Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tiga Belas Jiwa

Rate this book
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar rumah sakit jiwa?

Bagi Manjiw Squad, rumah sakit jiwa tempat mereka bekerja bagaikan rumah kedua. Di RSJ, mereka bertemu dengan satu lusin manusia lainnya yang bersedia meluangkan diri untuk saling membantu dalam setiap kesulitan dan merayakan setiap pencapaian.

Di tengah hiruk-pikuk pasien dan permasalahan hidup yang nggak ada habisnya, Manjiw Squad menemukan makna keluarga, persahabatan, kehidupan, bahkan tujuan-tujuan dasar alasan mereka terlahir ke dunia.

296 pages, Paperback

Published March 11, 2025

1 person is currently reading
22 people want to read

About the author

Salspisang

1 book

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (63%)
4 stars
5 (26%)
3 stars
2 (10%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Fikriah Azhari.
368 reviews152 followers
April 30, 2025
❝Untuk bisa sembuh, kita perlu jatuh. Untuk diobati, kita perlu sakit. Dan, untuk berdiri sendiri, kita perlu kehilangan dan berjuang untuk bangkit. Gue mampu, kok, mengatasi semua hal sendirian, tapi jika ada mereka, jika ada dia, gue akan jadi orang yang lebih kuat lagi dalam menghadapi kenyataan.❞

Seringnya orang berpendapat, katanya nggak apa-apa punya sedikit temen, yang penting setia dan sefrekuensi. Tapi, pernah ngebayangin nggak, punya selusin sosok yang nggak hanya bisa jadi teman saat bersenang-senang semata, namun juga penguat ketika hidup kita sedang berada di titik terendah?

Sama kayak judulnya, Tiga Belas Jiwa nyeritain keseharian 13 manusia yang bertemu di Rumah Sakit Jiwa sebagai rekan kerja. Mereka menamai diri sebagai Manjiw Squad. Kalau mau nyari mereka versi nggak eceran (karena beda shift dan beda spesialis), coba aja cari di Warkop depan RSJ, tapi jangan kaget kalau salah satunya muncul megang capitan sambil goreng gehu 😂

Meski latarnya di Rumah Sakit Jiwa, alih-alih soal pasien, sebenarnya kita lebih fokus ke slice of life Manjiw Squad yang super asbun sampai bikin pengin nyeletuk “LUCU BANGET, TRAUMANYA APA SIH???” Tapi ya itu, seiring perkembangan cerita, pengin puk-puk mereka karena akhirnya tahu meskipun "cover"-nya gitu (((gituuu))), ternyata beban yang ditanggung mereka terlalu berat untuk dipendam sendiri 🥲💔

Dari mulai urusan percintaan, konflik keluarga, perselisihan antar saudara, sampai duka kehilangan, semuanya diramu dengan porsi yang adil bagi masing-masing tokoh. Lega banget ketika mereka memilih untuk memaafkan dan akhirnya terbuka memberi kesempatan yang pantas diberikan. Bukan cuma untuk orang lain, namun juga diri mereka sendiri demi rasa damai yang dirasakan sendirinya. Masing-masing karakter memiliki permasalahan dalam hidup, mereka saling mendukung di masa-masa sulit, dan ketika hari sedang baik-baik saja, mereka selalu ada untuk bersenang-senang bersama. Kalian akan berakhir mencintai setiap karakter dan berharap menjadi bagian dari mereka.


Tiga Belas Jiwa juga berusaha menyangkal stereotip masyarakat umum soal Rumah Sakit Jiwa yang melihat RSJ hanya untuk orang-orang yang mereka sebut gila. Padahal orang yang sakit secara psikis dan punya beban mental, memberanikan diri datang ke RSJ demi memberikan kesempatan pada jiwa mereka untuk sembuh.

Buku ini sebenarnya masih bagian pertama, soalnya baru 7 anggota Manjiw Squad yang kebagian diintip kisah hidupnya. Menurutku keputusan yang tepat untuk edisi cetak ulang ini dibagi menjadi dua bagian, pembaca jadi lebih fokus untuk mengenal para tokoh. Jadi nggak sabar nungguin setengah porsi Manjiw Squad selanjutnya terbit!
1 review
March 23, 2025
Daripada versi sebelumnya, versi setengah porsi ini lebih mantep dan mateng. Aku suka cara Teh Sals mengalirkan cerita dari tokoh satu ke tokoh berikutnya. Jadi meski ada 7 POV, pembaca nggak bingung karena antar pencerita punya penghubung yang saling sambung menyambung.

4.7/5 for the plot. Suka gimana tiap tokoh dikasih porsi cerita yang sama rata dengan masalah yang berbeda. Berharap semoga setengah lusin lagi segera rilis karena aku gak sabar ketemu dr. Arthur sama kocaknya bapak Dino😁
Profile Image for Lina | Adlina H.
423 reviews20 followers
December 2, 2025
Novel 13 Jiwa menyoroti kehidupan 13 tenaga kesehatan yang bekerja di sebuah rumah sakit jiwa. Mereka membentuk sebuah lingkaran persahabatan yang erat, meskipun masing-masing memiliki karakter yang sangat berbeda—unik, kompleks, dan menarik untuk diikuti.

Dari ke-13 karakter ini, hanya 7 tokoh yang diceritakan melalui sudut pandang (POV) langsung. Aku belum tahu apakah akan ada kelanjutannya (mungkin 13 Jiwa #2), tapi menurutku, 7 POV ini saja sudah cukup memadatkan isi cerita dan membuatnya hidup.

Yang aku paling nikmati disini adalah bagaimana narasi dari tiap tokoh benar-benar mencerminkan kepribadian mereka. Gaya bercerita penulis sangat mengalir, dan mampu membedakan tiap karakter dengan kuat. Meskipun mereka semua bekerja di bidang kesehatan jiwa, mereka juga sama-sama manusia biasa yang punya luka-luka batin, konflik keluarga, dan berbagai dinamika personal yang tidak kalah emosionalnya.

Rumah sakit jiwa dalam cerita ini diposisikan sebagai tempat kedua para tokoh "pulang" selain rumah, tempat kerja, tempat pelarian, dan juga tempat mereka berproses. Dan meskipun ini bukan novel romansa, ada sisipan-sisipan kisah cinta yang manis dan tidak berlebihan, yang untuk membuat cerita terasa hangat dan menyentuh.

Latar rumah sakit jiwanya juga terasa kuat dan detail. Aku bisa merasakan bahwa penulis benar-benar melakukan riset untuk menulis novel ini. Banyak istilah dan pembahasan tentang kesehatan jiwa, mental health, hingga sisi psikologis dari para tokoh yang dijelaskan dengan cara ringan, tidak menggurui, dan tetap bisa dipahami oleh pembaca awam sepertiku.

Nah, selain narasinya yang enak diikuti dan bikin cerita terasa mengalir, salah satu hal yang paling aku nikmati dari 13 Jiwa ini juga adalah unsur komedinya. Ada banyak momen komedi tongkrongan yang berhasil bikin aku senyum-senyum sendiridan. Komedianya bagiku terasa natural, sebagaimana obrolan sehari-hari antara teman lama yang udah terbiasa nongkrong bareng. Dinamikanya hidup, bromancenya menghangatkan dan khas persahabatan laki-laki yang solid.

Menariknya, meskipun mereka bersahabat dalam satu circle, novel ini tetap realistis. Penulis tidak kemudian memaksakan mereka harus selalu muncul bersama. Justru sebaliknya, kita diperlihatkan bahwa karena mereka punya kesibukan dan ritme kerja yang beda-beda sebagai tenaga kesehatan, wajar kalau mereka tidak bisa terus-terusan bersama. Hal ini menurutku berhasil membuat cerita justru terasa realistis tapi tetap mampu menunjukkan kekuatan hubungan tokoh-tokohnya.

Novel Tiga Belas Jiwa ini adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Tidak terburu-buru. Nyaman untuk dibaca pelan-pelan sambil menikmati dinamika tiap tokohnya. Dan makin dibaca, rasanya seolah aku juga ikut duduk bersama mereka, jadi bagian dari circle itu. Aku merasa ditemani.
Profile Image for Nokavia Adya Permata Putri.
4 reviews
March 23, 2025
A book full of life-lessons. Nggak tau siapa yang paling sedih di cerita ini, semuanya melas. Mulai dari tertekan secara akademik, fatherless issue, hilang rasa ke pasangan, ditinggal meninggal... Banyak banget case yang relate beserta cara menghadapinya. Tentu kalau udah mengganggu sehari-hari, disarankan ke psikolog. 😁🤍
2 reviews
January 18, 2026
I love the way kak sals "menghubungkan" sudut pandang setiap karakternya. Tulisannya enak dibacaa. Ceritanya heartwarming sekalii, banyak pelajaran hidupnya. Sukaaaasekaaliiii 💓
3 reviews
January 30, 2026
Jadi pengen baca setengah ceritanya lagi, karena terlalu seru dan banyak pelajaran bagus yang bisa dipetik dari cerita ini.
1 review
May 31, 2025
SUKA BANGEEETTT, ngikutin dari zaman masih di Wattpad sampe punya 3 versi buku nya 🥹🥹. Masih suka re-read dan masih suka "hah.. iya ya.." setiap baca quote yg adaaa 🥹🫶🏻
Profile Image for ncacaca.
8 reviews
February 24, 2026
beli ini cuma karna ini buku adaptasi wp sebong kalo ga salah, jujur ga berharap banyak, TAPI BAGUS IH, jadi relate sama beberapa kisah dokter dokternya, apalagi dr catra, bener bener mengubah perspektif ku tentang rumah sakit jiwa <33
Profile Image for Razeh.
6 reviews
July 6, 2025
novel ini bercerita tentang 13 dokter yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa. penceritaannya menggunakan sudut pandang orang pertama alias masing-masing dari 13 tokoh punya point of viewnya sendiri (((di buku ini hanya diceritakan bedasarkan 7 pov tokoh))) saya tidak melihat ada masalah dari diksi yang digunakan penulis, penggunaan bahasanya menggunakan bahasa non-baku yang ringan dan mudah dimengerti. narasinya juga mengalir seiring dengan jokes asbun yang seringkali dilayangkan oleh para anggota Manjiw Squad. awalnya saya kira novel ini akan menceritakan hubungan atau keterikatan para tokoh dengan pasien pasien mereka, ternyata saya salah, novel ini lebih kepada slice of life yang dialami para tokoh. untuk pace di novel ini sendiri tergolong cepat, sebenarnya selera ya, tetapi menurut saya untuk unsur romance di novel ini kurang greget karena terlalu cepat (((saya pecinta slow burn, hahaha))). untuk keseluruhan, novel ini bagus dan sangat rekomended untuk dibaca, banyak quotes-quotes yang bakal bikin "oh? iya juga ya". semangat untuk penulis, saya menunggu kelanjutan dari Manjiw yang masih setengah porsi lagi (^^)d
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.