Kisah perjalanan hidup Basri Sanjaya seorang juru foto pejabat. Ia bertemu dengan Genia Putri mahasiswi semester akhir setelah kematian ibunya. Genia juga telah kehilangan Mamanya sejak lama dan sekarang tinggal sendirian sebab Papanya bekerja di luar kota.
Kisah ini adalah kisah perjalanan mereka menemukan makna hidup, berkisah soal impian, kisah masa lalu, pandangan terhadap isu politik, dan perjalanan menuju keikhlasan.
Berlatarkan kota Padang dan sekitarnya kisah ini akan membawa perjalanan mencari makna hidup yang mendalam.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 😍😍😍. Ini novel Kak Boy Candra pertama yang aku baca. Kalau kamu sama dengan aku nggak pernah baca novel Kak Boy Candra bacalah novel ini. Kalau sudah pernah baca tulisan beliau jangan lupa baca novel ini. Banyak kalimat-kalimatnya yang ngena. Dan baca novel ini jadi pengen jalan-jalan ke Padang. Jujur baca beberapa halaman pertama hampir nyerah dan bertanya-tanya sendiri dalam hati kenapa aku minta novel ini, nyesek buatku 😵💫 tapi setelah dibaca terus ternyata cocok. Aku suka cara berceritanya, lucu, sedih, hangat semuanya dapat. Yang paling berkesan ketika Kakaknya menulis Tionghoa bukan Cina itu sudah sesuatu buatku 👏🏼. . “Mona, Abang sudah janji pada Ayah dan Ibu, kalau Abang akan selalu menjaga Mona. Sebelum mereka meninggal, mereka menitipkan Mona pada Abang. Jangan takut bercerita hal-hal yang terasa berat, ya. Jangan memendam lukamu sendirian.” (Hal 122). . “Tak ada satu hal pun di dunia ini yang tidak berguna, Bas. Kamu lihat, bahkan daun bunga kamboja yang berguguran di pemakaman ini tetap berguna. Dedaunan yang jatuh itu menutupi kesedihan tanah pemakaman.” (Genia). . “Manusia memang terlahir untuk melalui luka-luka, Bas. Bahkan saat kamu lahir, kamu melukai bagian paling intim di tubuh ibumu. Namun, luka itu memberikan harapan dan kebahagiaan baginya. Saat kamu remaja, barangkali kata-kats mulai melukaimu. Namun, luka-luka itu melatihmu menjadi kuat. Hingga waktu berlalu, luka datang dalam wajah kepergian orang-orang yang kamu sayangi. Namun sejatinya, luka itu juga membuatmu jadi lebih bijaksana.”