Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sweetheart of Nobody

Rate this book
Sepanjang karirnya di dunia sinetron, Juliette selalu mendapat tawaran peran sebagai antagonis jahat yang menyebalkan . Kemampuan aktingnya yang sangat bagus dan menjiwai, membuat para penonton jadi terbawa perasaan dan membencinya hingga ke dunia nyata. Dimaki-maki, dijambak, bahkan dicakar di jalanan pun pernah dia alami.

Juliette tak keberatan. Asalkan dapat cuan, anggap saja itu risiko pekerjaan. Ditambah lagi, Leta si manajer selalu mengamuk jika dia sampai pilih-pilih peran.

Mulanya, semua berjalan baik-baik saja. Hingga kemudian dia mulai beradu akting dengan Julian, aktor yang diam-diam dia kagumi sejak lama. Juliette mulai merasa risau. Seharusnya segalanya berjalan lancar kalau saja orang-orang tak telanjur membencinya. Sekarang, demi karir dia terpaksa harus menekan perasaan, mengalah, dan berpura-pura.

Seakan belum cukup rumit situasi yang tengah dia hadapi, Alex, kakak lelaki Leta yang sangat dia benci tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Membuatnya berada di persimpangan antara keharusan membalas budi, atau memperjuangkan kebahagiaannya sendiri.

328 pages, Paperback

Published March 24, 2025

2 people are currently reading
14 people want to read

About the author

Malashantii

9 books88 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (7%)
4 stars
3 (21%)
3 stars
9 (64%)
2 stars
1 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for aynsrtn.
525 reviews18 followers
April 24, 2025
❝Faktanya aku bertahan karena sudah terlanjur lekat dengan image antagonis. Para produser dan sutradara memilihku karena aku sudah punya segmen pembenci sendiri. Enggak perlu script atau plot cerita yang bagus-bagus amat, menampilkan wajahku di layar sudah cukup membuat penonton emosi.❞ - p. 125 ~ p. 126

Julie selalu mendapatkan peran antagonis. Diserang ibu-ibu kompleks dan punya haters group karena "gemas" dengan aktingnya di sinetron sudah menjadi hal biasa bagi Julie. Dia pun bertekad untuk berhenti mengambil peran antagonis di sinetron stripping, sampai Leta—manajernya—menawari Julie sebagai peran antagonis dengan Julian sebagai lawan mainnya. Julie teringat akan "aib psikologis"-nya kepada Julian. Di sisi lain, Lex—kakak Leta—semakin bersikeras mendobrak dinding pembatas yang Julie buat untuk Lex.

3.5⭐

Sebenarnya aku menyukai bagaimana penulis menuturkan cerita di buku ini. Memakai sudut pandang orang pertama yaitu Julie membuatku ikut merasakan bagaimana lika-liku Julie sebagai peran antagonis di sinetron dan "dibuat" antagonis di kehidupan orang lain—padahal sebenarnya dia adalah protagonis dalam hidupnya.

Tapi,

inilah beberapa hal yang menjadi "perhatian" bagiku di buku ini (disclaimer: ini sangat subjektif, berdasarkan preferensiku, dan mengandung spoiler):

1. Male Lead(s) & End Game

Pada paruh pertama dibuat kesengsem tuh dengan segala perhatian dan pendekatan yang dilakukan Julian. Smooth banget kepada Julie. Sampai akhirnya [...]. That man is really opportunist.

Lalu, di paruh kedua hingga akhir dibuat gerah oleh Lex. Berbagai spekulasi bermunculan. Kenapa Julie segitu judes dan ngehindar dari Lex kan dia abang teman dekatnya, ternyata [...] Penulisnya begitu implisit menceritakan behind story Julie-Lex di masa lalu. Tapi, sepenangkapan aku ini termasuk grooming dan sexual assault, kah? cmiiw. Sebab, saat itu Julie berusia 14 tahun, Lex berusia 18 tahun.

Sejujurnya aku berharap Julie tidak berakhir dengan keduanya. Nggak ada yang mending. Tetapi, end game-nya malah dengan itu. Okay, that person sudah minta maaf dan berubah lebih baik. Mungkin penulis meng-end game-kan Julie dengan dia sebagai bentuk "kesempatan kedua". Siapa tahu maksudnya demikian, tetapi hal ini malah nggak masuk akal. Tapi, cinta kan nggak ada logika [menurut lagu]. Adakah mau have a thing dengan seseorang yang pernah membuatmu takut—trauma? Cukup sebagai kenalan atau ya jadi teman [yang sewajarnya]. Tapi balik lagi karena penulis menjelaskannya dengan tersirat jadi ga tahu sampai mana perlakuan Lex terhadap Julie di masa itu.

2. Plot hole(s) & Conclusion

Tidak dijelaskan video apa yang beredar. Apakah video yang pas Julie latihan sama Amelie atau yang mana? Lalu, siapa yang membocorkannya ke media. Kasus Julie yang dulu juga siapa yang membocorkan dan kelanjutannya gimana pun nggak dijelaskan. Jadi, kasus Julie-Julian-Amelie udah gitu aja karena keburu ditimpa oleh klimaks dan masalah yang bertubi-tubi di paruh akhir cerita. Bahkan ini udah 5 bab terakhir masih nggak tahu konklusinya akan bagaimana karena masalahnya jadi makin menjelimet.

3. Leta (karakter dia "luar biasa" sekali sehingga ku buatkan point sendiri)

Adegan ketika Leta memergoki abangnya dengan Julie. Dia marahnya kayak abis ngelabrak pelakor padahal Julie temennya sendiri. Pas di akhir dikasih tahu alasannya yang menurutku "dangkal". Tak kira ada trauma atau behind story keluarga yang buat Leta sebegitu posesifnya kepada abangnya, tapi ternyata karena dia nggak mau Julie sakit hati. Girl, yang lo lakuin malah lebih dari itu.

Guilt-tripping dan manipulatif yang bikin Julie ngerasa salah karena mempertanyakan kemana semua uang hasil kerjanya kepada Leta. Lalu, dikasih tahu bahwa Julie punya ini dan itu, dibelikan saham, apartemen, dan lainnya. Bro, wajar Julie marah karena lo nggak transparan. Terus kalau ga di-call out kapan tahun mau ngasih tahu haknya Julie (katanya sih tahun depan atau dua tahun kemudian). Aneh banget duit-duitnya Julie tapi lo yang ngatur mentang Julie punya utang. Emang sebaiknya tidak menjadikan teman sebagai manajer yang masuknya ranah profesional. Karena batas keduanya jadi rancu.

4. Penulisan dialog tag

Ini membuatku jadi harus fokus banget untuk membaca karena di satu paragraf bisa ada dua orang yang berbicara atau malah sudah enter di paragraf lain tetapi masih orang yang sama yang berbicara. Jadi, kadang kebolak-balik ini omongan siapa, ya.

#

One thing for sure dari semua hal-hal di atas, aku suka banget dengan karakter Julie. Dia ini sangat "manusia" dan "manusiawi" sekali. Dia stand sama pendapatnya. Saat dia disudutkan, dia bisa membela dirinya. Ada saatnya dia sedih dan takut, tapi berani buat berdiri di kakinya lagi. Kalau salah, Julie pun nggak denial dan berani untuk minta maaf.

Sesuai judulnya ya, sweetheart of nobody. Dia dapat sahabat yang begitu, end game dengan yang ya begitu. Cuma mamanya dan aku (sebagai pembaca, Julieeee ... aku fansmu, hehe) yang menjadikan Julie sebenar-benarnya sweetheart.

#

Panjang sekali ini ulasannya—yang lebih ke yapping session daripada mengulas buku, hehe. Akhir kata, Sweetheart of Nobody bukanlah cerita romansa semata, di sana ada dinamika sang antagonis yang sebenarnya adalah protagonis pemberani yang layak untuk dicintai dengan tulus.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
April 22, 2025
Juliette terkenal sebagai aktris pemeran karakter antagonis di setiap drama/sinetron yang dibintanginya. Karena aktingnya yang bagus, tidak jarang dia mendapatkan luapan kebencian dari penonton yang ditemuinya di beberapa kesempatan. Ada yang menjambaknya, mencakar, dan yang paling sering memaki-makinya. Meskipun dia aktris profesional, namun dia juga jenuh dan lelah dengan perlakuan yang diterimanya. Tetapi, Leta, manajer sekaligus sahabatnya masih saja menerima tawaran peran antagonis karena menurut Leta itulah yang mendatangkan uang untuknya. Juliette yang ingin segera melunasi hutangnya pada Leta, mau tak mau menerima keinginan manajernya.

Di satu kesempatan, Juliette kembali menerima tawaran peran antagonis. Namun kali ini dia akan satu frame dengan Julian, aktor pujaan hatinya sejak lama. Setelah beberapa kali berinteraksi, Julie menyadari kalau Julian juga memberikan perhatian yang berbeda padanya. Meski tanpa kata cinta yang terucap, karena keduanya memiliki perasaan yang sama mereka pun memilih untuk menjadi lebih dekat. Tetapi hubungan mereka harus dirahasiakan demi drama yang sedang mereka kerjakan. Sayangnya, pihak PH justru membuat gimmick untuk menaikkan popularitas drama mereka dengan memasangkan Julian bersama Amelie, aktris utama di drama itu. Meski tak rela, Julie harus menerima kekasihnya "terlihat" dekat dengan gadis lain.

Novel ini menarik karena mengangkat kehidupan seorang aktris langganan pemeran antagonis yang tidka mendapat banyak simpati dari masyarakat. Saya pikir hanya itu saja, ternyata Juliette mengalami banyak sekali konflik. Ada Lex, kakaknya Leta, yang sangat ingin dihindari oleh Julie, justru semakin sering melakukan pendekatan padanya. Sementara itu, lagi-lagi Julie mendapatkan perlakuan kasar dari fans pasangan Julian-Amelie. Belum juga reda, mamanya diberitakan terlibat skandal arisan tak senonoh dengan salah satu sosialita. Padahal konflik di dalam keluarga Juliette sendiri yang melibatkan Papanya belum juga selesai. Konflik demi konflik dibangun secara perlahan, dan puncaknya adalah keretakan antara Juliette dan Leta, ketika Leta tahu kakaknya ada hubungan dengan sahabatnya. Benar-benar deh nasibnya Juliette ini.

Masih ada beberapa typo dan juga komposisi dialog yang kadang membingungkan sampai harus dibaca 2-3 kali, tapi overall saya bisa menikmati kisah Juliette ini.

Profile Image for alletssbacabuku.
10 reviews3 followers
May 6, 2025
‘Hal terpenting yang harus selalu kamu jaga demi kebaikanmu adalah kendali diri.’ Pg. 187

Bercerita tentang kisah Jullie, seorang artis yang terkenal akan peran antagonisnya. Jullie juga menjadi sasaran kebencian oleh netizen berkat aktingnya yang cukup totalitas. Saat Jullie jenuh dan memutuskan untuk menyerah, Leta, manager sekaligus sahabatnya menawarkan untuk beradu akting dengan salah satu aktor yang Jullie kagumi, Julian.

Masalah perlahan muncul di dalam kehidupan Jullie yang mulanya adem ayem, jadii terseret gossip tak sedap yang membuat kehidupannya jungkir balik. Belum lagi satu masalah selesai, hadirnya Lex, kakak Leta, membuat penderitaan Jullie kian lengkap!

💨💨

Ditulis menggunakan POV orang pertama, Jullie kita akan dibawa untuk melihat kehidupan di balik layar seorang artis, belum lagi kerja keras marketing team PH yang melakukan segala cara agar setiap project bisa berhasil.

Awal cerita dibuka dengan adegan yang lucu, narasi yang pendek dan mostly dialog, dan membuat cerita ini terasa fun.

Konflik cerita bagiku tergolong ringan banget dan tentunya buat penasaran, hanya saja sayang banget menurutku untuk setiap konfliknya masih terasa abu-abu dan too dramatic (baik untuk konflik masa lalu antar tokoh maupun kejadian di masa sekarang).

But luckily, as long as the story goes, perkembangan konflik maupun karakter itu uda better mendekati ending cerita.

Banyak tokoh yang terlibat, dan sayangnya menurutku chemistry antar tokoh itu belum terjalin maksimal.. dan rata2 tokoh di dalamnya buat aku emosi jiwa pas bacanya🤣

Tokoh yang paling aku ga suka ituu yaa si Julian.. cowo redflag yang berkedok sok gentleman. Ada juga si Lex yang karakternya aga ga jelas? mana porsi si Lex di dalamnya seuprit doang🤣 tapii pentingg pulaaa😏

Aku suka karakter Leta, meski benci di awal juga karena menurutku di awalnya dia sedikit rude.. but twistnya nih yang buat aku speechless sekaligus terharu melihat persahabatan keduanya.

Selain itu, sampai sekarang aku masih mempertanyakan hubungan Jullie dan kedua orangtuanya yang terbilang cukup unik dan sedikit nonsense yaa melihat perilaku mereka. Sayang banget padahal aku berharap ada sisi emosional yang lebih ditonjolin sewaktu menjelang closurenya🤣

Lalu, aku juga bingung, ini ceritanya mau di bawa ke arah manaa gitu, mau ke romance atau kisah keluarga maupun persahabatan? atau bisa aja semua yaa? tapi asli eksekusinya serba nanggung dan ada part-part yang masih terasa janggal untukku.

Plotnya bagus, sayangnya di eksekusi yang kurang maksimal ajaaa sihh~ Kalian boleh coba bacaa ceritanya ini kalau sukaa cerita yang fun antar sesama artis maupun pembalap konglo inii yaaa🤣🤣
Profile Image for Aisyha.
84 reviews
May 13, 2025
I was expecting something sweet and light. Nyatanya, aku hanya terburu-buru pengen nyelesain buku ini.

Seperti biasa, meskipun aku suka cerita romcom dan romansa yang cenderung melankolis, tetep aja buatku jarang banget ketemu sama novel roman yang betulan cocok dan sesuai selera. Untuk Metropop misalnya. Novel-novel mereka cukup menghibur walau formatnya sering kali ga jauh berbeda. Sayangnya, dialog-dialog khas yang asal ceplos dalam novel Metropop yang banyak sekali dimasukkan dan seringnya nggak penting-penting amat—mungkin biar suasananya nampak lebih cair dan nyata—justru sering bikin aku bosan dan kepengen lompat-lompat aja bacanya. Begitupun yang aku alami selama baca Sweetheart of Nobody.

Mulai dari poin plus.
Narasinya nih ngaliiiir dan page turner. Dialog antartokoh natural dan ga kaku. Lumayan suka juga sisi Julie yang nggak jaim-jaim amat jadi aktris. Apalagi kalau udah “saling serang” sama Leta, sahabat karib sekaligus manajer Julie. Chemistry mereka tuh lawak. Udah pakai panggilan “Nyet” pula ke satu sama lain 😂

Lewat buku ini juga aku jadi lebih tau soal seluk beluk dunia perfilm-an dan persinetronan. Aku jadi paham kenapa episode sinetron Indo bisa sampe ratusan gitu, AHAHA. Memang seruu banget di bab-bab awal. Lebih menarik lagi saat momen di mana Julie masih sering syuting stripping, hingga kemudian memutuskan untuk nggak memperpanjang kontrak.

Tapi, tapi, tapi … alur cerita mulai terasa terombang-ambing di pertengahan cerita. Aku yang awalnya mikir Julie bakal beneran berakhir sama Julian pun jadi ragu. Chemistry keduanya terlihat ringkih dan hambar meskipun interaksinya sangat santer. Dari sekian banyaknya halaman yang dihabiskan untuk menyimak proses pdkt Julian ke Julie, tiba-tiba wajah asli Julian diperlihatkan. Datang orang ketiga, Amelie. Dan saat itulah, peran Lex yang sejak awal nggak terlalu banyak mendapat jatah mulai muncul ke permukaan. Aku jadi bertanya-tanya sendiri. Sebenernya akan dibawa ke mana kisah Julie ini? Jujur aja, aku lelah banget. Alasan utamanya kupikir karena ekspektasiku soal romansa yang co cwit-cwit dalam buku ini nggak terjadi 😅

Aku di sini makin sebel pula saat tau sejarah hubungan Lex dan Julie. Alasan Julie selama ini menghindari Lex. Lalu setelahnya … kok bisa Julie tetap jatuh cinta sama cowok itu? Aku merasa Julian maupun Lex bukanlah cowok benar-benar. Mereka red flag. Huftiee, ruwet banget lah.

Bener apa kata Leta. Julie tuh bodoh dalam memilah mana cowok baek-baek dan yang tidak baek-baek! (ga habis pikir). Kuhabiskan 300-halaman untuk klimaks yang baru datang menjelang akhir cerita, konflik dadakan yang berlapis-lapis, eksekusi yang terburu-buru, serta mayoritas karakter tokoh yang menyebalkan.

FYI, covernya lucuukk banget 💙😆
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
July 16, 2025
3,5🌟

"Enggak ada yg sempurna di dunia iji. Kita enggak selalu bisa mendapatkan apa yg kita inginkan."

Bercerita tentang Juliette atau yg biasa dipanggil Julie, seorang artis sinetron yg biasa memerankan peran antagonis. Karena terlalu sering memerankan peran antagonis, Julie kerap mendapat perlakuan yg kurang menyenangkan dari para penonton sinetron yg dibintanginya.

Meski begitu Julie memang berbakat di dunia akting dan dia juga menyukai pekerjaannya. Ditambah dia juga punya kewajiban yg harus dipenuhinya karena kesalahan masa lalunya.

Disini kita akan melihat sisi lain dunia hiburan yg keras, kadang netizen hanya ingin melihat apa yg ingin mereka lihat saja tanpa tau kebenarannya & menjelek-jelekan artis yg mereka tidak suka sampai membuat sang artis tertekan.

Kita akan diajak melihat bagaimana keseharian Julie sebagai artis sinetron dan publik figur, juga bagaimana ia menjalani hidup yg jauh dari orang tua sekian lama, serta beban dari kesalahan masa lalu pada orang tuanya dan Leta yg dia tanggung, dan rahasia tentang Lex yg disimpannya rapat-rapat, serta bagaimana ia menjalani dan menyikapi itu semua.

Aku suka narasi buku ini yg lumayan fun dan menyenangkan jadi di awal tuh banyak hal-hal lucu yg menghibur dan bahkan bikin gemes, walaupun makin kebelakang akan semakin terkuak apa-apa saja struggle yg dialami Julie selama ini.

Selain itu penjelasan tentang profesi Julie sebagai artis juga lumayan detail dan banyak dibahas jadi ga cuma sekedar tempelan aja.

Hanya saja aku merasa ada beberapa problem yg dialami Julie penjelasannya masih abu-abu, yg bikin aku masih bertanya-tanya apa sih yg terjadi sebenarnya.

Untuk penyelesaian konfliknya aku bisa dibilang puas dan ga puas karena ada tokoh-tokoh yg nyebelin banget tapi kek dilewatin gitu aja. Tapi konflik besar tentang pekerjaanya, serta antara Julie dgn orang tuanya, dgn Leta bahkan dengan Lex untungnya cukup memuaskan, jadi ga bikin aku misuh-misuh banget aku sama tokoh yg nyebelin tadi.

Overall aku cukup menikmati baca novel ini. Ceritanya lumayan seru & menghibur. Memperlihatkan kita sisi lain dunia hiburan yg isinya ga cuma happy-happy aja tapi banyak juga struggle dari mereka yg menggeluti dunia tsb.
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
May 1, 2025
Berkisah tentang Julie sang pemeran antagonis sinetron yang keberadaannya selalu bisa membuat ibu-ibu penonton geram. Ketika ia mulai lelah dengan karirnya sebagai peran antagonis, keputusannya untuk berhenti bermain sinetron malah mengantarkannya beradu akting dengan Julian, aktor yang ia kagumi sejak lama. Selama syuting berlangsung, kereta yang banyak kejutan datang padanya, dari gerbong masa lalu, gerbong masalah, hingga gerbong yang berisi semua perasaannya sendiri.

Selama membaca buku ini aku seperti diajak mencicipi semua rasa dalam kehidupan Julie (oh did you know Julie's full name? Navara Juliette. Sooo pretty, right?). Saat dia kesal, saat dia senang, saat dia sakit, semua rasa itu mengalir begitu aja sejalan dengan cerita. Sejak munculnya Julian dan Alex -atau Lex, kakak dari Leta, cerita mulai memanas, rasa yang ada bukan lagi dicicipi satu persatu.

Selama membaca buku ini aku selalu mempertimbangkan, Julie lebih baik sama Lex atau Julian ya... The first half of book aku selalu lebih condong ke Julian, mengingat ternyata gerbong masa lalu itu bukan sekedar miskomunikasi tapi crime. Oh helll noooo. Tapi the second half? THEY BOTH BAD!! Aku pun lebih sedih saat hubungan Julie putus dengan Leta daripada dengan dua pemeran prianya.

Lex tuh kaya nggak tahu apa arti boundaries! It's piss me off so bad, mencoba berpositive thinking terhadap Julian dengan pembelaan ini karir yang udah dia bangun dari lama wajar banget kalau dia mau melindungi karirnya juga ternyata ZONK! Red flag red flag!

Waktu baca buku ini aku nggak nyangka kalau ternyata tokohnya tuh pembalap Formula 1, pas banget aku juga lagi suka nonton balapan. Ada beberapa bagian balapan yang menurutku sedikittt banget melesetnya, tapi masih oke banget. Oh ya aku juga nemu di bagian yang sepertinya ter-edit kurang tepat di halaman 56, kalimat "Tanpa sadar aku tersenyum" masuk ke kolom kotak chat, agak aneh kan ya. Aku sendiri masih merasa kurang dengan endingnya, terasa seperti di buru-buru pada beberapa bagian,TAPIIII selebihnya buku ini bagus banget buat kamu yang lagi pengen baca buku yang ringan, seru, tapi masih bisa mengaduk perasaan.
Profile Image for Day Nella.
266 reviews5 followers
January 10, 2026
Navara Juliette, yang dikenal sebagai ratu antagonis di dunia sinetron stripping dan image buruk karena peran tersebut melekat erat padanya. Selalu mendapatkan peran yang sama di setiap stripping berbeda. Lelah pastinya, apalagi hatersnya membludak karena membencinya yang selalu jahat di setiap sinetron. Nyatanya dia adalah seorang protagonis dalam kehidupannya.
-
Julie tidak menyangka akan satu sinetron dengan lawan mainnya, sosok yang dulu dia idolakan. Perasaannya melambung dengan setiap kedekatan yang tercipta hingga membuat dirinya seakan lupa bila industri hiburan lebih mengutamakan rating dan hal-hal yang menguntungkan.
Belum lagi sosok yang selalu dihindarinya kini makin gencar mendekati dirinya. Leta kerap mengingatkan dan hal buruk pun terjadi membuat semua jadi berantakan.
-
Konflik asmara, keluarga dan sahabat dalam cerita ini cukup pas. Meskipun semua dibuka pelan-pelan menuju akhir. Karakter Julie, Leta bikin gregetan. Kadang kesal sama Leta. Dia sahabat sekaligus manajer yang bikin emosi dan terkesan egois. Untuk Julie, karena diceritakan dari sudut pandangnya, sangat konsisten dari awal hingga akhir. Karakter yang mudah dicintai. Tidak seperti lawan mainnya, yang gimmick banget. Jatuh bangunnya Julie sang antagonis, banyak mendapat kebencian dan pemberitaan kurang menyenangkan. Namun, Julie sosok yang rapuh, dan Leta yang tangguh mampu meredam semua hal yang membuat Julie terpuruk. Hingga perlahan bangkit lagi.
-
Penulis sangat detail menggambarkan suasana dunia stripping, proses syuting dan hal lainnya sampai pada promo dan hadir di banyak talk show juga gimmick yang diciptakan demi mendongkrak rating sinetron.

Konflik masa lalu Julie dengan sosok lama ini agak krusial karena Julie masih di bawah umur, sayangnya penyelesaiannya terasa buru-buru. Dan sejujurnya nggak ingin Julie berakhir dengan salah satu dari mereka. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik.

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for k.
42 reviews2 followers
May 22, 2025
Premisnya simple yaaa cocok dibaca gak pake mikir. Secara alurnya ringan, menurutku bisa selesai dibaca dalam 1-2 hari aja.

Sayangnya.....ada plot hole di sana dan di sini. Sampe akhir cerita bikin aku bertanya-tanya apa hubungan Leta sama abangnya lebih dari sekadar saudara kandung?

Apa yang dilakukan Lex ke Julie yang bikin Julie sebel mengarah ke trauma tiap ketemu Lex?

Video apa yang bikin Julie viral dan dibenci netizen?

Lalu cukup banyak saltik dan grammar errors yg bikin aku ugh, turn off. Please, buku udah naik cetak kenapa hal-hal kayak gini malah terlewat dari mata editor ya? Rasanya pengen bantuin percakapan dalam B.Inggris-nya deh💔😔 aku siap jadi volunteer...really
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Bana_Ez.
244 reviews1 follower
May 30, 2025
Maaf, sejauh baca buku ini, gapaham alur permasalahannya di mana, banyak plot hole menurut saya.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.