❝Iya, itulah nama toko ini. Tempat pelanggan bisa mewujudkan keinginan apa pun hanya dengan satu uang koin. Nah, apa yang kau inginkan? Keinginan, kekuatan, apa pun yang kau inginkan katakan saja pada Beniko.❞
Kembali lagi bersama Nyonya Beniko di Zenitendo! Sama seperti konsep buku sebelumnya, terdapat enam pelanggan yang ditemui di buku ini. Hal baru yang kutemui di buku ini adalah ternyata bukan cuma manusia saja yang bisa menjadi pelanggan di Zenitendo, hewan peliharaan pun bisa membeli jajanan yang dibutuhkannya dan bahkan jadi kisah favoritku di buku ini!
Ada John Omura, seekor anjing berusia 8 tahun yang badannya diselimuti rambut hitam halus, membuatnya terlihat menyeramkan namun ternyata memiliki hati yang lembut. John mendapatkan Jeli Pesona dari Nyonya Beniko karena Hayato, anak dari keluarga yang memeliharanya, ingin berkenalan dengan Chinami yang manis dan populer, namun Chinami takut pada John yang dibawa oleh Hayato berjalan-jalan. Namun siapa sangka, setelah memakan Jeli Pesona, bukan cuma Chinami yang menganggap John terlihat imut, sampai-sampai orangtua Hayato berencana mengikutkan John ke "Kontes Anjing Terlucu Se-Jepang!". Cerita ini menurutku hangat sekali, kita bisa lihat gimana perasaan anabul terhadap tuan mudanya. Bagi John, nggak ada artinya disukai banyak orang kalau justru nggak bisa dapat perhatian dari orang yang disayanginya huhuhu :')
Pada buku keenam ini, kita juga bisa melihat Nyonya Beniko kena "angin jahat" yang membuatnya beberapa kali melakukan kekeliruhan saat menyarankan jajanan kepada pelanggannya. Karena aku belum baca buku kelimanya, aku cukup kebingungan terhadap apa sebenarnya yang terjadi kepada Yodomi sampai dia nemplok di kandang burung. Hal lain yang diperkenalkan di buku ini adalah selain Yodomi dari Tatarimedo, ada lagi toko jajanan lainnya yakni Tengokuen yang dikelola oleh Kaido. Tapi, kelihatannya Tengokuen masih sebelas duabelas deh sama Tatarimedo, jajanannya pada nyesatin semua.
"mereka yang memakan jeli pesona memang akan disukai semua orang. namun, tidak ada artinya jika malah tidak disayangi lagi oleh orang yang sangat berarti bagi mereka, ya.... anjing itu membuat pilihan yang tepat datang kepada beniko untuk membuang kekuatan disukainya demi tuan muda itu. hewan memang jauh lebih pintar daripada manusia. mereka tahu persis apa itu kebahagiaan yang sesungguhnya."
“Mengapa sangat sulit menerima apa yang sudah kita miliki saat ini? Mengapa manusia tak pernah bisa menghargai hal penting dalam hidupnya?” Pernah bertanya pada diri sendiri tidak mengapa sangat sulit bisa menghargai apa yang memang sudah kita miliki? Mengapa kita melupakan apa yang kita punya untuk mengejar hal-hal yang belum tentu baik pada diri kita? Dalam buku Toko Zenitendo 6 ini kita akan bertemu dengan banyak jajanan unik untuk membantu pelanggan yang beruntung pada hari itu. Mulai dari wafer maha berangan, biskuit seimbang, jeli pesona sampai dengan kalong ngemong. Kisah-kisah unik dari manusia yang menginginkan hal-hal yang tidak bisa mereka capai. Ada yang beruntung, ada yang terjerumus dan ada juga yang bisa terselamatkan. Kebijakan pengguna dengan tidak serakah dan membaca aturan pakai juga sangat terpengaruh. Tak ada yang namanya keberhasilan secara instan maupun kemudahan dari sesuatu yang didapatkan orang lain. Seperti halnya ketika orang tua dititipi anugerah berupa anak, Tuhan mengerti kita siap dan mampu jadi jangan mengeluh atas rewelnya, sakitnya atau waktu yang dihabiskan untuk membesarkannya. Jangan hanya suka dengan lucu dan tawanya namun terima segala perih dan konsekuensi atas anugerah yang didapatkan. Tidak hanya mengenai buah hati namun juga perihal berkah kesehatan, jabatan dan harta semua itu hanyalah titipan. Tinggal bagaimana kita bisa bijak untuk mengelolanya.
Cerita menarik tapi polanya berulang tentu dapat memunculkan setitik kebosanan, karena itulah buku ke -6 ini ditulis. Ada banyak yang baru dalam kisah-kisahnya. Selain sedikit laporan tentang kondisi owner Tatamirendo yang ada di kurungan burung, ada musuh baru yang masih menjadi misteri kecuali namanya. Dan buku ini dibuka dengan Nyonya Beniko yang kena flu. Bukan hanya sakit flu, beberapa kali dia memberikan produk yang sedikit kurang tepat kepada para pembeli yang beruntung. Meskipun pada akhirnya, produk-produk itu bermanfaat juga dengan caranya sendiri (kecuali mungkin biskui seimbang yang walau berhasil menyatukan perbedaan tetapi menciptakan perbedaan baru--begitulah dunia, bukan tempatnya segala sesuatu harus sempurna agar kita ada usahanya).
Di buku ini, klien Zenintendo ternyata tidak melulu manusia, tetapi juga seorang anjing bernama John. Kesetiaan John mmenunjukkan betapa lebih baik memiliki satu orang yang begitu mencintaimu setulus hati ketimbang dicintai banyak orang yang hanya cinta karena tampilanmu semata. Penerjemahan "Kalong Ngemong" bikin ngakak, lucu, tetapi sangat lreatif. Kok bisa pas berima gitu ya. Luar biasa kisah tentang perjuangan seorang ibu merawat bayi yang baru lahir ini. Betapa pun capek dan ngantuknya, cintanya kepada sang anak tetap tak terkalahkan.
Aku langsung skip seri ke-6. Ceritanya tetap nyambung dan bisa diterima bagi yang mau memulai seri Zenitendo.
Beniko adalah seorang penjual toko jajanan ajaib yang dapat mengabulkan banyak permintaan. Hanya orang beruntung dan memiliki koin jadul yang bisa membeli jajanan ajaib itu dan mendapatkan khasiatnya.
Ada beberapa cerita terpisah dengan masalah yang beragam. Mulai dari pensil sabar, wafer maha berangan, biskuit seimbang, pretzel Rapunzel, hingga kalong ngemong.
Ceritanya unik, lucu, menghibur, dan setiap perwujudan harapan pasti punya konsekuensinya!
Aku suka part pensil sabar. Menceritakan Shiro yang suka pup setiap saat. Dia pakai pensil itu dan menulis harapannya agar bisa sabar. Keinginannya untuk menahan pup terwujud, namun berimbas pada nafsu makannya. Karena tak tahan, ia menghapus tulisannya untuk mendapatkan selera makannya kembali. Akhirnya mantra itu bekerja. Shiro bisa makan lagi dengan lahap, tetapi ia kembali mengalami pup setiap saat.
Pada seri kali ini, Beniko—sang pemilik Zenitendo—terasa lebih "manusiawi". Hal ini karena efek dari pesaing yang mencoba berbagai cara untuk menurunkan pamor toko jajajan Zenitendo. Beniko terserang flu dan keliru memberikan jajanan kepada pelanggan.
Actual rating: 4.5⭐️
Ada 9 cerita di buku ini: 1. Prolog 2. Wafer Maha Berangan 3. Biskuit Seimbang 4. Pensil Sabar 5. Kandang Burung Dalam Kegelapan (Interlude) 6. Jeli Pesona 7. Pretzel Rapunzel 8. Kalong Ngemong 9. Epilog
Dan favoritku adalah Wafer Maha Berangan. Ketika Beniko salah memberikan jajanan, tapi malah berefek baik bagi pelanggan. Seri ini pun pelanggannya lebih variatif. Bocoran: ada pelanggan yang bukan manusia 😲
Penasaran banget saat Beniko dapat surat tantangan dan dia menerima tantangan ini. Apakah isi tantangannya? Nggak sabar baca Zenitendo 7 🍬🍭
Reading slump yang lumayan parah, but i feel relieved that i can finished this easy to read book (meskipun nyampe 2 minggu lebih buat nyelesaiin buku yang ngga ada 200 halaman ini wkwk) Series zenitendo yang ke 6 ini mulai muncul keteledoran dari Beniko saat dia ngasih benda/jajan dan kurang sesuai buat mengatasi permasalahan pelanggannya. Penyebabnya pun bukan dari dirinya sendiri tapi ada gangguan eksternal. Padahal di series sebelumnya belum pernah kejadian insiden tersebut. Ngikutin series ini karena ringan, seru, dan enak buat dibaca sekali duduk. Bakalan lanjut baca series lanjutannya zenitendo 7 (ngga tau ini sampe series ke-berapa selesainya).
Masih sama, tapi beda. Di buku ini, Beniko dan Zenitendo kerap kasih rekomendasi produk yang keliru atau kurang tepat. Dan ternyata semua terjadi karena .
Cerita favoritku yang pertama karena judulnya "Wafer Maha Berangan" yang mana "berangan" adalah nama lain buat kastanye dan bisa juga diterjemahkan sebagai "ber+angan" yang cocok sama ceritanya! Kayak mindblowing gitu lho pas baca.
Aku suka cerita ke enam dari Zenitendo ini. Memang cara menemukan tokonya sama dengan cerita sebelumnya (agak membuat bosan), tapi cerita tokoh yg beruntung dan jajanannya menarik untuk diikuti
Lumayan ada angin segar dengan kecerobohan Beniko, ternyata hewan juga bisa menjadi pelanggan Zenitendo, dan sepertinya ada Toko Jajanan baru seperti Yodomi yang jajanannya sama sama menyesatkan.
Melanjutkan bacaan sebelum tidur~ Jajanan yang terjual : wafer maha berangan, biskuit seimbang, pensil sabar, jeli pesona, pretzel rapunzel, dan kalong ngemong
Sepanjang tahun lalu udah baca Zenitendo 1-8, tapi yg nomor 6 ini keselip gak dapat2 pinjaman. Akhirnya nemu di Perpustakaan Jakarta Cikini dan numpang baca di sana dalam dua kali kesempatan.
Perlakuan hangat dari seorang pelanggan yang kali ini berkaki empat bernama John, dan hasilnya mampu membuat Hayato memiliki teman baru. Jajanan Jeli Pesona tak hanya merekatkan dua teman namun juga pribadi yang lebih baik.