, ukuran fontnya pun nggak menjadi masalah karena nggak bikin mata cepat lelah saat baca.

Novel Halte Alam Baka adalah salah satu novel page turner yang bikin aku nggak rela untuk cepat berpisah dari kisah Julian dan tokoh lainnya. Novel ini bisa didapatkan di store Gramedia terdekat (ini bisa cek dulu ketersediaannya di Gramedia/com) atau bisa ditemukan juga di marketplace kesayangan kalian.

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel yang semua tokohnya saling berhubungan, buat yang suka baca novel yang heartwarming, buat yang ingin berkenalan dengan karya Kak Kai, serta buat yang suka dunia jurnalis dan politik.
Profile Image for Lesh✨.
281 reviews4 followers
November 4, 2025
Menceritakan tentang Julian seorang pekerja media yang ditugaskan untuk memublikasikan rubrik tulisan Kisah Pembaca dari orang-orang yang mengirimkan surat ke redaksi tempat dia bekerja. Beberapa tulisan-tulisan yang diterima Julian memiliki kesamaan cerita yang menjadikan topik itu dinanti banyak penggemar. Cerita itu adalah Halte Alam Baka, yakni adanya sosok nenek tua perajut yang selalu duduk di halte asing berwarna merah. Rupanya, hanya orang-orang terpilih saja yang bisa melihat sosok nenek dan halte itu.

Alur kemudian dibagi menjadi 199x dan 202x dengan kisah masing-masing tokoh yang saling berkesinambungan antara masa lalu dan masa depan.

Di masa lalu (199x) pembaca akan bertemu dengan: (1) Puji, anak SMA yang hamil di luar nikah. (2) Reno anak pejabat yang depresi karena dipindahkan keluar negeri oleh ibunya. (3) Cortessa, wanita alpha dengan ambisinya yang ingin menjadi tokoh politik. (4) Gama, kakak Tessa yang berseberangan pemikiran dengan Tessa. (5) Dira, Inke, dan Ava, satu keluarga yang hidup dalam ekonomi sulit pasca PHK, sementara Ava berkebutuhan khusus.

Di masa depan (202x) pembaca akan bertemu dengan: (1) Dewa, rekan kerja Julian yang meragukan tulisan dari pengirim surat mengenai halte misterius itu. (2) Sandra yang hamil di luar nikah. (3) Darryl atasan Julian yang mengenal Sandra. (4) Albert, selaku CEO dari CEO Suara Kita. (5) Julian.

Dengan tokoh yang sebanyak ini, setiap kasus akan diurai kemudian disatukan oleh sebuah cerita dari Nenek Halte. Para penulis surat (selain tokoh di atas) membagikan ceritanya tentang bagaimana Nenek Halte mampu menentramkan hati yang terluka, dan kemudian memberikan barang rajutannya yang dapat dipakai banyak orang.

Aku suka buku ini, hanya saja aku perlu mencatat banyaknya tokoh, kesinambungan di antara mereka, alur maju mundur, yang membuat aku kewalahan sendiri dan bingung harus fokus dan simpati kepada siapa (walaupun semua tokoh punya luka masa lalu). Andai tokoh bisa diperkecil, mungkin akan lebih nyaman dibaca. Cerita magical realism-nya cukup hangat, tapi kadang masih sulit membayangkan lokasi halte itu—di balik kaca—dapat mendengar suara orang yang berbicara dengan jelas.
3 reviews
January 1, 2026
BAGUS BANGET
Pada awalnya aku bingung akan banyaknya karakter yang dikenalkan pada bab-bab awal. Sempat tak ingin melanjutkan novel ini, karena pula bab-bab nya ditulis dalam format tahun 199x dan 202x. Bagi aku pembaca novel yang lebih familier dengan bab yang ditulis dengan judul merasa aneh akan format tersebut. Apa lagi aku harus menghubungkan setiap karakter dari setiap timeline,kadang aku tak menemukan benang merahnya yang membuat aku semakin malas membaca. Tapi semakin lama aku membaca semakin aku mencintainya. Semakin lama aku menemukan benang merah setiap karakter. Tulisan dari sang penulis juga semakin lama menggugah nafsu bacaku. Rasanya sang penulis benar-benar mencurahkan semua jiwanya dalam novel ini. Dari sekian banyak karakter aku sangat suka terhadap satu keluarga kecil di novel ini. Awalnya aku pikir mereka tak penting dan hanya selingan supaya target kata tercukupi. Tapi malahan di akhir, keluarga tersebutlah yang membuat air mataku mengalir dengan sangat amat deras. Lebih deras dari momen momen lain yang aku baca. Pesan moral juga bisa aku tangkap dengan sangat baik di novel ini. Momen saat aku membaca liputan terakhir membuka mataku akan halte alam baka. Aku juga suka akan bagaimana penulis menambahkan plot twist-plot twist kecil pada cerita. Apalagi terhadap yang kita anggap "penjahat" di novel ini.

Sekian reviewku akan novel yang indah ini. Maaf jika aku ada salah kata. Ini adalah novel pertama yang aku review di platform ini. Terimakasih :)
Profile Image for Hirai.
199 reviews6 followers
September 13, 2025
“Bagaimana rasanya ketika kita diberikan kesempatan bertemu orang-orang yang sudah meninggal?”

Buku ini memang masuk kategori fantasi magical realism namun ketika semakin membaca jauh sampai halaman akhir ternyata efeknya mampu memberikan self healing untukku mungkin juga pembaca lainnya. Ada sisi renungan, perubahan perspektif, sentuhan atau nasihat untuk hati nurasi, penyesalan dan juga beberapa hal yang mungkin selama ini tidak pernah terpikirkan sebelum membaca bukunya. Kalimat yang terlontar setelah menamatkan bukunya adalah DUNIA SEMPIT BANGET ya! Kayak kita sebenarnya tak pernah diberikan kesempatan untuk berbuat jahat apalagi hukum karma dan sebab akibat memang nyata adanya. Lantas untuk apa kita memilih menjadi antagonis di antara orang-orang protagonis itu?
GILA! Alurnya sangat rinci, perpindahan masanya halus smooth banget dan plotnya saling berkaitan padahal kalau pembaca sadar buku ini memadukan masa lalu dan masa kini campur aduk hanya disekat lewat sub bab. Aku suka bagaimana cara penulis tetap menonjolkan makna Halte Alam Baka di samping mengembangkan karakter masing-masing tokohnya yang lumayan banyak. Jangan khawatir buku ini tidak hanya berfokus pada satu cerita utama melainkan membawa luka dari masing-masing tokoh di dalamnya. Apakah tokoh-tokoh tersebut mirip dengan orang-orang di sekitar kita atau mungkin justru kitalah pemeran utama di dalamnya?
Hubungan sebab akibat dan konsekuensi atas tindakan yang dipilih sangat ditonjolkan sekaligus sebagai nasihat sekecil apapun pilihan hidup yang kita pilih suatu saat kita harus mempertanggungjawabkannya. Rumus membaca buku ini adalah kenali setiap karakter tokoh, pahami alurnya dan jangan lupa bernafas karena memang semengalir itu ceritanya.
Membaca buku ini mungkin akan membuatmu menangis, meratapi kehidupan atau bahkan ingin menemukan halte tersebut demi bertemu orang-orang yang sudah mendahului kita. Sayangnya kita hidup di dunia nyata jadi sebelum waktu berhenti berputar memisahkan hubungan antara kita cobalah segera perbaiki tali yang mulai renggang, segera bersihkan kaca yang mulai buram sebelum putus, sebelum retak. Tentu saja yang kumaksud bukan perihal tali maupun kaca namun tentang hubungan sesama manusia.
Tokoh-tokoh di dalam buku ini cukup seimbang ada yang baik dan ada yang kurang baik mulai dari kisah orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, remaja yang salah pergaulan, kehidupan penguasa yang banyak uang, kehidupan orang-orang berpolitik dan pilihan seorang anak yang terbuang. Kamu boleh memilih menjadi Tessa atau memilih jadi Gama maupun Julian dan Sandra namun jangan lupa bahwa setiap pilihan harus selalu dipertanggungjawabkan. Orang-orang jahat itu mungkin saja sudah mengerti apa yang akan menimpa mereka karena dikuasai oleh ketakutan dalam dirinya. Menjadi baik adalah pilihan namun berbuat baik adalah keharusan. Dari buku ini semoga kita bisa menjadi orang-orang baik meskipun sedikit tempat untuk kita berlindung di dunia yang penuh manipulasi ini.

Hal yang Menarik dari Bukunya:
• Halte sebagai tempat utama yang mempengaruhi keseluruhan cerita tidak hanya dijadikan pajangan atau disebut ala kadarnya namun benar-benar menjadi kunci penting dari ceritanya.
• Penjelasan tentang sosok nenek, halte dan juga bagaimana pertemuan antara orang hidup dan yang sudah meninggal cukup konsisten dan menyayat hati.
• Penulis menggabungkan beberapa kisah hidup menjadi satu alur kesatuan cerita mengalir sekaligus mempertegas fungsi dari Halte Alam Baka itu sendiri.
• Cara penulis menjelaskan cerita masa lalu dan masa sekarang sangat smooth tanpa jeda namun mudah dipahami.
• Adanya benda-benda rajutan menjelaskan fungsi nenek dan juga kepiawaiannya dalam merajut sebagai kenang-kenangan untuk orang yang datang (mendapatkan kesempatan bertemu halte tersebut).
• Buku ini berani mengambil beberapa isu dan konflik sekaligus mulai dari kekuasaan, keserakahan, kesalahan memilih jalan hidup, keluarga, anak berkebutuhan khusus, politik, media, kriminal misteri dan kasus yang sengaja ditutup-tutupi.
• Tokohnya memang banyak namun semuanya dibahas tentang perkembangan dan nasib akhirnya termasuk kisah anak luar biasa di dalamnya serta respon masyarakat yang masih tabu mengenai kehadirannya. Kenyataannya memang begitu kan dibandingkan menerima mereka di masyarakat kebanyakan justru menjadikannya sebagai samsak bullying.
• Akhir penyelesaian konflik yang mulus dan mengharukan terimakasih sudah membuat saya menangis 5x.

Pelajaran yang Didapatkan:
Tak pernah ada yang tahu kapan kematian datang menjemput yang bisa kita lakukan adalah bersiap menjadi pribadi sebaik mungkin dan menyelesaikan apa-apa yang mungkin kita tunda. Manfaatkan waktu sebaik mungkin dengan teman, kerabat maupun keluarga agar tidak renggang selagi masih diberikan kesempatan. Berhati-hatilah dalam memilh keputusan dan jalan hidup karena sekecil apapun itu tetap harus kita jalani sebagai bentuk pertanggungjawaban. Tak ada obat dan konsekuensi dari sebuah penyesalan jadi sebelum menyesal kamu harus menentukan sikap. Tak akan pernah ada yang namanya pengalaman ketika kita bisa menghindari adanya penyesalan.

Untuk siapa buku ini:
Buku ini cocok dibaca untuk siapapun yang selama ini mungkin masih meremehkan waktu dan masalah yang ditunda penyelesaiannya. Buku ini cocok untukmu yang mungkin merindukan orang-orang tersayang namun mereka sudah pergi mendahuluimu. Buku ini bisa menjadi renungan untukmu yang mungkin mengalami masalah serupa dan kesulitan keluar dari overthingking sehingga menyita sebagian besar waktu tidurmu. Halte Alam Baka cocok dibaca untuk semua orang yang membutuhkan bahan renungan atas segala konsekuensi tindakan yang sudah dilakukan.
2 reviews
January 3, 2026
Halte Alam Baka —— Kai Elian

•••

280 halaman - 4 / 5 ⭐



Buku pertama di tahun 2026 yang menyenangkan! Bukunya seru, menarik dan juga hangat. Tiap bab-nya pendek-pendek tapi padat, jadi sama sekali gak bikin bosan dan progres baca gak tau kenapa jadi cepet.

Alurnya bolak-balik antara 202x dan 199x tapi gak bikin bingung. Di awal-awal agak sedikit effort buat ngapalin nama-nama tokoh-nya karena lumayan banyak. Tapi lama-lama bakal terbiasa dan hapal dengan sendirinya. Terlebih lagi tokoh A cuma ada di 202x dan B cuma ada di 199x. Gak dicampur-campur sampai waktunya tiba, hihi.

Buku ini dibuka dengan Julian si jurnalis muda yang tertarik dengan surat-surat dari pembaca rubrik Kisah Pembaca tentang sebuah halte merah dengan seorang nenek tua yang pakai baju rajut warna-warni. Halte yang kemudian disebut Halte Alam Baka ini bisa mempertemukan seseorang dengan orang yang sudah meninggal.

Julian sendiri punya alasan kenapa dia bisa percaya sama keberadaan halte ini, karena dia pengen dapat kesempatan menemukan halte ajaib ini. Dia mau ketemu seseorang.

Tapi gak ada yang tahu cara kerja halte ini. Kapan dan di mana dia bakal muncul gak ada yang bisa memprediksi. Siapa yang akan menemukan halte ini juga gak ada yang tahu. Kalau kamu beruntung, akan diperlihatkan deh si halte merah.

Konsepnya tuh, mirip Toko Jajanan Ajaib Zenitendo, gitu. Khusus buat orang-orang yang beruntung aja.

Seperti yang aku bilang, tokoh-tokohnya banyak. Kalau Julian ini berada di tahun 202x, ada Puji dan Reno dari tahun 199x. Puji ini masih 16 tahun, masih muda tapi nasibnya malang banget. Dia hamil sama pacarnya, Reno. Reno mau banget tanggung jawab, tapi … dia gak berani jujur ke ibunya kalau dia menghamili pacarnya dan malah minta bantuan pamannya, Gama, buat ngasih tahu ke ibunya.

Dan yang bikin aku kesal, sampai akhirnya Puji melahirkan, gak ada yang bilang ke ibunya si Reno, termasuk pamannya yang janji mau ngasih tahu. Gara-gara ini, Puji harus kehilangan anaknya karena Tessa—ibu Reno—gak setuju Reno menikahi Puji. Puji dipisahkan dari anak yang belum lama dilahirkan dan juga harus terpisah dari Reno. Bayangkan, 16 tahun udah harus ngalamin kejadian semenyakitkan ini!

Dan aku penasaran, nasibnya Puji ini nantinya gimana karena di awal-awal di-spill kalau dia mau bunuh diri. Terus timeline-nya bergerak ke belakang. Ke masa-masa sebelum Puji mau bunuh diri. Aku dibikin bertanya-tanya, apa yang kemudian terjadi sama Puji?

Gak cuma Puji, anaknya—namanya Kasih—juga gak kalah menderita. Dia diculik baby sitter-nya sendiri untuk dijual dan waktu Gama menelusuri jejak Kasih, Kasih udah gak tahu lagi di mana. Karena saat itu pasangan yang mengadopsi Kasih tewas akibat kerusuhan. Kayaknya kerusuhan 1998, ya?

Di periode waktu yang sama (199x) ada pasangan suami istri Dira dan Inke yang punya anak laki-laki spesial penderita autistik. Kehidupannya Ava gak kalah menderita. Karena kondisinya yang gak bicara, dia jadi korban fitnah dan mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan. Aku kesel banget sama orang-orang yang gak mau dengerin penjelasan Dira.

Apa yang menimpa Ava tuh mungkin banyak terjadi di kehidupan nyata. Di mana para pelaku membalikkan keadaan sehingga menjadi korban dan membuat korban menjadi pelaku. Kemudian orang-orang dengan mudahnya menghakimi tanpa merasa perlu mencari tahu kebenaran.

Soalnya emang bener, kan, lebih gampang untuk mempercayai apa yang ingin kita percaya ketimbang mempercayai kebenaran.

Julian, Puji, Reno, Dira, Inke dan Ava. Berarti tersisa, Sandra, Darryl, Albert dan Tessa.

Kita ke Sandra dulu, deh. Sandra ini perempuan simpanan. Dia selalu meyakinkan dirinya kalau Albert lebih mencintai dia ketimbang istri sahnya. Sampai kemudian Sandra hamil dan dipaksa menggugurkan kandungannya sama Albert.

Ada scene di mana kalau ini drama Korea, kayaknya bakal iconic, deh. Jadi, ada adegan di mana Sandra berusaha kabur saat mau operasi menggugurkan kandungannya alias aborsi. Kakinya lumpuh karena pengaruh obat bius, dan dia pake kursi roda buat kabur dari rumah sakit.

Sedangkan Tessa, dia ini anggota dewan yang udah lima periode menjabat dan masih mau nyalon lagi! Padahal usianya udah gak muda. Karir politiknya mulus, padahal banyak hal-hal menarik yang terjadi di awal karirnya sebagai anggota dewan.

Inilah yang sedang ditelusuri Darryl. Darryl ini seniornya Julian. Mereka sekantor. Dia yakin banyak rahasia yang disembunyikan Tessa. Misalnya tentang kebakaran yang menewaskan satpam yang bekerja di rumahnya di awal karirnya. Atau misteri tentang anak satu-satunya, Reno, yang gak pernah kelihatan batang hidungnya. Tessa bilang Reno ada di Kolumbia, tapi Darryl sudah memeriksa, Reno gak ada di sana.

Nah, Tessa ini ternyata kenal baik sama Albert. Pemilik Suara Kita tempat Darryl bekerja itu Albert. Pokoknya muter-muter lah disitu. Si anu kenal ini, si itu kenal si anu.

Mereka semua, terikat oleh benang merah. Mereka saling terhubung dan bikin syok, sih. Beberapa identitas tokoh yang aku sebutkan tadi ternyata sebenarnya satu orang yang sama.

Yang paling bikin aku penasaran itu kasus kebakaran 25 tahun lalu yang berhubungan sama Tessa. Dan menariknya, kasus ini bikin tokoh-tokoh yang ada di buku ini jadi saling terhubung.

Nah, ada satu kasus kebakaran lain, kasus kebakaran toko roti orangtuanya Inke yang bikin bapaknya Inke meninggal. Aku pikir bakal ada penjelasan lebih lanjut. Tapi ternyata enggak, apa aku kelewatan, ya? Atau emang begitu aja?

Atau mungkin bakal ada Halte Alam Baka ke-2, hihihi.

Apapun itu, yang jelas buku ini berakhir dengan cukup baik. Happy ending. Tapi aku berharap Albert lebih menderita, sih. Hahaha.

Kalian harus baca, tulisan-tulisan Kai Elian tuh cocok di aku. Semuanya seruu dan bagus.

Oke, segini dulu.

Sampai jumpa di buku berikutnya.

Bye~
Displaying 1 - 30 of 79 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.