Buku ini tidak hanya memaparkan tentang konsep masyarakat tanpa kelas menurut pandangan Muhammad SAW dan Karl Marx, akan tetapi menggambarkan kegelisahan penulisnya di tengah masyarakat yang telah terkontaminasi oleh sistem kapitalisme Global. - KH Abdurrahaman Wahid
Wkwkwkw rasanya gila aja aku yang minim pengetahuan soal agama dan nga begitu kenal marx banget tapi udah berani baca nih buku. Di sini bakal diversusin tuh apa kesamaan ajaran mereka dan bedanya dari mana. Jadi yang baca juga bakal tau nih kontrasnya di mana. Aku tertarik baca buku ini karena temenku sempat bilang "Nabi Muhammad itu sebenernya orang kiri." Wkwkwkw, bego bener kann.. semua agama juga pasti ada pembahasan entah nabinya atau tuhannya yg sama kyk orang-orang kiri. Padahal mah ada sebabnya tuh gimana sampe mereka mikir kyk gitu.. setelah baca buku ini aku baru ngerti, ohh ternyata kyk gitu tohh sebabnya.. Kurang lebih seperti itu sih aku baca buku ini.
Sebuah karya yang tersusun dalam menerangkan titik pertemuan antara Nabi Muhammad saw dan Karl Marx dalam lingkungan masyarakat tanpa kelas. Penulis menyusun kerangka perbincangan dengan baik, malah sesuai bagi seorang pemula sekalipun. Walaupun setelah menghabiskan pembacaan yang mengambil masa agak panjang bagi aku, isinya sebenarnya masih ringkas dan seperti kata penulis dalam awal buku, naskhah ini bakal dikembangkan lagi dengan lebih luas.
Bacaan yang sangat menarik bila ingin mengenal sosialisme ala Karl Marx dari perspektif teologi Islam. Sejatinya Islam adalah agama yang membebaskan, dan pro terhadap kesejahteraan kelas pekerja. Bukan sebaliknya, yang dimanipulasi oleh para pemilik modal untuk akumulasi kapital demi menumpuk kekayaan sendiri. Pada kenyataannya kaum pemodal memang harus selalu diawasi oleh kelas pekerja, dan kaum Mustadh'afin harus terbangun dari tidur panjangnya.
saya mengambil masa lebih kurang empat bulan untuk menghabiskan buku ini, cuba untuk membuat cross-reference dan berdiam-diam duduk mencerna tiap idea Marx yang diterjemah dengan ajaib sekali oleh kh abdurrahman wahid.
konsekuensi kedatangan islam tidak semata-mata meninggalkan jejak tauhid untuk dianuti tapi pahaman menolak pemusatan kuasa politik dan ekonomi pada minoriti elitis. ternyata konsep sosialisme (harus dipahami bahawa sosialisme itu adalah pokok yang mempunyai beberapa cabang dan sosialisme sendiri adalah anti kepada radikalis yang tidak berpegang pada jalan humanisme seperti Kruschevisme dan Komunis ala Stalin) dibajak terang dalam al quran. perhatikan suratul dhariyat ayat 19:
Dan pada harta-harta mereka, (ada pula bahagian yang mereka tentukan menjadi) hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang menahan diri (daripada meminta).
saya akan meminjam kata-kata asghar ali engineer yang pada saya hikmat: pertarungan antara mustadafin dan mustakbirin akan terus berlangsung hingga din al Allah yang berbasis pada Tauhid menyatukan semua sehingga terciptalah masyarakat tanpa kelas.
Sebuah buku yang menarik untuk di baca. Buku yang membincangkan tentang pandangan 2 tokoh tentang masyarakat tanpa kelas. Buku ini adalah merupakan kajian dari penulis tentang masyarakat tanpa kelas dari sudut pandangan Islam (Nabi Muhammad S.A.W) dan sudut pandangan karl Marx. -Satu pandangan yang meliputi keseluruhan Kehidupan, satu pandang yang memberi fokus pada material semata-mata-.