Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hall of Friends - Monolog Rifan

Rate this book
Tanya Mileva masih mengulangi kesalahan yang sama. Hanya bisa menyukai mereka yang tidak menyukainya. Hanya mau mengagumi mereka yang tidak menganggapnya ada.
Baginya, itu adalah rasa pahit paling manis yang menguji adrenalin. Ia hanya bisa menghela napas; bertepuk sebelah tangan lagi, bertepuk sebelah tangan lagi. Padahal, dirinyalah yang menutup diri–dan hanya terbuka bagi mereka-mereka yang tidak berminat.

Di sisi lain, ada pria yang baru tertolak ulah keusilannya sendiri.
“Gue sama Cello nggak naif, Rifan. Nggak perlu sok misterius gitu, lo bukan Limbad,” ucap Hilmy. “Kalau lo suka sama Anya tuh, gerak, tunjukin kalau suka. Lo juga sih setiap hari malah ngeledek dia terus. Bukannya suka, malah jadi jengkel tuh anaknya.”

Oh. Jahil memang bahasa cintanya Rifan. Semakin jahil, semakin suka. Semakin menjengkelkan, semakin tertarik ia. Namun mendengar itu, Rifan sedikit muhasabah diri.
Penolakan itu berakhir hambar. Keduanya menghilang dan melanjutkan hidup masing-masing tanpa satu sama lain mengetahui. Hingga akhirnya, usia dewasa kembali mempertemukan mereka dalam keadaan canggung, setelah mengingat tentang penolakan tiba-tiba beberapa tahun yang lalu.

386 pages, Unknown Binding

Published May 5, 2025

4 people are currently reading
73 people want to read

About the author

Nadia Ristivani

6 books147 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (61%)
4 stars
13 (27%)
3 stars
5 (10%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for thalia.
4 reviews
May 19, 2025
tbh, aku belom baca hilmy dan cello, ini pembelian impulsive waktu ke gramed hahaha. IMHO, ini buku ringan sekaliii... ceritanya tentang rifan dan anya clbk, dan gmn mereka pada akhirnya bisa saling realize kalau, "ohhh you're the one."

for plot wise, aku merasa eksekusinya ok aja. aku suka cara kak nadia sederhanain penyelesaian konfliknya, sesuai porsi cerita slice of life, meski reveal "dalang"-nya tiba-tiba, dan pembaca pun ga diajak buat bikin asumsi dulu siapa penyebabnya, kenapa, dan apa yg terjadi. hint-nya ga ditebar. imo ini bikin alurnya stagnan dari awal sampai akhir, tp aku pun mengerti karena konflik "itu" sptnya hanya jadi katalis supaya anya dan rifan hubungannya maju. so it's ok 👍🏻

secara karakter, rifan dan anya nonjol banget! i love them. rifan tuh kayak orng yg let his intrusive thoughts win every time hahaha, racauannya lucu, kadang garing jg, tp justru itu emphasize karakter dia yg bawel. sbg anak bungsu, aku paham stance nya rifan, dan penulisnya portrayed itu dgn cukup baik. konfliknya rifan ini menurutku okay aja, aku ga inget katalis yg bikin dia mau segera "damai" sama kondisinya apa, karena dari awal stakesnya tuh kurang kuat untuk semua hal. jadi waktu adegan di solo itu bener-bener, "oh, okay, good for u." tp bukan sesuatu yg dinanti-nanti. Sama halnya Anya, dia anaknya perlu validasi, ga bisa, "aku A," tp harus dibantu, "iya, kamu tuh A!" konfliknya anya juga okay, kebanyakan di telling ya, dijelasin cmn lewat satu paragraf soal ortu anya, rumahnya, knp dia milih tinggal di apartemen, dll. aku pribadi merasa teknik ini digunain terlalu sering, sehingga aku kurang bisa nempatin diri di posisi anya. tp yg aku appreciate dari anya adalah dia ga jadi "beban" di antara rifan dan teman-temannya. she's looks like someone who's fun to hang out with. satu yg aku kurang suka, karakter hillmy-cello dan pacar2nya ga dikenalkan dulu. sbg pembaca baru setelah bukunya ditutup aku masih ngerasa ga kenal sama mereka. dan karena rifan nih bener bener lucu banget aku sulit buat tertarik sama dia sbg romantic ally, dari awal sampe akhir aku liatnya rifan as platonic.

dari sisi bahasa, penyampaiannya enak, jokesnya ditulis spontan, dan LUCU. narasinya cenderung basa-basi, imbas dari karakter rifan yg bawel. jd conversationnya cukup penuh sama keseharian.

hanya saja, aku beberapa kali nemu kalimat yg canggung, karena dua hal: 1) kalimatnya ngegantung, contoh: "walau tanah tetap tergenang karena hujan, bintang akan tetap bersinar di sana tanpa peduli"... tanpa peduli apa? hehe. sptnya masih butuh konteks atau kalimatnya dibalik. 2) maksa pake kata dasar, contoh: "tuju baru yang tidak disangka-sangka." kata tuju ngebuat kalimatnya kerasa janggal.

selain itu, aku nemu penulisan angka yg ga sesuai kaidah, ada di awal kalimat "8 orang..." ada juga yg di tengah, "...3 suap..." setauku, angka harusnya ditulis menggunakan huruf kalau dibawah 100, dan ga boleh ditaruh di awal kalimat sebagai pembuka. sayang sekaliii kesalahannya minor, tapi cukup banyak 🥲 untuk typo, aku ga inget, sptnya ga ada.

aku jarang sekali baca buku dari au, jd ini pengalaman yg cukup seru hahahaha. bukunya cocok sekali buat remaja dan atau dewasa muda, pesannya cukup "nyentil" kalau di umur 20 itu banyak chaosnya but we will eventually be okay someday, pesan itu tersampaikan dgn baik. ilustrasinya banyak dan covernya lucu. u did a good job kak nadia! i might read your another book hihi 🤓🤓
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
August 10, 2025
3.0

Sebagai salah satu penghuni stantwt, saya nggak asing sama AU. Saya juga pernah ngerasain begadang nyelesaiin AU yang bikin nagih😆. TAPII, saya nggak pernah baca cerita ini versi AU, karena saya nggak satu fandom sama fandom aslinya AU ini (kayaknya ini aslinya AU NCT yah?). Saya pernah direkomendasiin sama temen saya yang nctzen buat baca Hilmy-Milan versi cetak karena katanya itu AU Haechan yang lucu dan receh, tapi belum sempet-sempet saya bacaa, dan ternyata pas saya lihat di toko buku dan goodreads, udah banyak keluar buku-buku lain dari universe tersebut, jadi saya baca buku terbarunya aja deeh~

Pertama, saya sukaaa banget sama cover, ilustrasi, packaging buku ini secara keseluruhan! Bener-bener lucuu bangeett!!

Kedua, saya salut sama penulisnya bisa mengubah cerita versi AU jadi versi novel setebel 400 halaman ini. Pasti effortnya gede bangeet.

Ketiga, saya cukup sukaa sama tema yang diangkat, terutama tentang menavigasi hidup di usia 20an, karena yah, cukup relate dengan yang saya (dan genz lain) alami kali yaah wkwk. Saya juga cukup suka dengan eksekusi masalah-masalah keluarga yang diangkat di sini.

Keempat, saya suka banget sama keasbunan Rifan. Walaupun sering receh, tapi saya juga receh! WKWKWK, jadi walaupun garing, pasti saya tetep merasa itu lucu wkwk. Kayaknya kalau saya baca ini versi AU, saya bakal ketagihan scrolling terus karena pengin baca keasbunan Rifan terus wkwk.

TAPII ada beberapa hal yang bikin saya nggak kasih bintang lebih tinggi buat novel ini. Saya rasa, karena cerita ini udah bukan AU lagi, saya jadi harus ngasih standar yang sama kayak novel-novel lain yang saya baca.

Pertama, saya merasa keseluruhan cerita ini agak datar dan bergerak dari dialog. Salah satu contoh yang saya inget, waktu konflik Anya sama Rieke. Itu sesuatu yang saya pengin tahu lebih jauh. Seberapa jauh sih, orang-orang ngehujat Anya di sosmed, seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan Rieke ke kehidupan Anya, dll… tapi mostly cuma telling doang. Kita cuma ditunjukkin keseharian Anya yang mengurung diri dari dunia. Oke, Anya ceritanya dilarang buka sosmed (yang merupakan tindakan masuk akal) TAPI sebagai pembaca novel, kita jadi nggak ngerasain hambatan/masalah yang ada buat karakter Anya ini. Jadi konfliknya agak terasa hambar ajaah.

Kedua, saya merasa terlaluu banyak head-hopping di sini. Buku ini pakai POV orang ketiga, tapi suka lompat-lompat isi pikiran dalam satu paragraf yang sama. Jadi misal awalnya baca pikiran Rifan, terus tiba-tiba Anya, jadi jujur agak bikin nggak fokus.

Ketiga, saya merasa kurang cocok aja sama narasinya yang kadang-kadang lucu terus mendadak puitis. DAAN juga penulisan angka yang nggak konsisten, sering pakai angka (bukan ditulis jadi huruf) kadang-kadang bikin salah fokus, tapi ya nggak apa-apa juga sih, masalah teknis ajah.

Keempat, karena saya sama sekali nggak kenal sama karakter-karakter lain di universe ini, ada beberapa detail yang saya nggak ngerti. Contohnya si Lula yang tiba-tiba muncul dan katanya udah berkhianat terhadap Rifan. Ntuh berkhianat apa ceritanya baang…

Ya udah mungkin begitu sajaah, overall okee sihh, cukup menghibur… semoga ulasan singkat ini bisa jadi masukan membangun karena udah pagi kalo kata Rifan wkwk😆.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nareekha.
6 reviews
July 2, 2025
Sukaaa banget sama Rifan ❤️ the real cowok asbun, petantang petenteng tuh beneran menarik perhatian. Rifan dengan tingkah ajaibnya selalu bisa bikin aku yang baca tuh senyum senyum sendiri 😅😀. Rifan tipe cowok yang emang banyak ngomong alias cerewet tapi dia juga tipe cowok yang sangat perhatian apalagi sama orang dia suka atau dia sayang.

Aku suka banget cara Rifan ngejaga Anya, dia tuh bisa bikin Anya nyaman dengan caranya tersendiri yang emang rada konyol. Tapi itu malah yang bikin Anya nyaman ke Rifan. Walaupun Rifan konyol dan ceria tapi Rifan juga menyimpan lukanya tersendiri, dia berusaha menutup lukanya dengan tingkahnya. Aku salut sih sama Rifan yang bisa menyembuhkan traumanya 🥲
𓍢ִ໋
Anya dibayangan aku tuh beneran cewek imut dan cantik. Anya juga cewek yang lucu dan bisa banget dia ngimbangin jokesnya Rifan 😂 Anya juga sosok yang kuat, dia terbiasa ditinggalkan oleh orang tuanya. Tapi Anya tetap tegar dan semangat, apalagi Anya punya bakat banget di dunia Makeup. Itu salah satu pencapaian Anya yang bisa dia banggakan 🥹
𓍢ִ໋
Selain tokoh utama Rifan dan Anya, aku juga suka banget sama persahabatan geng Matahari yaitu Cello, Hilmy, Helga, Milan. Mereka tuh beneran udah BESTie banget dahhh. Suka duka dilalui bersama.
𓍢ִ໋
Narasi dibuku ini nyaman banget dibaca, jokesnya juga nyampe banget ke pembaca. Konflik yang ada dibuku ini menurut aku lebih ke permasalahan hati Rifan dan Anya ya, mereka berdua sama sama punya luka masa lalu, yang berhubungan dengan keluarga masing-masing.
𓍢ִ໋
Buku ini cocok buat kamu yang mau baca kisah romance tapi ada bumbu comedynya 😅
Profile Image for theresia cleopatra.
167 reviews3 followers
January 13, 2026
omg, buku ini (mungkin) bisa masuk list comfort book ku?!! I LOVE THEM SO MUCHHHH!—Rifan, Anya, Cello, Helga, Hilmy dan Milan <33
ini genrenya romance dan slice of life. suka banget sama narasinya yang mengalir pol, page-turner bangettt! TRUS TRUS, JOKESNYA BENERAN LUCU BANGETTT, bikin ngakak mulu 😭🤣🤣 si Rifan yg asbun tingkat dewa, diimbangi dgn sahabat-sahabatnya (mereka bertiga: trio geng matahari) 🤣🕺
ini porsi bahagia dan sedihnya pas banget. aku juga suka dengan topik yg diangkat kayak dealing with grief, mencari jati diri di usia 20an, the power of netizen yg seperti pedang bermata dua, dan persahabatan 💕
banyak banget quotes yang aku suka dan merasa relate gitu 🥹❤️ i love it!
137 reviews
January 17, 2026
Huhuhu lucuuu, selalu sukaaa. Anw ya, aku mau sirkel kayak merekaaa😭😭😭 lucu lucu maksimallll. I need more story about them😭❤️ dannn cafe Rifan lucu ihhh, kebayang bangeeetttt. Walau di beberapa part aku menangis karena ketrigger but ya, 5 bintang untuk penutup kisah mereka ini, (I hope) see you Matahari genkk!!!
Profile Image for Kymp.
3 reviews
July 19, 2025
Thankyou ya kak nadia, udah bikin cerita sebagus ini….
Semua buku kamu di universe ini luar biasa keren sih, semoga kamu bisa terus berkarya ya kak, I'll be waiting for your next masterpiece kakk 🫶🏻 semangaatt!!!!
Profile Image for S. Sany ♥︎.
6 reviews
January 2, 2026
I will give a 5 stars rating jika bukunya by Kak Nadia ♡ cerita yang sangat ringan, dan how Rifan pdkt with Anya after a longggg time apart each other, cie clbk ^3^
45 reviews
September 30, 2025
awal mula tertarik mau baca karena covernya yang gemes banget ini (iya tau kali ini aku menilai buku dari covernya 😭✌️) turns out ternyata isinya gemes juga. me likey 🫶

tentang rifan dan anya, yang ketemu lagi setelah beberapa tahun rifan ditolak sama anya. rifan definisi cowok cerewet, tsundere tapi sebenernya perhatian dan penolong banget, apalagi ke orang-orang tersayang. sementara anya si cewek mandiri yang sebenernya lagi pura-pura kuat aja menjalani hidup.

aku kira ceritanya cuma tentang percintaan dan pertemanan aja, ternyata ada juga konflik keluarganya. dan justru bagian ini yang paling ngena. apalagi pas bagian rifan dan papinya. mewek sih baca bagian itu 😭

di sini juga ada banyak kutipan-kutipan yang aku suka. ga nyangka sih bakal banyak naruh highlight.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.