Ketika membeli buku ini, saya punya bayangan akan seseru buku pertama, Scappa Per Amore. Namun, dugaan saya meleset. Meskipun konflik Diva si tokoh utama dengan ayahnya dan pencarian cintanya masih terus berlanjut, tapi pada buku kedua konfliknya terasa datar dan mudah ditebak. Untuk itulah saya pada beberapa bagian memutuskan berhenti membaca, dan baru lanjut beberapa minggu kemudian setelah mendapatkan mood. Namun, setelah beberapa bulan, akhirnya buku ini tuntas juga karena memang perlu bahan bacaan saat bepergian ke luar kota.
Sebenarnya semangat yang diusung sangat menarik. Mencari jejak Islam di Amerika Selatan yang selama ini terkenal dominasi Katolik maupun agama pribuminya. Diva sebagai seorang jurnalis memburu narasumber untuk menceritakan perjuangan dan dakwah Islam di Amerika Latin. Namun, cerita di buku ke-2 ini punya pola yang berulang: tokoh utama datang, bertemu narasumber, narasumber bercerita tentang kisah keislamannya, pindah ke cerita berikutnya, dan seterusnya. Yang membuat penasaran mungkin hanya bumbu konflik antara Diva dan keluarganya.
Secara garis besar, ceritanya dibagi menjadi tiga sesuai dengan setting cerita: Pertama, di Argentina, di mana Diva bertemu Maher, pemuda Muslim yang menarik hati Diva tapi pada endingnya terkesan menggantung (mungkin akan berlanjut di buku ke-3? Let see, saya belum membacanya). Kedua, di Meksiko, ketika Diva harus memburu berita tentang komunitas Muslim Indian. Ketiga, di Brazil, yang menurut saya tidak terlalu banyak terungkap kecuali dakwah klub bola dan jati diri Maria.
Overall, saya memutuskan untuk memberi buku ini bintang 3: menarik, tapi belum bisa membuat saya membaca secara kontinyu.