Salah satu buku nonfiksi yang aku kasih bintang 5 full karena memang sebegitu ber-impact-nya ke aku. Selesai ngebaca judul ini juga bikin aku mikir kalau judul ini harus dibaca semua orang untuk lebih "mengenali" diri kita sendiri.
Sesuai judulnya buku ini membahas mengenai hal-hal seputar kesehatan, especially di sistem pencernaan. Karena memang dari awal penulis sudah menanamkan bahwa sistem pencernaan ini adalah hal yang paling mempengaruhi kinerja seluruh sistem dan organ yang ada di tubuh kita.
Lewat buku ini penulis juga berusaha mematahkan stigma-stigma yang mungkin sudah pernah kita dengar sedari dulu yang akhirnya menancap di pikiran kita dan mungkin sampai saat ini kita percaya aja. Padahal hal tersebut bisa dijelaskan secara rinci di sini.
Meskipun ini ngebahas tentang kesehatan, jangan mikir kalau buku ini udah keburu "serem" karena bahasannya yang kaku dan ala-ala textbook. Malah di sini jauh banget dari kesan yang kaku dan menggurui. Karena basically memang ini adalah tweet-tweet dari penulis yang dituangkan ke dalam buku dengan sedikit modifikasi, tentunya.
Karena kelihaian penulis dalam merangkai kata-katanya itulah yang bikin aku bisa cepet nyerep apa yang tersaji di sini dan setiap membaca satu bagian, aku akan takjub dengan pemikiran-pemikiran seperti itu. Dan aku nggak terkecuali yang kena imbas terhadap stigma yang berkeliaran itu. Akibatnya aku juga pernah percaya dengan kalimat-kalimat tersebut.
Dari 7 bab, di sini aku paling suka bab yang membahas mengenai diet dan juga obat. Karena di dua bab itu bener-bener membuat aku lebih mencoba untuk memahami yang terjadi sebenarnya di tubuh kita.
Setelah membaca buku ini aku mulai mengoreksi dan introspeksi mengenai daily food intake-ku yang mungkin masih kurang tepat merujuk pada konsep dan teori di buku ini. Dan buku ini juga bukan sembarangan menyuruh kita makan ini makan itu eliminasi ini eliminasi itu. Tapi juga disertai riset yang mendalam serta pemikiran-pemikiran berbagai tokoh yang penulis adaptasi menjadi suatu tulisan yang enak dan mudah dibaca.
Juga setelah membaca buku ini aku jadi kepengin mempraktikkan beberapa hal yang diajarkan di dalam sini. Lumayan juga kita bisa berbagi ke orang lain dengan pemahaman tambahan kita setelah membaca judul yang ini. Jadi buku ini impact ke diri kita dapet, ke orang lain juga dapet.
Ah, aku bisa lama banget kalau bahas buku ini. Aku bakalan bahas lebih detailnya di blog-ku jadi kalian bisa tunggu updatenya di sana. Dan sekali lagi, kalian coba deh baca judul yang ini. Mungkin kalian juga termasuk "korban" mitos yang beredar selama ini.
"Sehat itu sederhana, dekati Tuhan dengan mengkonsumsi ciptaan-Nya dalam bentuk semirip mungkin aslinya"
Awalnya saya dapat buku ini dari cuci gudang/bazar Penerbit Kompas dengan harga 4rb perak. Yang membuat saya tertarik covernya colorful, isi halamannya banyak yang berwarna, dan layout teksnya enaknya man dibaca. Buku ini berisikan tips kesehatan yang berfokus pada tindakan pencegahan & perawatan (preventif & suportif). Saya sendiri sedang dalam fase memperbaiki kualitas hidup secara fisik & mental dalam beberapa bulan terakhir ini. Jadi buku ini menjadi bahasan yang tepat. Ada 7 bab utama yang dibahas yaitu terkait makanan, pencernaan, penyakit, air, olahraga, dan obat. Semua bab ditulis saling melengkapi sehingga bacanya nyambung. Bahasa yang digunakan tidak terlalu ‘ilmiah’ sehingga bisa dinikmati dan dimengerti oleh orang yang awam tentang istilah-istilah kesehatan. Buku ini memuat informasi yang tidak konvensional kaitannya dengan mitos-mitos kesehatan yang umumnya dianut masyarakat dan mencoba meluruskan mitos-mitos tersebut. Sangat bermanfaat bagi pembaca yang ingin bacaan ringan untuk menambah pengetahuan kesehatan. BAB yang saya sukai yaitu Bab 5 Air dan BAB 6 Olahraga karena bab itu yang sedang relate dengan kehidupan saya. Yang saya kurang suka adalah bahasa yang digunakan penulis cenderung terlalu menggeneralisasi suatu keadaan kesehatan/penyakit tanpa mempertimbangkan faktor lain yang lebih kompleks, keren menurut saya problematika kesehatan itu kompleks jadi tidak melulu sekedar makan/minum ini menyebabkan ini. Seakan konsep yang dipaparkan penulis lah yang benar. Di luar itu, saya menikmati membaca buku ini di waktu luang saya.
Cover : 3 Quality of writing : 3.5 Pace : 4 Enjoyability : 4 Insightfulness : 5 Ease of reading : 4 Cohesion : 4 Overall : 3.93
Favorite Quotes "Karena terlalu lama dininabobokan oleh konsep pengobatan, maka bentuk Perawatan-pencegahan kesehatan yang menjadi tren, selalu diplesetkan" "Jangan ngaku sehat, kalau dikit-dikit minum obat, supaya sekedar bisa normal. Jangan sombong kuat, kalau pagi supaya segar harus minum kopi."
Buku yang ringan dan informatif. Ini adalah buku betema kesehatan pertama yang kubaca (dan selesai). Aku punya beberapa buku kesehatan, tepatnya hanya satu buku sebelum membeli buku ini.
Dari buku ini, aku mendapatkan banyak informasi terkait makanan sehat, food combining, ritme sirkadian, produk olahan, dan sebagainya. Tentu sebelumnya aku tidak tahu apa apa soal ini.
Membaca deretan tweet Bang Erikar tuh ringan, mudah dicerna, tapi beberapa ada istilah kesehatan yang aku belim tahu (mungkin efek belum baca jilid pertama 😂). Meskipun begitu, tidak terlalu menimbulkan banyak masalah, malah aju penasaran dengan isi buku pertama.
Kekurangannya sepertinya terletak pada beberapa pengulangan informasi. Karena buku ini merupakn kumpulan tweet Bang Erikar, informasi yang sebelumnya sudah pernah ditulis, diulang lagi di bab selanjutnya. Ada baik dan buruknya. Baiknya, pembaca jadi hapal karena dilakukan pengulangan informasi. Menyerap informasi mengenai nabati, susu dan turunan, dan istilah lain yang tidak akrab tentu bukan hal yang bisa dilakukan sambil lalu, kan? 🤣 Kalau aku sih.
Intinya, buku ini bermanfaat, tapi aku masih haus banyak informasi lain. Mungkin dibandingkn mengulangi informasi, akan lebih baik kalau memberi tambahan informasi 😂
Beli dan baca buku ini untuk mengingatkan diri sendiri, yang meskipun sudah cukup banyak belajar bahwa kesehatan tergantung pola hidup dan pola makan tapi... masih ada kebiasaan buruk yang sukar dilepaskan.
Minum kopi misalnya. Yang rutin setiap pagi.
Atau minum softdrink misalnya, meskipun kadang-kadang dan jarang.
Jadi... apa iya cukup mengingatkan saja? Bukannya mestinya mempraktekkan juga, ya?
Buku bagus. Isinya twitter2 Erikar Lebang (nggak pernah ngikutin sebelumnya). Isinya tentang bagaimana makan lebih manusiawi. Tentang food combining, dan hidrasi yang baik. Sarapan buah/sayur/biji. Jangan campur pati dan protein. Masih agak susah nih buat misahin lauk protein sama nasi >,< hikshiks. Soal kopi sama teh udah mulai ngurangi. Minum banyak masih agak males karena males pee. Ngejus sayur mentas juga masih agak-agak takut toxo sama males bikinnya haha. Tapi tetep usaha!
Have you read the first book? You should read the second one. You will get a lot of information that you have never known before. Nothing as a myth. Understand the body as a whole. Treat your body good for God has designed it perfectly.