Shimaisya Rani, alias Shisa, sudah berkali-kali pindah kosan, karena berbagai hal, dari penampakan kuntilanak, pencuri baju dalam, dikejar lesbi sampai psycho, yang terakhir... diserbu pasukan kecoa. Akhirnya, dia memutuskan untuk pindah ke rumah terakhir yang sudah ia tekadkan akan dipertahankan sampai ia lulus kuliah. Tapi malang, Shisa kali ini dihadapkan dengan seorang bocah SMA, bernama Rayuji Mulia, alias Yuji, yang jailnya minta ampun. Hidup Shisa memang berjalan lancar-lancar saja, apalagi setelah dia menyetujui rencana Yuji untuk pura-pura pacaran. Tapi lambat laun, Shisa merasakan perasaan lain pada Yuji, dan begitu juga sebaliknya. Kisah cinta mereka akan berakhir seperti apa? Apakah mereka akan tetap bersatu? Atau berpisah?
Author that love fantasy genre so much. Althought her first published book were romantic comedy, and so all her latest books. But still, her goal were writing fantasy books. She live in Bandung, Indonesia, with her husband, and two kids.
‘Brondong’ udah pada tahu kan arti dari kata itu? Dan aku baru aja selesai baca novel yang bertemakan tentang kisah cinta seorang cewek yang jatuh cinta kepada cowok dan usia si cowok beda 7 tahun dengan dia. Hmm, novel Brondong karyanya mbak Tita Rosianti ini adalah novel yang bertemakan brondong ketiga yang aku baca. Pas bacanya ceritanya kocak banget sumpah, cekikikan sendiri di kamar XD Ceritanya bermula saat kejadian tarik-menarik uang 50 ribu di Bandung Indah Plaza. Di sanalah pertama kali Shisa dan Yuji ketemu. Sejujurnya lucu aja aku bacanya, masa ketemuan dengan kejadian yang seperti itu? Mana uang 50 ribu yang di perebutkan Cuma uang imitas yang bergambar Dao Ming Tse bukan gambarnya I Gusti Ngurah Rai. Ckckck. Ternyata pertemuan Yuji dan Shisa nggak cuma sampai di situ. Shisa pindah tempat kost dan ahaaaa!!! Anak Ibu Kost barunya Shisa itu adalah Yuji, dan kamar mereka bersebelahan. Pas awal-awal pertemuan aja mereka udah ribut. Dan yang buat aku ngakak Shisa manggil si Yuji itu dengan nama Iprit dan Yuji memanggil Shisa dengan panggilan ‘Mbah’ ya ampuuuun. Kedekatan mereka bermula saat Yuji meminta bantuan Shisa untuk menjadi pacar pura-puranya Yuji biar dia bisa curhat dan pedekate sama gebetannya. Selama 5 bulan siapa yang tau perasaan akan berubah tanpa kita sadari? Nggak ada yang tau selama 5 bulan kedepan perasaan akan masih sama atau nggak. Dan yahh, tanpa aku lanjutkan ceritanya lagi udah pasti pada tau kan? Menurut pendapatku nggak ada salahnya jika seorang cewek pacaran ato menikah dengan cowok yang umurnya jauh di bawahnya karna itu hak masing-masing manusia. Kalau mereka sama-sama cinta mau gimana lagi coba?? Nggak ada yang tahu pasti kan akan ilmu jatuh cinta? Jadi menurut aku sah-sah aja kok. Tapi semuanya tergantung dengan pandangan masing-masing juga sih.
Judul :Brondong Nyebelin Tapi Kok Ngangenin?! Edisi :1 Penerbit : Gagas Media Tahun terbit:2007 Penulis : Tita Rosianti Kategori : Fiksi ISBN : 9797801802 Halaman : 280 Ukuran : 11,5×19cm
Resensi:
Shisa, sang mahasiswi, terikat pacaran kontrak dengan Yuji, siswa SMA kelas 2. Yah, sekadar pacaran bohongan sih, Shisa nggak ambil pusing. Toh itu untuk ngebantu Yuji agar bisa deket ama gebetannya, dengan alasan curhat. Dan setelah dijalani, ternyata maksud baik Shisa ngebantu Yuji, malah berbuah kesialan. Ia terganggu ulah Yuji yang memanfaatkannya sebagai pacar. Minta ditemenin main game lah, nodong traktiran mulu, dan kalo permintaannya nggak diturutin, Yuji bakalan ngambek berat. Pokoknya, kekanakan banget. Ughh, bikin kesel aja. Tapi kok rasanya susah, ya, bagi Shisa lepas dari Yuji? Pokoknya lucu banget. Pura-pura pacaran untuk memancing gebetan, tapi akhirnya malah saling suka. Ada tantangan sendiri karena si cowo lebih muda dari si cewe. Lucu deh, ending nya juga bagus.
Kelebihan : Bahasanya bersahabat dengan anak remaja, lebih santai.
Kekurangan : Kertas buku buram, sehingga tak ada daya tarik untuk membaca.
Udah baca novel ini, pertama agak gimana gitu dengan topik brondong, tapi setelah di baca, novel ini sangat memorable, meskipun saya membacanya waktu SMA dulu, tp tetep masih teringat2 sama bagaimana penulis menyajikan ceritanya, mengaduk perasaan pembaca, dari bikin sakit perut krn ketawa ngakak sampe bagian yang cukup mellow (bagi saya). Duh, suka sama novel ini, serius, benar2 memorable dari awal sampe akhir. Menyenangkan bacanya, saya pengen punya novel ini (krn dulu bacanya hasil dr pinjaman perpus) biar bisa baca terus dan terus, saya suka sama penulis yang ngasih feel di tulisannya. Tapi saya rasa bintang 4 cukup krn 1 bintang lg saya simpan buat novel mbak tita yang lain. Pengen baca lg karya beliau ^_^
udah lama banget baca buku ini, tapi masih inget gimana serunya waktu baca bukunya. bikin ngakak karna bahasanya kocak dan hubungan yang cukup aneh antara seorang mahasiswi yang udh skripsi sama bocah yang masih SMA. walaupun udah dibaca beberapa kali, tetep aja seru, apalagi dengan adanya iguana van damme yang tak berdosa. haha..gw suka ketawa sendiri kalo inget binatang yang satu itu. masalah ending, nggak seperti harapan, gw maunya dia jelas2 aja say yes or no. ah, karena tak tega mengingat kenangan mereka terlalu konyol untuk dilupakan...