Beniko sedang healing ditemani Sumimaru, kucing yang bisa berubah menjadi syal. Tapi, lagi di masa cuti, tetap saja Beniko bertemu seseorang yang harus dibereskan persoalannya.
Di seri ke-9 ini Beniko memang nggak niat buka toko. Meski demikian, isi kopernya tetap jajanan jualannya. Ada total 6 kisah [klien] yang Beniko temui; saat dia di kereta, saat dia mau mandi air panas di onsen, saat lagi di tempat wisata, saat mau nginep di hotel, saat lagi di pulau antah berantah (ini baru pertama kalinya aku lihat Beniko mancing), sampai saat ia berada di toko kudapan—niatnya mau beli oleh-oleh.
Yang paling seru sekaligus ngeselin bagiku, yaitu cerita yang keempat. Anak sekecil itu, usia 9 tahun, tapi berani blackmail Beniko. Wah, the real manipulative passive aggresive sejak dini final boss. Untung dia kena batunya. Yang sedih dan nyes di cerita burung camar, mungkin kalau sudah terlalu lelah dengan kehidupan, lebih baik menjadi burung camar :""
Akhir kata, buku ini menyenangkan. Lebih kompleks makna setiap ceritanya—meski ada yang agak horor. Cocok buat kamu yang butuh bacaan ringan sekali duduk.
⚘ 4 bintang untuk cuti dari tanggal 4 - 11 Februari.
❝Nah, Sumimaru, mari kita mulai perjalanan yang menyenangkan. Pergi ke berbagai tempat, makan banyak hidangan lezat. Akan lebih bagus lagi kalau aku bisa menemukan ide jajanan baru.❞
Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 9 ini rasanya fresh banget karena Nyonya Beniko melakukan perjalanan bersama Sumimaru yang menyamar sebagai syal berbulu! Dari naik, Shinkansen, mancing, sampai berendam di Onsen segala!
Tentu saja tetap tidak luput dengan jajanan dari Zanitendo yang dibawa dalam perjalanan. Enam jajanan di buku ini adalah: Manisan Pantang Mabuk, Bakpao Jizo Pegal Linu, Stiker Foto Gaib, Cumi Perut Karet, Permen Camar, dan Pasta Kacang Merah Ilham.
Dan untuk edisi kali ini, Nyonya Beniko membagikan jajanannya secara gratis, jadi nggak ada uang koin jadoel sebagai alat tukar. Bagi Nyonya Beniko, ini bukan saatnya berbisnis, yang lebih penting adalah menghargai setiap pertemuannya dengan berbagai orang. Meski tetap saja ya, nggak semua orang yang dia temui itu bijak dan layak menyicipi jajanan ajaib Zenitendo. Bahkan, ada yang sampai malak dan mengambil jajanan tanpa izin!
Rasanya hampir di setiap buku Zenitendo ini selalu ada bocah bandel kayak Hideya, atau orang-orang yang malas membaca instruksi seperti Yuriko dan Hisashi. Ada yang hatinya memang kotor, ada yang hatinya bersih tapi malas baca. Yang pasti, selalu ada konsekuensi dari
Perjalanan Nyonya Beniko dan Sumimaru kali ini menyenangkan sekali. Apalagi ketika membaca catatan perjalanan Sumimaru yang dilengkapi dengan tulisan cakar ayam dan gambar ala kadarnya tapi menggemaskan itu. Perasaan bahagianya Sumimaru selama jalan-jalan menular banget ke pembaca.
Sebagai yang loncat baca buku kesembilan ini sebelum baca buku kedelapan (walau begitu, terima kasih PYC Digilib), aku kaget dengan epliognya! Aku belom tahu apakah sosok yang muncul di buku kesembilan ini sebelumnya sudah muncul di buku ke delapan? Atau memang baru pertama kali muncul di epilog Zenitendo 9 ini? Bagaimana pun itu, aku jadi makin tidak sabar untuk menanti terjemahan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 10!
ihh.. serunya!! Kali ini Beniko jalan-jalan sama meng-nya. Jadi lumayan ganti suasana sih.. ga cuma sekedar: orang butuh ➡️ datang ke zenitendo ATAU bertengkar sama Yodomi lagi.
Terus ada nyelip 1 cerita yang agak horor dikit. ❤️❤️ sukaaaa.......
Fresh sekali karena di buku ini diajak jalan-jalan ama Beniko, dan ceritanya seru seru tapi 1 pelanggan rese ini ruined penilaian ku wkwkwk. Epilog-nya mayan bikin kaget siapa bocah kentang itu.