Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seven Deadly Sins

Beautiful Liar

Rate this book
Sebagian besar manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, begitu ayahku berkata. Jika semua orang mengambil keputusan berdasarkan logika, tidak akan ada orang yang tertipu.

Jadi, aku mempermainkan pikiran teman-temanku dan mengambil uang, bahkan apa pun, yang mereka miliki.
Kau tak akan menyangka betapa mudah membuat mereka memercayaiku.
Mereka benar-benar polos. Aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan tanpa kesulitan dan keberhasilan ini patut dirayakan.

Namun, kali ini, mengapa seperti ada yang mengganggu nuraniku, menyuruhku berhenti, lalu berbalik arah?

Seorang penipu sepertiku tak akan bisa terbawa emosi. Tidak akan, meski ada "badai" memorak-porandakan hatiku sekalipun.

SEVEN DEADLY SINS adalah kompetisi menulis novel yang diadakan GagasMedia. Dalam kompetisi ini, penulis ditantang untuk menulis novel dengan karakter yang tidak sempurna dan memilih kekurangan tokoh utama dari tujuh dosa mematikan yang telah menjadi inspirasi bagi banyak penulis dan seniman.

Wrath (amarah), lust (nafsu), gluttony (kerakusan), greed (keserakahan), sloth (kemalasan), envy (kecemburuan/iri hati), dan pride (kesombongan). Temukan "dosa" dari ketujuh dosa itu di naskah para pemenang kompetisi ini dan bersiaplah hanyut ke dalam dunia “ketidaksempurnaan”.

300 pages, Paperback

First published August 23, 2014

10 people are currently reading
187 people want to read

About the author

Dyah Rinni

11 books75 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
48 (24%)
4 stars
80 (41%)
3 stars
61 (31%)
2 stars
4 (2%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 69 reviews
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
July 31, 2018
Sungguh, bulan ini aku malas mereview bacaan. Maunya baca baca baca, kasih rating, udah 😂

(loh kok malah curhat)

Intinya, aku suka buku iniii. Padahal belinya ngga sengaja. Paling suka sama Badai! 😆
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
January 15, 2015
3.5 bintang

Novel remaja karya Mbak Dyah Rinni memang bagus-bagus! Setelah sebelumnya terpukau dengan "Unfriend You", novel "Beautiful Liar" ini juga berhasil memikat saya. :Db

Komentarnya trivial aja yah.

*Suka plotting-nya. Menurut saya plotting-nya sangat rapi dan benar-benar membentuk kesatuan alur yang utuh+memuaskan, mulai dari orientasi sampai resolusi. Mbak Dyah jago merangkai alur~

*Temanya unik, menarik, nggak biasa.

*Konfliknya tampak sederhana, tapi sebetulnya lebih serius daripada yang dikira. Perfect buat remaja untuk belajar tentang kehidupan.

*Dosa karakter utamanya, Greedy, dapet banget! Karakterisasi Lunetta yang flaw ditulis sangat manusiawi. Perkembangan karakternya juga bagus--yang awalnya pembaca mungkin sebel sama Lunetta, pada akhirnya bisa jadi lebih maklum dan mungkin jadi suka. Belum lagi si kece Badai yang akan dengan mudah bikin pembaca jatuh cinta, haha.

*Hubungan Lunetta-Badai sweet banget... manisssss unyuuuhhhh. Porsi romansa yang pas, as expected from novel remaja yang manis. Saya terutama suka adegan Lunetta menyuapi Badai puding, itu asli sweet banget! Apalagi Lunetta pakai yukata dan Badai pakai kostum beruang. Kurang sweet apa coba... berasa baca shoujo manga.

*Ngomong-ngomong soal puding, saya langsung mengasosiasikannya dengan dorama Jepang My Boss My Hero, hehehehehe.

*Banyak pesan moral yang bisa dipetik dari novel ini, nice!

*Bahasanya enak banget; mengalir, meremaja.

*Yang paling saya suka dari novel ini adalah kalimat-kalimat majas hiperbolanya yang lucu. XD Apa ya... pakai perumpamaan sarkas yang nggak biasa, yang lebay banget tapi saking lebaynya jadi bikin nyengir. :))

E.g.:

"Gadis itu beruntung Badai hanya namanya, bukan berarti ia punya kekuatan seperti badai. Karena kalau iya, ia akan menggunakan kekuatannya, melemparkan gadis itu ke Gurun Sahara." (hlm 45)

"Jadi, Lunetta berpikiran bahwa Japan Club itu semacam kode bahwa ia akan dipaketkan ke Afganistan untuk merawat anak-anak korban perang selama setahun sehingga saat ia kembali ke Jakarta, ia akan menjadi Bunda Theresa berikutnya. Atau bisa jadi, Japan Club berarti kode bahwa Lunetta akan dikirimkan ke sebuah suku pedalaman untuk belajar kearifan alam atau sejenisnya." (hlm 117-118)

"... duduk seorang cowok yang wajah cakepnya bisa bersaing dengan anggota boyband plus kekayaan yang bisa bersaing dengan raja minyak Arab, tetapi punya masalah kepercayaan diri yang lebih parah daripada seekor tikus. Apa dia tidak sadar bahwa peluangnya ditolak Misty itu sama kecilnya dengan kejatuhan dinosaurus dari langit? ... Arvad terperangah seakan-akan Lunetta baru saja menyarankannya untuk pergi melawan bajak laut Somalia." (hlm 210)

Gimana nggak nyengir coba baca kalimat-kalimat sinis-lebay kayak gitu? =))


*Mbak Dyah Rinni kayaknya hobi banget bikin setting sekolah superglamor. XD Seingat saya di "Unfriend You" juga. Tapi Eglantine di sana masih lebih masuk akal daripada Soulja di sini, hahaha. Rasanya nggak kebayang ada sekolah pakai dewa-dewi Yunani buat apa aja, ada patung-patungnya segala, pakai dinamain sesuai nama dewa-dewi lagi untuk ruangannya. :)))) But it's OK lah buat lucu-lucuan.

*Suka endingnya, meninggalkan senyum lebar di wajah. :)


Overall, baca buku ini sangat menyenangkan. Pilihan bagus untuk yang nyari novel remaja ringan tapi berisi.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books462 followers
August 28, 2014
Lunetta merasa Mamanya mengambil kehidupan bahagianya dengan memisahkannya dengan sang Papa tercinta. Pasca perceraian kedua orang tuanya, Lunetta hidup bersama Papanya, bertualang dari satu tempat ke tempat yang lain dengan adrenalin yang selalu terpacu. Tapi justru hidup penuh petualangan itulah yang dia inginkan. Karena itu, Lunetta melakukan keahliannya membuat masalah agar pada akhirnya sang Mama menyerah dan mengembalikannya pada sang Papa. Sayangnya, menjadi jahat ternyata nggak semudah itu.

***




Premis utama dari kisah ini adalah seberapa besar pengaruh lingkungan (orang-orang yang berinteraksi dengan kita) terhadap kehidupan kita. Emang nggak diragukan lagi, manusia itu makhluk dengan adaptability dan imitability (benar nggak?) yang luar biasa. Mungkin juga yang disebut watak, yang kata orang adalah ciri khas yang nggak bisa diubah, itu cuma bentukan dari pengetahuan-pengetahuan yang didapat pada level dasar.


Bahasanya lugas dan sehari-hari, alurnya asik, bikin penasaran dan nagih. Karakternya kuat. Yang membuat menarik adalah bagaimana karakter-karakter dalam novel ini ter-eksplore dengan cukup. Lunetta yang pintar tapi licik, Badai yang badung tapi unyu, Arvad yang ganteng tapi agak gitu deh, Misty yang manis tapi rempong, Bella yang baik tapi polos, Miss Nadine yang smart tapi punya masa lalu kelam. Setiap karakter memiliki dua sisi. Lunetta meskipun licik tapi dia juga peduli dengan teman-temannya. Emosiku naik turun mengikuti cerita buku ini. Kadang sayaaaang pada Lunetta, kadang benciii setengah mati. Itu kan, kenapa kompetisi ini diciptakan. Bagaimana tokoh dengan sifat-sifat buruk muncul, tapi tetap membuat tokoh tersebut disayang pembaca (setidaknya aku sayang Lunetta).

Novel ini diakhiri dengan sangat logis. Bahwa ada hal-hal yang tidak berubah, ataupun jika berubah, butuh waktu.


NB. Covernya cetar membahana!

4/5.
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
November 13, 2014
[rating edited]
Well, ini juga. 3.5 bintang. Karena kesannya nggak sama kayak novel-novel yang saya kasih bintang 4 lainnya.

...

"...kita boleh menipu seisi dunia, tapi kita nggak boleh menipu orang yang kita sayangi karena merekalah satu-satunya pegangan kita saat dunia kita penuh dengan ilusi."


Bagi Lunetta, hidup berdampingan dengan dunia yang kejam dan tidak jujur adalah makanan sehari-harinya. Papanya telah mendidiknya menjadi anak yang senang memainkan emosi orang lain dan mengambil keuntungan pribadi dari sana.


"Kata Papa, sebagian besar manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, bukan logika."


Namun, suatu ketika, Lunetta harus menerima kehidupan barunya yang terpisah dari Papa. Ia terpaksa tinggal dengan Mamanya yang kini sudah memiliki keluarga baru--Mama dan Papanya cerai beberapa tahun silam.

Tinggal bersama Mama menuntut Lunetta hidup biasa seperti gadis remaja seumurannya yang lain. Namun, ia tidak bisa. Naluri kancilnya yang licik dan cerdik terus membuat keributan di sekolah barunya. Mulai dari menyontek hingga mencuri uang temannya.


"Alam ini punya aturan mainnya sendiri. Kamu mengikuti aturan alam, kamu akan mendapatkan imbalannya. Kamu melawannya, kamu akan mendapatkan balasannya."


Tetapi, alam memang memiliki aturan mainnya. Ia dipertemukan oleh Miss Nadine. Seseorang yang telah mengusik jati diri Lunetta sekaligus orang yang membuatnya penasaran akan jati diri Miss Nadine yang sebenarnya. Guru BP itu, entah bagaimana caranya, selalu mengetahui rencana-rencana licik dalam pikiran Lunetta.


"Lunetta, di dunia ini hanya ada dua jenis orang yang tidak dapat kamu tipu. Yang pertama adalah orang yang hatinya lurus."

"Dan yang kedua, Papa?"

"Dia sama seperti kita, Lunetta. Seorang penipu."


"Semua yang terlihat itu tidak seperti yang terlihat. Selalu ada yang tersembunyi dari apa yang terlihat."


-----Beautiful Liar-----


Yak, seri pertama 7 Deadly Sins! Dan dosa yang dieksplor adalah Greed atau keserakahan.

Untuk keseluruhan, aku suka ceritanya yang ringan dan tidak berbelit-belit. Begitu pun penulisan Mbak Dyah--yang meski aku belum pernah baca novel-novel sebelumnya, aku tahu beliau masuk dalam jejeran penulis yang tidak diragukan lagi namanya :) Mbak Dyah juga sukses membuat tokoh utama yang tidak sempurna ini menjadi sosok yang disukai pembaca. Meski, kadang-kadang aku suka geregetan sendiri sama Lulu ;p

Oh ya, aku masih menemukan banyak typo, kalimat tidak efektif dan pemenggalan kalimat yang kurang tepat. Sebenarnya, karena sudah lama tidak membaca cerita yang bergenre teenlit, aku sedikit sulit menyesuaikan diri di awal. Aku malah sempat lebih tertarik dengan kisahnya Miss Nadine dan Heinri-sensei. Tapi, semakin ke belakang, aku semakin bisa menikmati kisahnya Lunetta. Terlebih karena ada Badai :3

Btw, Mbak Dyah tinggal di mana, sih? Daerah tempat penculikan Bella itu dekat rumahku, lho. Wkwkwk xD
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
October 22, 2014
Judul: Beautiful Liar
Penulis: Dyah Rinni
Penerbit: Gagas Media
Halaman: 300 halaman
Terbitan: Agustus 2014

Sebagian besar manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, begitu ayahku berkata. Jika semua orang mengambil keputusan berdasarkan logika, tidak akan ada orang yang tertipu.

Jadi, aku mempermainkan pikiran teman-temanku dan mengambil uang, bahkan apa pun, yang mereka miliki.
Kau tak akan menyangka betapa mudah membuat mereka memercayaiku.
Mereka benar-benar polos. Aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan tanpa kesulitan dan keberhasilan ini patut dirayakan.

Namun, kali ini, mengapa seperti ada yang mengganggu nuraniku, menyuruhku berhenti, lalu berbalik arah?

Seorang penipu sepertiku tak akan bisa terbawa emosi. Tidak akan, meski ada "badai" memorak-porandakan hatiku sekalipun.

Sinopsis

"Beautiful Liar" bercerita tentang Lunetta, seorang gadis SMA yang selama ini tinggal dengan papanya, seorang penipu yang banyak mengajarkan teknik-teknik menipu pada Lunetta. Suatu hari Lunetta terpaksa pindah ke Jakarta untuk tinggal bersama ibunya, yang telah bercerai dari ayahnya dan sudah menikah lagi.

Di Jakarta Lunetta bersekolah di sebuah sekolah elit. Di sana dia bertemu dengan Arvad. Tahu bahwa keluarga Arvad sangat kaya, Lunetta mulai mendekati cowok itu untuk mengincar hartanya. Sayangnya dia malah selalu sial gara-gara ada Badai, sahabat Arvad.

Tapi bukan Lunetta namanya kalau gadis itu mudah menyerah. Hanya saja Badai terus mengacaukan rencananya. Sanggupkah Lunetta mendekati Arvad?

Review

Lucuuuu. Sudah lama gak baca novel remaja yang lucunya kena kayak gini. Chemistry antara Lunetta dan Badai juga kena banget. Suka dengan ide pengarangnya. Dyah Rinni pandai mengaitkan antara cerita si kancil dengan plotnya.

Karakter utamanya, Lunetta, juga cukup likeable, padahal dia suka berbohong dan menipu, bahkan dia tidak segan-segan untuk memanfaatkan temannya dan mencuri kalung emas ibunya. Tapi ada sesuatu yang membuat saya bisa paham dan tertarik padanya.

Tambahan lain yang memberi warna pada cerita adalah Bu Nadine, si guru BP yang mampu menggagalkan rencana-rencana Lunetta. Saya juga suka dengan latar belakang cerita Bu Nadine.

Secara keseluruhan, 5 bintang untuk novel ini. Suka dengan karakter dan ceritanya.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 Young Adult Reading Challenge
- 2014 New Authors Reading Chalenge
Profile Image for Aesna.
Author 3 books13 followers
October 4, 2014
Cuap-cuap ini mengandung spoiler, walaupun cuma sedikit sih. Hahahaha.

Setelah salah satu buku Orizuka, The Truth About Forever yang paling berbekas dalam ingatan saya. Mungkin novel ini akan menjadi file yang tersimpan rapi bersama TTAF dalam rak novel romance Gagasmedia terbaik sepanjang ingatan saya. (itupun kalo Beautiful Liar dapat dikategorikan sebagai romance, karena bagaimanapun, saya menganggap porsi cinta-cintaanya sangat sedikit, namun hey tenang saja, ceritanya-cem-sialan, syialanzzz sekali)

Sebenernya, novel ini masuk dalam kategori sempurna jikalau:
1. Di halaman antara 60-120 tidak menurun tempo penulisannya. Entah kenapa, di halaman-halaman ini terasa membosankan dan lebih banyak sinetronnya.
2. Saya masih tidak mengerti bagaimana Heinri Sensei bisa mengetahui sedari awal kalau Miss. Nadine adalah penipu ulung. Apakah dari awal ketua yayasan sudah tahu Miss. Nadine itu penipu (saya yakin belum). Atau apakah Heinri Sensei punya kemampuan semantik yang hebat layaknya detektif atau dia dari kalangan intelijen negara? :))

Overall, saya akan memberi dua setengah bintang pembulatan kebawah kalau diakhir cerita tokoh seperti Widhi, Heinri Sensei, Arvard, Misty, Bella tidak diangkat lagi.
Tapi sayangnya itu tidak terjadi.

Dan endingnya, manis sekali.

Mbak Dee, saya benci mengakui ini:
Aftertaste: rindu rumah. Karena saya membaca novel ini ketika hirup pikuk besok lebaran. dan saya mendapati saya sedang berada jauh dari rumah, saya benci mengakuinya, bahwa saya merasa rindu sekali dengan rumah dan isinya hanya karena novelmu banyak mengatakan Papa dan Mama. :/
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
September 22, 2014
Novel ini adalah proyek 7 deadly nya GagasMedia. Sebenarnya cerita nya sangat sederhana. Saya seperti membaca sebuah dongeng yang dikemas dalam bentuk novel. Lunetta yang punya kebiasaan berbohong,dihadapkan oleh berbagai masalah dalam novel ini.
Cerita ini juga menarik, kalau saja tidak banyak typo bertebaran di dalamnya. Baik tanda baca dan salah pengucapan nama panggilan tokoh. Saya menemukan dalam dialog langsung yang seharusnya memanggil Lunetta malah Badai begitu sebaliknya.
Saya heran kenapa novel ini begitu disukai banyak pembaca?
Twist yg dihadirkan dalam cerita juga menurut saya tidak membuat saya kaget.
Berharap seri 7 Gagas Lainnya akan lebih baik, apalagi cuplikan best rival yang hadir dalam akhir cerita novel ini. Banyak sekali penggunaan tanda seru (!)
Jadi bingung gimana GagasMedia menerbitkan serial tapi kok 2 buku nya saja sudah berantakan?
Untuk cerita yang sederhana dan mengalir apa adanya saya kasih 3 bintang.
Selamat membaca trik-trik berbohong! jagan di praktekan ya :)
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
October 10, 2014
"Kata Bokap, kita boleh menipu seisi dunia, tapi kita nggak boleh menipu orang yang kita sayangi karena merekalah satu-satunya pegangan kita saat dunia kita penuh dengan ilusi."

Lunetta terpaksa datang ke Jakarta dan tinggal bersama Mamanya setelah Papa pergi. Kedua orangtuanya telah bercerai, dan selama ini Lunetta menyukai kehidupannya yang tidak membosankan bersama Papa. Kini Lunetta harus bertahan dengan kehidupan baru bersama Mamanya yang serasa tinggal di dalam sangkar emas. Terlebih lagi ia harus masuk sebagai murid baru di sekolah elit South Jakarta Olympia High—atau sering disebut Soulja. Papa Lunetta memang seorang kriminal yang lihai menipu orang; dan Lunetta telah belajar banyak dari pengalaman Papa. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatannya bersekolah di sekolah elit dan mencari murid yang akan menjadi mangsanya...

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2014/1...
Profile Image for Oktabri.
147 reviews4 followers
August 28, 2016
ini buku yang diracik nyaris sempurna!
suka karakter-karakternya, suka jalan ceritanya, suka ide kancil pencuri timunnya. suka pesan yang disampaikan dalam setiap bab-nya.
ah, rasanya wajar kalau buku ini menjadi seri pertama yang diterbitkan. dosa greed-nya memang terlalu sayang untuk disimpan lama-lama. terlihat sekali kualitas mbak dyah rinni sebagai penulis serial detektif karena plot twist dalam novel ini benar-benar matang. benar-benar sayang untuk meninggalkannya sedikit saja, benar-benar habis dibaca sekali duduk.

seandainya bisa menulis sekeren ini... hem.
Profile Image for Putri Maulidia.
3 reviews
November 21, 2014
Ceritanya sederhana tapi kata kata yang dipakai bikin novel ini jadi bagus!!

Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews4 followers
October 7, 2014
BADAIIIII ^3^ ^3^

Typo-nya masih banyak juga, kayak Best Rival (--"), tapi ya sudahlah, selama ceritanya bagus dan ada karakter yang lovable seperti Badai ^3^.

Kirain cewek yang di bandara bakal muncul lagi di tengah cerita, tapi ternyata enggak, padahal udah ditungguin hihihi =)

4.5 bintang, 1/2 bintang hilang karena ada bagian cerita yang kurang gimana gituhh.
Profile Image for Reina Tan.
290 reviews143 followers
September 9, 2018
⚠ subjective opinion
° ° °

Beautiful Liar adalah buku pertama dari seri 7 Deadly Sins yang diterbitkan oleh Gagasmedia. Novel ini menceritakan Lunetta remaja SMA yang memiliki sifat serakah dan amarah yang tinggi. Dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang dia mau, sekalipun dia harus menipu. Baginya, tidak ada yang paling penting selain menemukan Papanya. Namun, siapa sangka, dari perjalanan mencari sang Papa justru mengarahkannya pada suatu kenyataan yang mencengkam?

Gila sih, aku suka novel ini. Bertajuk 7 dosa mematikan, novel ini benar-benar mengangkat cerita dari sisi villain-nya. Biasanya kita kalau baca, si villain itu jadi sampingan kan?

Nah kalau ini, villain-nya jadi bintang utama.

Karakter Lunetta, menurutku, keren sih. Dibangunnya benar-benar seperti terlahir sebagai villain, bukan hanya sekadar titel aja. Yah, meskipun kadang aku emosi banget sama sikapnya yang membantah mulu, keras kepala, dan enggak punya hati, tapi ada alasan yang jelas kenapa gadis itu tumbuh dengan sifat demikian.

Hal ini membuatku merasa worth baca novel ini sampai habis. Awalnya, aku hendak berhenti sejenak karena enggak kuat sama sifat Lunetta yang kurang ajarnya luar biasa. Tapi semakin menuju ending, aku malah enggak bisa berhenti baca 😂

Tak hanya menceritakan kisah di balik kenapa Lunetta bersikap demikian, novel ini juga memiliki cerita sampingan. Enggak kalah seru dengan kisah utama, bagiku.

Cerita tersebut adalah tentang Guru BK bernama Nadine. Aku suka banget sih sama dia, karena dia berhasil 'mematahkan' kejahatan. Cuma...

Pas tau latar belakangnya itu loh...

😱😂

Terus ada si Badai. Ini tokoh cowok yang kocak sih menurutku. Dia mau kayak cowok dingin, tapi jatuhnya corny gitu. Mau keren malah jadi extremely embarrassing 😂

Tapi, dia keren kok.

Intinya aku suka karakternya, meskipu kadang pengin bacok Lunetta. HAHAHA.

Perihal alur, klimaks, dan penyelesaiannya. Alurnya bisa tergolong cepat, tapi enggak terburu-buru. Mengalir dengan damai tentram sebelum klimaks datang.

Klimaksnya, menurutku, kurang greget sih. Tapi karena ada beberapa twist sebelum badai menerjang—bukan Badai tokohnya ya 😂—novel ini cukup membuatku terkejut.

Penyelesaiannya untuk masalah Lunetta masih agak ngegantung sih. Cuma... Yah, udah cukup jelas kok. Enggak kebayang sih jadi Lunetta udah usaha sampai segitunya, tapi hasilnya.... begitulah.

Beautiful Liar telah menghibur akhir pekanku. Percaya atau enggak, berkat buku ini kemarin aku mood-nya bagus banget seharian—meskipun, kadang gedeg sama Lunetta.

Yah, namanya juga villain. Kerjaannya bikin gedeg 😂

Aku sangat merekomendasikan novel ini jika kamu ingin merasakan tokoh villain menjadi bintang utama ❤
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
October 1, 2014
http://dedul-faithful.blogspot.com/se...

Beautuful Liar adalah salah satu pemenang kontes menulis GagasMedia di tahun 2013 bertajuk 7 Deadly Sins. Meski event itu sudah lama, ternyata bukunya hadir delapan bulan kemudian. Sebenarnya tidak apa-apa, namun hal ini membuat pembaca yang penasaran tentang novel ini harus rela menyiapkan waktu tunggu yang tidak sebentar. Untung saja secara keseluruhan buku ini bisa dibilang menyanggupi hasrat espektasi para pembaca yang superkepo terhadap serial 7 Deadly Sins GagasMedia. Mau tahu alasannya apa saja? Berikut akan dijelaskan.
Untuk plot cerita, novel Mbak Dyah ini bisa dibilang unik karena mengambil tema besarnya adalah petualangan gadis penipu. Dari awal babnya saja sudah menawan, menampilkan trik yang dipakai Lunetta untuk mendapatkan jam bagus dari seorang cewet cerewet di bandara. Bab-bab selanjutnya adalah kisah hidup Lunetta yang sebenarnya getir, ia harus menjalani hari-hari tanpa papanya di kehidupan baru yang semua telah disediakan mamanya. Sering ia mengeluh terhadap kehidupan barunya itu seperti contohnya kutipan di halaman 15:
“Kalu begitu seharusnya Mama dulu enggak menceraikaan Papa! Mama yang menghancurkan keluarga kita!”
Mama Lulu memang menikah dengan lelaki lain. Hal itu membuat Lulu masih merawat dendam di hatinya. Yang paling menyedihkan adalah saat Lulu harus menjalani kehidupan di Soulja High, kepedihan yang dihadapi Lulu menurut saya sangat memprihatinkan karena Lulu harus melakukan banyak kejahatan, semua demi bertemu Papanya, Lulu rela membobol laci guru demi kunci jawaban soal ulangan, Lulu juga mencoba memanfaatkan cowok terkaya di Soulja High, dan tentu saja Lulu melakukan tindakan penipuan yang berat dengan sahabatnya, bayangkan sahabatnya sendiri ditipu!
Namun, semuanya entah mengapa terkendali selalu karena kehadiran Miss Nadine sang guru BK dan Badai si bad boy. Mereka meng-cover Lunetta alias Lulu agar hal seburuk apapun yang dilakukan oleh Lulu mendapatkan setidaknya balasan atau hukuman yang mendidik, seperti saat Lulu ketahuan melakukan tindakan kriminal di sekolah, Miss Nadine dengan bijak malah menghukum Lulu untuk masuk ke Japan Club. Lalu, Badai yang diam-diam lewat perhatiannya yang benar-benar selalu menolong Lulu di saat kesulitan menyadarkan Lulu bahwa ia masih punya orang yang peduli terhadapnya.
Novel dengan cover superelegan ini sebenarnya mengombinasikan teenlit yang sifatnya realistik sekali dengan elaborasi tema 7 Deadly Sins GagasMedia yaitu greed atau keserakahan. Menurut saya parameter itu terpenuhi dengan hadirnya Lunetta atau Lulu yang cerdik, licik, dan licin. Ditambah dengan teknik penceritaan Mbak Dyah yang nge-flow, buku ini makin pantas untuk dibaca karena hal-hal yang telah disebutkan di atas. Yang paling penting sih menurut saya adalah amanahnya: bahwa hidup kita tidak boleh bergantung pada hal-hal yang tak pasti. Dan sudah bisa diwajibkan bahwa di setiap masalah selalu ada jalan keluar dan kita tak boleh mengambil jalan pintas, juga kita tidak boleh dong untuk meneladani perilaku negatif dari orang yang berpengaruh sekali pun dalam kehidupan kita, itu sangat tidak baik.
Quote favorit:
“Lunetta, di dunia ini hanya ada dua jenis orang yang tidak dapat kamu tipu, yang pertama orang yang hatinya lurus. Mereka nggak bisa kamu tipu karena mereka tidak menginginkan apapun dari dunia ini, tapi orang seperti itu amatlah langka. Dan yang kedua adalah dia yang sama sepert kita, Lunetta. Seorang penipu.”—Aswin (Papa Lunetta di hlm. 225)
Saya juga suka kejutan-kejutan di buku ini, beberapa di antarnya saat Lunetta hatinya tergerak untuk menyelamatkan Bella, juga tentang fakta bahwa ada penipu cantik lagi selain Lunetta di buku ini, juga tentang bagaimana sikap Badai yang kadang kekanak-kanakan pada Lunetta, dan yang terakhir adalah saat orang yang paling diharapkan Lunetta sepanjang buku ini tiba-tiba saja abai pada Lunetta dengan alasan yang membuat hati Lunetta seakan diparut habis-habisan.
Profile Image for Nisa Shofa.
81 reviews
February 21, 2015
Suka judulnya, suka covernya, dan suka blurb-nya. Jujur, blurb-nya bikin penasaran abis!

Aku suka ide yang dipakai Mbak Dee ini--melupakan ini untuk lomba yang memang ditujukan untuk ide-ide seperti itu. Aku suka tema yang diangkat Mbak Dee tentang sekolahannya. Betapa geniusnya Mbak Dee "membangun" sekolah dengan tema Yunani dan menamai seluruh--kecuali toilet--dengan nama dewa-dewi yunani. Ngena! Terutama Hermes--ak u emang langsung tertuju sama merek terkenal itu bukannya kantin XD
Aku suka karakter Lunetta--juga suka nama Lunetta. Tapi, nggak suka nama panjang Lunetta yang terkesan itu adalah nama beberapa orang yang dijadikan satu bukannya nama panjang satu orang. Jadi, itu terlalu maksa untuk dijadikan nama panjang.
Suka karakter Badai. Ngalir. Alami menurutku.
Nggak suka karakter Arvad. Emang udah nebak Arvad sukanya sama cewek itu, tapi entah kenapa aku malah berharap Arvad itu guy dan suka sama Badai hahahah XD
Nggak suka sama karakter Bella dan Misty. Mereka dibuat-buat banget. Nggak alami. Karangan banget.
Nggak suka sama Sherlyn. Dia figuran nggak tahu diri XD

Sumpah, aku suka banget sama bab pertama. Ngena banget karakter Lunetta-nya. Cerdas, cerdik, dan... keren! Betapa dia sangat pintar mengenalkan dirinya di awal novel. Dia juga udah menipuku. Kukira dia asisten si cewek-gak-tahu-diri-yang-playgirl di bandara itu, ternyata dia sangat keren! Dia dapet jam tangan merek terkenal dalam sekali tipu daya. Hahaha.
Tapi, yang kusayangkan, karakter Lunetta hilang atau bahkan nggak konsisten. Bukan karena dia yang yah... jika kusebutkan akan spoiler. Tapi, karakter Lunetta emang terkesan nggak konsisten. Dia baik sebelum waktunya menurutku.

Lalu Badai. Aku suka karakter macam Badai. Hanya saja, kepeduliannya terhadap Lunetta seakan benar-benar itu rencana penulis. Maksudnya... mungkin banyak yang nganggep ini aneh. Tapi, aku salah satu penganut paham tokoh fiksi yang cerdas punya kehidupan sendiri. Nah, di sini sosok Badai itu nggak punya kehidupan sendiri. Dia terlalu nurut sama "ibunya". Sebagai sosok bad boy, aku lebih mengharapkan dia tegas dan... nggak galau berlebih hanya karena sebuah pudding dari ekskul English Club -_- Itu menggelikan sekali -_- Seolah-olah, sikapnya itu cuma digunakan si penulis untuk membuat Badai tertarik sama Lunetta -_-

Miss Nadine mengejutkan. Jujur, aku nggak nyangka Miss Nadine akan bernasib seperti itu di novel ini. Aku awalnya berpikir dia bakal ini-itu (kalau kusebutkan bakal spoiler -_-) eh ternyata anu. Keren. Tapi, yang ngebuat "keren" itu turun bahkan Heinri Sensei. Duh duh duh. Sama kayak kasus Badai, Heinri Sensei ini juga terlalu skenario.

Kisah percintaan Arvad aku no coment. Hahaha XD

Apa lagi, ya?

Oh ya, aku nggak suka "hiasan" di halamannya. Bunga-bunga. Duh, aku kayak baca surat undangan -_-

Mungkin, jika penulisnya bukan Mbak Dee, aku akan memberikan lebih dari tiga bintang. Bahkan bisa mencapai 4.5 bintang. Tapi, karena ini tulisan Mbak Dee aku hanya memberikan segitu. Karena ekspektasiku terhadap karya Mbak Dee lebih keren dari Beautiful Liar ini. Emang bagus, hanya saja semakin ke belakang kok ya malah membuat jenuh. Enakan di awal-awal. Mengendur gaya berceritanya semakin ke belakang.

Tapi, untuk seri pertama dari 7 Deadly Sins ini, Beautiful Liar sangat keren! Dan, membaca pembukaan di seri kedua-nya, Best Rival, kok ya malah nggak tertarik. Malah lebih tertarik sama yang ketiga. Apa judulnya? Perfect apa? Hehe, lupa XD *plakkk!!!XD Dangerous Perfect :3

Yah, mungkin typo masih banyak. Tapi, termaafkan dengan ide cerita yang keren.

Sekali lagi, aku suka Olympia High-nya :D
Profile Image for Ifnur Hikmah.
Author 5 books13 followers
September 16, 2014
Lunetta terbiasa tinggal bersama ayahnya sejak orangtuanya bercerai. Ayahnya ini penipu sehingga mereka harus tinggal berpindah-pindah. Entah untuk menghindari kejaran polisi, atau menghindar dari korban yang ditipu ayahnya. Lalu suatu ketika, Lunetta harus tinggal bersama ibunya karena posisi ayahnya yang berbahaya.
Lunetta enggak suka dengan ibunya sehingga dia memutuskan untuk mencari masalah agar bisa kembali ke ayahnya. Begitu juga ketika Lunetta sekolah di sekolah swasta elit yang seperti istana kerajaan Yunani. Dia pun memutuskan untuk jadi ‘penipu’ agar dikeluarkan dari sekolah dan kembali ke ayahnya. Tapi kehidupan normal yang diberikan ibunya lama-lama membuat dia betah. Begitu juga teman-temannya di sekolah. Termasuk cowok ngeselin yang sering jadi penghalang rencananya, Badai.
Jadi, Beautiful Liar ini salah satu pemenang lomba 7 Deadly Sins yang diadain GagasMedia tahun lalu.
Gue udah lama nunggu-nunggu novel ini. Alasannya simply karena pemenang lomba. Ketika lomba itu diadain, sempat kepikiran buat ikut. Tapi mundur karena susah dan enggak tahu mau nulis apa. Makanya gue penasaran sama hasil pemenangnya (Psst, salah satunya karya temen gue, mbak Yuska Vonita. Can’t hardly wait for her debut novel). Apalagi nama mbak Dyah Rinni yang udah mumpuni bangetlah.
Begitu tahu novel ini berlatar remaja, makin kagetlah gue. Gimana caranya bisa menulis novel SMA dengan tema serius begini?
Hasilnya? Gue speechless.
This novel is perfect. With capital P.
Tema yang diangkat unik banget. Bedalah dibanding novel-novel remaja umumnya. Untuk urusan tema, two thumbs up-lah buat mbak Dee. Cewek penipu yang dibentuk oleh keadaan. Alasan Lunetta melakukan tindakan tersebut sesuai dengan umurnya, yaitu kangen sama ayahnya dan merasa sulit beradaptasi dengan kehidupan baru yang ditawarkan ibunya.
Selain itu, unsur-unsur pendukung juga khas remaja banget. persahabatan dan cinta, juga masalah keluarga. Tapi semuanya mendukung tema utama novel ini yang mengangkat dosa greed.
Unsur-unsur lain juga patut diacungi dua jempol, seperti alur yang lancar bak jalan tol, chemistry antar tokoh yang kuat banget, bahkan tokoh minor sekalipun, dan bahasa yang enak dibaca. Emang sih ceritanya sinetron banget, tapi kalau sinetron kayak begini mah gue mau mantengin tv he-he.
Kekurangannya mungkin di editing. Eh itu banyak typo (as usual. We talk about GagasMedia, remember?) dan yang ganggu pas baca sih pengulangan kata. Maksudnya gue ngerti, salah satu buat dihapus tapi kayaknya skip jadi ya enggak sempat dihapus, deh. Contoh (lupa halaman berapa karena gue selesai baca udah lama banget): … saat ini ….. ….. …. Saat ini. nah, yang kayak begitu tuh sering kejadian.
Kalau kekurangan lumayan major sih ya penulis yang membiarkan tokoh Bella menghilang entah ke mana menjelang akhir. Padahal peran dia penting, lho. dan subkonflik Bella itu sering banget terjadi di kehidupan nyata.
Jadi, secara keseluruhan, aku puas dengan novel ini. sebuah pembuka yang manis. Dan cover yang kece. Kalau dijembrengin ketujuh seri ini cakep kali, ya. Dan gue menasbihkan mbak Dyah Rinni sebagai penulis novel young adult Indonesia nomor satu yang aku suka. Yihhaaa….
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
February 12, 2016
Sebenarnya 3.5 bintang, tapi saya genapkan jadi 4 karena ending-nya si Badai itu emang kece badai. <3

Saya suka idenya. Dyah Rinni selalu memberikan sesuatu yang berbeda di jajaran buku bertokoh remaja milik GagasMedia. Saya suka dengan nama panggilan Lunette, Lulu (saya jadi ingat karakter Lelouch dalam anime Code Geass yang sama-sama seorang "penjahat") yang manis. Saya suka nama Badai yang memang membuat "badai" dalam cerita ini (saya selalu suka karakter cowok kayak Badai, adorable hihi). Saya suka bagaimana Lulu mulai membuka hatinya, terutama ke Papa tirinya. Saya suka soal Japan Club serta Heirin Sensei. Saya suka soal karakter-karakternya yang lovable karena mereka tidak semuanya baik dan tidak semuanya jahat, manusiawi banget.

Banyak hal yang saya suka dari novel ini. Tetapi, tetap saja ada hal-hal yang membuat saya merasa novel ini kurang pas.

1. Kedekatan Lulu dengan Misty dan Bella itu kurang dieksplor. Terlalu banyak tentang Lulu, Lulu, Lulu, dan Badai. Akibatnya, ketika mencapai arc Misty dan Arvad itu saya merasa kurang mendapatkan feel di sana. Bahkan karakter Bella menghilang di penghujung akhir.
2. Banyak pengulangan kata yang membuat proses membaca novel ini jadi tidak senyaman seharusnya. Padahal proses pengumuman lomba ini dan waktu penerbitannya lama, tapi kok masih ada yang kelewatan ya?
3. Badai akan lebih keren di mata saya jika saat tertangkap Miss Nadine (ketika dia terlambat) itu, dia berkata dengan jujur dan mengaku. Well, di halaman-halaman berikutnya Badai digambarkan sebagai seorang anak lelaki yang memang bandel tapi perkataannya dapat dipercaya, kan? Tapi kenapa kemunculan Badai justru dibuka dengan sebuah kebohongan?
4. Adegan menyelamatkan Bella itu sedikit susah diterima. Bukan pada kenyataan mereka bisa menyelamatkan Bella, melainkan pada kenyataan Lulu berhasil mendapatkan info soal tempatnya lewat google! Memang sih google itu bisa menjawab berbagai macam hal, tapi, ya, ada saja hal-hal yang tidak tertulis di google. Saya tidak tahu apakah daerah losmen tersebut daerah wisata atau bukan, tapi mencari losmen di kota domisili saya lewat google saja jaraaaang ada. Apalagi Lulu berhasil menemukan situs-atau-entah-apa yang menunjukan tempat sekaligus dengan foto-fotonya. Saya tidak tahu sebego apa pemilik losmen tersebut (yang cocok sekali menjadi lokasi persembunyian, prostitusi, atau tindak kriminal lain) sampai mengunggah di mana losmennya berdiri. Bukankah tempat-tempat kejahatan itu biasanya disembunyikan, ya? Atau sang pelaku yang bego sampai mencari tempat persembunyian yang ada di internet?

Overall, novel ini recomended banget bagi yang pengen baca sesuatu yang berbeda!
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
November 11, 2014
"Papa, aku rasa aku mulai menyukai anjing penjaganya. Apa yang harus aku lakukan? Itu nggak mungkin terjadi, kan? Seekor kancil nggak mungkin suka sama anjing penjaga. Itu nggak ada di dongeng kancil manapun."

Suka dengan analogi kancil-timun-anjing penjaga dalam novel ini. Meskipun kayaknya aku masih lebih suka Novel Mbak Dyah sebelumnya, Unfriend You. Kekurangannya adalah aku menemukan sejumlah (lumayan banyak) sisa-sisa editing yang (mungkin) lupa dihilangkan dan juga typo. Plus beberapa adegan yang terkesan klise seperti pura-pura pingsan. Tapi bagaimanapun novel ini punya keunggulannya sendiri, mungkin dari segi pesan moral, alur yang rapi dan perubahan karakter tokoh utama yang tidak terjadi begitu saja melainkan melalui proses yang rumit.

Aku setuju dengan scene terakhir waktu Lunetta ternyata masih belum berubah sepenuhnya. Seperti kata Mbak Dyah "Ada hal-hal yang tidak pernah berubah". Karena kalau Lunetta serta merta berubah menjadi malaikat dalam waktu singkat, rasanya agak nggak masuk akal mengingat bagaimana ia sebelumnya.

Terakhir, aku mempertanyakan Miss Nadine. Ia diterima di Soulja atas persetujuan paman Heinri Sensei. Tapi bagaimanapun berkuasanya ketua yayasan, ia harus memiliki dasar dalam merekomendasikan seseorang menjadi guru. Misalnya pernah kuliah di jurusan Psikologi atau mungkin bimbingan konseling. Miss Nadine memang pernah kuliah tapi sepertinya terputus saat ia masuk penjara dan nggak ada hubungannya dengan BK. Karena tugasnya nggak sekadar memberi nasihat, memberi hukuman dan jadi tempat curhat loh. Tugas guru BK lebih dari itu. Apalagi sekolahnya tergolong elit. Sangat elit malah. Tapi yang aku tangkap, bahwa Miss Nadine ini pandai membaca mimik wajah seseorang, karena ia juga pernah menjadi penipu. Bukan karena alasan lain seperti ia pernah mempelajari hal semacam itu sebelumnya.

Secara keseluruhan aku menikmati novel ini. Waktu Arvad memberi tahu Lunetta tentang siapa yang ia sukai, itu kejutan yang lumayan menarik. Sukses untuk Mbak Dyah, ditunggu novel-novel berikutnya :)
Profile Image for Viktoria.
135 reviews1 follower
January 29, 2015
Kirain, latar belakangnya dunia kerja atau kuliah, seenggaknya tokohnya bukan anak SMA seperti kenyataannya. Tapi ternyata, ekspektasi saya tidak menghancurkan perasaan saya ketika membacanya. Novel ini bukan sekadar teenlit biasa ala sinetron, isinya lebih 'berat' dan berisi. Good job!

Karakter-karakternya kuat. Saking kuatnya sampe bikin emosi saya naik turun.... banget.
Ada saat saya benci Lulu ketika dia licik—walaupun harus saya akui tipuan-tipuannya kreatif juga, sayang saya udah lulus SMA jadi nggak bisa menerapkan tipuan-tipuan itu #eh
Kemudian lama-lama si Lulu ini jadi anak maniiisss banget tapi kemudian dia menghancurkan ekspektasi saya dan bikin saya kesel lagi. Lalu ada lagi saat kisahnya mengundang simpati.

Tadinya saya pikir ini bakal biasa aja, tapi ternyata makin ke tengah makin nggak bisa melepaskan buku ini dan keterusan sampai ending.

Ngomong-ngomong soal ending, saya cuma merasa kayaknya agak cepat, ... atau memang sengaja supaya nggak dramatis-dramatis amat.

Tapi yaa, memang ngapain juga berlama-lama toh konflik utamanya udahan, dan jujur, nggak nyangka banget sama twist-nya.
Saya kira yang terjadi itu A, eh tenyata malah Z.
Meleset jauh.
Antara kaget dan sedih dan wow.
Sekali lagi, good job!

Beautiful Liar ini bikin saya tambah suka sama tulisannya Mbak Dyah Rinni. Yaa walaupun saya udah suka sejak Marginalia dan Unfriend You, tetap yang ini bikin terkagum-kagum. Cuma sayang banyak typo, sisanya OK~

Review lengkap: http://noteabook.blogspot.com/2015/01...

Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
September 23, 2014
"Satu hal yang dipelajari Lunetta dari Papa adalah kalau kita mau berbohong, maka yakini kebohongan itu sebagai kebenaran. Dengan demikian, orang lain akan memercayai kebohongan kita." – halaman 47

Lunetta, yang biasa dipanggil Lulu, pindah dari Madiun ke Jakarta dan tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya. Langkah ini untuk melindungi Lulu dari ayah kandungnya yang merupakan seorang penipu ulung dikabarkan sedang diburu polisi. Lulu memberontak, menganggap dirinya lebih baik terus bersama dengan ayahnya, yang dia nilai sangat sempurna dan paling mengerti dirinya.

Di sekolahnya yang baru, Lulu membidik seorang laki-laki tampan nan kaya raya, Arvad, untuk ditipu, seperti yang ayah kandungnya sering lakukan. Dia ingin membuktikan bahwa dia memang anak ayah kandungnya, mereka tak seharusnya dipisahkan. Rencananya tidak berjalan mulus karena kehadiran teman baik Arvad, Badai dan guru BK, Miss Nadine, yang sepertinya bisa membaca pikiran Lulu. Lulu sampai dihukum masuk Japan Club yang malah semakin mendekatkan dirinya dengan sang ketua yang tak lain adalah Badai. Keadaan di rumah tidak berbeda, dia menyadari ibu kandung tahu tentang keberadaan ayah kandungnya.

Beautiful Liar ini cocoknya mungkin disebut sebagai novel ‘young adult’ kali ya. Ceritanya sih masih seputaran remaja, sekolah, dan sedikit cinta-cintaan. Tapi konflik hubungan ayah dan anak perempuan (daddy issue, perhaps?) lebih dominan dan membuat ceritanya berbeda dari cerita remaja lainnya. Karena dengan konflik tersebut, Lulu dituntun untuk berpikir dan bersikap layaknya orang dewasa. Lalu banyak hal unik di dalam cerita ini, seperti ‘habitat’ menipu dan berbohong Lulu yang disandingkan dengan kisah kancil mencuri mentimun, twist tentang Miss Nadine dan fakta bahwa novel ini ditulis dalam 45 hari saja. Wow!

Baca review selengkapnya di sini -- http://dhynhanarun.blogspot.com/2014/...
94 reviews3 followers
December 9, 2014
Cerita dibuka dengan jatuhnya korban pertama yang berhasil ditipu Lunetta di bandara. Ia berhasil meyakinkan seorang wanita yang mengenakan jam tangan mahal untuk membuang jam tangannya dengan mengatakan bahwa jam tangan itu terbuat dari bahan berbahaya dan wanita itu percaya. Jadilah jam tangan itu berganti pemilik. Ia tersenyum bangga dan berniat akan memberitahu ayahnya nanti. Jika mereka bertemu kembali.

Lunetta, biasa dipanggil Lulu, tidak bisa tinggal lagi bersama ayahnya karena ayahnya dikejar polisi – atau begitulah yang diberitahukan padanya. Kini ia terpaksa tinggal bersama Mama dan suami baru Mama. Meski kehidupan mereka tidak stabil dan selalu berpindah- pindah, Lulu lebih senang tinggal bersama ayahnya.

Lulu tidak suka tinggal di rumah barunya. Apalagi sekolah barunya, South Jakarta Olympia High,Soulja, luar biasa mewah dan diisi oleh murid- murid dari kalangan atas. Awalnya Lulu merasa bosan. Namun setelah ia mencium jejak mangsa barunya, ia kembali bersemangat. Targetnya adalah Arvad.

Lulu segera menyusun rencana untuk membuat Arvad jatuh cinta padanya. Tetapi Arvad hanya menganggapnya teman biasa. Lulu kemudian menyusun kembali rencananya dengan mendekati Badai, sahabat Arvad, untuk mendapat informasi lebih detail tentang Arvad.

“Dan ia tahu seekor kancil tidak akan sukses mencuri mentimun kalau ia menggunakan cara yang sama dengan puluhan kancil lainnya. Ia harus memikirkan cara yang lebih kreatif, misalnya dengan mendekati anjing penjaganya.” (hal. 78)

Baca review selengkapnya di sini ya
http://ertalin.blogspot.com/2014/11/b...
Profile Image for Yuliana  Permata Sari.
208 reviews11 followers
October 20, 2014
Baca buku ini jadi inget lagu anak-anak..
Si Kancil anak nakal. Suka mencuri timun
Ayo lekas ditangkap. Jangan diberi ampun

Tapi aku baru tahu kalau ladang timun yang mau dicuri sikancil itu punya anjing penjaga.. Jadilah si kancil pake acara bertengkar dulu ama anjingnya.. Kira-kira yang menang siapa ya? ;)

Cerita ini diawali dengan kisah Lulu menipu seorang gadis kaya di bandara dan dia mendapatkan jam tangan terbaru dari hasil penipuannya. Menurutku sih cara menipunya cukup cerdas, walaupun kalau di pikirkan berulang-ulang, rasanya si gadis yang ditipu itu terlalu bodoh..

Menurut aku sih karakter si Lulu ini memang keterlaluan, dirumah sendiripun pake acara mencuri... --"
Moralnya benar-benar rusak, gak suka pokoknya..

Waktu Lulu masuk sekolah dan berkenalan dengan teman-temannya, terutama Arvad, dia langsung berubah. Seperti iblis yang dikepalanya tiba-tiba ada tanduk dan ekor 10 meter.. hahhaa

Sayangnya sih, aku udah keburu baca review dari temen-temen goodreads, jadinya udah tahu nasih si kancil dan anjingnya.. hahaha

Kisah Lulu dan si anjing penjaga mentimun merupakan bagian yang paling menarik buatku. Karena kisah mereka tidak terkesan dipaksakan, dan terkesan natural... Benar-benar murni. Bahkan walaupun ini kisah anak SMA, tapi kisah mereka tidak terkesan berlebihan seperti sinetron.. :)

http://thelittlepresent.blogspot.com/...
Profile Image for Kazenithavi.
67 reviews
March 1, 2015
Beautiful Liar.

Bagus banget ceritanya. Keren! Aku nggak nyesel keluarin uang buat tahu ceritanya si Lunetta yang seharusnya hidup dengan 'lurus' malah diajarkan oleh Papanya dengan hal-hal yang tidak baik.
Lunetta jadi sering menipu orang, dan melakukan banyak hal yang tidak pantas dilakukan. Tapi, saat dia kembali tinggal bersama Mama--yang sudah bercerai dengan Papa-- dan Ayah barunya, Lunetta merasakan adanya perubahan.
Awalnya di Soulja, dia mengincar satu orang paling tampan dan kaya. Namun, seiring waktu berjalan, ia yang seharusnya memanfaatkan teman 'mangsa' agar lebih dekat dengannya malah merasakan sesuatu yang aneh.
Ia merasa bahwa Badai--teman 'mangsa'-- adalah orang yang mau mendengar ceritanya tanpa menjauhinya. Badai mau menerima Lunetta apapun konsekuensinya. Dan Lunetta pun menyadari, bahwa dirinya telah diubah oleh seorang Badai menjadi pribadi yang lebih baik.

Keren banget lah ceritanya. Ini novel kedua dari Mbak Dyah Rinni yang pernah aku baca. Yang pertama aku baca, Unfriend You. Tapi, aku lebih suka sama novel yang ini.
Makasih Mbak, sudah menyuguhkan cerita yang bagus p
untuk pembaca. Tetap berkarya, Mbak. Semangat!
Author 17 books50 followers
December 30, 2015
Dari bab satu buku ini, aku udah nggak bisa berhenti baca. Aku suka karakter Lunetta yang unik. Dia memang penipu, tapi juga memiliki alasan yang kuat kenapa dia menjadi seperti itu. Ada aja tipu muslihat yang dia lancarkan untuk mendapatkan apa yang dia mau. Trik menconteknya boleh juga, tuh. Tapi jangan dipraktikkan ya, hehe....

Dan Badai, wow, dia berhasil membuat badai di hatiku. <3 Chemistry di antara dia dan Lunetta dapat banget, apalagi pas Lunetta suapin dia puding. Ngomong-ngomong, aku jadi penasaran, emang seenak apa sih puding yang diundi English Club di Hercules Day itu? :D

Karakter lain yang kusuka adalah Miss Nadine, yang selalu berhasil membongkar tipu muslihat Lunetta. Ketika masa lalunya terbongkar, aku agak kaget juga. Tapi seenggaknya Miss Nadine juga mendapatkan ending manisnya sendiri.

Overall, buku ini penuh dengan pesan moral, bukan sekadar TeenLit yang mengandalkan cinta-cintaan. Malah porsi cinta-cintaan di sini juga nggak banyak. Jadi untuk yang mencari TeenLit yang lain daripada yang lain, juga berhubungan dengan dongeng, buku ini sangat layak untuk dibaca.
Profile Image for MY.
92 reviews14 followers
Want to read
August 20, 2014
(20-08-2014)

Melihat buku ini di GR dan berpikir, "Wah, akhirnya terbit juga seri Seven Deadly Sins-nya GagasMedia. Gw sampe hampir lupa lomba ginian pernah ada."

Waktu lomba ini diadain gw sempet mikir mau ikut,

Dulu ada tuh, satu yang video trailer-nya bagus banget, rasanya kayak pengen beli dan baca saat itu juga, tapi kan ya belom terbit. :V
[Terus janji mau beli kalo udah terbit. Sekarang udah terbit tapi malah lupa judulnya apa.]

Jadi pas liat buku ini, gw langsung search "Seven Deadly Sins," dan....ummm......tebak berapa juta orang yang berpikir bahwa konsep "Seven Deadly Sins" adalah sesuatu yang keren, ciamik, dramatis, bombastis, dan fantastis.


Moga nanti ada kumpulannya.
Atau, paling enggak, moga berjejer di toko buku.
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
September 1, 2014
beruntunglah gagas media mengeluarkan novel ini, setelah gue muak dengan #STPC season dua yang unreadable itu gagas mengeluarkan #7deadlysins yang salah satu novel pemenangnya ditulis sama mba dyah. buku ketiga mba dyah yang gue baca, dan sejauh ini tidak ada yang mengecewakan dan gue suka banget sama ceritanya. mba dyah kayanya punya ciri khas sendiri dalam mengarang sebuah cerita, ok boleh gue akuin ceritanya sama kaya unfriend you alias sinetron, but hey sinetron dinovel satu ini patut lo baca. selain alur yang lancar kaya jalan tol sama karakter yang kuat, gue suka sama chemistry disetiap tokohnya. kelemahan mungkin masih ada typo dibeberapa tempat dan disetiap bab itu ada semacam puisi sms buat bapaknya lulu tapi di part #10 gak ada malah ketemunya di pertengahan part #9 plus karakter bella yang ilang diakhir cerita. novel ini berhasil menghipnotis gue buat terus baca ampe selesai. kayanya mba dyah bakalan masuk ke list penulis favorit gue nih. ditunggu karya selanjutnya mba. keep writing :)
36 reviews
August 31, 2014
Lulu terpaksa tinggal bersama Mamanya karena Ayahnya yang adalah seorang penipu itu ada dalam bahaya. Ia masuk ke Sekolah baru dan mulai membuat onar dengan kehlian menipu-nya, sayangnya keahliannya itu tidak berjalan sukses dengan adanya guru bermata jeli (Ms Nadine) dan anjing penjaga (Badai)
Lama kelamaan, Lulu merasakan sesuatu yang berbeda dari rutinitas menipunya selama ini. Dia menikmati kehidupan remaja biasa. Namun di samping itu dia tetap melakukan segala cara agar bisa kembali bersama Ayahnya.

Suka banget sama Beautiful Liar. Karakter Lunneta betul" tercap buruk, namun pembaca dapat bersimpati padanya, apalagi dengan adanya kejutan (yang tidak terduga olehku) akan apa yang sesungguhnya terjadi pada Ayahnya.
Gaya bahasanya pun enak. Ringan dan mengalir. Ceritanya pun amat sangat tidak pasaran, dan tidak terkesan sinetron.

Oh ya. Novel ini juga menguak banyak cara jitu untuk menipu. Hahahaaha

Overall, i love this. Novel ini sangat cocok untuk pembaca yang menyukai twist dan kejutan, karena banyak sekali kejutan dalam Beautiful Liar
Profile Image for Idea Fina.
Author 2 books82 followers
October 16, 2014
ketika baca bab pertama, saya benar-benar merasa nggak rugi udah beli. Haha... serius deh. Di bab pertama, tokoh utama cerita ini, Lunetta, udah mulai melancarkan aksi tipunya di bandara. Lunetta dengan meyakinkannya, menipu seorang cewek agar membuang jam tangan mahalnya ke tempat sampah.
pembukaan yg bagus lah.
Lunetta, atau Lulu, ternyata adalah anak dari seorang penipu ulung. Orangtuanya bercerai dan Lulu ikut Papanya. Karena pekerjaan Papanya yang seorang penipu, Lulu jadi tahu berbagai macam trik menipu, dan ia jadi terbiasa, malah bangga jika berhasil menipu.
lunetta jd harus berubah saat ia tinggal sm mamanya, masuk sekolah bergengsi, punya teman2, cwo yg disukai, tp krn gk terbiasa & trlalu kangen papanya, akhirnya dy byk bkn masalah. dy jd menipu.
suka sm jln ceritanya yg ringan, lucu, tp konfliknya dpt. wktu baca saya brpikir akn ada konflik yg berat tntg papanya. tp endingnya trnyata gak tertebak, justru yg mengarah kesana itu yg bikin penasaran.
good job, author!^^
Profile Image for Riz Amelia.
Author 4 books12 followers
August 31, 2014
kesambet apa ya saya baca 7 deadly sins series ini dua-duanya langsung sy kelarin dalam wktu kurang dr 24 jam. skipnya dikit pula.

Beautiful Liar. Yep, judulnya ngena banget dan pas sama keseluruhan novel. Ngga habis pikir sama Lulu yg otaknya jenius abis buat nipu orang yaa... tp yg plg menakutkan adalah ktika seseorang sm skali tidak memiliki rsa takut.

Kali ini saya suka dengan endingnya, ngga sprti best rival, Beautiful Liar bikin sy si pembaca dpt banyak plajaran tntg hdup *cielaaaa ahahha... seenggaknya ngg ada epilog yg menyebalkan.

diam2 saya suka badai.... sayang penggambaran dia pas lg pake topi itu agak mengurangi rs suka saya... ahahaha

oh.. typo jangan ditanya deh. berserakan. dan ada beberapa penyebutan nama yg salah. Harusnya Lulu tp malah Badai, harusnya "elo" malah jadi "gue"


sejauh ini, 2 novel dr seri ini sukses!!! tinggal baca selanjutnya...
Profile Image for Nita Sweet.
12 reviews4 followers
November 9, 2014
Lune, Lulu, Lunetta. I love Lunetta. Aku suka sekali dengan karakter tokoh utama ini. Licik, cerdas dan menyimpan kesedihan dalam dirinya. Itu sesuatu banget, dan aku ingin membaca novel dengan karakter seperti ini lagi.

Novel ini hampir membuatku ikut menangis di akhir bab, apalagi pas adegan Lulu ketemu bapaknya, ditambah dapat boneka dari ayah tirinya plus lahiran adiknya. Tuh adegan melo abis dan aku tak pernah nangis hanya karena baca novel. Kecuali nonton drama :)

Lulu mengingatkanku pada Aura, karena di novel sebelumnya yang kusuka hanya Aura hehehe, aku paling suka karakter antagonis, apalagi tokoh perempuan. karena menurutku mereka bukan karakter lemah. Jadi, karakter favoritku sekarang bertambah dengan adanya Lulu.
Profile Image for Deryana Roseliind.
8 reviews2 followers
September 16, 2014
Pembuka cerita dari Beautiful Liar ini udah bikin ngakak dan penasaran dengan halaman berikutnya.
dan yah, pengemasan kisah Lulu untuk bertemu Ayahnya selalu ada kejutan. sifat kaya Lulu memang ada, tapi dia jenius luar biasa meski di salah gunakan.
Gaya tulisan mbak Dyah sendiri santai dan bikin enjoy bacanya. gak ada typo perasaan.
Meski cuma tersirat romansa antara Lulu dan Badai, tetap suka. bosan sama tema romantis menye-menye..
dan juga pembagian sifat buruknya gak menghilangkan sisi baik dari Lulu.
Yang pasti ini buku yang sayang untuk di lewatkan.
Displaying 1 - 30 of 69 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.