Masih ingat Aida? Gadis yang semula enggan kuliah di sebuah sekolah tinggi ndesit di desa Banyu Iji?Aida kini telah beranjak dewasa. Seiring dengan itu,a da begitu banyak pendar kehidupan yang ia temukan di balik kesederhanaan Banyu Ijo. Inilah yang menyebabkan ia memilih mengabdikan diri did esa nan jauh dari gemerlap kota tersebut. Berbagai kejadian kemudian ia alami, baik yang menyangkut dirinya maupun orang-orang di sekitarnya... Kisah-kisah Aida ini mengajak kita untuk merenung, menyelami hikmah yang bertebaran dalam setiap pendar kehidupan...Inilah buku seri kedua dari Muttaqwiati yang meramu keseerhanaan sekaligus kecerdasan seorang gadis muda bernama Aida. Anda akan menemukan pendar-pendar kehidupan itu di sana... juga di semua tempat yang Anda singgahi kemudian!