Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mobil, Bokap, Gue

Rate this book
Dinar tak pernah kangen dipeluk Ayah. Jangankan kangen, ingat terakhir kapan dipeluk aja nggak. Ayah tuh nggak asyik, galak, sudah gitu juga bau oli karena lebih sayang sama mobil antiknya dibanding sama Dinar. Ayah beda sama ibu yang hangat dan harum kue-kue lezat. Kayaknya ini gara-gara dulu, sebelum pensiun dini, Ayah lebih asyik sama kerjaannya.

Masalahnya sekarang Dinar bohong kalau dia bisa nyetir sama Bianca, Helen dan Nadia. Mereka bertiga senang banget dan langsung merencanakan liburan road trip. Mereka adalah para teman barunya di Jakarta. Jadi penting banget untuk Dinar mengubah kebohongan itu jadi kenyataan.

Sekarang Dinar, mau nggak mau, belajar nyetir sama Ayah. Sudah gitu mendadak ada dua cowok yang masuk ke dalam hidupnya dan pelan-pelan berusaha mengambil alih kemudi hatinya.

348 pages, Paperback

First published August 1, 2014

5 people are currently reading
64 people want to read

About the author

Mobil, Bokap, Gue

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (18%)
4 stars
9 (56%)
3 stars
4 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
October 10, 2014
Halluna Lina berhasil menyajikan cerita dengan sangat apik. Pesan yang terkandung di dalamnya pun berhasil dia kemas dengan begitu rapi, asyik, dan lucu. Konfliknya pun terasa sangat pas dan nggak lebay dengan karakter-karakter yang kuat.

Review selengkapnya: http://butirbutirhujan.wordpress.com/...
5 reviews
October 2, 2024
Certainly! Here is a review for the book "Mobil, Bokap, Gue" (Paperback):


"Mobil, Bokap, Gue" is a compelling narrative that delves into the complexities of family dynamics, youth, and the evolving relationship between a father and his child. Set against the backdrop of contemporary Indonesia, the story is a poignant exploration of generational conflicts and the quest for understanding in a rapidly changing world.

The protagonist's journey is both relatable and enlightening, providing readers with a window into the cultural nuances and societal expectations that shape their lives. The author's portrayal of the father, affectionately referred to as "Bokap," is nuanced and multi-dimensional, highlighting his struggles, hopes, and the love he has for his child, despite the misunderstandings that often arise between them.

The use of the car ("Mobil") as a central motif is particularly effective, symbolising not just a means of transportation but also a vessel for memories, conversations, and the passage of time. It represents the physical and emotional journeys that the characters undertake, both together and individually.


146 reviews
January 2, 2017
Awalnya gue sempet ngira ini klise, benaran teenlit yang teenlit banget, Alhamdulillah setelah maju beberapa bab, gue enjoy dengan pembawaan penulisnya yang ringan, ngelucu walau kriuk (tapi menghibur). Konflik yang diangkat juga kayaknya jarang jarang ada, tapi untuk geng-gengan gitu, gue malah ngebandingin buku ini dengan seri glam girls, persis. Overall, buku ini keren, seru, nyadarin kita bahwa bapak-bapak galak itu ga selamanya nyebelin, tapi kadang ngangenin. Suka banget sama tagline : cinta ayah,cinta anak dan cinta pertama. 3,5/5
Profile Image for Dante.
53 reviews
September 5, 2021
baca ini dulu pas masih SMP... LUCU BANGET BENERAN it was very cute bapaknya dinar lucu, dinarnya lucu, cowo yang jadi pacarnya dinar juga LUCU tapi lupa siapa namanya :(
67 reviews
January 1, 2026
baca ini dulu pas masih SMP... LUCU BANGET BENERAN it was very cute bapaknya dinar lucu, dinarnya lucu, cowo yang jadi pacarnya dinar juga LUCU tapi lupa siapa namanya :(
Profile Image for Nene.
68 reviews1 follower
March 4, 2017
Asyik, khas remaja. banyak pelajaran tentang keluarga, tentang persahabatan, tentang cinta. hahaha.
Profile Image for Saptorini.
Author 5 books12 followers
December 10, 2014
Sejak menemukan blog Halluna Lina, aku langsung suka dengan gaya nulis dia. Ngalir, lucu, tapi bikin merenung.
Ternyata di novelnya ini juga nggak jauh beda. Meskipun aku bukan lagi teenager, *ngaku berapa umurnya buuu* tapi aku bisa nikmatin sampai selesai.

Karakternya Ayah di sini mirip banget sama Bapakku. Sama-sama bikin gugup dan sama-sama berkumis. Tapi sekarang bapakku cuma berjenggot panjang, kumisnya dicukur habis.
Kalau dulu aku suka keder pas diajarin matematika, Dinar keder diajarin nyetir.
Dan, aku lebih paham kalau yang nerangin itu masku, sementara Dinar lebih nyaman diajaran sama Riko.

Review lengkap nyusul.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.